ANOTHER WORLD: Third Bullet- Met With Hibari Kyouya

Author: C-BlackGranizer

Perjalanan Tsuna dalam mafia belum selesai. sekarang dia harus menjelajah ke dunia paralel bersama Byakuran. Membantu Decimo di dunia itu dan menemukan orang yang ingin menghilangkan dirinya di dunia itu. OOC, Typo s , No Pairing!

ANOTHER WORLD

Disclaimer : Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira, Another World © C-BlackGranizer

Warning : OOC, Typo(s), Don’t like? NEVER read!


.

.

Yoshi hanya melihat ruang makannya sambil mendesah pelan. Mereka benar-benar butuh meja makan yang lebih besar, mungkin nanti dia akan meminta ayahnya mencari meja makan yang lebih besar. Dia memutuskan untuk duduk di satu-satu kursi yang ada di antara Bianchi dan i-Pin. Dia menatap sekeliling dan menyadari ada seseorang yang menghilang.

“Okaa-san, Nii-san ada di mana?” tanya Yoshi sambil meyelamatkan telur miliknya yang hampir di ambil Reborn. Nana menatap anaknya sebelum memasang pose berpikir sebentar.

“Oh, tadi kalau tidak salah dia cepat-cepat pergi karena ada temannya yang kesini.” Ucap Nana sambil mencuci piring kotor.

“Teman?” Yoshi menaikkan satu alisnya.

“Ya, Kyouya-kun,” Nana mengganti piring yang kosong di meja makan dengan yang baru.

“Hmm.” Yoshi hanya menganggukkan kepalanya saja sambil memakan sarapan milik-nya sesekali melirik ke Reborn yang sedang membullyLambo.

.

.

Tsuna-samaaa~,” Guido langsung lari ke arah Tsuna dengan yang baru saja masuk ke apartemen Byakuran dengan air mata bercucuran. Tsuna hanya mendesah panjang sambil menggendong anak berumur tujuh tahun itu yang masih menangis itu. Sudah hampir satu bulan mereka disini namun Tsuna masih sering menemukan Guido yang menangis, serta Lanchia yang tepar di sofa dengan kepala menatap langit-langit dan mata tertutup sewaktu-waktu saat dia datang berkunjung. Terlihat jelas lingkar hitam di mata miliknya.

Mukuro sendiri tambah asik saja makan cokelat batangan yang tadi sepertinya dia beli di supermarket di depan apartemen mereka. Begitu juga Byakuran yang dengan asyiknya menonton TV sambil memakan marshmallow.

Tsuna memutuskan untuk duduk di salah satu sofa panjang yang ada di ruangan itu, dia menaruh Guido di pangkuannya dan dia mulai tertidur mengikuti Lanchia yang sejak kedatangan Tsuna langsung pergi ke alam mimpi, Hibari pun ikut duduk di sebelah-nya dan mengeluarkan novel. Tsuna sendiri memandang ke Hibari sebelum memandang ke luar jendela. Namimori memang kota yang termasuk tenang, karena Namimori bukan termasuk kota metropolitan.

Tsuna mengingat bagaimana dia dan Kumo no Sugosha bertemu.

Flashback

Tsuna membawa kantong belanja yang berisi beberapa sayur dan snack. Dia baru saja pergi ke supermarket karena Nana menyuruhnya.

Dia memilih melewati taman karena itu jarak terdekat dari rumahnya. Daripada harus berputar dia memilih momotong jalan saja karena teriknya matahri siang itu. Tsuna memilih ingin cepat masuk kamar membaca sesuatu di temani segelas jus dingin dan kipas angin.

Matanya mendadak menata seorang anak yang seumuran yang berambut hitam legam yang memandangnya dengan tajam anak itu duduk di bawah pohon dengan buku tebal dipangkuannya yang sepertinya bukan bahan bacaan untuk anak seumuran dia.

Masa bodoh dengan itu, Tsuna sendiri suka membaca buku-buku yang kadang orang dewasapun butuh berjam-jam untuk memahaminya. Tsuna jadi hobi membaca buku seperti itu karena paksaan dari Reborn yang sering memaksanya untuk membaca buku-buku tebal. Dengan alasan karena dia mafia Bos. Alasan yang sangat simpel tapi membuat Tsuna tutup mulut.

Anak yang tadi menatap Tsuna kembali ke bukunya yang sempat dia hiraukan. Tsuna sendiri baru sadar jika dia dari tadi hanya berdiri diam di tempat.

Hibari Kyouya. Hanya itu yang ada di pikiran anak bertubuh 8 tahun sedangkan jiwanya 60 tahun. Salah satu Sugosha miliknya, Kumo no Sugosha.

Tsuna merasa ada yang aneh dengan Hibari, seingatnya sesuai cerita dari Hibari. Dia dulu saat SD dia sangat benci keluar dari rumah saat liburan. Dan dia lebih sering pergi ke resort milik keluarganya yang ada di pulau milik keluarga mereka karena alasan di sana sepi. Namun setelah beranjak dewasa dia jarang pergi ke sana dengan alasan melindungi Namimori dari para Herbivore kurang ajar.

Hibari yang melihat Tsuna hanya diam saja kembali melihat ke arah Tsuna, alisnya berkedut karena dia melihat anak-anak yang berlari-lari di siang hari yang terik. Dia melihat Tsuna memberikan kode dengan kepalanya yang menunjukkan ke salah satu gang sempit. Dan dia melihat Tsuna berjalan ke arah itu. Dia menunggu sebentar sebelum menutup bukunya.

.

.

Hibari memasuki gang sempit itu. Dia melihat Tsuna yang berjongkok dengan belanjaannya di pojokkan, dan di tangannya ada kucing berwarna putih.

Jadi ini yang dimaksud oleh Alaude-san ada beberapa orang yang berbeda di anggota Sugosha milik adikku. Karena kau ikut aku ke dunia ini?” Tanya Tsuna sambil mengelus punggung kucing yang kelihatanya nyaman di tangannya.

Hump, Carnivore itu yang menarikku ke dunia ini.” Kata Hibari sambil menyilangkan tangannya. Betul saja, tiba-tiba Alaude muncul saat dia hendak tidur dan menarik jiwanya ke dunia paralel ini.

Hahaha, terdengar seperti apa yang Alaude-san akan lakukan.” Tsuna melepas kucing di tangannya, “lalu apa kau sudah bertemu dengan Byakuran? Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Katanya dia ada beberapa urusan.”

Tidak, aku bahkan tidak melihat dia saat aku di bawa ke dunia paralel ini dengan paksa.”

Lalu apa yang akan kita lakukan untuk saat ini, kita juga tak mempunyai Vongola Gear.” Tsuna hanya mendesah kesal.

Saran ku lebih baik kita diam dulu, aneh kalau kita sudah berhubungan dengan mafia dalam tubuh sekecil ini.” Salah satu sisi bibir Hibari berkedut menandakan dia sedang kesal. “Tapi setidaknya kita bisa bertemu lagi, Bos.” Ucap Hibari sambil tersenyum kecil.

Kyouya,” Tsuna maju dan memeluk Hibari yang lebih tinggi darinya beberapa senti. Setelah beberapa saat Tsuna melepaskan pelukannya. “Lalu bagaimana keadaan di sana?”

Aku tak begitu tahu, aku ke dunia ini hanya beberapa hari setelah pemakamanmu. Yamamoto Takeshi, dan Gokudera Hayato jelas yang paling terpukul. Sasagawa Ryohei menghancurkan beberapa peralatan di ruang latihan. Chrome Dokuro lebih senang di taman bunga yang kau dirikan untuknya. Rokudo Mukuro, aku sendiri tak tahu apa yang dia lakukan dia manghilang setelah pemakamanmu. Dan Lambo tampak lebih frustasi. Tapi setidaknya mereka tahu kau sudah ‘meninggal’ dengan tenang.” Jelas Hibari.

Sudah kuduga mereka akan melakukan hal itu.” Tsuna menggeleng-gelengkan kepalanya.

Flashback End

“Tsuna-sama, apakah kau akan pergi ke sekolah yang sama dengan Hibari-san?” pertanyaan Lancia yang sudah bangun segera menghancurkan pikirannya.

“Hmm? Tidak, aku masuk saat kenaikan kelas saja. Toh, Hibari tetap akan tinggal di Nami-Chū. Lagi pula aku juga masih menunggu dua orang itu.” Tsuna mengusap kepala Guido dengan lembut.

“Hmm, kau memang bisa membuat para herbivore-herbivore kecil itu dekat dengan mu Tsunayoshi.” Hibari memandang Tsuna.

“Anggap saja ini karisma ku. Bahkan aku bisa menangkap perhatian seorang carnivore bukan?” tanya Tsuna dengan nada menggoda Hibari. Hibari hanya menggerutu dan kembali membaca novel.

“Oh, iya Tsunayoshi-kun. Kapan mereka sampai?” Tanya Byakuran sambil mengganti-ganti chanel TV.

“Mereka bilang hari ini.”

.

.

“Shoichi, jangan bilang kita tersesat.” Ucap seseorang dengan suara malasnya, dia memasukkan satu tangannya di jeans berwarna hitam miliknya.

Pemuda yang di panggil Shoichi itu hanya memelototi HP miliknya dengan wajah merah padam. “Tidak mungkin, ini tempat kelahiranku.”

“Tapi, Shoichi. Bahkan aku tersesat di Italia setelah bertahun-tahun di London.” Spanner bersandar di tembok sisi jalan sambil membuka bungkus permen miliknya. Matanya menatap orang berambut merah dengan matanya yang menunjukkan rasa bosan.

“Tapi, Namimori tidak seperti Italia yang sangat besar.”

.

.

“Kau yakin tidak perlu menjemput mereka Tsunayoshi-kun?” tanya Byakuran lagi, kali ini dia memutuskan mematikan TV karena tak ada acara yang menarik.

“Tidak perlu, kalaupun mereka tersesat, mungkin mereka akan bertemu dengan Takeshi. Jam segini saat dia lari keliling Namimori bukan?”

.

.

“Oke, Yoshi kau bisa istirahat sebentar.” Teriak Dino yang dengan santainya makan apel sambil mengawasi latihan dari Yoshi. Yoshi segera mendekati Dino yang sedang duduk di bawah pohon.

Yoshi mengambil buah apel yang ditawarkan Dino, “Dino-nii, Reborn dan Collonello ada dimana?”

“Hmm, Colonnello berkata dia akan melatih Ryohei dan Basil. Kalau Reborn, aku juga nggak tahu apa yang dia pikirkan.” Ucap Dino sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat mantan tentor sadis miliknya.

“Hmm…”

“Ne, Yoshi. Apa yang kau pikirkan tentang Tsunayoshi-san?” tanya Dino tiba-tiba.

“Nii-san? Hmm, aku juga tak tahu. Aku hanya tahu dia anak yang pendiam dan di juluki jenius oleh teman-temannya. Tapi Nii-san yang sekarang benar-benar berbeda, aku seperti sama sekali tidak mengenal dia.” Balas Yoshi dengan mata menatap air terjun yang ada di depannya.

Dino hanya diam melihat Yoshi, dia tahu bagaimana frustasi Yoshi. Kakak yang sangat dia kagumi mendadak menjadi orang yang asing di hadapannya. Beberapa kali Dino menginap di rumah Yoshi, dia tahu bahwa Tsuna sering pulang malam dari entah apa yang dia lakukan.

“Tapi Nii-san tetap Nii-san, tetap Nii-san yang sangat sayang kepada keluarganya.” Sambung Yoshi dengan senyum di wajahnya. Dino hanya tersenyum kecil, sepertinya dia tidak perlu mengkhawatirkan adik angkatnya itu.

“Grrrr…”

Mendadak suara geraman terdengar dari belakang mereka. Yoshi dan Dino segera mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan menatap makhluk yang menggeram kepada mereka.

“Dino-nii aku tahu kalau hutan ini Reborn penuhi dengan makhluk aneh-aneh, tapi apa itu?” tanya Yoshi, matanya menatap makhluk yang seperti singa itu.

“Aku juga tak tahu, makhluk itu tak ada di daftar hewan yang dia ambil dari Death Mountain yang ada di Italia.” Dino menelan air liur tanda gugup. Bagaimana tidak, jika itu adalah singa biasa dia yakin Yoshi bisa mengalahkannya dengan cepat. Tapi singa ini alih-alih memiliki bulu di lehernya, ada dying will flame berwarna oranye di sekitar lehernya, dan ada benda seperti helm di kepalanya. Namun Dino melihat mata makhluk buas itu tidak memberikan pandangan ingin membunuh mereka, namun tatapan inosen yang hanya bisa di berikan oleh anak kucing.

Yoshi segera menyarungkan dual sword miliknya, dengan tatapan penuh tanda tanya dari Dino dia perlahan maju dan menjulurkan tangannya. Singa itu hanya menggeram dan mundur sedikit.

“Oi, Yoshi jangan aneh-aneh. Aku tak mau dibantai Reborn karena kau terluka gara-gara berusaha menjinakkan singa liar.” Dino berteriak setelah melihat tindakan nekat dari Yoshi.

“Hmm, dia sepertinya jinak kok.” Ucap Yoshi setelah tangannya sampai di kepala singa itu. Singa itu sendiri hanya mendengkur senang saat tangan Yoshi menggaruk telingannya. Yoshi sendiri merasa aneh karena api yang ada di singa itu tidak panas sama sekali.

Dino hanya melongo karena tindakkan Yoshi. Tak lama kemudian seseorang datang mendekat.

“Natsu, jangan lari seperti itu.”

“Gao.” Singa itu segera mendekati orang yang Dino dan Yoshi kira pasti pemilik singa ini. Tapi siapa orang yang gila memelihara singa, yah walau singa itu cukup jinak sih.

Setelah orang itu keluar dari semak-semak Dino dan Yoshi segera membelalakkan matanya, karena orang yang ada di sana tidak lain adalah Tsuna.

“Nii-san? Sedang apa kau disini?” tanya Yoshi dengan tampang bingung saat singa yang di ketahio bernama Natsu itu mengeluskan kepalanya di kaki kakakknya. Sedangkan Tsuna hanya tertawa kecil sambil menggaruk bulu-bulu Natsu.

“Hmm? Hanya sedang jalan-jalan saja. Sekalian mencari Hibird.”

“Hibird?”

“Hmm, burung kecil berwarna kecil milik Kyouya. Kurasa kau seharusnya sudah pernah melihatnya.” Yoshi segera ingat burung kecil yang memiliki sayap lebih kecil dari tubuhnya dan sering menyanyikan lagu sekolah mereka. “Tadi dia kabur saat kami sedang ada di ada di apartemen Byakuran gara-gara Mukurowl.” Lanjut Tsuna sedangkan sudut bibirnya berkedut kesal.

Bagaimana tidak, saat mereka dengan tenangnya menikmati pagi hari yang tenang tiba-tiba saja Mukurowl menyerang Hibird dan membuat burung kecil itu kabur, sekarang mereka terpaksa mencari Hibird di hari yang cukup panas ini. Dan tadi dia tidak sengaja bertemu dengan Shoichi dan Spanner yang lagi-lagi tersesat kedua kalinya di Namimori, pertama saat beberapa hari lalu mereka baru datang, dan yang kedua, tadi saat mereka hendak mencari apartemen Byakuran. Dan Tsuna tidak mungkin menyuruh mereka mencari Hibird. Nanti yang ada mereka juga harus mencari Spanner dan Shoichi.

“Lalu itu apa Nii-san?” tanya Yoshi sambil menunjuk Natsu yang duduk melingkar di dekat kaki Tsuna.

“Ah, ini,” Tsuna berjongkok dan mengelus punggung Natsu. “Dia peliharaanku um… hadiah dari teman, namanya Natsu.”

“Memang boleh memelihara singa?” tanya Dino yang masih ber-sweatdrop ria.

“Nggak tau juga untuk di Jepang. Tapi Kyouya sudah mengurusnya untukku, jadi tenang saja.” Balas Tsuna dengan tenang.

“Kufufu… bisa-bisanya kau mengobrol dengan tenang dengan adikmu saat si skylark sedang menghancurkan separuh hutan untuk mencari burung kesayangannya itu.” Terdengar suara yang membuat bulu kuduk berdiri disertai kabut tebal yang tiba-tiba saja muncul. Sekali lagi Dino dan Yoshi memegang senjata mereka masing-masing.

“Mukuro.” Tsuna hanya berkata itu sebelum bangkit dari posisi jongkoknya. “Aku sudah dapat kabar kalau Guido dan Takeshi sudah menemukan Hibird, dan kenapa kau membawa Mukurowl kalau kau mau mencari Hibird?”

Mukuro hanya mengeluarkan tawa khas miliknya sebelum berpaling ke dua orang yang dari tadi hanya diam saja. “Oya, Haneuma Dino dan Tsunayoshi-kun no Outoto. Apakah aku seperti kriminal sehingga kalian memasang wajah seperti itu.”

“Memang kau berwajah kriminal bodoh.”

“Tsunayoshi-kun kau kejam.” Mukuro memang wajah pura-pura kesakitan. Tsuna hanya menghiraukan-nya, dan melihat adiknya.

“Aku baru tahu kau berlatih menggunakan pedang Yoshi.” Tanya Tsuna sambil menaikkan alisnya. Yoshi segera salah tingkah dan mencoba mencari alasan yang bagus sebelum Tsuna membuka mulutnya lagi. “Nah, mungkin kau bisa berlatih bersama Takeshi. Dia agak kesepian karena tak punya teman yang bisa diajak latihan.” Lanjutnya dengan senyum di wajah, sedangkan dua orang itu hanya menghela napas lega.

“Kalau begitu aku pergi dulu Yoshi.” Tsuna pergi disertai Natsu dan Mukuro, sedangkan Mukurowl sudah sejak tadi terbang entah kemana.

“Ok, Nii-san sendiri hati-hati hutan ini banyak makhluk-makhluk anehnya.” Tsuna hanya melambaikan tangannya dan hilang di kegelapan hutan.

.

.

“Ada apa Mukuro? Kenapa kau pasang wajah bahagia seperti itu. Membuatku merinding saja.” Tsuna melirik Mukuro yang sedang tersenyum-senyum sendiri.

“Hanya melihat Nagi dan yang lain tadi saat aku melewati Kokuyo land.”

“Oh, Chrome? Apa dia baik-baik saja?” Tsuna merunduk dari ranting yang menghalangi jalan mereka.

“Ya, organ dalamnya masih lengkap. Sepertinya kecelakaan yang dia alami di dunia kita tidak terjadi di sini.”

“Syukurlah.”

.

.


To Be Continued


A/N GOMENASAIIII~ MINNA-SAN~! Maaf lama telat untuk update fanfic ini. Oh iya, ini profil dari Yoshi. Sekalian buat catatan, disini yang umurnya berubah cuma Tsuna yaitu jadi 16 tahun sama seperti Hibari Kyouya. Lainnya tetap sama.

Nama : Sawada Yoshimune

Umur : 14 tahun

Tinggi : 170 cm

Berat : 59kg

Senjata : Dual Sword ( i82 4. photobucket albums/z z161/TigerEdge/Sword_ Set_Ninja_Twin _Strike_Force. j pg)(Delete the Space)

Rambut : Pirang

Mata : Cokelat

Flame : Sky Flame

TTL : Namimori, 30 Agustus.

Oh iya, kayaknya banyak yang bingung sama timeline-nya. Jadi di sini Tsuna itu sudah masuk ke dunia paralel sejak bayi. Jadi Tsuna di dunia paralel itu mati pas di kandungan Nana, terus jiwanya di ganti ama jiwa Tsuna. Di sini Tsuna itu anak jenius, dia nggak jadi Dame-Tsuna lagi. Terus di tahun ke-duanya di Chūgakkō (SMP) itu dia dapat beasiswa sekolah di London. di sana dia ketemu Byakuran. Trus juga cari siapa tahu ada orang lain yang dari dunianya itu dikirim ke dunia paralel sama Giotto dkk . Dan ternyata selain Hibari ama Yamamoto, yang dikirim ke dunia paralel itu Spanner, Shoichi, Mukuro.

Dan buat Yoshi, sejak umur sebelas tahun dia sudah di ajak Iemitsu ke Italia untuk menjalani latihan sebagai Vongola Decimo. Ini daftar Guardian dari Yoshi :

– Gokudera Hayato (Arashi no Sugosha)

– Sasagawa Ryohei (Hare no Sugosha)

– Bovino Lambo (Kaminari no Sugosha)

– Kuroba Nagi/Chrome Dokuro (Kiri no Sugosha)

– Kurokawa Hana (Kumo no Sugosha)

– Basil (Ame no Sugosha)

Di sini Chrome memakai nama Nagi, karena dia tak pernah bertemu sama Mukuro sama sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s