ANOTHER WORLD: Second Bullet- Tsunayoshi Homecoming

Author: C-BlackGranizer

Perjalanan Tsuna dalam mafia belum selesai. sekarang dia harus menjelajah ke dunia paralel bersama Byakuran. Membantu Decimo di dunia itu dan menemukan orang yang ingin menghilangkan dirinya di dunia itu. OOC, Typo s , No Pairing!

ANOTHER WORLD

Disclaimer : Kateko Hitman Reborn! © Amano Akira, Another World © C-BlackGranizer

Warning : OOC, Typo(s), Don’t like? NEVER read!


.

.

Yoshimune berjalan dengan langkah gontai. Reborn yang duduk di pundaknya hanya menatap jalan yang ada di depannya dengan biasa. Sudah hampir empat bulan lebih dia ada di Namimori, dan ternyata di tempat yang dia anggap dulu adalah tempat tertenang sekarang menjadi tempat terkacau.

Sudah berapa kali dia di ancam akan ‘digigit sampai mati’ oleh seorang berambut hitam yang hobi membawa tonfa ke mana-mana. Belum lagi dua orang guardiannya yang hobi melempar dinamit dan granat saat mereka saling adu mulut. Belum lagi tutornya yang sepertinya hobi membuat tempat persembunyian di mana-mana. Apalagi saat dua orang ‘teman’ dari Kiri no Shugosha miliknya yang entah kenapa ikut ke Namimori dengan alasan tidak jelas.

“Hah…” Keluh Yoshi. Apalagi siang ini entah kenapa matahari bersinar sangat terik. Yang ingin dia lakukan saat ini adalah membeli es krim di supermarket lalu tidur sampai nanti malam. Tapi jelas Reborn tidak akan mengijinkannya. Terkadang dia benar-benar iri dengan Tsuna yang bisa melakukan hidupnya dengan normal.

Yoshi menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin melibatkan kakaknya kepada hidupnya yang gila ini. Kakaknya cukup hidup bahagia seperti Nana. Semenjak Yoshi dipilih menjadi Vongola Decimo dia sudah memutuskan akan menjaga keluarganya. Cukup waktu kecil dia selalu dibela oleh kakaknya saat di kerjain oleh anak lain.

Yoshi masih ingat waktu dia kecil bagaimana kakaknya sangat overprotective kepada dia dan ibunya. Dia tak tahu faktor apa, tapi mungkin karena dia adalah laki-laki tertua di rumah dan juga karena Iemitsu jarang pulang. Dulu dia iri kepada Tsuna karena sang kakak terasa sangat dewasa.

Bump

Yoshi merasa menbrak seseorang, saat melihat ke depan dia melihat Sasagawa Kyoko dengan tumpukan buku yang dia bawa berjatuhan.

“Ahh, maaf Sasagawa-san.” Ucap Yoshi sambil membungkukkan badannya dan mengambi buku-buku milik Kyoko yang berjatuhan.

“Tidak apa-apa Yoshi-kunNe, panggil saja aku Kyoko.” Ucapnya sambil menerima buku-buku miliknya dari Yoshi.

“Oh, kalau begitu umm… Kyoko-san?” Kyoko hanya tersenyum kecil.

“Kyoko, tunggu aku.”

“Ah, Hana-chan.”

Yoshi melirik kepada perempuan berambut hitam bergelombang sepunggung itu. Kurokawa Hana, dia adalah Hitwoman bebas yang entah kenapa berkhir di Namimori. Mungkin dia juga ingin lepas dari dunia yang penuh dengan darah itu.

Flashback

Oi, Reborn kembalikan bekalku.” Yoshi mengejar sang tutor yang berlari di depannya yang membawa kotak bento milik Yoshi. Reborn hanya menyeringai kecil sambail terus berlari tidak memperdulikan teriakan dari sang murid.

Hah, Dame-Yoshi siapa suruh melamun saat makan.”

Oi, siapa yang melamun. Aku hanya menatap awan sebentar saja dan kau sudah mencuri bento milikku. OIII REBORN!” teriak Yoshi saat Reborn sama sekali tidak memperdulikan dirinya.

Reborn dan Yoshi sampai ke atap sekolah. Dalam hati Yoshi menghela nafas tidak ada Mr. I’ll-bite-you-to-death yang biasanya bermalas-malasan di atap. Namun betapa terkejutnya dia melihat seorang anak berambut hitam yang sedang membawa pisau di kedua tangannya.

Anak itu adalah Kurokawa Hana salah satu teman se kelas dari Yoshi yang bisa dibilang sangat benci anak-anak. Dan dia juga cukup pendiam.

EHH!” itu adalah reaksi dari Yoshi.

Hmm,” orang itu menurunkan pisau yang pertamanya dalam keadaan siaga. “Sawada Yoshimune dan orang yang menyatakan diri menjadi hitman terbaik se dunia?” Yoshi hanya menatap Hana dan Reborn bergantian. “Kenapa kau ada disini Reborn-san.” Tanya Hana.

Black Dagger, hitwoman bebas yang sekarang ada di Namimori. Tak kusangka dia satu kelas dengan Dame-Yoshi.” Reborn hanya menyunggingkan sisi mulutnya.

Reborn apa maksudnya dengan ini?” tanya Yoshi dengan wajah bingung.

Kau benar-benar Dame-Yoshi. Bukankan sudah kusuruh menghafalkan hitman/hitwoman yang tercantum pernah ber-aliansi dengan Vongola.”

Hei, jangan salahkan aku. Di sana ada hampir seribu lebih hitman/hitwoman.” Keluh Yoshi, sedangakn Reborn hanya menggelengkan kepalanya.

Dia salah satu hitwoman yang pernah ber-aliansi dengan Vongola tiga tahun lalu, namun sekarang menjadi hitwoman yang bebas. Kurokawa Hana, dia memang seorang hitwoman yang jenius.” Jelas Reborn kepada Yoshi yang masih membukka mulutnya bak orang bodoh. Reborn yang merasa kesal menendang punggung Yoshi sampai Yoshi jatuh.

Hmm, tak kusangka Vongola Decimo seorang pengecut seperti dirimu.” Ucap Hana sambil menyembunyikan pistol ke dalam baju sekolahnya.

Hoii..!”

Sawada, kuperingatkan kau untuk yang pertama kali dan yang terakhir kalinya. Aku tak perduli apa yang kalian semua lakukan di Namimori. Tapi kuperingatkan jauhkan tanganmu dari Sasagawa Kyoko. Kalau sampai aku mendengar dia terlibat dengan kalian, Vongola Decimo atau bukan aku akan membunuhmu.”

End Flashback

Hana yang mengetahui keberadaan Yoshi dan Reborn memberikan pandangan membunuh kepada mereka, atau kepada Yoshi lebih tepatnya.

“Sedang apa kalian ada di sini?” tanya Hana.

“Jangan begitu Hana-chan, aku tidak sengaja menabrak mereka. Dan Yoshi-kun membantuku mengambil buku-buku milikku yang berjatuhan.” Jelas Kyoko sambil memberikan senyum kepada Hana.

“Hmm, ayo pergi Kyoko.” Hana memberikan lirikan terakhir kepada kedua orang itu sebelum berjalan menjauhi mereka.

“Ahh, Hana-chanArigatou Yoshi-kun, aku perdi dulu. Dan ini untuk Aka-chan yang ada bersama mu.” Kyoko memberikan tiga permen kepada Reborn sebelum pergi mengikuti Hana dengan berlari kecil.

.

.

Tadaima Okaasan.” Ucap Yoshi sambil membuka pintu, dia membuka sepatunya dan hendak menaiki tangga sebelum dia tidak mendengar balasan dari ibunya. Nana sendiri sedang bernyanyi-nyanyi kecil sambil memotong-motong sayur-sayuran. Yoshi memilih masuk ke dapur dulu.

Okaasan?”

AraraBaka Yoshi-Nii ada sudah pulang.” Ucap Lambo sambil memakan makanan yang menumpuk di meja makan.

“Lambo, jangan begitu. ” Ucap Fuuta yang juga sedang memakan sesuatu.

“Ah, Yoshi-kunOkaeri.” Balas Nana sambil terus memasukkan bumbu-bumbu entah apa ke dalam wajan.

Okaasan kenapa kau memasak sebanyak lagi, Otousan tidak pulang lagi kan?” tanya Yoshi, sedangkan Reborn sudah duduk di sebelah Bianchi sambil meminum espresso yang disiapkan oleh Bianchi yang entah kenapa tak berubah menjadi poison cooking.

“Tidak,” Nana menggelengkan kepaanya dan menatap Yoshi. “Kakakmu yang akan pulang.”

“…”

“…”

“APAAA?”

Mou, Yoshi-kun kenapa kau begitu terkejut. Kaa-san baru saja dapat telpon dari kakakmu. Katanya dia sudah sampai bandara Jepang.” Nana tersenyum lagi.

“Lalu kenapa Okaasan memasak sebanyak ini, Niisan kalau makan kan tidak begitu banyak.”

“Tsu-kun akan membewa beberapa teman katanya.”

Mudah-mudahan teman yang Nii-san bawa tidak aneh-aneh seperti si ketua komite kedisplinan di sekolah.’ Pikir Yoshi dalam hati.

Mendadak bel rumah berbunyi, “Yoshi-kun tolong buka pintunya.”

“Hai, Okaasan.” Yoshi berjalan dengan langkah gontai ke pintu depan.

“Yo, Otouto.” Ucap seseorang yang berada di depan pintu. Orang itu memiliki rambut pirang berantakan.

“Dino Nii? Kenapa kau ada di Jepang? Bukannya kemarin-kemarin kau berkata sibuk di Italia?” tanya Yoshi dengan wajah bingung. Dia tak tahu apa yang dipikirkan oleh Cavallone Decimo itu.

“Bos berkata ingin ke Jepang jadi dia pergi ke Jepang.” Jelas Romario yang berdiri di sebelah Dino. Yoshi memandang ke halaman depan, di sana banyak orang berpakaian hitam-hitam. Mereka tersenyum saat melihat sang Vongola Decimo memandang mereka. Dalam hati Yoshi hanya ber-sweetdrop ria. Bagaimana Dino bisa dengan gampangnya membawa satu batalion mafia kemanapun dia pergi.

“Yoshi-kun? Siapa yang datang?” Nana akhirnya keluar dari dapur sambil membawa pisau di tangan kanannya.

“Ah, Okaa-san. Ini Dino Nii, dia selalu membantu ku di Italia. Dia sudah seperti kakak kedua ku sendiri Okaa-san.” Nana memandang seorang pirang yang sedang tersenyum di dekat anak bungsunya.

“Maa, terimakasih selalu membantu Yoshi-kun. Bagaimana kalau ikut makan bersama kami dulu?” tanya Nana sambil tersenyum.

“Kalau tidak merepotkan.” Nana hanya tersenyum lagi mendengar jawaban Dino dan masuk lagi ke dalam dapur.

“Kalau begitu Bos, kami pergi dulu.” Ucap Romario sebelum keluar dari rumah dan pergi bersama yang lainnya. Setelah semua bawahan Dino pergi, Yoshi menghela nafas panjang.

“Dino Nii kau pergi ke dapur dulu saja. Kau mau ganti baju dulu.” Yoshi melihat dirinya yang masih mengenakan seragam sekolahan.

“Ah, oke.” Dino pun melepas sepatunya. Sebelum…

BRAK

Gomen Yoshi, aku terpeleset.” Dino hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa kecil.

Dino Nii sama sekali tidak berubah.’ Pikir Yoshi sambil sweatdroop. Dia akhirnya naik ke kamarnya saat Dino berhasil masuk ke dapur dengan selamat.

.

.

Tsuna menghela nafas panjang, di melihat jam tangan miliknya. Sudah jam 19.00 dan dia harus masih mengurusi di mana Mukuro, Byakuran, Guido, Lancia akan tinggal selama di Jepang. Akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di apartemen di Namimori, dan yang membayarkan semua itu adalah Byakuran. Bagaimanapun Byakuran di sini adalah bos dari Gesso Famiglia.

Awalnya mereka akan menginap di rumah Hibari atau Yamomoto. Namun karena itu tidak bisa menjamin keamanan akhirnya mereka tinggal di apartemen.

“Tsuna, kau mau pulang ke rumahmu?” tanya Yamamoto yang sedang duduk di sofa Apartemen Byakuran dan Lancia. Mereka semua kebetulan sedang berkumpul di sana. Dari tadi Yamamoto terus tertawa melihat bagaimana ‘keakraban’ Mukuro dan Hibari. Akhirnya dua orang itu berhenti saat Tsuna menyogok mereka kue cokelat (Mukuro) dan satu gelas besar es krim (Hibari) yang di pesan dari restoran yang kebetulan satu bangunan dengan apartemen itu.

“Ya, aku akan langsung pulang. Rasanya badanku remuk semua.” Keluh Tsuna sambil melirik Mukuro dan Hibari yang dengan tenangnya memakan makanan mereka.

“Nah, kalau begitu aku akan ikut denganmu Tsunayoshi-kun. Siapa tahu ada berandalan yang akan memperkosamu di tengah jalan.” Kata Byakuran dengan senyum menyebalkan terpasang di wajahnya.

“Ahahaha, terimakasih.” Tsuna hanya tertawa garing.

“Aku juga akan pulang. Oyaji akan butuh bantuan membereskan toko.” Kata Yamamoto sebelum bangkit dan mengambil Shigure Kintoki yang tergeletak di sebelahnya.

“Aku juga.” Hibari meletakkan gelas es dan ikut berdiri. Hibird hinggap di kepala Hibari dan mulai tidur di sana.

“Kalau begitu, bye Mukuro, Guido-kun dan Lancia-san.” Guido dan Lancia hanya menganggukan kepalanya sedangkan Mukuro menunjukkan senyum bak seringaian miliknya. “Dan jangan sampai kau hancurkan apartemen ini Mukuro.” Lanjut Tsuna dengan nada memperingatkan dan pandangan mata yang tajam. Mukuro masih tersenyum walau keringat dinigin mulai muncul di dahinya.

.

.

“Tsunayoshi, Kusakabe memberitahuku bahwa Haneuma Dino sedang menginap di rumahmu.” Hibari memberi tahu Tsuna yang sedang memasukkan kopernya ke dalam taksi yang tadi dia hentikan. Byakuran malah sudah masuk ke dalam taksi dari tadi.

“Oh, sankyuu Kyouya. Nah, nanti akan ku urus sendiri masalah Dino-san.” Tsuna masuk ke dalam taksinya, setelah menutup pintu dia melihat Hibari dan Yamamoto yang masih ada di luar lewat jendela yang sengaja dia turunkan. “Kalian tidak ikut kami saja Kyouya, Takeshi?”

Hibari menggelengkan kepalanya dan berjalan menjauhi mereka. “Tidak usah Tsuna, aku masih mau mampir ke supermarket untuk membeli camilan dulu, Jaa.” Yamomoto juga pergi setelah melambaikan tangannya. Tsuna menyuruh sang sopir untuk segera menjalankan kendaraannya.

.

.

“GYAHAHAHAHA, Lambo-sama minta tambah.” Gelak tawa terdengar dari rumah keluarga Sawada, terutama suara seekor anak sapi yang membuat semua orang di situ sakit telinga mendadak.

“Lambo, tidak boleh. Ini mangkuk Lambo keempat.” Cegah i-Pin dengan bahasanya yang agak kacau. Reborn ‘menasihati’ cara makan Dino yang bahkan lebih kacau dari Lambo.

“Hah, sejak kapan rumahku mendadak seramai ini.” Keluh Yoshi dengan pulang. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan jam 19.30. Kenapa Tsuna tidak segera sampai rumah. Mendadak suara bel rumah itu berbunyi.

“Aku akan bukakan pintunya Okaa-san.” Nana hanya menganggukakan kepalanya, dan Yoshi segera membuka berjalan pintu depan.

“Ahh, tadaima Yoshi.” Yoshi hanya bisa membuka mulutnya saat melihat kakaknya berdiri di depan pintu.

“Aa…”

“Hmm, Yoshi?” Tanya Tsuna dengan wajah bingung kenapa adiknya mendadak jadi speechless?

Niisan! Kau sudah sampai!” Teriak Yoshi dengan wajah bahagia yang makin membuat Tsuna kebingungan. Apalagi saat Yoshi memeluknya dengan mendadak.

“Yoshi-kun? Siapa yang datang?” Nana menjulurkan lehernya dari dapur untuk melihat siapa tamu yang datang malam-malam. Matanya langsung mebelalak saat siapa yang ada di depan rumah mereka.

“TSU-KUN~.” Mendadak Tsuna mendadapat pelukan beruang dari Nana. Tsuna hanya balas memeluk ibunya. Semua orang yang sedang makan segera berjalan ke tempat dimana Tsuna, Yoshi dan Nana. Reborn hanya menatap Tsuna dengan penuh perhitungan. Dino menampakkan senyum kecil.

Tadaima Kaa-san.”

Okaeri Tsu-kun.” Nana melihat orang yang berdiri di belakang Tsuna yang sedang tersenyum. “Ara? Tsu-kun dia siapa temanmu?”

“Ahh, maaf Kaasan. Iya perkenalkan dia salah satu temanku yang datang ke Jepang.” Tsuna agak menyingkir dan memberi tempat untuk orang berambut putih yang memakai baju santai kaos putih yang dilapisi oleh jaket berwarna ungu dan celana jeans, sedangkan Tsuna memakai kemeja berwarna biru dan jaket berwarna hitam serta celana jeans.

Mata Reborn, Yoshi, Dino dan Bianchi segera terbuka lebar melihat siapa orang yang berdiri di depan mata mereka.

“Salam kenal Tsunayoshi-kun no Okaasan, saya Byakuran Gesso teman satu angkatan dari Tsunayoshi-kun saat kami di London.” Byakuran tersenyum lebar tak memperdulikan pandangan-pandangan yang ada di sekitarnya.

Ma~, kau benar-benar membawa teman yang tampan Tsu-kun. Bagaimana kalau kita undang dia makan malam bersama. Kebetulan Kaasanmasak banyak, kupikir kau membawa banyak teman.” Nana menatap Tsuna yang entah kenapa menghela nafas.

“Sebetulnya tadi siang mereka ingin mampir ke rumah. Hanya saja ada sedikit ‘masalah’ jadi mereka langsung pergi ke apartemen mereka.” Jelas Tsuna dengan perempatan yang muncul di dahinya. Pengalaman tadi siang cukup ingin membuatnya membekukan Hibari dan Mukuro dan membenamkannya ke teluk Tokyo. Byakuran hanya tersenyum walau ada sedikit keringat dingin di dahinya.

Sou ka, mereka pasti capai juga. Tsu-kun kau bisa merapikan barangmu dulu sebelum makan. Ajak temanmu juga ya. Oh iya, kamarmu masih tetap yang dulu, tadi siang Kaasan baru saja membersihkannya.” Nana kembali masuk ke dapur sambil mengajak Fuuta dan Lambo.

“Byakuran, tolong bantu aku bawa koperku yang itu dulu. Aku duluan, kutunggu di atas.” Tsuna menggeret koper berwarna oranye yang besarnya hampir sama dengan koper berwarna merah yang dia tinggalkan di bawah untuk di bawa Byakuran. Setelah Tsuna hilang dari pandangan Byakuran langsung di hadapkan dengan pistol, cambuk dan masakan beracun. Sedangka Yoshi menatap Byakuran dengan mata tajam.

“Apa yang kau lakukan di Jepang. Pendiri Gesso Famiglia, Byakuran Gesso?” tanya Reborn dengan nada tajam.

“Bagaimana tidak sopannya kalian.” Byakuran hanya mengangkat tangan sambil tertawa kecil. “Aku hanya ingin liburan ke sini.”

“Lalu, kenapa kau bisa berada bersama dengan Nii-san?” tanya Yoshi dengan wajah geram.

“Tsunayoshi-kun? Nah, aku hanya bertemu saat aku kebetulan tertarik dengan salah satu lembaga pendidikan di sana. ” Byakuran menampakkan wajah yang menyebalkan bagi mereka ber empat.

“Ucapanmu tidak bisa dipercaya.” Ucap Dino singkat.

“Hmm, itu benar kok. Walau hanya 50%.” Byakuran merasakan moncong pistol yang dingin ada di pelipisnya. “Hahaha, kau sama sekali tak punya selera humor Arcobalenokun.”

“Beritahu kami.” Perintah Yoshi. Mata Byakuran mendadak menjadi serius.

“Maaf Vongola Decimo, tapi kalau memberitahukan hal itu kepadamu nyawaku ada di ujung tombak. ” Mata ungu Byakuran menatap Yoshi tepat di mata. “Hanya ada beberapa hal yang bisa kau ketahui. Aku sama sekali tak ada niat buruk kepada Sawada Tsunayoshi. Kau hanya menempati janjiku kepada beberapa orang untuk melindungi dirinya.”

“Byakuran! Sedang apa kau di bawah sana?” teriak Tsuna dari atas.

“Hai Tsu-chan, aku datang.” Byakuran melirik mereka bertiga sebelum naik ke atas dengan koper yang dia angkat dengan mudahnya.

“Jangan panggil aku dengan kata-kata itu.” Tsuna yang berdiri di tangga bagian atas memberi deathglare kepada Byakuran.

“Ahahah, gomen gomen.” Yoshi, Reborn, Dino dan Bianchi hanya menatap mereka dengan wajah geram.

Bagaimana Nii-san bisa kenal dengan orang tidak waras itu. Dan apa maksud Byakuran. Melindungi Nii-san, melindungi dari apa?’ pikir Yoshi dalam hatinya. ‘Mana mungkin!’ mendadak dia seperti dipukul oleh pikirannya sendiri. “Reborn, Nii-san benar-benar tidak memiliki hubungan dengan mafia kan?”

Reborn hanya mendecakkan lidahnya dengan kesal karena dia sama sekali tak mengetahui apa yang terjadi dengan kakak dari murid didiknya itu.

.

.

“Kau tidak bilang hal yang aneh-aneh kan Byakuran.” Tanya Tsuna sambil menata bajunya ke almari dan melirik Byakuran yang duduk di kasur miliknya.

“Tidak.” Byakuran menyunggingkan bibirnya hingga membentuk seringaian.

“Tch.”

.

.

Reborn, Dino, Bianchi dan Yoshi searang berada di ruang keluarga. Nana menemani Fuuta dan Lambo tidur. Tsuna sendiri sudah berada di kamarnya karena capai, dan Byakuran sudah pulang setelah makan malam selesai.

“Ne, Reborn. Tadi itu benar-benar Byakuran Gesso kan?” tanya Yoshi dengan wajah suram.

“Ya, dari data yang tadi ku dapat dari Nono. Byakuran memang pergi ke London tapi tidak di ketahui motifnya untuk apa. ” Reborn mengelus-elus kepala Leon.

“Tapi kenapa dia memasuki salah satu lembaga pendidikan di sana?” Bianchi

“Mungkin dia ingin mencoba hidup sebagai manusia biasa? Hampir semua Bos mafia pernah melakukan hal itu setidaknya sekali dalam hidunya.” Dino akhirnya berbicara lagi. “Tapi yang paling mencurigakan kata-kata terakhir dari si marshmallow bastard itu.”

“Melindungi Niisan karena janjinya kepada beberapa orang.” Ucap Yoshi dengan pelan. Kesunyian meliputi ruangan. “Arghh… aku pusing!” jerit Yoshi frustasi sambil mengacak-acak rambutnya yang pirang.

“Yoshi?” terdengar suara yang berasal dari luar ruangan. Lalu pintu ruang keluarga terbuka menampakan Tsuna yang memakai piyama. Baju dan rambutnya agak berantakan, dia membawa segelas minuman hangat di tangannya.

Nii-san? Kau belum tidur?” tanya Yoshi.

“Nah, aku sudah tidur hanya mendadak terbangun, lalu aku mencari minuman. Kau sendiri enapa belum tidur? Ini sudah malam,” Tsuna melirik jam dinding yang menunjukkan tengah malam. “Kau tidak masuk ke sekolah besok?”

“Tidak, besok sekolah libur kok.” Yoshi menggeser tempat dia duduk untuk memberi tempat kepada kakaknya. Reborn yang awalnya duduk di pangkuan Yoshi pergi ke atas kepala Dino.

“Oh, pantas saja Kyouya agak santai.” Tsuna berkata setelah menyesap minumannya. Matanya menatap Dino, Bianchi, dan Reborn yang dari tadi memperhatikannya. “Hmm? Maaf, tapi sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya.”

“Reborn, aku tutor dari Yoshi.”

“Bianchi.”

“Perkenalkan aku Dino.” Ucap Dino sambil tersenyum. Tsuna hanya mengangguk, mendadak suara HP yang ada di saku Tsuna bergetar. “Ah, maaf…”

Moshi-moshi.”

TSUNA-SAMA TOLONG AKU!” Tsuna segera menjauhkan telinganya dari HP yang dia pegang.

“Guido-kun pelankan suaramu kalau kau tak mau aku menjadi tuli mendadak.” Tsuna berjalan menuju teras dan membukanya.

Gomenasai, tapi-tapi-tapi-tapi Byakuran-sama dan Mukuro-sama…” Tsuna hanya menghela nafas, memang meninggalkan mereka bersama bukan ide yang bagus. Apa dia juga harus ikut pindah ke apartemen bersama mereka. Tsuna menggelengkan kepalanya frustasi.

“Guido-kun, apa mereka ada di dekatmu sekarang?”

Ya, kenapa memang Tsuna-sama.” Tsuna mendengar ada suara tabrakan dan teriakan yang dia duga milik Lanchia.

“Tolong kau jadikan mode telepon ini jadi speaker.” Ucap Tsuna.

Hai.”

Tsuna menghela nafas sebelum berkata dengan nada penuh kekuasan. “Kalian berdua jika tidak segera berhenti, akan kumasukan kalian ke semen dan mengirimnya ke kutub.” Mendadak suasana dari seberang telepon mendadak menjadi sepi. Tsuna hanya tersenyum puas, sebelum menutup teleponnya. Tsuna kembali masuk sambil megantongi HP miliknya. Dia tersenyum kecil sebelum mengambil gelas yang setengah kosong miliknya.

Nii-san?”

“Sepertinya ini sudah cukup malam, dan aku sudah mulai mengantuk, oyasumi minna-san.” Ucap Tsuna sebelum berbalik keluar dari ruang keluarga.

“Kakakmu benar-benar enigma Yoshi.”

.

.


To Be Continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s