ANOTHER WORLD: First Bullet- Yoshimune Homecoming

Author: C-BlackGranizer

Perjalanan Tsuna dalam mafia belum selesai. sekarang dia harus menjelajah ke dunia paralel bersama Byakuran. Membantu Decimo di dunia itu dan menemukan orang yang ingin menghilangkan dirinya di dunia itu. OOC, Typo s , No Pairing!

ANOTHER WORLD

Disclaimer : Kateko Hitman Reborn! © Amano Akira, Another World © C-BlackGranizer

Warning : OOC, Typo(s), Don’t like? NEVER read!


.

.

Sawada Iemitsu menatap meja kerjanya yang saat ini sudah bersih dari file-file yang bisanya menumpuk. Sudah 1 tahun dia tidak pulang ke Jepang tepatnya ke Namimori di mana keluarganya berada.

Basil terlihat membenarkan file-file yang baru diperiksa oleh Iemitsu. Colonello dan Lal Mirch terlihat sedang adu kata-kata. Kedua orang yang terlihat seperti bayi itu saling melempar kata-kata yang berwarna-warni. Seperti biasa tidak ada yang berbeda.

Iemitsu menatap laci mejanya dan membukanya. Di dalamnya ada album foto dari keluarganya. Sebetulnya agak rawan membawa benda itu kemana-mana, karena jika ketahuan siapa keluarganya. Iemitsu yakin bahwa keluarganya bahkan aka menjadi target dari musuh-musuhnya.

Dia membuka buku itu sambil menyandarkan tubuhnya di kursi berwarna hitam yang sedang dia duduki. Dia menatap lembar pertama di mana ada foto keluarganya. Sawada Nana, dirinya, Sawada Yoshimune dan Sawada Tsunayoshi.

Di foto itu menunjukkan Nana, Iemitsu dan Yoshimune yang tersenyum lebar. Sedangkan Tsuna hanya tersenyum kecil. Foto itu diambil saat Yoshi berumur 4 tahun dan Tsuna berumur 6 tahun. Yoshi adalah karbon kopi dari dirinya. Sedangkan Tsuna lebih mirip dengan ibunya.

Iemitsu sangat bangga memiliki dua anak yang baginya sangat imut itu. Sekarang Tsuna sedang melakukan pertukaran pelajar di London, sedangkan Yoshi sendiri sedang menjalani latihanya sebagai bos selanjutnya dari Vongola.

Iemitsu tahu, seharusnya yang menjadi bos dari Vongola selanjutnya adalah Tsuna. Namun saat kelahiran Tsuna, Vongola Nono mengakui sama sekali tidak merasakan hyper dying will flame yang seharusnya dimiliki semua bos dari Vongola. Tsuna sendiri tumbuh menjadi anak yang pendiam. Bahkan di sekolah pun dia di katakan jenius.

Saat kelahiran Yoshi, Nono langsung menunjuknya sebagai bos selanjutnya. Yoshi tumbuh sebagai anak-anak pada umumnya, dia juga tidak memiliki otak seperti sang kakak. Sejak kecil, saat Yoshi bermain dengan mainan yang dibelikan oleh Nana, Tsuna memilih mengurung diri di kamar dan membaca buku.

Timoteo pernah sekali pergi ke Jepang mengikuti Iemitsu. Timoteo berkata ingin menemui penerus dari Vongola, walau Iemitsu tahu alasan sebenarnya dari sang Vongola Nono, yaitu kabur dari tumpukan paperwork.

Lagi-lagi perbedaan dari Yoshi dan Tsuna terlihat amat jelas. Saat Yoshi menerima kehadiran Timoteo. Tsuna menatap Timoteo dengan mata yang penuh ketidakpercayaan. Mata yang pernah dilihat Iemitsu di mata Timoteo saat dia sedang mengurusi permintaan aliansi dari Famigliayang awalnya adalah musuh mereka.

Yoshi menghabiskan masa kecilnya untuk bermain di taman bermain, atau di taman kota bersama anak-anak lainnya. Namun Tsuna hanya memiliki satu sahabat, dia tidak lain adalah Hibari Kyouya. Anak yang cukup berbahaya bagi Iemitsu. Mana ada anak SD yang membawa-bawa tonfa kemana-mana.

Saat Yoshi lebih suka berada di luar ruangan, berlari-lari aatau bermain pasir. Tsuna memilih membantu Nana di dapur atau pergi ke rumah Hibari tidak tahu melakukan apa.

Oyakatasama, Yoshimune-dono datang untuk menemui anda.” Basil menyadarkan Iemitsu dari lamunannya. Iemitsu segera memasukan foto album itu tepat sebelum pintu ruangannya terbuka.

Otousan.” Yoshi melambaikan tangannya kepada Iemitsu. Di pundaknya duduk Reborn. Setelah masuk ke dalam ruangan itu, Reborn segera menuju ke tempat dua arcobaleno lainnya.

“Ah Yoshi, kau tidak ada latihan untuk hari ini?” tanya Iemitsu kepada anaknya yang duduk di kursi di depannya. Yoshi hanya menggeleng dan tersenyum lebar. Ah, andai saja Tsuna bisa tersenyum seperti itu juga.

“Tidak, Reborn kerasukan sesuatu memberiku hari libur. ” Tiba-tiba sebuah tutup pena dilempar ke kepala Yoshi. “Ittai, Reborn buat apa kau melemparku dengan tutup pena?” tanya Yoshi sambil mengusap kepalanya dan melihat tutup pena yang tergeletak tak berdaya di bawah kakinya.

“Itu salahmu menyebutku kerasukan Dame-Yoshi.” Reborn menjawabnya sambil menyesap espresso yang di bawakan salah satu anggotaCEDEF.

“Hei, jangan panggil aku dengan nama itu.” Protes Yoshi.

“Heeh.” Reborn hanya menyeringai sebelum memfokuskan dirinya kembali kepada espressonya itu. Yoshi hanya mengerucutkan bibirnya, sedangkan Iemitsu hanya tertawa melihat hubungan antara anaknya dan salah satu hitman kepercayaan dari Vongola Nono itu. Mendadak Yoshi menatap kepada Iemitsu.

NeOtousan apakah benar kita akan kembali lagi ke Jepang?” tanya Yoshi dengan semangat. Sudah satu tahun lebih beberapa bulan dia tidak kembali ke Jepang. Tentu saja dia sangat kangen dengan Jepang, Namimori terlebih dengan Okaasan-nya.

“Yup, minggu depan kita akan kembali ke Jepang. Reborn, Gokudera Hayato, Nagi, Basil dan Bovino Lambo akan ikut denganmu juga.” Jelas Iemitsu.

“HA?! Kenapa mereka juga ikut?” tanya Yoshi dengan wajah shok.

“Pelajaranmu sebagai calon Vongola Decimo belum selesai Yoshi. Tapi hal itu bisa dilakukan di Jepang nanti.” Iemitsu membereskan mejanya dan berdiri dari kursinya. “Kau sebaiknya segera bersiap-siap Yoshi.”

Iemitsu, Yoshi serta Reborn yang duduk di pundak Yoshi berjalan keluar dari kantor Iemitsu. Para anggota CEDEF memberikan bungkukan singkat sebelum kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. “Oh iya OtousanNii-san kapan akan kembali dari London?”

“Hmm, dia berkata akan kembali di tahun ini. Dia berkata akan membawa beberapa teman.” Iemitsu mengusap dagunya pelan.

“Teman kah? Teman Niisan sejak dulu tidak ada yang beres.” Yoshi mengingat seorang anak berambut hitam. Anak pendiam yang sangat membenci keributan, tapi entah kenapa dia hanya mau berteman dengan kakaknya.

“Hahaha, dia memang kakakmu.” Ucap Iemitsu. Sedangkan Reborn hanya terdiam, dia tidak sabar bertemu dengan anak sulung dari Iemitsu.

.

.

“Bos, apa kau benar-benar akan kembali ke Jepang?” tanya seseorang dengan rambut hitam dengan wajah yang cukup menyeramkan.

“Hei, sudah beberapa kali kubilang jangan panggil aku Bos.” Orang berambut coklat yang duduk di sofa sambil membaca buku menghela nafas. Terdengar suara tawa yang membuat bulu kuduk berdiri dari pojok ruangan.

“Kau benar-benar menarik Tsunayoshi-kun.” Ucap seseorang berambut putih dengan tato ungu di bawah matanya. Tangannya membawa sebungkus marshmallow yang entah kenapa rasanya tidak pernah habis sama sekali.

“Diam kau Byakuran,” Byakuran hanya tersenyum dan menutup mulutnya. “Ya, aku sudah putuskan, lagipula aku sepertinya sudah bertemu orang yang kucari.”

“Aku tak sabar ingin bertemu dengan Skylarkkun.” Byakuran menjilat jari tengahnya sambil memicingkan matanya kepada seseorang.

.

.

.

“Hah, udara Jepang memang berbeda.” Yoshi merengangkan tubuhnya saat mereka sampai di Jepang. Reborn hanya mendengus dan Iemitsu menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

“Benar sekali Yoshi-dono.” Basil tersenyum kecil sambil melihat sekelilingnya.

“Eh, jadi ini dimana Juudaime lahir.” Ucap seseorang dengan rambut perak.

Bossu,” Nagi hanya tersenyum kecil, sedangkan Lambo ada di tangannya sudah rewel meminta di belikan permen dan makanan manis lainnya yang dia temukan saat mereka berjalan di bandara.

“Ahh lihat, taksi!” Yoshi menghentikan taksi yang kebetulan lewat. Mereka segera masuk ke taksi yang di berhentikan oleh Yoshi. Setelah menunjukkan arah yang hendak mereka tuju. Mereka mulai berbincang-bincang, walau tepatnya mereka menyuruh Lambo yang sejak tadi merengek minta permen sebelum Nagi mengeluarkan lolipop yang kebetulan dia bawa dari Itali.

“Oi, Iemitsu. Kapan anak sulungmu akan pulang ke Jepang?” tanya Reborn sambil mengunyah permen rasa espresso yang juga dia dapat dari Nagi.

“Nah, aku tak tahu jalan pikiran anak itu. Dia berjanji tahun ini.” Iemitsu membalas Reborn sambil menatap keluar jendela.

Nii-san sudah kelas 3 SMP bukan?”

“Iya, tapi saat aku menelepon ke rumah, Nana berkata dia mendapat surat dari Universtas Tokyo bahwa mereka mau menerima Tsuna tidak peduli umur dia. Dia bisa saja masuk Universitas tahun ini.” Balas Iemitsu dengan bangga, terkadang dia sendiri merasa Tsuna sangat jauh dengannya. Bahkan keberangkatan Tsuna ke London dia tak mengetahuinya jika tidak di telepon oleh Nana. Terkadang dia merasa bersalah tidak begitu mempehatikan Tsuna. Bagaimanapun Tsuna tetap anak kandungnya.

“Kenapa Tsunayoshi-dono tidak pernah anda ajak ke Italia Oyakata-sama?” tanya Basil dengan tampang tak mengerti. Dia sudah pernah melihat Sawada Nana saat dia ikut kembali ke Jepang dengan Iemitsu beberapa tahun silam. Istri dari Masternya itu memang seorang wanita yang polos dan sangat keibuan. Namun ingatan tentang Sawada Tsunayoshi yang ada di pikirannya hanya anak pendiam yang suka membawa buku bacaan kemana-mana.

“Si bodoh ini mengajukan permintaan ke Nono untuk tidak melibatkan anak sulungnya dan istrinya dalam dunia mafia.” Kata Reborn.

“Oh.”

“Tapi Iemitsu, secara sadar atau tak sadar seharusnya kau tahu. Keluargamu sudah terlibat dengan dunia kita.” Ucap Reborn dengan mata yang berkilat bahaya.

Iemitsu menatap Reborn yang duduk di pangkuan anaknya itu. “Ya, aku tahu Reborn.”

.

.

“Lalalalala~” Nana berputar-putar di dapur. Karena hari ini anak bungsunya dan suaminya akan pulang. Meja makan sudah berisi dengan berbagai jenis makanan. Bianchi dan Fuuta, dua orang yang dikirim Iemitsu untuk menjaga seklaigus menemani Nana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Maman, kau sudah memasak makanan sangat banyak.” Ucap Bianchi yang dirinya sendiri memakan makanan entah apa yang ada di meja.

“Tidak apa-apa, Tou-san dan Yoshi-kun berkata akan membawa banyak orang. Jadi agar tidak kekurangan aku masak cukup banyak.” Nana hanya tersenyum sambil memotong kubis dengan cepat.

Ting Tong

“Ahh, mungkin itu mereka.” Fuuta segera menutup buku rangkingnya dan turun dari kursi sebelum berjalan menuju pintu depan. Sedangkan Nana dan Bianchi berjalan di belakang Fuuta.

“Ahh, Okaasan.” Yoshi segera memeluk ibunya yang ada di depannya. Sedangkan Reborn melompat turun dari pundak Yoshi.

“Yoshi-kun kau tambah tinggi saja.” Nana memeluk anaknya itu dengan erat. Sudah satu tahun lebih mereka tak bertemu. Iemitsu hanya tersenyum sebelum Nana menariknya dalam sebuah pelukan keluarga.

Setelah melepaskan diri dari pelukan ibunya Yoshi segera menatap teman-temanya atau lebih tepatnya calon guardiannya yang berdiri di ambang pintu. “Okaasan, perkenalkan ini teman-temanku selama di itali.” Nana menatap gerombolan remaja dan dua orang bayi.

Juudaime no Okaasama, perkenalkan saya Gokudera Hayato sekaligus tangan kanan Juudaime.” Gokudera memperkenalkan diri dengan mata berapi-api.

“Perkenalkan Sawada Nana-dono, nama saya Basil.”

“na-Nagi.”

“Aku adalah Lambo-sama yang hebat, GYAHAHAHAHAHA.”

“Nama saya Reborn, perkenalkan Maman.”

“Ma~ma~. Teman-temanmu sangat baik Yoshi. Ayo kita masuk dulu dan makan. Okaasan sudah memasakan makanan kesukaanmu Yoshi.” Nana menarik tangan Yoshi menuju ke dapur.

“Istrimu benar-benar sangat ceria Iemitsu.” Iemitsu hanya tersenyum kecil sebelum mengikuti anak dan istrinya ke dapur sekaligus ruang makan.

.

.

.

“Perkenakan nama saya Sawada Yoshimune. Saya baru masuk di awal semester dua karena selama ini saya mengikuti ayah saya di Italia.” Yoshi memberikan senyum 1000 watt-nya. Dia mendengarkan suara bisik-bisik tidak jelas saat dia tidak memperkenalkan diri.

Sebelum suara-suara itu makin keras dan tak terkendali. Guru yang dia ketahui sebagai Nezu Sensei segera berteriak. “Hai, hai. Kalian bisa teruskan mengobrol nanti. Sawada kau bisa duduk di sana.” Nezu Sensei menunjuk kursi kosong di belakang anak berambut hitam dengan senyum memenuhi wajahnya.

Pelajarang berjalan dengan membosankan. Namun dia merasa lega untuk beberapa saat. Tidak ada tembakan, granat atau apapun selama proses belajar seperti metode yang diberikan Reborn kepadanya.

Yoshi memutuskan melihat sekelilingnya. Dia melihat anak dengan rambut oranye sepundak yang sangat cantik. Ada juga anak berambut hitam panjang dengan wajah bosan. Tapi yang paling membuatnya heran adalah anak lelaki berambut pendek hitam. Wajahnya menampakan senyuman bodoh. Sikapnya sangat riang, namun aura di sekitarnya menunjukkan hal yang sebaliknya. Aura yang sama dengan Reborn hanya tidak sepekat aura Reborn.

.

.

Yoshi berjalan menuju atap sekolah saat waktu istirahat. Tangan kanannya membawa bekal yang tadi pagi di bawakan oleh Nana. Dia membuka pintu atap dan melihat anak yang tadi ada di kelasnya dan seseorang dengan model rambut yang mengingatkannya dengan Kumo no Shugosha dari Vongola generasi pertama. Yang satunya adalah orang dengan model rambut aneh.

Mereka bertiga segera menatap Yoshi dengan pandangan yang berbeda-beda.

“Ah, kau anak baru dari kelasku bukan. Hmm… siapa namamu tadi… Ahh iya Sawada Yoshimune.” Anak itu memberikan senyum lebar. “Perkenalkan namaku Yamamoto Takeshi.” Yoshi hanya mengangguk tak bisa berkata apa-apa. “Dai itu Hibari Kyouya, ketua dari komite kedisiplinan.”

“Hei.” Hibari menatap Yamomoto dengan tampang tak suka namun tak bisa berbuat apa-apa.

“Ahh, anda pasti adik dari Sawada Tsunayoshi.” Ucap orang dengan model rambut yang sepertinya adalah model rambut para komite kedisplinan kecuali untuk sang ketua.

“Kau tahu Niisan? Ermm…”

“Kusakabe Tetsuya, saya wakil ketua komite kedisiplinan di sekolah ini.” Jika dilihat dari luarnya Kusakabe cukup menakutkan namun kenyataanya dia adalah orang yang cukup baik.

“Kau adik dari Omnivore itu?” Hibari menaikan salah satu alisnya. “Tidak kusangka adik seorang Omnivore adalah Herbivore sepertimu.”

Yoshi hanya menatap Hibari dengan wajah penuh pertanyaan. OmnivoreHerbivore apa maksud anak ini. Tapi entah kenapa kata-katanya membuat Yoshi merasa diejek.

“Nah Hibari, jangan seperti itu,” Yamamoto menyilangkan tangannya di belakang kepalanya dan lagi-lagi dengan senyum bodoh menghiasi wajahnya. “Dia masih anak baru. Jangan sampai kau menakut-nakutinya dan keluar dari sekolah ini.” Yoshi menatap Yamamoto dengan pandangan aneh, dia itu calon mafia bos, takut kepada ketua komite kedisiplinan?

“Huh.”

Mendadak pintu terbuka dan menampakkan dua anak lelaki yang datang dengan napas terngah-engah. “Hibari-san, ada anak kelas 3-2 yang berkelahi di gym.” Lapors salah satu anak.

“Hmm.” Hibari memicingkan matanya sebelum berjalan menuju dua anak yang segera memberinya jalan. Di belakang Hibari, Kusakabe serta dua anak itu mengikutinya.

“Ha’ah, mereka meninggalkanku sendirian.” Yamamoto mengayun-ayunkan shinai miliknya. Dia memasukkannya ke dalam sarung yang berwarna merah sebelum menaruhnya di pundaknya.

Sejak kapan dia membawa benda itu, aku sama sekali tak sadar.’ Pikir Yoshi sambil melihat Yamamoto yang melihat ke sekitar sekolah.

“Nah, aku duluan dulu Yoshi. Mochida Senpai mengajakku melihat latihan klub kendojaa.” Yamamoto menepuk pundak Yoshi sebelum turun ke bawah. Yoshi hanya menatap kepergian Yamamoto dalam diam. Lalu dia berjalan menuju salah satu pojok.

Ciaossu,” Reborn mendadak menendang kepala bagian belakan Yoshi dan membuatya terjungkal. Reborn menatap muridnya yang terkapar di lantai dengan seringai yang menurut Yoshi sangat menyebalkan.

“Oi, Reborn. Keluarlah dengan cara yang lebih normal bisa tidak sih.” Yoshi memungut kotak bentou berwarna oranye yang tergeletak saat dia terjatuh. Yoshi hanya mendecak saat menatap seringai dari Reborn.

“Yoshi, kau bertemu dengan dua orang tadi?” tanya Reborn tiba-tiba. Yoshi yang sedang memakan bekalnya terdiam sejenak untuk mengunyahnya sebelum membalas Reborn.

“Siapa? Dua anak yang mana?”

“Yamamoto Takeshi dan Hibari Kyouya.”

“Hmm, ya. Kalau tidak salah mereka adalah ace tim baseball sekolah ini sama ketua dari komite kedisiplinan.” Jawab Yoshi tanpa memperdulikan pertanyaan Reborn lebih jauh.

“Kau benar-benar Dame-Yoshi.”

“Hei, untuk apa itu.”

“Yamamoto Takeshi, dia adalah juara kendo se-Jepang tiga kali berturut-turut sejak SD. Namun entah kenapa dia menghentikannya sejak masuk SMP dan memilih memasuki tim baseball. ” Ucap Reborn sambil duduk di depan Yoshi yang sedang menelan tempuranya.

“Lalu kenapa dia tadi masih membawa shinai?” tanya Yoshi.

“Walau dia berhenti, tapi dia masih mau jika diajak untuk melatih klub kendo di sekolah ini. Dan Hibari Kyouya sampai sekarang tercatat sebagai orang yang paling berbahaya di Namimori. ” Reborn menatap Yoshi yang sepertinya sedang berpikir sesuatu. “Hmm, ada apa Dame-Yoshi.”

“AHHH! Aku ingat Hibari Kyouya dia satu-satunya teman dari Niisan. Setahuku juga Hibari Kyouya tidak memimiliki teman lain selain Niisan.” Yoshi membelalakkan matanya saat mengingat pengetahuan itu.

Reborn hanya terdiam saja.

.

.

.

Beberapa bulan kemudian

“Tsunayoshi-kun, kau mau kemana?” ucap Byakuran sambil berjalan di belakang Tsuna yang berjalan dengan langkah cepat, tidak memperdulikan dia membawa koper yang bisa dibilang cukup berat.

“Bisa-bisanya kau sesantai itu Byakuran. Kalau dua orang itu bertemu, aku bukan bos Vongola di dunia ini. Kalau sampai mereka menghancurkan bandara bisa bahaya. Cukup aku mencoba meghentikan Mukuro yang hampir menghancurkan bandara di Itali karena kehabisan stok coklat.” Tsuna berjalan makin cepat dan hampir meninggalkan Byakuran di belakangnya.

Ma~ Tsunayoshi-kun. Ada Lancia-kun dan Guido-kun bersama Mukuro-chan, dan Yamamoto bersama Skylarkchan.” Ujar Byakuran dengan santai, dia membuka camilan yang baru dia beli tadi.

“Aku heran kenapa kau belum mati.”

“Tsunayoshi-kun tega sekali kau menyumpahiku seperti itu.” Byakuran mengerucutkan mulutnya.

“Bisa kau hentikan itu, aku merasa ingin ke toilet sekarang. Lagi pula benarkan, siapa lagi yang berani memanggil dua orang itu dengan suffixchan seperti dirimu?” Tsuna melirik Byakuran yang masih memasang senyum yang menurutnya menyebalkan itu.

“Oh, aku tahu kok siapa lagi yang tak akan mati kalau memanggil mereka seperti itu.” Tsuna menaikkan satu alisnya. “Siapa lagi kalau bukan bos mereka. Bahkan mereka tidak berani protes.”

Tsuna menyunggingkan bibirnya, “sepertinya misi mengasuh anak-anak yatim piatu selama satu bulan itu cukup untuk ‘menjinakkan’ mereka berdua.”

“Hahaha, terkadang saat di dunia itu aku berpikir kemana perginya Tsunayoshi-kun yang gampang sekali di kerjai. Aku kecewa karena Tsunayoshi-kun berubah menjadi bos mafia yang tega menghukum para Shugosha-nya sendiri.” Keluh Byakuran.

“Hoo, ada yang salah dengan caraku ‘mendisiplinkan’ para Shugosha-ku Byakuran? Apa kau juga mau di disiplinkan? Mungkin menyita semuamarsmallow-mu selalu sebulan cukup.” Mata Tsuna menatap Byakuran dengan mata berkilauan sadis. Byakuran merasa semua bulu kuduknya mulai berdiri.

Pass. Sepertinya di dunia itu, kau ketularan sikap sadis milik seseorang.”Di dunia lain Reborn dalam tubuh dewasanya bersin-bersin saat melatih bos vongola selanjutnya.

.

.


To Be Continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s