ANOTHER WORLD: Opening Bullet- Prologue

Author: C-BlackGranizer

Perjalanan Tsuna dalam mafia belum selesai. sekarang dia harus menjelajah ke dunia paralel bersama Byakuran. Membantu Decimo di dunia itu dan menemukan orang yang ingin menghilangkan dirinya di dunia itu. OOC, Typo s , No Pairing!

ANOTHER WORLD

Disclaimer : Kateko Hitman Reborn! © Amano Akira, Another World © C-BlackGranizer

Warning : OOC, Typo(s), Don’t like? NEVER read!


.

.

Nama : Sawada Tsunayoshi

Pekerjaaan : Bos Mafia dari Vongola Famiglia

Umur : 60 tahun

.

.

Tsuna menatap keluar dari jendela besar yang berseberangan dengan kasurnya. Hari yang cukup cerah, dimana hampir seluruh orang memilih untuk bermain di luar. Tapi dirinya terkurung di kamar karena kondisi fisiknya yang sedang dalam kondisi buruk. Mungkin usia yang sudah lanjut juga mempengaruhinya.

Sudah hampir 50 tahun Tsuna menjadi bos dari keluarga mafia yang di akui paling kuat di dunia. Mereka di takuti namun juga di segani, banyak Famiglialain yang memilih menjadi anggota aliansi dari pada menjadi musuh. Atau mereka lebih memilih untuk diam dan sama sekali tidak mau ikut campur.

Di balik semua kejayaan yang mereka dapatkan, terlalu banyak kisah sedih yang ada di sana. Terlebih kesedihan dari seorang Sawada Tsunayoshi. Saat umur 21 tahun dia kehilangan figur seorang ayah yang tak lain adalah ketua dari CEDEF yang disiksa hingga mati oleh musuh mereka. Tsuna meyalahkan dirinya hampir satu minggu jika Reborn yang sudah kembali ke wujud dewasanya ‘menceramahinya’ panjang lebar. Tidak lama kemudian Sawada Nana juga meninggal karena serangan anggota famiglia yang sama. Walau hanya beberapa menit bodyguard yang di suruh Tsuna menjaga Nana agak lengah inilah yang terjadi. Para Bodyguard itu segera di pecat, dan Famiglia yang berani membunuh keluarga Vongola Decimo segera di bantai oleh tidak lain para para guardians sang Decimo.

Saat berumur 25, Timoteo dan guardiannya memutuskan untuk keluar dari dunia mafia. Mereka menganggap Tsuna dan para guardiannya sudah cukup dewasa untuk mengurus Vongola. Dan saat mereka melangkahkan kaki keluar dari Vongola mereka segera dibunuh. Dan saat itu Reborn yang termakan amarah membunuh para pembunuh Vongola generasi ke IX. Namun sayangnya dia juga ikut terbunuh.

Tsuna menatap air mancur dibawah. Mendadak pikirannya kembali di masa lampau.

Flashback

GYAAAAA~~!” Suara teriakan Bovino Lambo terdengar di seluruh mansion Vongola yang bisa memuat dua Tokyo Dome atau lebih? Para maid, tukang kebun, dan para anggota mafia bawahan tidak berani membantunya. Siapa mau membantu saat nyawa mereka akan melayang saat mereka membantu.

Dibelakang Lambo ada Mukuro yang siap dengan tridentnya yang terlihat sangat mengerikan, dan dia tersenyum sadis. Gokudera dengan dynamite di kedua tangannya, dan mulutnya berkedut tanda kesal. Yamamoto dengan shigure kintoki yang sudah tidak terlihat sebagai pedang bambu, walau dia tersenyum matanya terlihat dia akan membunuh seseorang. Tak lupa Reborn yang mengubah Leon menjadi palu yang sangat besar, matanya berkilat berbahaya.

Tsuna hanya tertawa kecil di balik kaca anti peluru. Dia menyesap espresso yang dibawa salah satu maid tadi.

Byakuran yang melayang-layang di kantornya dan membawa satu bungkus marshmellow menyeringai. Yuni menatap keluar dengan wajah kawatir. Chrome yang melihat kelakuan sesama guardiannya hanya geleng-geleng kepala.

Bossu, apakah baik-baik saja kau membiarkan mereka seperti itu?” Tanya Chrome sedangkan tangannya membawa buku yang baru dia bawa dari perpustakaan.

Ah, tidak masalah. Lagi pula sepertinya sudah telat.” Terdengar suara teriakan yang menyayat hati di luar.

Tsunayoshi-kun aku tak tahu kau suka melihat Guardian termudamu itu tersiksa.” Byakuran tersenyum kepada Tsuna.

Eh? Aku tak mengerti apa maksudmu Byakuran.” Tsuna menatap Byakuran dengan wajah inosen. Yuni dan Chrome hanya geleng-geleng kepala lagi.

End Flashback

Kenyataannya sekarang Lambo sudah berumur 60 tahun dan sudah tidak bersifat kekanak-kanakan lagi. Bahkan sifat itu hilang dengan sekejap di usianya ke 17. Saat itu Lambo cukup terpukul akan kematian dari i-Pin. Fuuta yang kebetulan juga ikut menjalankan misi yang membuat i-Pin meninggal kehilangan kemampuan mata kirinya untuk melihat.

Sudah sejak lama Tsuna ingin mengundurkan dirinya sebagai Vongola Decimo. Sampai sekarang Tsuna sama sekali tidak terikat dalam suatu ikatan pernikahan. Perasaanya untuk Kyoko makin lama hanya seperti perasaan keluarga. Kyoko, Haru, Chrome serta para guardiannya juga tak pernah terikat dalam pernikahan.

Alasan para guardiannya karena mereka tak mau orang yang mereka sayangi disakiti di hadapan mereka. Untuk Haru dia sudah mendeklarasikan bahwa dia akan selalu mencintai Tsuna. Tsuna sadar perasaan Haru untuknya sudah bukan sekedar cinta monyet remaja lagi. Haru memutuskan untuk tidak akan menikah. Kyoko, setelah dia tahu dia tak akan bisa memiliki anak dia memutuskan tidak menikah. Chrome selamanya akan selalu bersama dengan Mukuro.

Haru meninggal 15 tahun yang lalu, dan setahun sebelum kematiannya Haru memutuskan memberikan rahimnya untuk mengandung anak Tsuna. Jelas Tsuna menolaknya, namun setelah bujukan Haru dan keharusannya memberikan Vongola penerus dia menerimanya. Dengan bantuan Shamal dan dokter lainnya, Haru dinyatakan mengandung.

Anak Tsuna dan Haru tumbuh sebagai normal walau di kelilingi dengan mafia. Dia memiliki mata milik Haru, warna rambut Haru namun rambutnya seperti Tsuna yang mencuat ke segala arah. Dia sekarang berumur 15. Sawada Takehiko, tumbuh sebagai pemuda yang sangat ceria walau tidak mengenal ibu biologis-nya. Tsuna berfikir dia pasti mendapatkannya dari gen Haru. Takehiko akan menjadi bos Vongola di umurnya yang ke enam belas. 3 bulan lagi Takehiko akan mengambil posisinya sebagai Vongola Undicesimo(1), dan para guardiannya adalah teman-teman sepermainannya. Sebetulnya Tsuna merasa bersalah rasanya Takehiko hanya sebagai alat yang membuat Vongola tetap ada.

Mendadak Tsuna merasakan nafasnya mulai sesak. Tsuna tersenyum sambil memegang dadanya. ‘Apakah ini akhir hidupku?’ Setidaknya dia ingin memiliki kematian yang normal tidak seperti bos mafia atau orang yang terlibat di dunia mafia lainnya.

Mendadak Pintu kamarnya dibuka dengan kasar dan menampakan mata tajam milik guardian of cloud. “Sawada Tsunayoshi.” Ucapnya sambil mendesis.

“Padre!(2) Seorang anak berambut cokelat masuk dan berlari melewati Hibari. Tsuna tersenyum melihat Takehiko berlari kearahnya. “Padre, kau baik-baik saja. Api milikmu terasa aneh.” Takehiko memegang tangan Tsuna yang biasanya terasa kuat dan hangat berubah jadi lemah dan dingin. Tak lama kemudian semua guardiannya dan guardian Takehiko mendobrak masuk.

“Decimo…”

“Hei, Hayato ada apa dengan ekspresimu.” Tsuna berusaha tersenyum. Mereka sadar Api milik Tsuna makin lama makin melemah. Yamamoto yang biasanya tertawa sama sekali tidak tersenyum. Bahkan Mukuro hanya terdiam.

Shamal sudah memberi tahu mereka, Tsuna makin lama-makin lemah. Dan akan meninggal pada akhirya. Tsuna sudah seperti ini hampir 2 bulan. Air mata turun di kulit pucat Gokudera.

“Hayato, kemarilah.” Takehiko segera minggir dan memberikan tempat untuk guardian of storm itu. Saat Gokudera ada di sebelahnya dan berjongkok. “Arigatou ne Hayato. Kau selalu setia menjadi tangan kananku. Benar-benar terimakasih.” Dia mengelus rambut Hayato seperti orang tua kepada anaknya walau umur mereka separantara.

Tsuna menatap Takehiko yang berdiri diam di dekat para guardian milik Takehiko. Takehiko hanya berdiri diam. Dari raut wajahnya Tsuna sadar bahwa Takehiko siap untuk menangis. Namun Tsuna sadar dirinya sudah tak akan lama lagi ada di dunia ini.

“Sawada Takehiko.” Tsuna menatap Takehiko. Sekarang Takehiko yang mendekat ke Tsuna. ” Sawada Takehiko, Vongola Undicesimo. Anakku, maaf aku mungkin tak bisa hadir di hari pelantikkan mu nanti.” Tsuna menatap sedih kepada Takehiko yang sekarang memiliki air mata di pojok matanya.

Tsuna meraih tangannya dan melepas cincin Vongola. Dia menatap nya sebentar. Dia mendengar auman sedih di kepalanya. Natsu seolah tidak mau melepaskan Tsuna sama sekali. Semua Guardian Tsuna melakukan hal yang sama.

Mendadak warna-warna keluar dari cincin itu dan masuk ke dalam tubuh Tsuna. Mereka semua kaget, namun tak ada hal yang mengejutkan setelah itu. Hanya cincin Vongola yang biasa bukan cincin Vongola khusus generasi X

Tsuna meletakkannya di tangan Takehiko yang menatap ayah biologisnya dengan bingung. “Ini bukan sosok cincin Vongola yang sebenarnya. Saat kau sudah dianggap benar-benar pantas cincin ini akan kembali ke bentuk asalnya. Sekarang ini kekuatan cincin ini kembali terkunci bersama Generasi I.” Tsuna mendesah. “Mungkin ini tindak formal seperi seharusnya.”

“Aku Sawada Tsunayoshi. Vongola Decimo dengan ini menyerahkan kekuasanku kepara Sawada Takehiko, Vongola Undicesimo.” Dan saat itu juga mata Tsuna tertutup dan dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Sebelum Tsuna menutup matanya dia bisa melihat bagaimana Guardian miliknya. ‘Ahh, apakah ini juga wajah yang mereka tampilkan saat itu.’ Tsuna mengingat kembali saat dia harus bertarung dengan Byakuran.

Hayato tampak siap untuk hancur kapan saja, air mata meleleh di pipinya. Yamamoto tidak memberikan tawa cerianya, mata tajamnya tersembunyi di bawah rambutnya. Ryohei terdiam dan memalingkan wajahnya kearah lain seolah tak mampu menatap Tsuna. Mata Lambo sudah penuh dengan airmata. Hibari tetap mentapnya, namun ada kilatan yang tak pernah Tsuna lihat sebelumnya di mata seorang Hibari Kyouya. Kilatan kesedihan yang sangat nyata di mata Hibari. Mukuro hanya terdiam dan memeluk Chrome yang menangis di dadanya. Tanpa sadar mulut Tsuna mengeluarkan kata-kata tak bersuara. Sa-yo-na-ra…

Dan saat itu mereka semua sadar, mereka telah kehilangan langit yang selalu memeluk mereka. Mereka kehilangan Langit yang menjadi tumpuan mereka. Badai yang kehilangan tempatnya untuk membuat keributan. Hujan yang kehilangan tempatnya untuk mengeluarkan air yang membersihkan segalanya. Matahari yang kehilangan tempatnya untuk bersinar. Petir yang kehilangan tempat untuk menampakan cahaya dan suaranya. Awan yang kehilangan tempat untuk menjelajahi dunia dengan seenaknya. Kabut yang kehilangan tempat untuk memainkan ilusinya.

.

.

Tsuna membuka matanya dan melihat ada tujuh warna api yang berbeda di hadapannya. Tsuna berusaha bangkit dengan perlahan dan dia berhasil. Dia menatap tujuh api yang lama-lama mengambil bentuk sebagai manusia. Mereka tidak lain adalah Vongola Generasi I. Giotto menatap Tsuna dengan mata keemas-emasan miliknya.

“Primo.” Tsuna menatap Giotto yang berdiri di tengah para guardian miliknya.

“Decimo, terima kasih atas kerja kerasmu selama ini.” Tsuna hanya tersenyum saat mendengar kata-kata dari Giotto. G hanya menyedot hidungnya dan melihat ke hadapan orang lain.

“Nufufufufu, kau benar-benar ada dalam kondisi yang menyedihkan Sawada Tsunayoshi.” Ucap Daemon yang sedang tertawa dengan tawa khas miliknya. Alaude hanya menatap Daemon dengan tampang tidak suka.

“Daemon perhatikan kata-katamu dengan ekstrim.” Knuckle mengepalkan tangannya di depan dadanya. Lampo sendiri berdiri dengan tampang malas-malasan. Asari hanya tertawa kecil.

“Lalu Primo ada apa kau di sini, bukankah seharusnya aku sudah meninggal. Jangan bilang aku ikut-ikut terkunci di dalam cincin vongola?” Tsuna menatap ngeri ke Giotto. Cukup berhadapan dengan kegilaan guardiannya selama hampir 50 tahun. Dia tak mau juga berhubungan dengan kegilaan guardian dari Primo.

Primo hanya tersenyum kecil melihat wajah penerusnya itu. Memang berurusan dengan guardian mereka cukup membuat sakit kepala. Dan dia yakin Tsuna mengerti apa yang rasakan selama ini karena dia sendiri juga memiliki guardian yang sama dengannya.

“Betulkan Giotto, guardianmu itu benar-benar membuat orang sakit kepala. Aku beri rasa simpati kepada Tsunayoshi karena mendapat guardian yang memiliki kelakuan persis seperti guardianmu.” Orang yang mirip dengan Xanxus tiba-tiba muncul dari ketiadaan.

“Hei apa maksudmu sialan.” G mengepalkan tangannya dan hendak menerjang Ricardo yang berdiri tidak begitu jauh dari Tsuna.

“Ricardo, G tolong diamlah sebentar kalian memberiku sakit kepala. Oi, Giotto suruh guardianmu diam sebentar saja. Dan Ricardo jangan bersikap seperti itu terhadap leluhurmu.” Daniela memegang kepalanya dengan tangan kirinya dan memijatnya.

“Oi, kau tahu aku ini juga leluhurmu perempuan sialan.” Ricardo hanya mendengus kesal.

“Siapa yang kausebut perempuan sialan, haaah?!” Daniela mulai menatap Ricardo yang seolah tak peduli dengan tampang kesal. Masa bodoh Ricardo adalah leluhurnya tapi sikapnya itu memang benar-benar menyebalkan.

“Hei kalian semua diamlah sejenak.” Simora mengatakan hal apa yang ingin dikatakan oleh seluruh orang yang ada di sana. Giotto memberi sang Vongola Sesto tampang terimakasih.

“Ehh? Kenapa kalian semua ada di sini?” tanya Tsuna dengan tampang bingung. Semua orang yang ada disitu melihat Tsuna yang berdiri di tengah-tengah mereka.

“Tsunayoshi, seprtinya kau belum bisa meninggal dengan tenang dulu.” Giotto memberikan senyum minta maaf kepada Tsuna yang membelalakkan matanya.

“Hah? Padahal impianku untuk mati dengan normal sudah tercapai.”

“Ck, kau satu-satunya orang yang memiliki impian seperti itu Tsunayoshi.” Ricardo menyilangkan tanganya dan menatap Tsuna dengan tampang aneh.

“Ricardo.” Giotto memanggil sang Vongola Secondo dengan nada memperingatkan, Ricardo hanya mengangkat tangan tanda tak akan mengganggu lagi.

“Sejak beberapa saat yang lalu kami melihat ke dunia paralel untuk memastikan bagaimana keadaannya dan melihat apakah semuanya berjalan dengan baik-baik saja.” Tsuna memberi wajah penuh pertanyaan ke Giotto. “Untuk info kami minta bantuan dengan dua orang itu.” Giotto menunjuk sisi di sebelahVongola Quarto. Terlihat dua sosok yang baru Tsuna sadari, mereka adalah Yuni dan Byakuran.

Sejak kapan mereka ada di sana.’ Tsuna hanya ber-sweardroop ria.

“Hampir di semua dunia paralel berjalan dengan baik. Kau tetap menjadi Vongola Decimo, mungkin hanya ada perbedaan kecil yang tak begitu penting. Tapi di salah satu dunia, entah kenapa yang menjadi Vongola bukan dirimu melainkan orang yang menjadi adikmu.” Jelas Giotto.

“A-apa? Adik? Sejak kapan aku punya adik.” Tsuna berpikir sebentar. “Ahh, pertanyaan bodoh. Lanjutkan Giotto.”

“Di dunia itu tetap sama, yang memiliki kekuatan lebih dan api yang lebih kuat adalah dirimu bukan adikmu. Kau terlahir lebih tua dari adikmu yang membuatmu seumuran dengan Hibari Kyouya.” Giotto melanjutkan penjelasaanya yang tadi terpotong oleh Tsuna.

“Lalu Giotto, apa yang akan kau lakukan? Apa rencanamu untukku?” Tanya Tsuna yang sudah memasuki mode bos atau apa yang dibilang oleh paraguardiannya.

“Kami memutuskan untuk mengirimmu ke dunia itu untuk melatih famiglia milik adikmu itu.” Ucap Giotto yang dengan bersamaan para Bos Vongolamenganggukan kepala mereka. “Kami akan membuatmu lahir kembali di dunia itu, kau akan ditemani oleh Byakuran.”

“Mohon kerja samanya Tsunayoshi-kun~.” Byakuran tersenyum –menyeringai- kepada sang Decimo yang merutuki nasib sial yang dimilikinya. Lalu Tsuna berpikir sebentar sebelum kembali maenatap ke Giotto.

“Lalu kenapa aku kau kirim ku dunia itu jika masalahnya hanya adikku, maksudku adik dari paralel diriku yang menjadi Decimo, atau kekuatan adik dari paralel diriku lebih lemah dari aku?” kali ini yang menjawab bukan Giotto melainkan Alaude yang sejak tadi diam saja.

“Decimo di dunia itu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mempertahankan Vongola, begitu pula dengan guardiannya. Dengan kata lain Decimo di dunia itu adalah Decimo paling lemah, dan bisa membawa Vongola kepada kehancuran.” Alaude menatap Tsuna dengan mata tajamnya. Tsuna sendiri terlihat sedang memikirkan kata-kata Alaude.

“Lalu siapa guardian Decimo yang ada di dunia itu?”

“Mereka sama seperti guardian mu, hanya ada satu orang yang berbeda yang akan kau ketahui nanti.” Alaude menjawab pertanyaan Tsuna. Hati Tsuna mendadak merasa seperti ditusuk oleh ribuan jarum.

“Tunggu, jika kekuatan apiku lebih kuat. Kenapa bisa adikku yang dipilih. Kita berdua tetap keturunan dari Vongola Primo, dan Nono pasti mengetahui kekuatan kita?” Tanya Tsuna sambil melihat Timoteo yang hanya tersenyum kecil.

“Masalahnya Tsunayoshi-kun, sebelum kau dilahirkan dalam keadaan meninggal saat itu.” Mata Tsuna membelalakn atas pernyataan yang dikatakan oleh Timoteo. “Dan kami yakin hal ini ada campur tangan orang lain.”

“Yup, Tsunayoshi-kun. Aku sudah memastikan berkali-kali bersama Yuni-chan seharusnya kau tetap menjadi bos di dunia itu.” Byakuran memasukkan tigamarshmallow dalam mulutnya. Demi Tuhan, bahkan walau tidak di dunia makhluk hidup dia masih memakan benda itu.

“Jadi intinya apa yang ingin kalian inginkan adalah membuatku terlahir di tempat dimana paralel diriku seharusnya terlahir, mencari siapa pembuat masalah, dan sekaligus melatih Vongola Decimo di dunia itu. Giotto, kau selalu membuatku melakukan hal-hal yang merepotkan.” Tsuna menggaruk belakang kepalanya.

“Dan kami akan menutupi api mu sampai kau berumur sepuluh tahun setlah itu kau bisa menutupinya sendiri, kalau kau melakukan hal itu rencana kita akan berjalan dengan lancar. Jika apimu tetap terlihat lebih kuat. Siapapun pelakunya akan membunuh mu lagi.” Ucap Giotto.

“Baiklah, Giotto aku terima.”


To Be Continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s