No Other – Superjunior [Exo version, Part 1]

no

Title                 : No Other – Superjunior  [Exo version]

Author            : Park Hana

Main Cast      : All member exo + the girls

Genre             :  MV parody (silahkan di lihat sendiri)

Length           : TwoShot

Rating             :  G

Disclaimer     : Semua Cast punya Tuhan dan keluarganya tapi FF ini punya saya jadi Don’t be plagiator Ok OK Ok!!!

Ini cerita gaje, didalamnya ada romance dan komedy dan entahlah saya harus bilang ini cerita apa.hahahaha intinya ini parody MV gituh. Kalau gak lucu gak apa-apa yah.

 

Role!!

Siwon= Suho + Tiffany                                       Leeteuk = Chanyeol + Girl (?)

Yesung= Baekhyun + Jieun                             Sungmin = Lay + Luhan + girl(?)

Wooky = Chen + Luna                                       Shindong = Xiumin + girl (?)

Donghae= D.O + Taeyon                                   Heechul = Tao + Girl (?)

Kyuhyun = Kris+ jessica                                  Eunhyuk = Kai + Sehun+ Girl (?)

yang udah ada cast yeojanya berarti masuk part 1 dan yang belum part selanjutnya😄

No Other

@@@@@@Suho@@@@@@

Sepasang kekasih saat ini tengah berjalan di sepanjang jalan keanngan, alunan music alami yang terdengar dari sepoi-sepoi angin dan gesekan ranting pohon pun menghiasai langkah mereka.

Sesekali mereka melirik satu sama lain, dan saat mata mereka beradu hanya senyuman malu-malu meong yang terlukis dibibir mereka.

Bugh bugh!!

Dua pukulan dari sang gadis berhasil membuat sang pria hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Namun untung saja sang wanita dengan cekatan memegangi kerah sang pria. “Mianhae Suho-ya!!’ ujar sang wanita dengan muka bersalah.

“Ne taka apa-apa fanny nuna” jawab Suho malu-malu sambil menggerak-gerakkan badannya kekanan dan kekiri.

Tak beberapa lama dan dengan cekatan ala-ala di filem (?) Suho mulai menghentikan langkah fanny. Kemudian dia memegang kedua bahu fanny dan hal tersebut berhasil membuat jantung fanny dag dig dug duar dibuatnya.

Karena gugup, fanny pun hanya bisa kedip-kedip gaje didepan Suho “Waduh kayanya Suho mau nyium aku” tebakan sotoi fanny dalam hatinya.

Suho menatap fanny seduktif dan tambah membuat fanny bergetarrrrrr “Noona ijinkan aku…” ucap Suho menggantung

“ijinkan apa?” tanya fanny gugup

“Ijinkan aku….” tanpa melanjutkan kata-katanya Suhopun langsung berjongkok dihadapan fanny, namun tiba-tiba

Wush!!

Sebuah angin berhembus dan membuat rok yang dipakai fanny terbang. Dan tak beberapa lama pun.

Plak!!!

Sebuah tamparan kini berhasil mendarat dipipi mulus nan putih suho

“Dasar maniak, kamu mau ngintip rok aku ya?” pekik fanny dengan keras  dan suho hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tid-dak nuna itu tidak benar, aku hanya ingin…”

“Sudahlah aku tak mau bertemu denganmu lagi” kini mata fanny mulai berkaca-kaca dan fanny hendak berlari. Namun belum sempat Suho menghentikan langkah fanny kejadian naas terjadi, fanny harus terjatuh ketanah karena menginjak tali sepatunya sendiri.

“Tuh kan nuna aku itu bukan mau ngintip, tapi aku itu mau benerin tali sepatu nuna yang copot. Klau nuna gak bandel nuna gakkan jatuh. Tapi karena nuna jatuh jadi aku maafin nuna deh. yang sabar ya nuna!”

@@@@@@Baekhyun@@@@@@

Seorang pria kini tengah memegang sejumlah balon, tapi jangan salah pria ini bukan berniat berjualan balon. Karena balon-balon ini akan digunakannya untuk menyatakan cintanya pada tambatan hatinya.

“Aduh aku deg-degan!” ujar pria tersebut  atau bernama Baekhyun sambil sesekali mengelap keringetnya yang mengucur karena nepres(?).

Dilihatnya jam tangan yang terdapat di pergelangan tangannya. Dan keningnya menyipit saat dia mengetahui, ini sudah berselang satu jam dia menunggu.

“Haduh Jieun ko lama banget yah?” kesalnya.

Badan Baekhyun yang sudah di semprot minyak wangi dengan bebauan tujuh rupa pun mulai luntur baunya dan berganti bau parfum alami dari cucuran keringet yang mengalir dari tubuhnya.

“Haduh si Jieun lama deh” ujar Baekhyun sekali lagi dengan tak sabar dan mulai kesal.

“Apa dia tak tahu kata vidi aldiano menunggu itu menguras keringat!” -_-“

Tiba-tiba, terdengar suara pintu ruangan itu dibuka, dan dengan perasaan berdebar. Baekhyun pun memberanikan diri untuk menoleh seraya tersenyum lebar.

“Jieun-ah..” panggil Baekhyun dengan senyum selebar mungkin dan semakin membuat matanya tak terlihat.

Kini seorang yeoja yang adalah Jieun tengah berjalan mendekati Baekhyun dengan wajah tersenyum.

Setelah Jieun berada didepannya Baekhyunpun langsung memberikan balon yang dia pegang pada Jieun. “Jieun-ah ini untuk mu”

Jieun sendiri tampak terkejut dengan hal yang dilakukan Baekhyun sekarang. “Op-pa apa ini maksudnya?” tanya Jieun

‘Eo aku.. menyukaimu. Kamu mau jadi pacar aku kan?” Jieun terhentak saat mendengar pengakuan Bakhyun barusan. “Kalau kamu mau ambil balon ini, kalau tidak ya jangan!”

Jieun tampak berfikir apakah dia akan menerima Baekhyun atau menolaknya. Nemun perlahan kini tangan Jieun bergerak seperti hendak mengambil balon tersebut.

Greb!!!

Balon itu kini sudah berada disebuah tangan, namun sayang bukan tangan Jieun.

“De, saya mau ambil lagi balonnya. Ade lama banget katanya gakkan lama pinjemnya. Sayakan mau jualan de. Mana pinjem udah gratis, lama lagi” ujar seorang pria yang tadi mengambil balon yang harusnya diambil jieun. dan ternyata dia adalah abang penjual balon yang balonnya dipinjem Baekhyun untuk nembak Jieun.

“Ya udah yah saya pamit dulu, ini udah siang saya mau jualan balon” lanjut abang penjual balon sambil berlalu meninggalkan Baekhyun dan Jieun yang jiwanya agak terkejut akibat insiden barusan.

 

@@@@@@@Chen@@@@@@

Senyuman sumringah terlukis dibibir Chen kali ini, karena dia berencana membuat kejutan pada pacarnya Luna. Kini ditentengny sebuah ember dan lap yang akan dia gunakan untuk membuat kejutan itu. tidak ini bukan hari ulang tahun luna jadi ember tersebut, takan digunakan untuk menyiram Luna, tetapi ember dan lap tersebut akan digunakannya untuk membersihkan mobil sang pacar.

Kini Chen sudah berada tepat didepan rumah Luna dan mobilnya pun sudah terparkir didepan rumahnya. Dengan segera tanpa menunda Chen pun langsung menyirami mobil Luna dengan air dan member beberapa sabun di mobil Luna.

Sambil bersenandung ria, Chen membersihkan mobil Luna. Dan ternyata bukan hanya berbakat menyanyi, tapi juga Chen berbakat jadi tukang cuci mobil  karena hasil cuciannya membuat mobil Luna tampak bersih cemerlang bebas noda*plak

Tap tap tap

Suara langkah kaki mulai terdengar mendekati Chen dan dia sudah yakin bahwa itu adalah tambatan hatinya. Dengan sedikit mengelap keringetnya dan membenarkan tatanan rambutnya, chen pun sudah  siap menyambut sang kekasih.

“Eo Chen-ah ada apa ini?” tiba-tiba Luna sang pujaan hati Chen datang menghampiri Chen

“Luna-ya” senang Chen saat melihat sang pujaan hatinya.

“Chen kamu ngapain disini? Dan kenapa kau basah kuyup begitu?” Luna mulai Khawatir saat melihat baju Chen agak basah.

“Aku abis nyuci mobil kamu Luna, lihat!!” ujar Chen membanggakan dirinya didepan Luna.

Luna menyipitkan matanya mendengar ucapan Chen barusan, “Chen-ah mianhae..” ujar Luna dengan wajah yang sepertinya menyesal, dan Chen tak mengerti kenapa Luna menunjukan wajah seperti itu.

‘wae?kau tidak senang aku mencucikan mobilmu?”

“Ani-yo bukan begitu, tapi ini…” Luna memotong kata-katanya seakan ragu mengatakannya pada chen.

“Tapi apa?”

“Ini mobil tetangga aku, sedangkan mobil aku ada dibengkel!” mendengar ucapan Luna Chen pun tampak Shock, karena tidak disangka bahwa usahanya akan sia-sia karena salah sasaran.

“eh ada apa ini?” tiba-tiba seorang pria paruh baya datang menghampiri Luna dan Chen . “Kamu siapa? ..” tunjuk pria paruh baya itu pada Chen

“Eo kamu tukang cuci mobil keliling yah. Makasih ya.. “   Kini pria paruh baya tersebut merogoh sakunya dan mengambil beberapa lembar uang,

“Ahjussi.. aku buk..” belum sempat Chen menyelesaikan kata-katanya ahjussi itu sudah memberikan uang pada chen lalu beranjak hendak menaiki mobil miliknya.

@@@@@@D.O@@@@@@

Waktu sudah menunjukan tepat pukul 11.30 dan ini berarti D.O sudah berada disana sekitar 5 menit. Ditatapnya bola basket yang ada dipinggirnya, lalu hatinya sedikit tergerak untuk memainkan bola itu.

di ambilnya bola tersebut, lalu di mainkan. Diputar-putar diatas jarinya. Namun karena memutar bola bukan keahliannya jadi bola itu selalu terjatuh.

Karena tak berhasil memutar bola menggunakan jarinya, jadi D.O memutuskan untuk menyudahi hal itu dan menaruh bola di pinggirnya lagi.

Kini diambilnya tas miliknya, lalu dia mengorek-ngorek isi tasnya tersebut (?) untuk mencari sekuntum mawar merah yang sudah dia persiapkan sebelumnya untuk diberikan pada seseorang yang special baginya.

Ditatap dengan seksama bunga mawar yang ada ditangannya sekarnag, dan tanpa dia sadari sebuah senyuman terukir dibibirnya.

Tiba-tiba terdengar suara derap langkah yang mendekatinya, dan dengan cepat dia pun menyembunyikan sekuntum mawar merah itu di belakang punggungnya.

“Kyungsoo-ya” panggil orang tersebut yang tak lain adalah seorang yeoja cantik bernama kim taeyon.

“Eo akhirnya noona datang juga!” ujar D.O dengan malu-malu dan hati yang berdebar kencang.

Tanpa basa basi dan menunda lama, D.O pun langsung menyerahkan bunga mawar merah yang dia sembunyikan tadi pada Taeyon.

“Noona, tahukah kau. Eungkau begitu indah seperti mawar merah yang ada digenggamanku ini.”

Sementara D.O membacakan puisi cinta yang semalem dia contek dari internet, Taeyon kini hanya terdiam mematung dan mata Taeyon juga tampak berkaca-kaca.

D.O yang melihat wanita yang dia sukai tampaknya terharu dengan hal dia perbuat pun hanya bisa bersyukur didalam hatinya.

“Noona “ panggil D.O lembut

“Kyungsoo-ya aku…”

D.O segera menyentuh bibir Taeyon menggunakan jarinya, kemudian dia pun menggelengkan kepalanya mengisyaratkan agar Taeyon jangan berbicara lagi.

“Ssssssttttt.. noona aku tahu noona pasti terharu kan?’ narsis D.O

“Kyungsoo-ya, aku…”

“Noona sudah aku katakan diamlah, jangan mengatakan apa-apa karena aku duah tahu perasaan noona”

“Kyungsoo-ya tolong dengarkan aku” pinta Taeyon dan mulai mengeluarkan air mata,

“Baiklah noona katakana apa yang ingin kau katakana, karena aku tak mau kau menangis”

“Kyungsoo-ya aku alergi bunga, dan gara-gara itu air mataku tak bisa berenti. Tolong antarkan aku ke dokter sekarang!!!”

Mendengar ucapan Taeyon, D.O hanya bisa terdiam seribu bahasa, karena ternyata  dugaannya salah besar.

@@@@@@@Kris@@@@@@

Kris tersenyum saat melihat melihat foto-foto yang dia rangkai berbentuk hati di dinding. Dan foto-foto tersebut merupakan kumpulan foto-fotonya sendiri dalam berbagai pose “hik hik hik sica pasti terpana dengan ini semua” batinnya sambil terkekeh. Dengan bangganya.

“Jesica siap-siaplah kau terpesona oleh wu yifan hahahahahah” btinnya lagi sambil membenarkan jambul naganya(?)

Pandangan mata kris tak henti-hentinya mengaggumi hasil karyanya, yang saat ini tepangpang nyata disebuah tembok.

Tidak beberapa lama Kris pun tersadar, kalau dia harus segera menelepon jesica dan memastikan bahwa tambatan hatinya itu sudah OTW kesana.

Diambilnya ponsel miliknya dan dengan cepat diapun menelepon jesica

“Sica kau dimana?” cerocos kris saat orang disebrang telepon sana mengangkat teleponnya.

“Eo wufan oppa, ini aku Soojung, oh iyaPonsel eonni tertinggal dan dia sudah berangkat tadi” jawab orang disebrang telepons ana yang ternyata bukan tambatan hati Kris, melainkan adik tambatan hatinya.

“Eo begitu yah?Ok lah kalau begitu!” ucap Kris dan langsung menutup teleponnya.

Selagi menunggu kris pun terus memandangi hasil karyanya di tembok dan entah kenapa rasa kagum itu muncul lagi didirinya, tatkala melihat hasil karya dia.

“Aku begitu berbakat!” narsisnya terus menerus membanggakan dirinya sendiri.

“coba siapa yang tak suka ma aku,  udah ganteng berbakat pula!” terus memuji drinya sendiri.

Setelah 1 jam berlalu==” , kris pun merasa bosan. “Hah….. tuh rang kemana sih?lama baenget deh” kesalnya karena sang tambatan hati tak nongol-nongol juga.

Menunggu dan terus menunggu, itulah yang dilakukan kris. Dia menunggu sang tambatan hati untuk datang melihat hasil karyanya, namun apa daya nasi sudah menjadi bubur. Hari mulai gelap, foto-foto yang disusun kris pun suah tampak lusuh dan mulai berjatuhan karena hembusan angin.

Kris kini hanya bisa menunduk dan matanya tampak berkaca-kaca, dia kesal, dia sebal, dia marah. Karena usahanya sia-sia bahkan dia sudah menunggu selama 5 jam saat itu. Dan saat waktu sudah menunjukan 21.00 teng. Akhirnya dai memutuskan untuk pulang.

Sekarang hati kris bagaikan butiran debu yang tertiup angin.

“Krisssssss” teriakan dari suara yang sangat familiar, membuat kris menoleh dan mencari-cari sumber suara tersebut,

Mata Kris membulat sempurna saat melihat seorang wanita yang sedang berlari menuju kearahnya sambil menenteng high heels.

“Sica~~~” teriak Kris juga.

“hah hah hah hah… maaf kris aku telat” ujar wanita yang kini tengah berdiri dihadapan Kris dengan napas tersenggal-senggal.

“Kau kenapa baru datang? apa kau tak tahu aku sudah menunggumu selama 6 jam!” kini ucapan Kris terdengar begitu ketus.

“Mianhae kris, tadi aku keliling kota Seou dulul!!!”

Kris segera menyipitkan matanya mendengar ucaan Jessica barusan “wae? Untuk apa kau keliling kota Seoul?”

‘Ya untuk bertemu denganmu lah!”

Kali ini Kris benar-benar bingung, kenapa sica mesti keliling Seoul hanya untuk sampai ditempat Kris berada, karena tempat itunyatanya hanya berjarak 7 km dari rumah sica.

“kau bercanda ya? tempat ini kan hanya berjalrak 7 km dari rumahmu!”

“Iya memang 7 km, tapi…”

“Tapi apa?”

“Tapi tadi aku ketiduran di taksi, karena simamang taksi gak tahu aku mau kemana jadi dia bawa aku keliling Seoul dulu”

Mendengar ucapan jesica, Kris hanya bisa mengelus  dadanya dan mencoba bersabar dengan sikap tambatan hatinya itu.

TBC

 

Credit: EXO Fanfiction World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s