THE LOYAL GUARDIANS (Part 1): The New Servant

The Loyal Guardians_melurmutia

 

Author : melurmutia

Casts : EXO member

Genre : Family, friendship, comedy

Rating : General

Length : Series

Disclaimer : I do not own the casts. Terinspirasi dari Kuroshitsuji. Ide dan alur cerita tetap murni dari author.

Tolong tinggalkan komentar setelah membaca

Don’t plagiarize my post!

*******************

Dengan malas Baekhyun meletakkan ember berisi air kotor usai mengepel di ujung anak tangga lantai dua. Ia menghembuskan napas berat. Diliriknya Chen yang sedang membersihkan karpet merah di tangga melikuk di bawahnya dengan vacuum cleaner. Ck! Rajin sekali! Entah Chanyeol serius melakukan tugasnya di bagian belakang rumah besar tersebut, mengingat Suho akan datang setelah pulang dari Amerika untuk urusan bisnis. Para guardian sibuk dengan tugas masing-masing.

BYUR!!!

Ember di ujung tangga lantai dua pun terguling, membasahi karpet merah di sepanjang tangga. Guyuran airnya ikut menodai kemeja putih dan kepala Chen hingga rekannya itu ikut basah. Seragam household-nya pun jadi kotor. Ember yang melayang itu mendarat di kepala Chen. Chanyeol menghampiri mereka setelah mendengar bunyi keras ember yang terjatuh.

“HAHAHAHA!!!” tawa Chanyeol terpingkal-pingkal dengan nada rendah yang mengerikan.

“YAAAAA!!! Lihat apa yang kau lakukan!” teriak Chen lengking.

Baekhyun menuruni tangga dengan hati-hati, justru memasang ekspresi cemas. Di sisi lain ia kelabakan melihat kekacauan akibat ketidaksengajaannya. Bagaimana kalau Kris melihat ini? Bagaimana kalau Tuan Suho sendiri yang melihat? Tamat sudah!

Mainhaeaish!  Aduh… bagaimana ini?” Baekhyun menghampiri Chen, ikut membersihkan rambut dan seragam household Chen.

“Aku tidak mau tahu! Pokoknya kau yang membereskan semua ini!” gertak Chen seketika menyodorkanvacuum cleaner ke depan Baekhyun lalu beranjak dari tempat itu.

Baekhyun baru meminta pertolongan Chanyeol untuk membantunya. Namun, Chanyeol yang menyadari sosok Kris sedang menghampiri mereka langsung kabur begitu saja. Itu bukan tanggung jawabnya, kan? Baekhyun tentu saja melongo melihat temannya itu melarikan diri, menolak untuk membantunya. Namun terlanjur. Kris sudah berdiri tepat di depannya dengan mata melotot, tidak mengatakan apapun. Baekhyun menggaruk belakang kepalanya salah tingkah lalu menunduk.

“Pesan dari Kai, Tuan sudah memasuki gerbang Maiim Vision Village. Itu berarti sebentar lagi Tuan tiba di rumah,” ujar Kris dingin.

MWO? Bagaimana aku membereskan karpet raksasa ini da…”

“Sssttt! Waktumu tujuh menit,” potong Kris dan berlalu begitu saja.

Baekhyun masih berdiri di tempatnya dengan mulut terbuka.

***

“Bawa ini ke meja makan,” pinta Kyungsoo kepada Lay menyodorkan sepiring cheese fettuccine pasta.

Kyungsoo memastikan Lay sedang sibuk mengatur meja makan di ruang tengah dari ujung dapur. Begitu ia berbalik, betapa terkejutnya ia melihat Xiumin yang tengah asyik menyantap sisa pasta dari teflon di atas kompor. Seketika Kyungsoo langsung merebut garpu dari tangan Xiumin. Dengan bibir berlumur saus cheese fettuccine, Xiumin mulai mengoceh.

“Pelit! Kau tahu kan jatah sarapanku dikurangi Kris. Aku lapar nih! Apa kau tidak kasihan padaku? Bagaimana aku bekerja dengan perut keroncongan?” omel Xiumin.

Kyungsoo tentu saja tahu hal tersebut. Kemarin, Xiumin dihukum Kris karena kepergok bersantai di kolam renang samping rumah. Saat itu Kris sedang keluar entah kemana. Mumpung Tuan Suho juga masih di luar negeri, ia menggunakan kesempatan itu untuk bersenang-senang. Ia berbaring malas di atas kasur air sambil meneguk segelas jus jeruk. Aksinya itu kepergok Kris dan seketika Xiumin kaget. Kasur air tempatnya berbaring terbalik hingga ia tercebur dan jus jeruk itu mencemari air kolam. Akibatnya, setengah jatah sarapannya hari ini dikurangi. Ia juga harus mengganti air kolam.

“Tapi ini buat Tuan Suho. Aku nggak mau masakanku masuk ke perut rakusmu!” protes Kyungsoo.

“Terserah apa katamu! Jangan lapor ke Kris! Awas kau!” Xiumin seolah tidak mendengar kata-kata Kyungsoo dan kembali mengambil garpu baru dari dalam laci. Ia kembali melahap pasta lezat itu dengan berbinar sampai benar-benar tak bersisa.

PRANG!!!

Kyungsoo dan Xiumin terperanjat. Kedengarannya seperti bunyi piring pecah atau gelas pecah. Mereka berdua berlari ke sumber suara dan mendapati Lay yang terjatuh. Mereka berdua terbelalak kaget, segera membantu Lay berdiri. Kris dari luar rumah kembali muncul setelah mendengar suara tersebut lalu menghampiri mereka bertiga dan sekitarnya berserakan pecahan piring beserta cheese fettuccine pasta.

“Kau tidak terluka, kan? Kenapa bisa begini?” tanya Kris.

“Aku terpeleset genangan air dari tangga. Saat itu aku tidak sengaja menyenggol piring Tuan Suho dari ujung meja,” ujar Lay pelan penuh rasa bersalah.

“Syukurlah kau tidak apa-apa. Sekarang kau bersihkan saja pecahan piring dan pasta ini. Tuan akan sampai di rumah dalam waktu tiga menit. Kyungsoo, sisa pasta di dapur masih ada, kan? Sajikan sesegera mungkin!” perintah Kris tenang.

Sampai Kris menghilang di balik pintu depan rumah, Kyungsoo menoleh tajam ke arah Xiumin. Matanya melotot. Xiumin hanya nyengir kuda sambil menggigit jari.

***

Dari monitor di security room, Maybach 62s hitam Suho mulai mendekati gerbang. Tao segera menekan tombol remote ke arah gerbang sehingga Kai sang supir dapat langsung membelok masuk ke halaman rumah. Begitu mobil Suho melintas, Tao membungkuk dalam. Mobil tersebut membelok melingkari kolam air mancur besar di halaman depan. Kai memberhentikan mobil tepat di depan teras besar yang dikelilingi empat pilar putih megah. Kris dan Luhan sudah berdiri di tempat tersebut bersama guardian yang lain. Luhan lalu membukakan pintu mobil. Begitu sebelah kaki Suho turun dari mobil, Chen, Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, Lay, dan Xiumin yang berdiri berbaris berhadapan di depan pintu langsung membungkuk. Kris langsung menyapa dan menyambut Suho sambil tersenyum.

“Selamat datang, Tuan!”

Suho hanya mengangguk dan ikut tersenyum. Diberikannya tas kantor yang dijinjingnya kepada Luhan dan langsung diraih oleh Luhan dengan kedua tangannya sambil membungkuk pelan. Suho berjalan tegas dan penuh kharisma masuk ke rumah mewahnya, melewati jajaran barisan para guardian yang sedang membungkuk memberi hormat padanya. Setelah Kai mengeluarkan koper dari bagasi, Luhan langsung membawanya menuju kamar Suho di lantai dua.

Langkah Suho terhenti di ruang tengah. Biasanya ia akan mencium aroma masakan Kyungsoo yang  langsung membuatnya tergugah ke meja makan terlebih dahulu. Suho menyipitkan mata. Ia melihat tiga gumpalan putih sederhana di atas piringnya.

“Apa ini?” tanya Suho dengan kening berkerut seraya berdiri di tepi meja.

Kyungsoo, Lay, dan Xiumin menelan ludah bersamaan. Ingin rasanya kabur dari tempat itu. Gawat!!!

“Itu meat filled baozi. Kami menyiapkan menu kali ini agak berbeda. Karena Tuan baru pulang dari perjalanan jauh yang melelahkan, kami rasa Tuan butuh makanan yang praktis untuk dimakan,” ujar Kris meyakinkan.

Kyungsoo, Lay dan Xiumin yang masih berbaris langsung saling tatap. Hah? Kris terdengar seperti sedang membodohi tuannya secara implisit. Nama makanan itu terdengar aneh. Padahal itu hanya bakpao biasa. Cemilan santai Xiumin di paviliun belakang. Apakah berhasil?

“Kau benar, aku sangat lelah kali ini. Tolong bawakan saja makanan itu ke kamarku,” pinta Suho sambil tersenyum.

Para guardian lain melongo. Dasar Kris! Tapi mau bagaimana lagi? Mereka bertiga harusnya bersyukur karena Suho masih mau memakannya.

Suho berjalan menuju tangga elegan berlikuk di dekat meja menuju lantai dua. Ia berhenti melangkah lagi. Pandangannya lalu menyapu anak tangga hingga ke puncak lantai dua.

“Karpetnya…” tanya Suho seketika berbalik ke arah Kris di belakangnya.

Kali ini Baekhyun yang menelan ludah. Ia melirik Chanyeol di sebelah kanannya yang hanya mengangkat bahu. Diliriknya Chen di sebelah kirinya yang langsung membuang muka karena kesal. Baekhyun hanya bisa mengharap Kris, membuatkan alasan palsu.

“Sebelum ke Amerika, Tuan sering kali bersin saat berada di rumah. Setelah saya pahami, sumber utamanya memang dari karpet ini walau setiap hari kami bersihkan. Karena itu, kami melepasnya demi kesehatan Tuan,” ujar Kris sopan.

Baekhyun kembali membelalak mendengar alasan itu. Ia pikir Kris akan melaporkannya. Apa alasan itu masuk akal? Mendengar perkataan Kris, Suho langsung tertawa kecil.

“Terima kasih kau memerhatikan hal-hal seperti itu. Tapi, aku tidak terbiasa melihat tangga ini tanpa karpet. Bagaimana kalau kau beli yang baru saja?” usul Suho.

Setelah Kris mengiyakan, Suho kembali menapaki tangga polosnya diikuti Kris dari belakang. Para guardian dari tempatnya dapat melihat jelas Kris sedang mengepalkan sebelah tangannya seperti tinju di balik badan yang kelihatannya ditujukan untuk Baekhyun. Kris sedang marah. Guardian lain berusaha menahan tawa. Baekhyun jadi kesal. Sungguh menyebalkan!

***

Suho membuang badannya di kursi besar depan meja kerjanya dan bernapas lega sementara Luhan sedang membereskan pakaian kotor dari koper tuannya itu. Kris menajamkan mata, memberi kode kepada Luhan untuk segera keluar dari ruangan kerja Suho membawa pakaian kotor. Luhan pun keluar ruangan dengan setumpuk pakaian dalam keranjang yang disiapkannya.

“Kau sudah dapatkan datanya?” tanya Suho sambil menahan dagunya dengan kedua punggung tangan di atas meja.

“Iya, Tuan. Silahkan dilihat,” jawab Kris meraya menyodorkan beberapa lembar kertas.

Suho membaca cepat data-data itu dan membolak-balikkan halaman beberapa kali. Ia seperti sedang berpikir.

“Sayang sekali dia menolak tawaran Tuan. Saya akan berusaha membujuknya lagi,” kata Kris.

“Tidak apa-apa kalau dia tidak mau. Aku tidak mau memaksanya. Tapi… aku berutang nyawa padanya. Hhhhhh…”

Kris mengerti Suho pasti ingin membalas budi kepada orang itu. Tapi, terus terang saja. Dalam hati sebenarnya Kris tidak terlalu menyukai rencana tuannya. Sembilan orang rekan kerjanya yang suka buat masalah saja sudah cukup. Bagaimana jadinya kalau Suho mau menambah seorang lagi? Ia sebenarnya amat bersyukur orang itu telah menolak tawaran Suho.

Setelah semua beres, Kris keluar dari ruangan tersebut. Saat ia hendak beranjak dari pintu, Luhan sedang berdiri bersandar di tembok. Ekspresinya sangat serius.

“Kelihatannya kau sedang punya tugas penting dari Tuan,” tebak Luhan ingin tahu dengan volume suara dikecilkan. “Akhir-akhir ini kau sering keluar rumah. Memangnya ada apa? Ayo, ceritakan padaku!”

Kris menatap Luhan dengan malas dan berlalu begitu saja. Tiba-tiba Luhan melompat di depan Kris, memblokir jalan.

“Apa kau mengunjungi seseorang? Siapa dia? Setahuku kau tidak punya siapa-siapa di luar sana untuk kau kunjungi. Begitu pula aku. Atau hal lain? Ngg… Ahh! Apa gaji kami dinaikkan?” tebak Luhan riang.

“Sudahlah, lupakan!”

“Apa ada perekrutan guardian baru?” tanya Luhan tersenyum yakin.

Tebakan Luhan kali ini membuat Kris diam. Kini ia akui, Luhan memang guardian yang berbeda dari yang lain. Ia sangat peka terhadap apa pun di sekitarnya dan terbilang cukup cerdas. Seragamnya sangat rapi dari yang lainnya, layaknya seorang good servant. Tidak salah ia ditunjuk oleh Suho sebagai servantpribadinya. Sebenarnya Suho melarang memberitahu terlebih dahulu mengenai hal ini kepada guardian lain.

“Benar kan tebakanku? Dia di posisi apa? HousekeeperHousehold cook?”

“Dia seharusnya menjadi partner kerjamu tapi dia menolaknya. Sudahlah! Cepat kembali ke paviliun!” jawab Kris meninggalkan Luhan.

Partner kerja? Luhan masih tinggal berdiri di tempatnya, melihat Kris yang sudah duluan menuruni tangga. Itu artinya dia di posisi servant?

***

Kai memasuki security room sambil ber-dance ringan. Seperti biasa, ia melihat Tao sedang makan keripik sambil mengamati beberapa monitor di depannya. Kali ini Tao terpaku hanya pada satu layar. Kai berjalan mendekat. Tiba-tiba Tao refleks mengambil remote gerbang dari atas mejanya.

“Eiitsss! Jangan coba-coba mengambilnya lagi!” ancam Tao dengan mata seramnya.

Kai langsung nyengir. Tao sudah tahu betul kebiasaannya membawa lari remote gerbang untuk keluar rumah dengan mobil Suho.

Pabo! Tuan sudah pulang ke rumah. Bagaimana bisa aku keluar diam-diam membawa mobilnya? Aish! Cepat ke paviliun. Kita mau makan malam!” decak Kai malas.

“Tapi, aku tidak bisa melewatkan ini.”

Tao menunjuk salah satu monitor lalu memperbesar gambar tersebut di monitor utama. Kai menaikkan sebelah alis kebingungan. Mereka berdua melihat sesosok orang di luar gerbang rumah sedang berdiri kebingungan yang terekam dari kamera pengawas. Sejak tadi orang itu lalu lalang di balik tembok raksasa yang menjulang. Di samping orang itu, terdapat tas jinjing besar. Sepertinya orang itu membawa banyak barang. Dari cahaya lampu gerbang, walaupun samar-samar, Tao dan Kai tahu kalau pakaian yang dikenakan orang itu bisa dikatakan compang-camping.

“Cih! Siapa dia? Pengemis? Bagaimana bisa pengemis masuk di perumahan ini?” tebak Kai dengan senyum meremehkan.

“Sudah sekitar sepuluh menit dia berdiri di situ. Kelihatannya orang itu memang mau masuk ke rumah ini. Apa dia tidak tahu harus menekan bel dulu?” kata Tao.

Dari monitor, orang itu menemukan sebuah bel di tembok gerbang. Dengan wajah tanpa ekspresi, ia mencoba menekan bel itu. Saat itu pula, tawa Kai dan Tao pecah.

“Hahaha! Dari tadi kek pencet belnya!” canda Kai sambil bertepuk tangan.

Tao menekan sebuah tombol di atas meja dan mengarahkan microphone kecil di depan mulutnya.

Annyeonghaseyo! Bisa sebutkan nama dan keperluan?” sapa Tao duluan.

A.. Annyeonghaseyo! Aku guardian baru di sini. Namaku Oh Sehun.”

Raut wajah Tao dan Kai seketika berubah. Mereka saling pandang karena begitu terkejut, berharap mereka tidak salah dengar.

Mwo?” seru mereka bersamaan.

*To Be Continued*

Credit : mydearexo

One thought on “THE LOYAL GUARDIANS (Part 1): The New Servant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s