TRAGEDI Tiang Listrik di Myeongdong

Tittle: Tiang Listrik di Myeongdong

Author: ExoticBaekYeol dan Byun Bacon.

Genre: Comedy dan Friendship akut, enggak jelas -___-

Main cast: Liat poster!

Ratting: NC-612. Becanda ding ^^V

Leght: Series.

WARNING: cerita ini akan menistakan bias kalian tingkat maksi, jadi sebelum marah-marah enggak jelas karena biasnya dinistakan silahkan tekan BACK! Tapi baca dulu setengah sebelum tekan back, kalo seru lanjutin baca, ya… kekek~

Yang enggak bisa ketawa, berusaha keraslah untuk tertawa ketika membaca ff ini. Yang hobi ketawa silahkan RLAB sepuas kalian :D

Satu lagi, sebelum baca ff ini disarankan –harus- menyediakan satu atau dua kantung muntah untuk jaga-jaga.

Yang paling penting… No Silent Readers! Yang jadi silent readers bakal digentayangin hantu eyeliner. Kke~

SELAMAT MEMBACA  ~(˘˘~) ~(˘˘)~ (~˘˘)~

 

-T.R.A.G.E.D.I-

 “A-yo! Whatsup!!! Kembali dengan gue Chanyeol, dan gue Si magnae imut, Sehun. Di acara ChanHun bukan Kkamjong. Kali ini gue sama Sehun ada di kawasan Myeongdong. Gue disini tentu aja buat nyari korban hipnotis buat episode kali ini, tapi kalo Sehun tau’ deh? Nyari Luhan baru kali,” ucap Chanyeol sambil berjalan menyusuri jalanan Myeongdong yang ramai penuh sesak. Sedangkan Sehun tertinggal di belakang. Ia berencana akan mencari Luhan baru di pasar ini setelah perdebatan panjang mereka tadi malam mengenai perbedaan celana panjang dan kacang panjang. Sehun memikirkan perbedaannya selama 6 jam penuh bersemedi dalam kamar dan akhirnya menyerah. Ia mendatangi kamar Luhan dan menemukan Luhan tengah sibuk dengan majalah fashion di hadapannya. Saat Sehun menyerah dan menanyakan jawaban yang tepat, Luhan hanya mengatakan, “perbedaanya kalo kalo celana panjang dipotong namanya celana pendek, tapi kalo kacang panjang dipotong namanya tetep kacang panjang.”

Cuma itu???!!! WTH!!! (¬_¬)–o(_)

Dan sesuai perjanjian, kalau Sehun kalah ia tak mendapatkan jatah dari Luhan selama seminggu.

Eitsss, ini bukan soal seme atau uke, atau malah si Kkamjong…

Jatah disini maksudnya si Luhan terbebas dari beli’in Sehun bubble tea selama seminggu. Kalo misalnya harga bubble tea di rupiahin jadi 10.000 per gelas, kalo Luhan beli’in Sehun setahun penuh bisa tekor dia. Padahal pake uang itu dia bisa nyambangin dua author gila ini di Lombok untuk foto bersama, atau seenggaknya hidup bersama, lho?

Kembali ke Chanyeol.

Chanyeol berhenti di stand makanan, dia memandangi ddubokki panas dengan mata berbinar.

“Ajumma, dengarkan sugesti saya. Saya minta ddubokki panasnya 1, enggak pake lama,” kata Chanyeol seolah memberikan sugesti kepada ibu yang berjualan ddubokki. Suaranya sengaja diberatkan dan menatap tajam ibu yang berdagang itu tanpa berkedip. Ada dua kemungkinan disini, yang pertama, mungkin Chanyeol sedang memperkuat sugestinya dengan pandangan mata, atau yang jualan ddubokki itu sebenernya adalah Yoona SNSD. Who know’s?

Mata Chanyeol yang emang udah bulet kaya’ kelereng jadi tambah bulet lagi pas nerima seporsiddubokki panas dari ibu itu, “gomawoyo,” ucapnya ber-aegyo. Tapi ibu-ibu tetap berpandangan kosong. Antara masih dalam pengaruh hipnotis Chanyeol, atau terpesona ditatap terus sama Chanyeol.

“Kemon,” ucap Chanyeol sok Linggis sambil menggiring kru kameramen dan para penonton yang semakin lama semakin membeludak di jalanan Myeongdong yang emang udah sempit. Para penonton berdecak kagum karena Chanyeol sama sekali tak dimintai uang oleh ibu-ibu pedagang ddubokki itu. Ckckck… ternyata ilmu si Happy Virus ini memang udah tinggi banget kaya’ badannya. Dan siapa yang tau kalo sebelum recording dimulai Sehun udah dateng ke stand ddubokki itu dan membayar dua ddubokki itu lebih dulu. Kenapa dua? Karena yang satu lagi buat Si Sehun yang lagi kelaperan.

Berjalan-jalan lagi, Chanyeol kini berhenti di stand buah. Sudah makan makanan berlemak harus ada pencuci mulut dongnya. Kembali, Chanyeol seperti menghipnotis si penjual buah dan berhasil mendapatkan satu buah semangka paling besar. Saat akan pergi dari stand buah, si ibu-ibu mengejarnya, dan menjewer kuping Chanyeol karena Chanyeol belum membayar semangkanya. Chanyeol menepuk dahinya, merutuki Sehun yang ternyata membayar semangka di stand sebelah. Dengan berat hari Chanyeol merogoh saku celananya dan mengeluarkan sejumlah uang.

“Hehe, mian. Aku lupa kalo kekenyangan sugestiku kadang enggak mempan.” Dia cengengesan enggak jelas yang bikin semua fangirlnya mendadak pada sekarat. Sekarang author jadi mikir, sebenernya enggak periu sugesti untuk buat dapet gratisan apa yang dia mau, cukup ngomong apa yang dia mau semua fangirlnya akan gotong royong menuhin permintaan Chanyeol. Berharap suatu hari nanti Chanyeol bakal minta hujan duit dari langit. Bisa dipasti’in besok, para fangirlYeol yang banyak itu bakal nabur uang receh dari atap dorm EXO-K.

Keliling, keliling, dan kembali keliling kaya’ seterika’an. Chanyeol, Sehun, staff, dan para penonton tambah masuk pasar. Masuk dan tambah masuk lagi sampe dia liat ada tiang listrik berjalan yang lagi nawar sepatu. Enggak salah lagi kalo itu sohibnya. Leader EXO-M, Kris.

“Ayo whaddup!!!” tangan Yeol udah siap buat hifive, tapi orang yang diajak ngomong masih fokus nawar sepatu.

“Beli satu dapet dua, kan? kata Kris menawar.

“Enak aja, beli satu ya dapet satu lah. Enak aja mau dapet dua.” Si bapak yang tingginya sepempat tinggi Kris nyolot dagangannya di tawar.

“Yaelah, pak. Biasanya kalo saya beli sepatu satu juga dapet dua. Kok disini malah marah-marah.”

“Kelilingin Seoul sampe Indonesia juga beli sepatu satu ya dapetnya satu, mana bisa dapet dua. Nih anak cakep-cakep kok gila sih,” si bapak tambah nyolot, enggak terima dunia akhirat kalo barang dagangannya dibeli 2 tapi dibayar 1.

“Serius pak! Setiap saya beli sepatu beli satu pasti dapet dua! Udah untung sepatunya enggak saya tawar.” Kris udah mulai panas. Setiap kali ia beli sepatu satu pasti dapet dua kok. Bahkan di toko sepatu ternama sekalipun pasti dia dikasi dua. Tapi ini? Di stand toko pinggir jalan aja dia harus ngerogoh koceknya dua kali buat dapet dua sepatu. Rawrr~

“Sumpah! Ni anak nyebelin banget! Kalo kamu dapet toko yang ngasi sepatu beli satu dikasi dua kamu boleh penggal kepala saya!” Si bapak udah betek tingkat maksi ngeyananin Kris yang enggak beres-beres dari tadi.

“Oke! Ayo kita buktikan.” Kris narik tangan bapak itu ke stand toko sepatu sebelah. Dia ngambil satu sepatu dan langsung dibayar tunai.

“NIh! Beli satu dapet dua, kan?” Kris menunjukkan sepasang sepatu pantofel di hadapan bapak-bapak itu, sambil nunjuk-nunjuk sepatu yang sebelah kiri-kanan secara bergantian. Si bapak dagang sepatu itu cuma bisa sweatdrops setelah mengerti maksud Kris.

Kris tersenyum aneh sambil mendekati bapak itu. Ditambah backsound part Suho di MAMA yang musiknya rada angker Kris ngomong dengan suara rendah, “jadi dipenggal?” katanya kalem, si bapak-bapak langsung ngibrit lari entah kemana.

“WOAH… PROK… PROK… PROK… KEREN… KEREN… kamera sini, mendekat… mendekat!” Chanyeol malah sibuk bertepuk tangan melihat aksi Kris yang sebenarnya tak bisa dibanggakan sama sekali.

Kris menoleh, baru menyadari keberadaan Chanyeol yang sudah ada sejak ia mulai menawar sepatu. “Eh? Kok… kamera?”ucapnya terbata sambil menunjuk beberapa kamera yang menyorotnya. Begitu melihat kamera, tangannya refleks membentuk V sign ke segala penjuru kamera, tak lupa juga pipi tirusnya yang dikembungkan. Cih, banci kamera.

“Hehe… kali ini acara hipnotis gue lagi recording di Myeongdong. Abis, bosen di Mall mulu’. Dan loe tahu, enggak? Tadi gue udah makan ddubokki, semangka, photobox, makan es krim, mincing ikan, ke salon, pokoknya banyak deh.” Chanyeol tanpa sadar jadi curhat panjang lebar. Si Kris yang udah pulih dari banci kameranya pun kini kembali stay cool.

“Oh…”

“Kris, loe mau jadi korban hipnotis kali ini enggak? Sebenernya gue maunya cewek sih. Tapi…” Chanyeol menatap satu per satu fangirlnya yang bermuka sangar dengan sebilah golok di masing-masing punggung mereka. Kris menatapnya iba, karena ia bernasib serupa dengan Chanyeol.

Kris mau mengelak, tak mau rahasia terbesarnya yang selama ini ia simpan rapat-rapat sampai ketahuan banyak orang. “Eh, gue mau kasi sepatu ini ke Kkamjong dulu ya? Kasian entar kalo dia latihan enggak pake sepatu,” katanya mencoba menghindar. Gilanya Kris udah tingkat akut kayaknya. Sejak kapan Kkamjong latihan dance pake sepatu pantofel?

Chanyeol menarik kerah baju Kris untuk menahan Kris yang udah ngambil ancang-ancang buat kabur, untung tinggi mereka sama. “EItss… loe boleh pergi, tapi setelah pesan-pesan berikut ini,” ucapnya sambil nyengir, enggak ada kesan creepy disana, yang ada hanya kesan evil.

Kris hanya bisa menghela napas. Ia memang tak pernah bisa menolak permintaan Chanyeol.

Bukan karena itu!

Sekali lagi, BUKAN!

Bukan karena ia menyukai Chanyeol seperti halnya pair yang lain. Ia tak pernah bisa menolak permintaan Chanyeol karena drum Afrika kesayangannya lagi dipinjem sama Chanyeol. Kebayang dong gimna nasib djembenya di tangan Chanyeol kalo dia sampe nolak.

“Umm… okay.”

“Sehunnie, kursi!” Si magnae datang dengan tiga buah kursi plastik di tangannya.  Setelah Chanyeol, Kris, dan Sehun sendiri duduk. Chanyeol mengeluarkan sebuah korek dan selembar tisu.

“Kris, jika kau melihat api kau harus tidur, jika kau melihat api maka kau harus…”

“Tidur!!!” jawab Kris bersemangat. Seolah ia baru saja menjawab soal tersulit dari guru matematikanya.

“Dan jika kau melihat api maka kau akan….” Chanyeol membakar selembar tisu itu dengan korek. Dan…

“TIdur!”

“Kenapa loe masih melek? Tidur, goblok!” sembur Chanyeol ketika melihat Kris belum menutup mata.

“Kenapa gue harus tidur?” Kris nyolotnya mulai keluar lagi.

“Karena loe liat api!”

“Tapi mana apinya?”

“Ini, bego!!” Chanyeol menunjukan korek api yang ia pegang.

“Tapi gue enggak bisa tidur kalo belom meluk teddy bear gue!!!”

WTF???!!!

Chanyeol berdecak sebal. Ia merogoh handphonenya dan melakukan sesuatu. Setelah selesai, ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jas. Kini, giliran si Kris yang ngambilhandphonenya karena ngerasain handphonenya yang lagi mode silent itu bergetar. Kris membuka kunci pada handphonenya untuk melihat apa yang penyebab handphonenya bergetar. Beberapa detik kemudian Kris langsung tertidur dengan keadaan mulut ternganga lebar menghadap atas. Handphone Kris bergelinding ke lantai dan memuat gambar Lay dan Tao yang tengah mandi bersama.

Hyung, gimana kau bisa dapet gambar YiXing dan Tao hyung yang sedang mandi bersama?” Tanya Sehun innocent.

“Sehunnie, itu namanya Sotoshop. Sebenernya itu foto kamu sama Luhan. Kekek~”

“WHAT???!!!!” Sehun ternganga lebar. Pantas saja ia sedikit merasa familiar dengan gambar badan Lay dalam photo itu.

“Woy! Kenapa gue loe anggurin?”

“Oiya, lupa!” Chanyeol nepok jidat.

“Oke, kita mulai. Siapa nama loe?”

“Kris.”

“Nama asli?”

“Wu Yi Fan.”

“Nama beken?”

“K.Li.”

“Nama 4L@y?”

“Kan gue udah bilang nama gue Kris, bukan Lay.”

Tsk. Sekali lagi si creepy ini berdecak. Leader EXO-M ini emang keren banget di atas panggung. Narik ujung bibirnya sedikit aja udah bikin fansnya kejang-kejang. Tapi kalo Kris yang sekarang bisa bikin Chanyeol juga kejang-kejang. Bukan karena senyumannya, tapi karena kalo diajak ngomong si leadah ini rese’ banget.

“Oke, kita ke pertanyaan lain. Gue pingin tau kesan-kesan loe selama jadi leader EXO-M.” Chanyeol mulai dari pertanyaan dasar. Enggak mau langsung ngerusak image sohibnya di awal pertanyaan.

“Enak sih. Semua member pada baik sama gue soalnya. Yang ngebangunin member lain kalo pagi kan Xiumin. Yang masak, Lay. Yang nyapu, Chen. Yang ngepel, Tao. Yang nyuci, Luhan. Ya… gue sebagai leader yang baik harus nerima dan berterima kasih sama kerja keras mereka.”

Hyung ngungkapin rasa terima kasihnya pake apa?” kali Sehun giliran bertanya.

“Tidur. Kasian kan dorm kita udah di beresin rapi-rapi terus gue keluar kamar dan bikin dorm jadi berantakan lagi. Sebagai penghormatan gue ke mereka akhirnya gue mutusin buat masuk kamar lagi.” Si Sehun langsung nampang tampang kecut, pantesan hyung kesayangannya itu enggak gemuk-gemuk. Ternyata di paksa kerja rodi sama si kompeni (Kris-red)

“Pertanyaan kedua, waktu loe recording Happy Camp loe sempat bilang loe takut sama manager-hyung. Alasannya?”

“Pssstt… ini rahasia lho. Sebenernya manager-hyung kita itu hombreng. Si Tao pernah kena dirape sekali sama dia. Gue jelas takut dongnya, secara gue masih perawan ting-ting,” jawab Kris. Chanyeol dan Sehun cuma bisa melongo. Suho kan sering keluar sama manager. Jangan-jangan…

Chanyeol mengalihkan pandangan ke arah penonton yang sebagian besar adalah fans mereka. “Oke! Sekarang ada enggak yang mau ngasi pertanyaan ke Kris?” Chanyeol bertanya kepada penonton yang sekaran sudah bertambah 3 kali lipat dari sebelumnya. Bahkan beberapa dari mereka sudah ada yang membawa banner bertuliskan nama Kris dengan tulisan-tulisan alay di belakangnya.

Seorang fans cewek mendesak masuk dari dalam kerumunan.

“Ah, kamu. Mau nanya apa?” Chanyeol lebay! Begitu liat cewek yang semok dikit matanya udah binar-binar dan gaya bicaranya berubah jadi halus banget, sehalus kuntilanak.

“Kris oppa, mana yang kau pilih. TaoRis atau KrAy?”

“TaoRis itu makanan jenis apa ya? ==a. tahu yang dimakan pake keris?” SI Sehun ngeblankdenger kata-kata yang asing di telinganya.

Chanyeol nepok kepala Sehun. “Ya Tuhan, nak. Kamu enggak update banget. Kita udah dikotak-kotakin sama fans kaya’ couple gitu, tergantung kita rajinnya main sama siapa. Nah, si Kris sekarang kebagian sering main sama Lay dan Tao. TaoRis itu kepanjangan dari Tao dan Kris. Nah… KrAy itu singkatan dari Kris dan Lay,” jelas Yeol panjang lebar. Si magnae Thehun cuma manggut-manggut.

“Bukannya Chanyeol hyung juga deket sama Kris hyung? Jadi kenapa enggak ada KrisYeolcouple?”

“Karena gue udah punya Baekkie. Kkeke~”

Setelah beberapa bersemedi akhirnya Kris menjawab juga, “enggak ada yang gue pilih.” Jawaban Kris sanggup membuat beberapa TaoRIs dan KrAy shipper misuh-misuh di deretan paling belakang.

“Kalo gitu-“

“Eitss.. jatahnya cuma boleh satu kali. Sekarang gantian.” Sehun menginterupsi dan langsung nyodin mic ke cewek cantik lain di sebelah cewek tadi. “Noona, bbuing-bbuing.” Bahkan sebelum kembali ke bangkunya Sehun sempat ber-aegyo terlebih dahulu. Noona itu langsung tersipu malu.Dasar magnae narsis! Cewek yang sempat di rebut mic-nya ini ngebisikin sesuatu ke cewek yang mendapat giliran bertanya sekrarang.

Oppa, kalau begitu siapa member yang kau suka Di EXO-K?”

“Hmmm… oke. Tapi, loe jangan bocorin ini ke Chanyeol ya? Janji lho.” Kris nyodorin kelingkingnya untuk melakukan janji kelingking. Tapi malah Chanyeol yang menautkan jari kelingking mereka sambil bilang ‘janji’ dengan suara perempuan yang kedengerannya malah kayak kambing lagi nahen boker. Muka emang flower banget, tapi kalo suara? O__O

“Baekhyun.” JDDDEERRRRR!!!!!! KREK!!! KREK!!!! KREK!!!  Chanyeol merasakan guntur tiba-tiba di atas kepalanya disertai dengan guyuran keping-keping hatinya yang hancur berkeping-keping.  Chanyeol mendadak galau. Dia lari ke pundak Sehun dan menangis sejadi-jadinya. Air mata enggak cukup buat mewakili perih hatinya, ia juga mish-misuh di bahu Sehun. Semua sumpah serapah ia berikan untuk Kris seperti, “semoga loe tambah tinggi biar enggak cukup masuk pintu dorm EXO. Mampus-mampus aja loe tidur di luar.” Atau, “semoga kalo anak loe lahir dia enggak nelen tiang listrik kayak bapaknya.” Yang lebih parah? “Gue doa’In semoga bibir loe tambah sexy, senyum loe tambah maut,dan karisma loe tambah bersinar.” Saking sebelnya Chanyeol sampe lupa kalo dia lagi muji Kris.

“Alasan hyung suka sama Baekhyun?” kali ini yang bertanya laki-laki. Jadi Sehun enggak mau bangun dari kursinya dan nyodorin mic ke cowok. Entar disangka maho. Eh?

“Hm… dia putih, cantik, imut, lucu deh pokoknya, jari-jarinya juga lentik banget, tangannya halus banget waktu lagi gandengan. Aku sering ngambil beberapa foto terbaru Baekhyun dari hape Chanyeol. Stt… ini rahasia, lho! Soalnya selama ini aku beralsan ke Chanyeol minjem hapenya buat browsing lirik rapp terbaru dari androidnya. Padahal aku lagi transfer foto Baekhyun. Hahaha.” Kris tertawa nista sedangkan tangis Yeol makin menjadi. Ternyata selama ini Kris minjem hapenya buat transfer koleksi foto Bacon yang dia punya dari berbagai pose. Mulai Baekhyun sedang makan sampai tidur. Yeol enggak rela dunia-akhirat kalo Kris sampe copy  foto Baekhyunnya yang cuma lagi make kolor doang. Limited edition, bok! Pokoknya yang boleh liat kaki Bacon yang segede lidi itu cuma dia doang. Titik!

“Sehunnie, aku enggak mau lanjutin acara ini. Aku mau pulang!!!” Yeol sekarang ngerengek kaya’ anak kecil. Ia ngelepasin pelukannya dari Sehun. Dan bisa dipastikan ingus Yeol sehabis menangis kini melekat pada koas garis-garis yang sedang Sehun kenakan. “YA! Hyung jorok!!!”

“Hehe, mian.” Chanyeol cengengesan. Dia ngelap ingusnya pake tangan dan ngelap lagi di baju Sehun. Chanyeol berniat balas dendam. Kalo Baconnya jadi incaran Kris, bukan tak mungkin lagi jika Kris juga menaruh perhatian pada member yang lain.

“Kalo di EXO-M?” Chanyeol nyambar. Padahal yang giliran bertanya kali ini sudah mau ngeluarin suaranya.

“Um… Uh… Luhan!”

DUARRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!

Sehun mendadak lemes. Ia udah tau kalo ini bakal terjadi. Abang favoritnya itu selalu jadi inceran setiap member, bahkan di beberapa interview Kris juga sering ngaku kalo Luhan itu yang paling cantik dari semua member. Itu artinya Kris pingin Luhan jadi Uke-nya, kan? Kalo tadi Yeol berasa ada Guntur, sekarang Sehun malah berasa ada ratusan tawon yang menyengat keteknya. Pedih banget!!!!!

“HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……!!!!!!!!!! AKU MAU PULANG!!!! EOMMA!!!!” Sehun histeris. Kini ia sudah RLAB di lantai pasar dengan banjir airmata. Chanyeol berusaha mengentikan Sehun yang semakin menggila. “Sudah nak. Sudah. Kita harus kuat, tabah, dan ikhlas. Tuhan akan membukakan pintu kebahagian buat kita,” ucap Chanyeol menangkup wajah Sehun. Kata-kata yang Chanyeol gunakan sebenarnya adalah petikan dari salah satu sinetron ramadhan yang biasa dia tonton sehabis pulang shalat tarawih. Lho?

“Oppa, MV girlband mana yang paling kau sukai?”

“Sistar 19, Ma Boy.” Chanyeol sama Sehun yang masih perpose ala sinetron dengan airmata –bo’ongan- jadi seger lagi dan berhifive ria. Ternyata Kris masih normal dan enggak mau rebutcouple mereka.

“Kenapa suka MV yang itu?”

“Model cowoknya cakep sih,” jawab Kris sambil menggigit-gigit kecil telunjuknya. Duo hipnotis yang sebelumnya udah cerah banget kaya’ terik matahari yang bikin Kkamjong jadi item kini mendung kembali. JDER!!! JDER!!! JDER!!! Petir disana-sini. Semua cowok yang liat itu MV bakal mikir gimana seksehnya Hyorin sama Bora di MV itu yang lagi wave dance. Gerakan meliuk-meliuk kaya’ ombak pantai. Tapi Kris? Dia malah suka karena model MVnya?!!! O__O

“Untuk orang yang pundaknya saya tepuk harus mendengarkan sugesti dari saya. Hanya saya. Kamu hanya mendengar dan menjawab pertanyaan saya. Jangan hiraukan suara tepuk tangan atau suara kentut Sehun yang baunya kayak jengkol kadaluarsa.” Sesi pertanyaan dari fans selesai. Sekarang? Saatnya balas dendam. Muahahahaha.

“Tadi loe bilang suka MV Sistar19 yang Ma Boy, kan?”

“Hu’um.” Kris ngangguk.

“Berarti loe bisa gerakan wave dancenya SIstar 19, dong?” Tanya Chanyeol.

“Um… biar gue coba.” Kris langsung bangkit dengan mata tertutup. “Sehunnie, musik,” pintanya. Tapi Sehun belum beranjak dari tempatnya. Ia masih betek banget sama Kris yang suka sama Luhan. “Ogah, nyalain aja sendiri!” balasnya cuek.

Chanyeol bangkit, “oke, oke. Biar gue aja.” Sebenernya Chanyeol juga ogah. Tapi demi menarik perhatian dari fangirlnya yang semakain membeludak di jalan Myeongdong ini. Akhirnya ia memaksakan diri.

Music di nyalakan, dan Kris memulai wave dancenya.

Oh Ma Boy ~ Oh Ma Boy ~Baby

niga museun sarangeul ara, nae mam man apa

Oh Ma Boy ~ Oh Ma Boy ~Baby

niga eotteohke nae mameul ara, Don’t let me down Boy

Ada yang bisa ngebayangin? Bahkan author yang merangkap jad istri ke 101nya Kris pun enggak bisa ngebayangin gimana Kris meliuk-liukan badannya kaya ombak persis seperti di MV Sistar. Fangirl Kris yang dikira pada mau kabur semua karena biasnya dinistkan justru pada rame-rame ngambil handycam atau SLR mereka. Ini momen sekali seumur hidup liat Kris yang biasanya sokcool keliatan, WOW… FANTASTIC BABY!

Chanyeol dan Sehun kembali RLAB di jalanan Myeongdong. Perutnya mules kebayakan ketawa. Ngeliat Kris yang ngelakuin wave dance dengan gerakan malu-malu dan sedikit nepsong bikin Si Happy Virus dan Magnae sok imut ini guling-guling. Acara TV mereka adalah acara nasional. Belum lagi di tambah fans mereka dari luar negeri yang bakal nonton video ini di Yousube nantinya. Mereka tertawa puas! Rasakan pembalas dendam mereka.

“Hyung! Itu Kris hyung lagi wave dance atau lagi ngebor?” Sehun masih ketawa guling-guling.

“Gue… Haha… Gak… Haha… Tau… Haha… Lagi Boker… Haha… Kali,” balas Chanyeol.. dia memegangi perutnya yang terasa digelitik.

Setelah pulih dari guling-gulingnya Chanyeol mengakhiri acara hipnotis hari ini. Sebenernya dia belom puas sih. Tapi sutradaranya udah melotot sambil nunjuk jam tangannya seolah bilang, “durasi, durasi!!!”

“Oke, untuk orang yang saya sentuh. Dengarkan sugesti saya. Lupakan segala pertanyaan-pertanyaan yang sudah saya tanyakan tadi. Lupakan kalo anda disini pernah mempermalukan diri anda sendiri ke seluruh penjuru Bumi. Saya sarankan sebaiknya anda pulang ke EXOplanet karena ketampanan dan tampang cool anda sudah tercemar. Lupakan kalau anda pernah pernah menyukai sesame jenis. Kita, manusia diciptakan berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan, semua laki-laki sudah menerima satu jatah wanita untuk mereka. Jadi kamu enggak usah lagi menyukai Baekki punyaku dan Lulu punya Sehun apalagi cowok di MV Sistar. Dan saat kamu mendengar tepuk tangan yang cukup keras kamu akan terbangung.” Chanyeol memberikan aba-aba kepada para penonton untuk bertepuk tangan.

“Siapa nama kamu?” Tanya Chanyeol saat Kris bangun. Ia memegangi kepalanya yang terasa berat sehabis di hipnotis.

“Kris.”

“Nama asli?”

“Wu Yi Fan.”

“Nama beken?”

“K.Li.”

“Nama 4l@y?”

“Gue Kris, bukan Lay,” jawab Kris kalem. Enggak seperti yang tadi.

“Apa kesan-kesan loe selama jadi leader EXO-M?”

“Kesan gue selama jadi leader EXO-M itu menyenangkan. Para member enggak susah di atur. Mereka juga selalu bangun tepat waktu, makan bareng. Pokoknya semuanya itu masih dalam kendali.”

“Oh… kalo loe di dorm biasanya loe bantu’In member yang lagi bersih-bersh enggak? Atau loe malah enak-enakan tidur?”

“Sebagai leader yang bertanggung jawab urusan bersih-besih dorm biasanya gue ngambil bagian yang paling banyak. Mulai dari nyampu sambil nyuci bajunya para member.” Semua penonton tertawa karena jawaban Kris 1800beda dari yang tadi.

Sehun mencak-mencak di samping Chanyeol, “cuih, geotjimal. Pantes Luhan hyung enggak gede-gede ternyata di paksa kerja rodi sama itu bule gila. Lihat aja loe, pas semua member M pada mau balik ke China gue laporin loe SM dengan tuduhan ‘penyiksaan anak di bawah umur’.” Sehun tersenyum evil memikirkan rencananya.

“Sehunnie, musik!” titah Chanyeol. Sehun langsung menyalakan lagu yang tadi sempat diputar sebelumnya. Sistar19-Ma Boy.

Oh Ma Boy ~ Oh Ma Boy ~Baby

niga museun sarangeul ara, nae mam man apa

“Kris, loe bisa nge-dance lagu ini enggak?” Chanyeol megangin perutnya nyoba nahan tawa.

“Ya enggaklah, ini kan dance girlband.”

“Mau nyoba dance ini? Sedikit aja. Gue pingin liat fangirl loe pada pingsan kaya’ waktu ngeliat loe makan es krim di airport.” Tawa Chanyeol udah hamper meledak. Mukanya udah merah banget nahen tawa.

“Hm… next time.” Itu mantra keramat Kris yang seolah ngasi harapan ke fansnya. Padahal ia sama sekali enggak mau!

“Hah… ya sudahlah. Gue nyerah. Oke! Selesailah acara hipnotis kita kali ini, saksikan lagi minggu depan yah…” Chanyeol, Sehun, Kris dadah depan kamera, semenatara lagu Ma Boy masih mengalun lembut di belakang menjadi saksi bisu Kris yang ternyata enggak pesong ngeliat Hyorin. Poor Hyorin -___-

Seminggu kemudian di dorm EXO-K…

Seminggu setelah recording akhirnya variety show Chanyeol sama Sehun tayang di tivi. D.O sama Baekhyun nonton dengan khusyuk berdua di depan TV plasma mereka.

“Huahaha… Kris!!! Haha!!!” Baekhyun guling-guling di depan TV, sedangkan D.O masih O__O. Sampailah mereka pada part dimana Kris bocorin rahasianya yang suka sama Baekhyun dan Baekhyun baru mengetahui kalo di hape Chanyeol ada banyak fotonya. Pantesan aja Yeol enggak pernah ngasi siapapun nyentuh handphonenya.

“CHANYEOL!!! HAPUS FOTO GUE DI HAPE LOE!!!” Dan teriakan Baekhyun di pagi hari itu mengawali kericuhan di dorm EXO-K.

.

.

.

.

.

[E.N.Dang]

Credit : EXO Fanfiction

One thought on “TRAGEDI Tiang Listrik di Myeongdong

  1. I simply want to mention I am just very new to blogging and absolutely liked you’re blog site. Probably I’m planning to bookmark your site . You surely have fantastic articles and reviews. Cheers for sharing your webpage.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s