Tragedi Celana Dalam

A BACON

Tittle: TRAGEDI Celana Dalam.

Author: ExoticBaekYeol & Byun Bacon

Genre: Comedy dan Friendship akut, enggak jelas -___-

Main cast: Liat poster!

Ratting: NC-612. Becanda ding ^^V

Leght: Series.

WARNING: cerita ini akan menistakan bias kalian tingkat maksi, jadi sebelum marah-marah enggak jelas karena biasnya dinistakan silahkan tekan BACK! Tapi baca dulu setengah sebelum tekan back, kalo seru lanjutin baca, ya… kekek~

Yang enggak bisa ketawa, berusaha keraslah untuk tertawa ketika membaca ff ini. Yang hobi ketawa silahkan RLAB sepuas kalian :D

Satu lagi, sebelum baca ff ini disarankan –harus- menyediakan satu atau dua kantung muntah untuk jaga-jaga.

Yang paling penting… No Silent Readers! Yang jadi silent readers bakal digentayangin hantu eyeliner. Kke~

SELAMAT MEMBACA  ~(˘˘~) ~(˘˘)~ (~˘˘)~

-T.R.A.G.E.D.I-

“Hoaaammm…” Baekhyun menguap keras. Kemarin dan hari ini mereka tak punya jadwal sama sekali. Hari yang bagus untuk bermalas-malasan di dalam selimut seperti yang ia lakukan, ketimbang seperti Chanyeol yang menghabiskan waktu liburannya untuk menjenguk eommanya yang sedang sakit.

“Baekhyun-ah, irona!” teriak Suho dari luar. Mendengar Suho yang mengetuk pintu kamarnya dengan bringas makin membuat Baekhyun merapatkan selimutnya. Sejak Chanyeol pergi kemarin ia benar-benar merasa merdeka. Ia menjadi penguasa tunggal kamar BaekYeol couple ini. Kasur Chanyeol yang berada di sisi lain kamar ini ia satukan dengan miliknya sehingga sekarang ia seperti mempunya bed besar untuk dirinya sendiri. Huahaha.

“Baekhyun, jika kau tak segera mandi aku akan membuang koleksi batumu!” ancaman pedas dari luar langsung membuat mata sipit tanpa eyelinernya terbuka, “ANDWAE!!!!!!!!!” teriaknya dari dalam. Baekhyun mempunyai banyak koleksi batu berbagai bentuk langka yang ada di seluruh Korea. Batu-batu itu adalah koleksi Baekhyun sejak di Taman Kanak-Kanak. Awalnya ia ingin menjadi kolektor miniatur mobil, tapi eommanya malah memberinya batu yang mirip bentuk mobil, dan sejak saat itulah Baekhyun menjadi kolektor batu. Poor Bacon~

Baekhyun baru saja akan kembali tidur ketika mendengar suara Joon Myun yang masih ada di balik pintu. “Byun Baek, aku sedang tidak bercanda! Bangun sekarang atau terima batu-batumu aku jual ke anti fans,” titah Suho. Baekhyun langsung berdiri tegak. “Ayay! Captain!” balasnya lengkap dengan gerakan hormat walaupun sebenarnya tak dapat dilihat oleh Suho.

“Cepat pergi mandi.” Itu adalah ucapan terakhir sebelum langkah kaki itu berjalan menjauh dari kamarnya.

Baekhyun berjalan gontai ke arah lemari untuk mengambil handuknya. “Cih, Suho hyung selalu mengacaukan liburanku,” gerutunya pelan sembari menghilang di balik pintu kamar mandi. Di dalam kamar mandj ia hanya mencuci muka dan gosok gigi. Awalnya ia memang berniat mandi. Tapi saat merasakan air dingin yang menusuk kulit mulusnya yang kerempeng itu, akhirnya ia mengurungkan niatnya. Saat tengah menggosok gigi ia melihat sebuah alat cukur. Dipandanginya wajahnya di cermin. Nampak ada beberapa bulu liar tumbuh di sekitar dagu dan pertengahan antara hidung dan bibirnya. Tapi, karena mash trauma dengan kejadian ‘Bulu Ketek Suho’ yang menempel pada pisau cukur itu Baekhyun kembali mengurungkan niatnya. Setelah selesai, ia kembali menemukan Suho berada di depan kamar mandi.

“Sudah selesai?” Tanya Suho kalem.

“Udah.”

“Tapi kok daritadi enggak ada suara orang mandi?” Suho makin curiga. Pasalnya main vocal EXO-K ini baunya udah ga ketulungan kayak jengkol kadaluarsa. Beberapa lalat yang berterbangan di sekitar Baekhyun juga menjadi pelengkap yang membuktikan kalau Baekhyun belum mandi.

“Udah mandi kok.” Baekhyun ngotot. “Mukanya doang tapi,” bisik Baekhyun pelan.

“YAK!!! Pantes bau’. Mandi sono! Dari kemarin loe belum mandi, kan?” Suho kembali mendorong Baekhyun masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari luar. “Kalau loe belum selese, gue enggak bakal buka’in pintu.”

“Tapi hyung… dingin~” rengek Baekhyun.

“Mandi atau batu loe-“

“OKE! GUE MANDI!!!” setelah itu terdengar suara gemersik air dari dalam. Suho tersenyum penuh kemenangan. Satu tugasnya kini sudah selesai. Kini saatnya ia beralih membangunkan si raja tidur. Kim Jong In.

Baekhyun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk putih sebatas dada sampai bawah lututnya.  Ia bersenandung kecil saat keluar dari kamar mandi sembari menggosok rambutnya yang basah. “Sexy, free, and single, I’m ready too Bingo!” Senandungnya. Lagu itu adalah lagu yang paling pas untuk menggambarkan dirinya saat ini. Baekhyun berdiri di depan cermin dalam kamarnya. Mencoba beberapa pose yang menurutnya sexy. Sexy? Cek. Saat ini Chanyeol sedang pergi jadi dia… FreeSingle? Oh tentu saja ia masih single. Bingo!

Baekhyun membuka lemarinya. Hari ini ia berencana akan memakai boxer TTS limited editionmiliknya yang ia simpan di lemari paling belakang terbungkus dalam kotak kaca transparan. Absennya Chanyeol kali ini benar-benar membuat Baekhyun berasa free.

“Lalala~. Taeyeon, Tiffany, Seohyun. Come to Baekhyunni- AKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKH!!!”

“YAA!!! Kenapa? Ada apa? Jakunmu hilang? Kau berubah menjadi perempuan? Punya dada? Kau menstruasi?” cecar D.O yang tergopoh masuk ke dalam kamar Baekhyun. Jangankan untuk membuka apronnya, melepas penggorengan saja ia tak sempat karena mendengar teriakan Baekhyun.

“D.O-ya, boxer TaeTiSeo ku hilang. Huwaaa…”Baekhyun menghambur ke arah D.O, melupakan bahwa ia tengah memeluk penggorengan panas, bukan seorang Do Kyung Soo.

Member lain datang ke kamar Baekhyun. “Ada apa?” Suho panik! Setelah berhasil membangunkan Kai dengan susah payah kali ini mood maker EXO-K ini kembali membuat masalah. Sementara duamagnae mengekor di balik badan leader. Mata mereka masih belum sepenuhnya terbuka akibat tadi malam sibuk main tic tac toe sambil nonton bola.

“Huwaaa… Suho-hyung, Tiffany… Hiks… Taeyeon… Hiks… Seo… Hiks… Hilang!!!” Baekhyun menggila sementara Suho mengap-mengap kaya’ cupang. “SNSD sunbae hilang? Jinjja? Siapa yang culik??” jiwa fanboy SNSD yang dikubur Suho dalam-dalam sejak mereka debut hilang sudah. Ia shock banget tau biasnya hilang.

D.O hanya memutar bola matanya bosan, “maksudnya boxernya yang ada gambar TaeTiSeonya hilang hyung.”

“Woaaahhh… jadi ternyata yang dapet boxer TaeTiSeo –spesial-limited-edision-tebatas-langka-itu loe ya?” Suho balik nanya ke Baekhyun. Baekhyun cuma ngangguk.

“Huwaaaaaaa…… jadi kamu yang dapet boxer itu??!!!! Kenapa enggak bilang-bilang??!!! Gue padahal udah stay di depan laptop 25 jam cuma buat dapetin boxer itu, dan ternyata yang dapet boxer itu loe???!!! Huwaaaa…” kini Suho pun ikut menangis. ia enggak rela karena ternyata fans beruntung yang dapet boxer TaeTiSeo di lelang kemarin yang hanya ada satu-satunya di tujuh kehidupan ini itu adalah Baekhyun. Sedangkan ia juga sedih karena belum sempat berkenalan dengan kolor Baekhyun.

“Hyung.” Akhirnya si Kkamjong buka suara.

“Huwaaaa…”

“Hyung.”

“Huweeeee…”

“HYUNG!!!”

“APA???” Baekhyun sewot. Si Kkamjong hobi banget kayaknya ngancurin acara nangis-nangisannya sama Suho.

“Handukmu terbuka.” Kai melengos pergi.

“HUWAAA!!! YADONG!!!”

-T.R.A.G.E.D.I-

“Pokoknya kita harus bisa nemu’in boxer Baekhyun. Arraseo?” Suho memerintahkan semua anak buahnya buat nyari kemana boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka milik Baekhyun yang  menghilang.

D.O dan Kai nyari di dapur sama kamar mereka. Sehun kebagian nyari di ruang tamu dan kamarnya sendiri. Sisanya dihadiahkan kepada Baekhyun karena yang hilang itu boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka- punyanya dia. Suho? Dia daritadi sibuk mondar-mandir di ruang TV buat nyusun rencana gimana cara ngerebut kolor Baekhyun jika sudah ketemu nanti.

“Push… push… push…” Kkamjong sarap! Manggil kolor kok kayak manggil kucing.

“Gila loe! Yang kita cari itu kolor. Bukan kucing, dodol.” D.O protes.

Kai sewot. “Di MV TTS yang jadi modelnya siapa? Gue, kan? jadinya gue tahu gimana cara nemu’in itu kolor. Hyung diem aja. Di MV TTS kan ada kucing, tuh. Kali aja kalo kita panggil push… push… kolornya bakal keluar,” jelas Kai panjang lebar dikali tinggi.

“Oiya, ya.” D.O manggut-manggut.

“Push… push… push…”

Lain Kai dan D.O lain juga si magnae, Sehun. Daritadi kerja’annya cuma selonjoran di kursi ruang tamu. Nanti kalo Suho dateng untuk ngecek barulah si magnae itu sibuk pura-pura nyari. Suho begok! Masak dia percaya aja pas Sehun mengeliat atap tembok seolah mencari sesuatu.

“Sehunnie, kenapa kamu malah tiduran? Ayo! Cepet bantu nyari!”

“Iya, hyung. Ini juga lagi nyari,” balas Sehun sambil tetap menghadap langit-langit ruang tamu.

“Nyari di mana, hidungmu??!!”

“Aku ngeliat atas nunggu ada cicak, hyung. Siapa tau itu cicak lagi make kolor TaeTiSeo punya Byun Baek hyung.”

“Emang kamu tau dari mana kalau cicak itu pake kolornya Byun Baek?”

“Tanya aja langsung entar kalo dia lewat!”

“Kalo dia enggak mau ngaku?” Suho jadi penasaran apa yang akan dilakaukan magnae EXO-K itu untuk menemukan kolor Baekhyun.

“Kalo enggak mau ngaku? Hm…” Sehun terdiam sejenak, “aku kasi aegyo!” jawabnya bangga.

Suho diem, dia tampak berfikir sejenak. Sedangkan Sehun udah keringet dingin. Takut kalo hyungnya ini sadar dia lagi ngarang cerita dongeng. “Oke!” dengan tiga kata itu Suho resmi berpindah tempat inspeksi diiringi tarian selamat tinggal dari Sehun (?)

Kita beralih ke abang Byun Baek yang masih galau karena boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka- nya masih belum ditemukan. Bagaimana keadaan boxernya? Apa ia ketakutan? Kesepian? Belum makan? Atau sedang menangis? itu kolor woy! Bukan author yang ngilang! Cih, dasar enggak peka!

Baekhyun nyari ke segala penjuru rumah. Mulai dari kamar mereka sampai ke bawah pot. Tapi nihil. Ia belum berhasil menemukan boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka-kesayangannya yang belum sempat ia kenakan sama sekali.

Tunggu dulu!

Ia sama sekali belum pernah menggunakan boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka-miliknya yang masih tersimpan rapi dalam kotak kaca dalam lemarinya. Tapi kenapa kolornya bisa hilang?

Bukankah berarti ada mencuri boxernya?

“MALING!!!!” Dan teriakan ababil dari salah satu main vocal EXO-K ini menjadi teriakan ke 103nya di hari ini.

-T.R.A.G.E.D.I-

“Buka celana kalian!” Semua member melotot mendengar titah Baekhyun. Terutama D.O.

“Shireo! Bahkan Luhan hyung belum menyentuhnya!” Sehun meletakkan tangannya di aset berharganya. Yaitu ikat pinggang emas hadiah ulang tahun dari SM.

“Kalian berfikir tidak kalau menghilangnya boxerku adalah suatu hal yang janggal?”

“Kenapa bisa janggal?” D.O bertannya.

“Karena boxer itu harusnya masih ada dalam kotak kaca dalam lemariku! Berarti salah satu dari kalian sudah ada yang mengendap-endap masuk ke dalam kamarku untuk mengambil boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka- punyaku, kan? ayo ngaku!!!” tuding Baekhyun sambil menunjuk member satu-satu.

“Kami bahkan tak pernah tahu kalau hyung punya boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka- hasil menang di lelang Sone!” Sehun membalas kata-kata Baekhyun.

“Iya.. iya. Eitss… tapi yang menerima paket itu ketika sampai kau kan, Kkamjong?”

“Paket yang mana?”

“Paket yang datang sebulan lalu. Yang kurirnya cantik itu loh…” Baekhyun kembali mengingatkan.

“AH! Iya! Aku ingat sekarang. Kau tahu, hyung? Kecantikan kurir itu melebihi Kim Tae-“

“…Tae Min,” sambar Sehun.

D.O menjewer telingan Kai, “kalo udah liat cewek cantik aja cepet banget loe inget!”

“Itu berarti loe tahu dong kalau boxer gue dateng? Karena loe yang nerima paketnya.”

“Ani, aku enggak tahu tuh!” balas Kai singkat,

Suho udah bolak-balik kaya’ setrikaan di ruang TV mikirin gimana cara nemu’in kolor Baekhyun yang –spesial-limited-edision-tebatas-langka- itu. Aha! Dia dapet ide setelah ngeliat salah satu miniatur tokoh kartun terpajang manis di dekat TV mereka.

“Ah… annyeonghaseyo,” Suho menelepon seseorang. Beberapa kalimat yang diucapkan orang di sebrang sana membuat Suho kalang kabut dan berlari ke arah member lain yang tengah berkumpul di kamar Baekhyun. “Hei, kalian ada bisa bahasa Jepang? Aku sedang menelepon kantor detektif Kogoro untuk menyelesaikan kasus ini.”

Semua member menggeleng. Merutuki leader mereka yang otaknya pas-pasan itu.

Yang pertama, Suho terlalu terobsesi dengan anime.

Yang kedua, Suho enggak bisa bahasa Jepang.

Yang ketiga, Suho terlalu gampang di’boongin.

“Hyung, ini bukan kartun Detective Conan!” kata Kai sambil geleng-geleng.

D.O jadi ikutan, “emang hyung dapet nomor teleponnya dari mana?”

“Hm… dari… sini,” Suho menunjuk bagian bawah miniatur, dimana disana tertera sebuah nomor telepon. GUBRAK!

Sehun enggak ikut berkomentar dan malah keluar dari kamar Baekhyun. Beberapa menit kemudian Sehun kembali dengan kacamata oversize dan pakaian serba biru khas seragam sekolah.

“SHINICHI!!!” Baekhyun refleks memeluk Sehun yang dikiranya adalah tokoh kartun favoritnya.

“Ini aku, hyung. Sehunnie.” Sehun mencoba melepaskan pelukan Baekhyun yang erat banget kayak lem super.

“Kamu ngapain pake baju begituan? Mau jadi cosplay?” komentar Suho.

“Ani, kalau enggak ada Conan Edogawa yang nyelesein kasus ini, biar Sehun Edogawa yang menyelesaikannya,” ucap Sehun bangga sambil membusungkan dada.

Sehun berjalan ke arah lemari Baekhyun. Dibukanya pintu itu dengan pinset kecil. Takut sidik jari tersangka terhapus oleh sidik jarinya. Setelah membuka pintu lemari Sehun sempat tenganga sebentar. Pasalnya lemari pakaian Baekhyun lebih mirip tempat sampah atau gudang. Pasalnya di lemari Baekhyun ada berbagai sampah snack, minuman kaleng, sampai sampah bekas ramyun. *hoek*

Sehun memakai sarung tangan dan mengambil kotak kaca yang beruliskan ‘TaeTiSeo-Twinkel’ yang isinya sudah raib entah kemana.

“Menarik…” gumamnya sambil membolak-balik kotak kaca itu.

“Menarik…”

“Menarik…”

“Apanya yang menarik?” Baekhyun penasaran. Tapi ia tak menemukan apapun yang menarik di dalam kotak kaca yang kosong itu.

“Ini, foto Taeyeon disini cantik banget!” sudut kepala Baekhyun sudah mengeluarkan empat sisi siku-siku. Magnae gila ini kelihatannya sama sekali tak membantu!

“Ah! Aku mendapat petunjuk!” teriak Sehun bangga. Ia menunjuk bagian bawah kotak kaca itu dan mendapati sebuah note kecil terpampang disana.

Baekki, aku pinjam dulu boxermu, ya? Celana dalamku habis. Hehe…. Annyeong^^ moah {}

Tak salah lagi, itu adalah tulisan tangan cakar ayam milik roommatenya yang kini tengah raib. Sialan! Ia sudah susah-susah menyembunyikan boxer ini cukup lama karena takut Chanyeol akan memakainya. Justru sekarang keperawanan boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka-miliknya kini sudah direnggut paksa oleh Chanyeol.

“HUWAAAAA!!!! CHANYEOL!!!”

“Apa? Apa yang terjadi? Chanyeol mati???”

“Chanyeol yang memakai boxerku! Huweeee…” Baekhyun sesenggukan diikuti Suho di sampingnya. Mereka enggak rela Chanyeol yang bukan SONE memakai boxer TTS –spesial-limited-edision-tebatas-langka- itu,

TOK TOK TOK

“Itu pasti Chanyeol,” pikir Baekhyun. “Biar aku yang buka! Tiang listrik itu harus mendapat pelajaran!” diambilnya tongkat baseball dari ruang tamu. Ia berjalan pelan-pelan sementara ketukan diluar semakin menggila.

TOK TOK-

“AUWWWW… kepalaku jangan di ketuk!” Baekhyun meringis memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Ternyata yang mengetuk itu manager-hyung.

‘Siapa suruh kau pendek.” Manager melengos masuk. Tapi sebelumnya, ia sempat menjitak kepala Baekhyun sekali lagi. “YAAAA!!”

Baekhyun menunggu di balik pintu. Hari ini Chanyeol pasti akan pulang karena besok jadwal mereka akan kembali padat.

Setelah menunggu beberapa jam pintu kembali di ketuk dari luar, Baekhyun yang sebelumnya sempat tertidur membuka matanya cepat dan langsung menghambur ke balik pintu.

“NAH PARK- EH??? EXO-M??? kenapa kalian disini?”

“Kau lupa besok kita akan perform di LA. Minggir, kami capek!” Kris menjitak kepala Baekhyun sebelum berlalalu ke dalam.

“YA! Kris hyung. Sakit!” mungkin kalo ini cartoon Crayon Shinchan sudah ada dua benjolan super besar di kepala Baekhyun.

Baekhyun masih belum menyerah. Kini ia beralih ke ruang tivi dengan tongkat baseball yang masih lengket di tangan kanannya.

“Hyung, tongkat itu buat apa?” kata Tao yang tengah menonton acara TV ‘Antara Hitam dan Putih’.

“Buat ngulek sambel,” balas Baekhyun asal sambil mengambil tempat di sebelah Tao. Tongkat baseball ya buat main baseball lah. Eh? Bukannya tadi tongkat baseball ini mau ia gunakan untuk memukul kepala Chanyeol. Jadi… kesimpulannya tongkat baseball itu fungsinya buat nimpuk kepala orang, gitu?

Kepala Baekhyun yang sakit jadi tambah pening gara-gara mikirin kesimpulan ngawur yang ia buat sendiri.

“Tao-ya, pindahkan channelnya! Jam 4 sore adalah giliranku menonton ‘ChanHun bukan Kkamjong’.” *baca TRAGEDI: Tiang Listrik di Myeongdong* Baekhyun berusaha mengambil remote TV dari tangan Tao. Tapi Tao dengan cepat menepis tangan lentik Baekhyun dan pandangannya kembali focus ke arah TV. Pasrah. Akhirnya Baekhyun ikutan menonton acara itu. Kata pertama yang ada di kepala Baekhyun saat menonton acara itu adalah MEMBOSANKAN! Hostnya hanya bersantai di kursi sambil melontarkan beberapa pertanyaan kepada bintang tamu. Beberapa kali juga host yang berwajah seram semi angker itu juga mencoba ‘melucu’ dengan menggangu pianis yang sibuk dengan pianonya di sudut ruangan. Penonton menertawakan mereka tapi Baekhyun sama sekali tak berminat menggerakkan kedua sudut bibirnya ke atas untuk membuat sebuah sudut lengkung yang disebut senyuman. Hanya ada wajah bosan yang terukir di wajahnya , sangat berbeda dengan Tao yang tertawa terbahak-bahak ketika sang host meledek si pianis.

“Tao-ya?”

“Hmm.. ap- HAHAHA -pa, hyung?” Tao masih tak bisa mengontrol tawanya.

“Kamu bisa bahasa Indonesia?”

Hening

“Enggak. Emang kenapa hyung?” Tao kini benar-benar berhenti tertawa dan memfokuskan pandangannya ke Baekhyun.

Baekhyun menggeleng lemah. Magnae ini memang benar-benar… ups… “ Terus kenapa loe ikut ketawa? Ini kan acara TV Indonesia.”

“Biar ada yang diketawain aja, hyung. Hehe.” Magnae aneh ini cengengesan. “Hyung?” kini giliran Tao yang memanggil Baekhyun.

“Apa?” Baekhyun masih menatap datar TV flat dihadapannya.

“Hyung berasa enggak sih kalo host acara ini itu kaya’ familiar banget?”

Baekhyun kini tertarik dengan obrolan Tao, “hu’um! Tadi gue juga sempat mikir kaya’ gitu. Tapi mirip siapa ya?”

“Kayak member EXO deh.” Tao mengelus-ngelus dagunya pelan. ia berharap jika ia mengelus-ngelus dagunya hidungnya akan mengeluarkan jin. *emangaladin?O__O*

“Mirip Suho hyung?”

“Ani.”

“Mirip Lay?”

“Bukan.”

“Mirip Kkamjong?”

“Iteman juga si Kkamjong.”

“Sehun?”

“Oh… Sehun lebih tampan, hyung!”

Mereka terdiam sejenak sambil menatap layar televisi dengan khusyuk. Kini mereka sedang mencoba membanding-bandingkan host di TV itu dengan salah satu dari mereka. Tao memandangi Baekhyun dan TV secara bergantian. “Loe kenapa? Ngefans?” Baekhyun merasa diperhatikan Tao akhirnya menoleh.

“Ani. Aku fans nomor 1 Kris gege. Weeeeek~” Tao malah melet-melet gaje. Bosan mencari host itu mirip siapa diantara mereka Tao lebih memilih membuka smartphonenya. Iseng, akhirnya ia memakai keyword EXO di mesin pencarian. Tak sampai satu detik beribu artikel tentang mereka sudah terpampang di halaman awal. Salah satu situs yang membahas tentang mereka adalah ppuingppuing.blogspot dan exoticselfs.wordpress *promosi* *disumpelbaozi*. Bosan dengan artikel berbahasa asing yang ia tak mengerti akhirnya Tao memilih ke pencarian gambar. Mulai dari gambar teaser mereka sampai foto-foto mereka dengan gaya aneh dan sedikit nyeleneh terpampang disana. Tao membukanya satu persatu sampai ia berhenti pada satu gambar. Ia kembali menatap layar TV. Kini ia beralih pada smartphonenya. Menatap TV sekali lagi. Dan begitu seterusnya sampai kira-kira satu jam.

“HYUNG!!!! AKU TAU SEKARANG!!!!!” Tao mengguncang bahu Baekhyun kasar. Baekhyun menyeka iler yang sempat keluar dari ujung bibirnya. Pertama-tama ia masih memikirkan host itu mirip siapa. Tapi lama kelamaan ia malah bengong dan jatuh tertidur.

“Tau apa? Sodaranya tempe?”

“Aku sekarang tau kalo host itu mirip siapa!!!”

“Emang mirip siapa?”

Tao yang melihat muka Baekhyun menggeleng lemah. Kok enggak mirip, ya? Bisiknya pelan.

“YA!!! Diam kalo begitu! Aku ngantuk!” Baekhyun baru saja akan kembali tidur kini diguncangkan oleh Tao.

“HYUNG AKU TAU!”

“Loe Tao, bukan Tau!”

“Tunggu disini. Jangan kemana-mana.” Setelah itu Tao entah menghilang entah kemana. Kesempatan bagus untuk Baekhyun untuk kembali tidur sebelum magnae gila itu kembali dan berkata ‘Aku tahu, hyung.’ Saat tengah terlelap Baekhyun merasakan matanya terasa aneh. Ada rasa gatal, geli, dan sakit di dekat matanya. Tapi karena tak kuasa menahan kantuknya ia meneruskan mimpinya yang sedang berbicara dengan boxer TTSnya yang raib dikenakan Chanyeol.

“HYUNG AKU TAU!” Tuh kan, magnae gila ini enggak rela biarin abang Bacon tidur nyenyak kayaknya.

“Tsk! Minggir! Gue tidur di kamar aja! Bete’ liat muka loe,” kata Baekhyun pedas sambil melangkah ke kamarnya. Meninggalkan Tao yang tiba-tiba berubah sembab sehabis dibentak.

“Wu Fan, ge,” rengeknya. Sejurus kemudian namja yang 5x tinggi author yang pendek ini muncul dari dalam kamar Joon Myun. Penerbangan China-Korea membuatnya sedikit jetlag. Tapi jika si bungsu memanggilnya, ia akan langsung membuka mata elangnya.

“Waeyo? Kamu kenapa? Dipukul Jong In? atau diusilin Chanyeol? Atau dikasi bakso basi sama YiXing?” Tanya Kris sambil mengusap mata Tao yang sembab akibat menangis.

“Baekhyun hyung… hiks… bentak… hiks… hiks… dimarah… hiks…”

“Kamu dibentak Baekhyun?”

Tao mengangguk. Tangisnya semakin menjadi ketika babysitternya datang. “HUWAAAAAA…. Terus aku dipukullin… terus… dia… hiks… katanya enggak suka… hiks… kalau aku deket sama Wu Fan ge… hiks… dia juga…. Hiks… minta… boneka panda yang…. Hiks… Wu Fan ge kasi… HUWAAAAA…”

“Cup… cup… cup… sayang, jangan nangis, entar imutnya hilang, “ hibur Kris. Sesekali ia menepuk pelan pundak sang magnae untuk menenangkannya.

“Wu Fan ge, pukulin Baekhyun hyung!” pintanya manja.

Tanpa kata Kris langsung berjalan ke arah kamar yang betuliskan ‘BaekYeol JJANG’ di depan pintu. Kris mengeuk pintu kamar itu dengan bringas beberapa kali. Tak mendapat jawaban akhirnya namja tertinggi di EXO ini mendobrak pintu kamar Baekhyun yang sebenarnya tak pernah dikunci dari dalam -___-

“AUWWW… YAAA!!! SAKIT!!!”Baekhyun terjungkal ke belakang akibat dobrakan Kris pada pintu kamarnya. Padahal ia baru saja akan membuka pintu kamarnya.

Kris ternganga. Kini Baekhyun hanya mengenakan kaus dalam tipis berwarna putih dan boxer hijau lumut yang membuat tubuh kerempengnya tercetak jelas. Oh… jangan lupakan eyeliner belepotan yang sempat dipoles Tao.

“Hyung…” Baekhyun mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan Kris yang masih nge-blank.

“…”

“Hyung…”

“…”

“Hyu-“

“SETANNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!” teriak Kris kencang sambil berlari keluar kamar Baekhyun. Baekhyun ikut berlari kencang di belakangnya karena mengira di dalam kamarnya ada setan. Padahal setan yang dimaksud Kris adalah dirinya sendiri. Mereka hanya berputar-putar keliling dorm.

“YA! YA! YA! Jangan merusak di dapur kami!” Seru YiXing dan Kyung Soo bersamaan saat Kris dan Baekhyun berlari melewati dapur.

TING TONG tok tok tok

“Annyeong Channie kambek~~~. Buka pintunya.”  Oh… ternyata yang ditunggu dari tadi akhirnya datang juga.  Baekhyun berenti berlari bersama Kris dan lebih memilih untuk mengambil tongkat baseball yang berada di sofa ruang tivi tempatnya dan Tao sempat menonton tadi. Senyum evil tersungging di wajahnya saat membayangkan harga yang akan dibayar oleh seorang Park Chanyeol karena telah memakai boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka- kesayangannya.

CKLEK

“MATI KA- So Nyeo Shi Dae sunbae?”

“Annyeonghaseyo! TTS imnida!”

Baekhyun menganga lebar, karena di samping Park Chanyeol ada girlband idolanya yang merangkap sebagai seniornya di SM. Mereka bertiga kini ada di hadapannya dengan senyum yang teramat sangat! Baekhyun hanya bisa cengo melihat gambar gadis dalam boxer miliknya kini ada di depan mata. Tongkat baseball yang hampir mengenai jidat mulus Chanyeol kini menggelinding ke lantai. Sedangkan pemiliknya…

BRUUUUKKK

Jatuh tak sadarkan diri.

.

.

.

.

.

[E.N.Dang]

Uyeeeee…. Akhirnya selesai juga bagian Byun Baek.

Readers: *glare*

Makasi buat yang udah baca 3 TRAGEDI sebelumnya. Dan masalah novel yang asli ceritanya beda jauh kok. Soalnya itu ceritanya romance dan ceritanya bukan celana dalemnya yang ilang. Tapi nyangkut. Eh?

Readers: *glare*

Saya:Kenapa?

Readers: Gantung woy! Gantung!

Saya: saya mau digantung?

Readers: *nunjuk tulisan endang*

Saya: oh… terus? *mukapolos*

Readers; *bawaTongkatBaseball*

Saya: A… ye. Arraseo. Kita lanjutin bentar ya… maap kalo endingnya lebih gantung daripada yang ini :p

 

T.R.A.G.E.D.I

“Eh? Ini dimana? Namaku siapa?”

“Kamu cuma pingsan. Bukan amnesia. Enggak usah lebay deh!” kata Xiumin yang duduk di sebelah Baekhyun yang baru siuman di ruang tivi.

“So Nyeo Shi Dae sunbae? Odiga?”Baekhyun  celingak-celinguk mencari artis idolanya.

“Mereka baru saja pergi,” sahut Chen yang mulai mengambil tempat di sebelah Baekhyun. “Ini, mereka memberimu sesuatu.” Chen menyodorkan sebuah kotak persegi empat berwarna merah jambu.

Baekhyun membukanya antusias. Ternyata isinya hanyalah sehelai tisu bekas yang sudah di remas-remas. Baekhyun lemas. Dikiranya TTS akan memberikannya hadiah lain seperti boxer limited edition kemarin.

“Apa isinya?” Suho nampak antusias sebagai sesam Sone.

Baekhyun bangun dan menyerahkan kotak itu pada Suho. “Ini, untuk hyung saja,” kata Baekhyun sebelum berjalan ke arah kamarnya.

Baekhyun menutup pintu kamarnya dan mendapati Chanyeol tengah tertidur pulas di kasur super besarnya. Baekhyun kembali teringat bahwa boxer –spesial-limited-edision-tebatas-langka-miliknya tengah dipakai Chanyeol.

“YAKKK!!!! CHANYEOL! LEPASKAN BOXERKU!” teriak Baekhyun sangar yang langsung membuat sang Happy Virus terlonjak kaget.

“Boxer apa?” Tanya Chanyeol. Masih dengan kesadaran minim.

“Boxer TTS –spesial-limited-edision-tebatas-langka- yang kemarin kau pinjam.”

Chanyeol tertawa terpingkal. Entah menertawakan apa. “Oh… yang itu. Tadi TaeTiSeo sunbae kesini untuk mengambil boxer itu. Katanya hadiah kau menangkan itu salah. Sebagai permintaan maaf makanya mereka sendiri yang mengantarkan hadiah yang asli,” jelas Chanyeol panjang lebar.

“Mwoya? Kenapa hadiahku cuma tisu bekas! Di lelang itu dikatakan kalau hadiahnya bertema TTS dan sangat langka.”

“Tisu bekas? Bukankah itu cap bibir member TaeTiSeo.”

“CAP BIBIR MWOYA????!!!!!!” Baekhyun kelagapan karena hadiah itu sudah ia berikan pada Suho. Baekhyun berlari ke luar kamar dan menyaksikan member lain tengah berkumpul di ruang tivi sambil memandangi Suho yang kini tengah menari hula-hula karena berhasil mendapat cap bibir member TaeTiSeo.

“Lalalalala~~~~ akhirnya aku dapat~~~~~ kalau jodoh memang tak kemana~~~~~” Suho menggumam tak jelas sambil meneruskan tari hula-hulanya. Sedangkan tisu yang terisi cap bibir member TaeTiSeo kini sudah aman di dalam lemarinya. Lengkap dengan rantai besi, sinar laser, dan kamera CCTV untuk menjaganya dari jangkauan seorang Oh Sehun.

-E.N.Dang

Ada yang masih inget FF ini ga? *krik

MAAF KARENA UPDATE MOLOR EAPZ ‘-‘)/ laptop rusak 2 bulan chingu. huhuhu ;__; part Byun Baek males banget ngetik ulangnya -_-)v mianhae *bow* part selanjutnya kita berencana make Abang CIumin (/\’3’) ditunggu eapz~~~~~ moah~~~~

ExoticBaekYeol+ByunBacon  #TELEPORT

Credit : EXO Fanfiction

4 thoughts on “Tragedi Celana Dalam

  1. I simply want to tell you that I am beginner to weblog and truly enjoyed your web-site. Very likely I’m planning to bookmark your site . You amazingly come with impressive stories. Thank you for revealing your blog site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s