Ketika Member EXO Terusir (Part 1)

Author             : R.Rains (Kim Ah Ra)

Main Cast        : EXO

Genre               : Fantasy, Comedy gaje, Brothership.

Length              : Chapter

““““““““““““““““““““`R.R“““““““““““““`

KOREA

“Aku tidak mau bermain lagi!!!” teriak Baekhyun dengan penuh amarah.

Semua mata tertuju pada Baekhyun dan seorang namja di depannya, Kai.

“Ya! Kau jangan ngambek begitu. Ini hanya permainan, Baekkie” kata Chanyeol.

Tapi Baekhyun sama sekali tidak menggubris perkataan Chanyeol. Permasalahan berpangkal dari kekuatan Kai yang bisa berpindah tempat kesana kemari dalam sekejab mata dan itu sama sekali tidak cocok untuk permainan mereka, petak umpet.  Sudah ke-78 kalinya Baekhyun menjadi penjaga karena Kai selalu tidak bisa ditemukan.

“Kalau begitu Kai-hyung tidak usah ikut saja,” celetuk Sehun.

Semua menggangguk setuju. Kai menatap tidak percaya kepada hyungdeul dan Sehun. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Baiklah, maafkan aku…….. Mulai sekarang aku pergi saja……………. Bye!”

“Eh?” Suho dan D.O tertegun.

Sedetik kemudian Kai menghilang meninggalkan setetes air mata yang tidak ikut terbawa.

Semua member EXO-K saling tatap menatap. Ada sesuatu yang nyata terungkap dalam benak mereka.

Bersalah???

BUKAN, karena beberapa menit kemudian mereka bersorak gembira, bahkan Baekyeol dan Sehun langsung berjoget ria.

“Yeyeyeyeyeyeye, run devil run, run, run, run, run hahahahahahahaha”

Kasihan Kai.

“““““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““““““““““““““““

Di tepi sungai Han

Kai termenung melihat gambaran dirinya di air. Dia sangat sedih sekaligus kecewa. Ingin rasanya bunuh diri saja. Tapi tidaaaaakkk. Mungkin memang member EXO-K tidak membutuhkan dia, tapi pasti ada yang mau menerima dia apa adanya.

Dia kembali tersenyum, dia tahu dimana tempat yang akan dia datangi.

““““““““““““““““““““““““R.R“““““““““““““““““““““““““““““““““

 

Di dataran China tepatnya di dorm EXO-M

Brukkkk, pranggg, kretekkkkkkkk, wuinggggg, kyaaaaa!!!

Ternyata di dorm EXO-M sedang terjadi perang dunia ketiga seperempat.

“Kembalikan gege, itu milikku!” seru Chen sambil mengeluarkan jurus petirnya ke arah Lay yang sedang menggenggam selembar kertas.

“Tidak bisa, ini milikku karena aku yang melihatnya duluan,” jawab Lay yang sedang ngedance gaya baru, dance penangkal petir, O_O

Tiba-tiba sebuah lampu meja, terbang ke arah Lay dan mengenai kepalanya hingga kertas yang ia genggam terlepas. Lay merasa pusing.

“Luhan gege, awas kau!” teriak Lay, kemudian ambruk dengan burung-burung yang mengelilingi kepalanya. Aduh gimana kalau penyakit pikunnya tambah parah?

“Maaf, tapi aku yang mengambilnya jadi ini hakku,” kata Luhan penuh kemenangan sambil mencoba mengambil kertas itu.

Tapi sedetik kemudian Luhan terpaku di tempat. Kakinya terasa sangat dingin dan lama-lama perasaan itu menjalar hingga ke atas.

“Ya! Xiumin gege kau mau membunuhku? Cairkan kembali darahku!”

Xiumin tertawa, “Tenang saja, jika hanya 1 hari tidak akan kebablasan.” *Omo*

Luhan menatap tajam Xiumin. Lalu tersenyum ketika melihat Chen membawa barang yang sangat ditakuti Xiumin. Apalagi jika bukan kalajengking Chen.

“Waaawawawawawa”, teriak Xiumin sambil berlari mengelilingi dorm hingga 7 kali #pengen naik haji kali, ya?#Plakkk#

Chen bergerak mengambil kertas itu, tetapi dia lupa masih ada Lay. Kejadian rebut-rebutan itu terus berlanjut dan belum berhenti dari kemarin. Tao yang menyaksikan perbuatan kekanak-kanakan yang dilakukan mas-masnya itu sudah mulai bosan dan lelah. Cakranya sudah sangat menipis karena hanya dialah yang bisa menyudahi kompetisi itu. Ternyata kekuatannya yang masih sabuk hijau belum mampu meredakan perang tersebut.

Kris? Bagaimana dengan leader EXO-M tersayang itu? Aih, ternyata dia masih sakit flu selepas berkunjung ke Korea, (masih ingatkan? See: Ketika Member EXO Sakit). Sudah tiga hari Lay belum juga mau menyembuhkan dirinya. Katanya dengan begitu, perasaan sakit hatinya pada Kris akan terbalas setelah Kris merasakan sakit juga, walau sakit yang mereka alami jelas berbeda.

Kris sedih?

Tentu tidak. Dia malah menikmatinya karena dia jarang sakit. Baginya sakit itu pengalaman langka yang penuh kejutan dan sudah dia inginkan dari dulu. Definisinya, sakit itu adalah suatu keadaan dimana dia bisa dimanja oleh member Exo-M dan orang di sekelilingnya, haha.

Mungkin timbul pertanyaan, sebenarnya apa kertas yang sedang quartet bantet (?) perebutkan. Ternyata eh ternyata kertas itu adalah tiket lebaran ke Indonesia. Katanya mereka pingin ngerasain gimana rasanya lebaran di negara yang bermayoritas muslim terbesar di dunia.

“Gege, bagaimana ini? Sebentar lagi pasti dorm ini akan hancur,” kata Tao yang sedang menghadap Kaisar Wu Yi Fan yang sedang berbaring sambil melihat Oscar Oasis.

“Biarkan saja, aku memang berencana untuk pindah dari sini tapi aku tidak punya cukup alasan. Dengan perbuatan mereka maka kita bisa bilang ke manajemen untuk pindah rumah,” kata Kris masih fokus dengan Poppy.

Tao mencerna kata-kata Kris. Dari air mukanya sepertinya dia setuju-setuju saja.

Tiba-tiba, brakkkkkk!!!

Dinding kamar Kris bolong. Di lantai tergeletak tubuh Luhan yang sedang merintih kesakitan.

Brakkkkk!

Lubang yang cukup besar kembali tercipta oleh Lay dan detik berikutnya Xiumin juga terpental dan mendarat di tubuh Lay. Tragis sekali.  #Author kok lagi-lagi jahat banget sama Lay L *hehe, mian nggak sengaja#

Ya udah ralat.

Xiumin terpental dan mendarat di tubuh Luhan aja, hingga mereka tumpang tindih (?) *Wah mana teriakan XiuHan shipper???* #Author kok jahat sama Sehun?* Sttt, Makanya jangan bilang-bilang biar Thehun kagak tau J*#

Lalu dari kepulan debu terlihat sesosok makluk, ya, siapa lagi jika bukan Chen dengan aliran petir yang menyelimuti tubuhnya.

“Akhirnya aku yang akan mendapatkannya, hohoho” serunya sambil mendekati kupon yang tergeletak di lantai.

“Tidakkkkkkkk!” jerit HanMinLay.

“Jika kau mengambilnya aku tidak akan sekamar lagi denganmu,” teriak Xiumin.

“Benar, aku tidak akan menyembuhkan kalajengkingmu jika mereka terkena flu jengking (?) lagi,” seru Chen.

“Dan aku tidak mau sekamar mandi denganmu,” seru Luhan.

Mwo???

Tapi Chen tidak gentar dengan ancaman mereka. Xiumin jika tidak tidur dengannya, lalu dengan siapa? Mau sama kalajengkingnya? Soalnya Tao maunya tidur sama Kris, kalau sama Xiumin dingin katanya.

Lalu ancaman Lay, jika memang flu itu kembali terjangkit dia sudah menghapus anjuran KB untuk kalajengkingnya sehingga banyak germud, alias generasi muda yang akan melestarikan.

Sedangkan ancaman terberat adalah ancaman Luhan. Dia memang takut jika berada di kamar mandi sendiri akibat trauma, yaitu melihat hantu cantik di sana yang sedang mengintipnya mandi. Katanya hantu itu ngefans sama Chen.

Setelah berpikir sebijaksana mungkin, Chen akhirnya tetap bersikeukuh, dia tetap  mengambilnya. Setelah itu dikeluarkannya evil smirk milik Kyuhyun, pinjam bentar ya mas, batin Chen.

“ANNYEOUNG, AKU DATANG,” teriak Kai yang datang tiba-tiba.

Semua dibuat terkejut terutama Chen.

Brussss!!! Tanpa sadar namja petir itu membakar kupon di tangannya. Jelas itu melanjutkan keterkejutan mereka kembali. Lagi-lagi gini nie kalau Chen kaget.

“Barongsai gosong, apa yang kau lakukan!!!” kata Chen dingin sambil meminjam tatapan tajam Tao. Tao sih ikhlas-ikhlas aja minjemin, dapat pahala pikirnya.

“A-aku hanya datang berkunjung, me-memang ada apa gerangan? Mengapa dorm kalian hancur lebur begini?” ujar Kai terbata bin ketakutan.

“KAU BENAR-BENAR TIDAK TAHU?” bentak Xiumin dengan muka sangat geram dan kesal. *Aduh Kai kau membuat bakpao jadi terlalu mateng, liat pipi Xiumin*(Ayo diangkat dan cepat dimakan *tolong abaikan*)

Glekkk! Kai menelan ludahnya ketika melihat Xiumin, Luhan dan Lay bangkit mendekati dirinya dengan tatapan membunuh.

“SERANG!!!” teriak Luhan.

“UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

“HENTIKAN!” tiba- tiba terdengar suara ngerock leader mereka.

Wah, pahlawan datang tepat waktu ketika tubuh Kai hampir kesamber petir Chen. Ck, gimana kalau Kai tambah gosong? Kasian kan nanti doi tambah seksi, karena eh karena *kata Suho* salah satu kunci keseksian Kai adalah kulitnya. Nggak kebayang jika nanti dia jadi namja paling seksi dan paling diincar.

“Kai, kemari!” Titah Kris menyuruh Kai mendekat ke tempat tidurnya, hanya dalam waktu kurang dari sedetik dia telah sampai di samping Kris.

Tao ikut bergabung dengan KaiRis hingga membentuk formasi POWER RANGER #Jeng Jeng!!!!#

Mereka saling berhadapan, di kubu kiri terlihat Chen, Lay, Luhan dan Xiumin sedangkan di kubu kanan ada Kris, Tao dan Kai. Apakah yang akan terjadi???

“Gege, serahkan Kai pada kami,” kata Lay pada Kris.

Kris tidak menjawab dia sibuk berpikir.

“Aku janji akan memastikan Lay gege untuk menyembuhkanmu jika kau menyerahkan Kai pada kami,” tawar Chen.

“Kalian mau apakan Kai? Kalian tahukan jika Kai anak kesayangan SMEnt, apa jadinya jika dia mati?” kata Kris akhirnya.

Semua terdiam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Kai menggigil ketakutan, sebenarnya dia bisa saja pergi dengan kekuatannya. Tetapi kabur dengan meninggalkan masalah bukan gayanya. Apalagi ini menyangkut persaudaraan EXO, cie, cuit, cuit #Author ngapain sih?#

“Baik, kami akan mengampuninya, tetapi dengan syarat dia tidak boleh menunjukkan batang hidungnya selama setahun pada kami,” kata Xiumin setelah mereka  berempat mengadakan rapat pleno, eh salah maksudnya bermusyawarah  untuk mencapai mufakat berdasarkan pancasila dan pembukaan UUD’45 #Abaikan!!!! Mian, author lagi stresss#

Kris dan Tao menatap Kai, meminta dia yang memberi jawaban.

“Baik, aku tidak akan menampakkan diriku pada kalian,” jawab Kai lirih.

Semua mengangguk dan pergi.

“Kau tidak apa-apa Kai,” tanya Tao khawatir.

Kai hanya tersenyum tetapi matanya berkaca-kaca menahan tangis.

“Sudahlah, mereka hanya marah sesaat. Besok paling sudah lupa apalagi Lay,” kata Kris menenangkan. “Tao buatkan minuman sekalian dengan makanannya untuk Kai.”

Tao mengangguk dan segera pergi.

Tao kembali menuju kamar Kris dengan makanan dan minuman untuk  Kai. Dia terhenti ketika mendengar  tawa Kris dan Kai.

Cemburu? Ya, mungkin hal itu yang terbersit dalam hati Tao. Seumur-umur dia belum pernah melihat Kris tertawa lepas dengan orang lain. Lalu dia melihat Kris mengusap kepala Kai. Hal yang seharusnya hanya Kris lakukan padanya. #Ah, masa?#

“Tao, kenapa hanya berdiri di situ kemarilah. Sepertinya konser di perut Kai makin kencang,” canda Kris.

Kai hanya tersenyum.

Tao menghampiri mereka dengan tampang cemberut, tentu saja.

“Kau tahu tidak, Kai itu lucu sekali masak katanya dia mau kencing di celana ketika melihat mereka berempat, hahahaha, jika itu terjadi aku tidak akan ragu-ragu untuk membakarnya, hahaha,” kata Kris.

“Oh, iya. Dia bilang dia akan menginap sementara di sini, kalau begitu bagaimana jika tidur sekamar dengan kita, pasti menyenangkan,” lanjut Kris.

“NO-WAYYYYY!!!” teriak Tao sambil melemparkan baki isi makanan dan minuman Kai. Kris dan Kai terpaku melihat polah Tao.

“Kai, kau ingin merebut Kris gege dariku, kan? Benarkan?” seru Tao pada Kai sambil memegang kerah baju namja malang itu.

“Tao gege apa yang kau katakan. Aku sama sekali tidak bermaksud….”

“Sudahlah, Kris gege harus memilih, jika kau memilih aku maka Kai harus pergi dan jika kau memilih Kai aku yang akan pergi,” kata Tao dengan sungguh-sungguh.

Kris bimbang, apa yang sebenarnya terjadi. Dia bingung memilih mereka.

“Biar aku yang pergi, gege. Di sini memang bukan tempatku,” kata Kai tiba-tiba. “Terima kasih untuk kebaikan kalian selama ini……….aku pergi.”

Lalu ruangan itu pun tinggal dua orang.

Krik, krik, Hening.

“Jangan bilang kau cemburu,” tanya Kris curiga.

“Aku memang cemburu tetapi bukan seperti sepasang kekasih. Aku cemburu karena kakak kesayanganku tidak pernah melakukan apa yang baru saja ia lakukan padaku………. Aku takut kehilanganmu,” jelas Tao blak-blakan.

Kris hanya tersenyum dan lupa dengan Kai seketika.

“““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““““““““““

Di tepi sungai Han, lagi!

Kai kembali melihat bayanganan dirinya yang sedang sedih.

“Mengapa kau sedih?” tanya Kai pada bayangannya sendiri. Gawat, Kai mulai gila saudara!!!

“Karena kau menenggelamkan aku dalam air,” jawab bayangan Kai.

Kai hanya mengernyitkan dahi karena sama sekali tidak mengerti dengan jawaban bayangannya sendiri.

“AAAAAAAA” tiba-tiba dia berteriak ketakutan karena baru dia sadari bayangannya bisa menjawab.

“Kai, kau kah itu? Sedang apa kau di sini?”

Kai melihat pemilik suara itu. Kemudian dia tersenyum melihat seorang dengan wajah yang begitu cantik.

“Teamin hyung!” teriak Kai senang.

To be continued~~~~

Credit : EXO Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s