Ketika Member EXO Kedatangan Tamu (Part 2A)

Ketika Member EXO Kedatangan Tamu

Author             : R.Rains Bee (Kim Ah Ra)

Main Cast        : All Member EXO and their guests

Genre               : Fantasy (gagal), Brothership (^,^), Comedy (gak yakin).

Length              : Chapter

Annyeong, akhirnya aku kembali lagi ^^

Maaf  ya baru bisa publish, mana setengah part pula hehehe. Part selanjutnya minggu besok deh ^^

Bagi yang belum baca part satu, silahkan dibaca dulu.

Click Here for Part 1

Em, g’ usah basa-basi lagi deh, bagi yang mau baca terima kasih, apalagi yang mau komen. Thanks so much. ^^

 Happy Reading!!!

“Tidak ada, tidak ada makanan untuk kalian,” jawab Chanyeol tegas. “Kalian merepotkan saja, jadi pergilah. Kami tidak sudi berteman dengan kalian.”

Duer!!!

Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap kembali dan petir mulai mewarnai langit.

“Jadi kalian mengusir kami?” kata salah seorang dari mereka dingin dengan iris mata yang berubah merah.

Semua member EXO menelan ludah.

“Kim Mi,” seru Daewon.

Wae?” jawab seorang gadis yang tak lain adalah gadis yang dipanggil Daewon.

“Apanya yang wae? Kau buta apa tak peka? Lihat!!! Iblis mereka mulai keluar!!!!” seru namja itu panik.

Aigoo, ckckck.” Gadis itu menggelengkan kepalanya. “Tau nggak yang namanya lebe em?” jawabnya sinis sambil melirik sadis.

Daewon jengkel lalu tanpa pikir panjang langsung menjitak kepala Kim  Mi keras.

“Ya! Berani sekali kau menjitak adikku?” seru Suho yang ternyata kakak dari Kim Min Ra. “Mau cari mati ya?” teriaknya lagi seraya memegang kerah namja yang tidak kalah tampan darinya.

“Heh, Joonmyeon-ah, kau mau apakan adikku? Kalau berani lawan aku dulu.” Tiba-tiba si Umin eh Xiumin mendekat dan melepas cengkraman Suho.

Terjadi tatap-tatapan antara XiuHo sambil saling muter enggak jelas.

“Adikmu duluan yang mulai, lihat kepala adikku jadi benjol gitu,” jawab Suho sambil menunjuk kepala Kim Mi yang ternyata memang benjol segedhe kepalan tangan Daewon. >.<

“Adikmu saja yang terlalu lemah, dipukul sedikit saja langsung memar, jadi jangan salahkan adikku,” teriak namja nan unyu itu.

“Kau bilang adikku lemah???!!!” pekik Suho tidak terima. “Memang benar sih,” lanjutnya tersadar akan kondisi Kim Mi.

Heh, heh, aku mendengarnya oppa, aku mendengarnya,’ batin Kim Mi sambil masang tampang mupeng -_____-

“Eh, tapi itu justru membuat adikmu makin bersalah, sudah tahu Kim Mi perempuan yang lemah mengapa dia memukul kepalanya?” tambah Suho tak mau kalah.

CkckSister compleks vs Brother compleks, siapa yang akan menang?” ujar Chen pada Tao.

“Menurut analisisku sih tidak akan ada pertarungan,” jawab Tao sambil menghisap cerutu ala Sherlock Holmes yang entah dia dapat darimana.

“Kok bisa?” tanya Chanyeol yang sedari tadi nguping.

“Suho hyung memang hebat, kekuatan airnya tidak diragukan lagi. Bahkan dia dijuluki raja samudera di EXOplanet. Dikagumi seluruh ikan dan terumbu karang. Xiumin hyung apalagi, dia adalah makhluk paling mengerikan. Dia bisa membekukan darah lawannya, membuat mereka ek ok sebelum kedipan berikutnya,” jelas Tao.

Suho dan Xiumin yang tidak sengaja mendengar jawaban Tao langsung mengempang kempiskan hidungnya karena merasa dipuji tingkat dewa.

“Lalu kenapa tidak jadi duel? Karena tahu sama-sama kuat?” tanya Sehun yang ternyata juga nguping.

“Bukan, tetapi karena sesama member EXO tidak boleh saling serang, betulkan Tao???” jawab Baekhyun asal sruduk.

“Hah, omong kosong, lalu kenapa kemarin malam kau menyerangku?” bentak Chanyeol.

Omo~~~ Baek hyung ‘nyerang’ Chanie hyung,” kata Sehun sambil kedip-kedip.

Baekhyun dan Chanyeol langsung saling tatap. Lalu buru-buru mereka dadah-dadah ke arah Sehun.

“Bukan menyerang seperti itu Hunnie, bukan.”

“Benar bukan kayak gitu, astaga, anak ini kenapa sih?”

Jinjja? Aku gak percaya, nyerangnya di kamarkan?”

Kai tergelak mendengarnya. Sehun sudah mulai usil lagi.

“Hayoh ketahuan ya kalian, hahahaha,” seru Luhan yang selalu mendukung Sehun.

“Eh, oppadeul lagi bicalain apa sih?” tanya gadis paling muda di situ, Yeona, Kim Yeona si cadel.

“Eh, adik kecil kepooo,” goda Chen yang ternyata udah ikutan nimbrung.

“Yeona kan punya lasa ingin tahu yang tinggi,” jawabnya polos. “Anak celdas gituh, kalian sih enggak level.” Lalu dia berjalan menjauh.

Nan Chin yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.

“Oppadeul, kalian masih pada waraskan???”

“Emang situ tahu maksud kami apaan?” tanya Chen lagi.

Nan Chin mencibir.

“Enggak tahu dan enggak mau tahu. Please deh oppa, cobalah jadi sedikit lebih dewasa, dari dulu kok stagnant terus, malulah,” ujarnya sambil mengibaskan rambut sebahunya.

“Ih, abaikan deh, adiknya Kris ge gak asik, suka ngatur-ngatur sama ngritik kayak kakaknya,” gerutu Tao. Semua mengangguk. Untung Kris tidak mendengar.

“Eh, sampai mana kita tadi?” tanya Tao kepada semua member yang ikut diskusi.

“Mengapa kita tidak jadi duel,” jawab seseorang yang ternyata malah Suho sendiri.

Tao langsung mengusap tengkuknya begitu tahu jika Suho dan Xiumin ikutan ngedengerin.

“I-itu karena ehem.” Tao memandang ke arah Daewon dan Kim Mi. “Kekuatan cinta antara Kim Mi dan Daewon yang akan mencegah pertarungan dan mendamaikan kalian bak romeo dan juliet, itu sih analisku,” terangnya lalu terkekeh garing.

Pletak! Pletak! Syuuut! Plak!!!

Tao langsung menerima banyak tanggapan baik berupa sumpah serapah sampai perlakuan fisik. Tentu saja dari kedua pasang kakak beradik.

“Apanya yang kekuatan cinta??? Aku dan Daewon no way!!!”

Huweek deh aku sama makhluk semenyebalkan Kim Mi, cuih.”

Heh, emang aku sehina itu sampai perlu ngeludah segala?” seru Kim Mi murka, siapa coba yang enggak murka digituin?

“Terserah aku dong!”

Dan terjadilah adu bacot.

Tidak sampai situ aja.

“Adik kamu berani menghina adikku?” seru Suho.

“Adikmu duluan yang mulai,” bela Xiu gak terima.

“Tapi adikku gak sampai ngehina, dia hanya nolak aja.”

“Terus, adikmu gak salah gitu?”

Terjadilah adu bacot antarkakak. Bahkan sampai tercecer air beserta es kemana-mana.

Yang lain cuma kedip-kedip. Mereka sama sekali lupa dengan bahaya yang ada di depan mereka.

“Heh, mereka kok nyuekin kita sih?” kata yeoja bermata indah, walau kini matanya sedang berwarna merah.

“Iya, kurang ajar bener.” Gadis berkepang itu mendengus kesal, tiba-tiba ia mengelus perutnya yang sakit. “Kalau gitu, kita cari makan yuuk. Aku sudah lapar sekali.”

“Ide bagus. Sekalian liat-liat cowok bumi, kekekeke~~~~” seru satunya. Kini matanya sudah kembali ke biru laut yang menawan.

“Setujuuuuu!!!”

Keduanya pun pergi seperti bayangan hingga tidak ada yang menyadari.

““““““““““““

Ternyata pertengkaran si kakak dengan si kakak *halah* antarkakak maksudnya, belum juga selesai, antaradik juga belum. Nan Chin sangat kesal melihat kedua sahabatnya yang baru saja datang tetapi sudah bikin ulah. Bahkan, sudah tiga orang yang sudah menjadi korban  akibat melerai pertempuran Suho dan Xiumin yang tak tanggung-tanggung mengeluarkan super power mereka, Kyungsoo, Chanyeol, dan Chen. Barulah ketika Kris ngasih ultimatum, langsung deh terjadi genjatan senjata.

“Lihat apa yang kalian berdua telah lakukan!!!” seru Kris benar-benar murka.

Xiumin dan Suho melihat keadaan atap yang benar-benar tidak karuan, air dan es dimana-mana. Di pojok terlihat Chen yang terkena hipertemia, sesekali aliran listrik terlihat mencuat dari tubuhnya, untung tidak ada yang terkena setrum walau air dimana-mana. Keadaan serupa juga dialami Kyungsoo, hidungnya terlihat merah karena terlalu sering menyedot air dengan hidungnya *kemasukan*, perutnya juga terlihat kembung –kebanyakan nelen air-, lain kalau Chanyeol. Dirinya sedang menangis dipelukan Baekhyun. Akibat terkena air dan es berulang kali dan terjadi terlalu lama *Widi Vierra mode on*, kini dia kehilangan apinya untuk sementara. Sebenarnya kondisi Suho dan Xiumin juga tak kalah memprihatinkan. Mereka berdua mendapat banyak memar dan juga kelelahan.

“Maafkan kami,” kata mereka merasa sangat bersalah.

Nan Chin melototi Kim Mi dan Daewon yang menjadi penyebab akan kejadian ini sedang Yeona hanya terdiam sambil menggigil kedinginan.

“Dia duluan yang mulai,” kata Kim Mi pada Nan Chin.

“Cukup! Lihatlah gara-gara kalian kita sudah membuat member EXO saling menyerang dan terluka. Bukankah itu memalukan?” kata Nan Chin yang ternyata sama-sama tegas seperti kakaknya.

Kim Mi dan Daewon menyesal.

“Seharusnya eonnie lebih peka,” kata Yeona sambil menggigil. Ya, gadis kecil itu benar dan Kim Mi merasa sesak dengan apa yang telah ia berbuat.

“Lay!” seru Kris.

“Iya, iya, gue tahu banget maksud elu,” kata namja itu seraya beranjak menuju member yang terluka.

Tiba-tiba Nan Chin berjengit.

“Eh, mereka tidak ada,” serunya.

“Siapa?” tanya Kris.

Pabbo, tentu saja dua tamu kalian itu, payah.”

“Adik kurang ajar, kemari kau!!!” pekik Kris semakin murka.

“Permisi, sudah banyak korban di sini. Mau nambah lagi nih ceritanya?” ujar Lay melihat sitkon.

Kris mendengus kesal begitu juga Nan Chin, entah mengapa kedua kakak beradik ini tidak bisa akur. Beda sekali dengan Suho-Kimmi dan Xiumin-Daewon.

“Apa mereka pergi dari bumi?” ujar Luhan.

“Tidak mungkin, aku masih bisa merasakan kehadiran mereka,” jawab Sehun. “Hanya saja, aku tidak tahu pasti keberadaan mereka.”

Ehem, aku tahu mereka ada di mana.” Mereka lupa bahwa ada seorang detector bersama mereka. “Ayo kita susul!” ajak Nan Chin.

“Tidak usah, malah baguskan mereka pergi,” jawab Kai.

Sebagian member EXO mengangguk.

“Kita harus membawa mereka kembali,” kata Kim Mi pada akhirnya. “Bisa saja mereka membuat kerusuhan di sini. Terlebih lagi status kami yang masih digolongkan sebagai pendatang illegal,” lanjutnya yang tiba-tiba berubah dewasa. Entah karena jitakan dari Daewon apa karena dia bertipe AB.

“Itu benar, Chin bawa kami ke sana,” titah Kris.

“Oppa, aku sudah bilang jangan panggil aku Chin saja, kau terlihat banci salon tau,” kata si adik yang kembali menyulut api permusuhan.

Ehem, bisakah kita pergi sekarang?” tanya Luhan antisipasi.

Kris kembali mendengus.

“Baiklah, berarti siapa saja yang pergi? Aku, Luhan, Sehun, Kai, Tao, Daewon, Nan Chin dan Kim Mi,” serunya sambil mengabsen satu-satu.

“Eh, aku juga mau ikut,” rengek Yeona.

“Biarkan dia ikut, kasihan kalau ditinggal bersama oppadel yang belum ia kenal betul,” seru Nan Chin.

“Baiklah, Lay sembuhkan mereka secepatnya, Baekhyun bantu Lay.”

“Arraseo!!!” jawab keduanya dengan muka mupeng.

“Kita berangkat,” seru Daewon cempreng.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul terlihat orang yang ramai mengerubungi atau lebih tepatnya mengikuti dua sosok yeoja yang terlihat sesuatu banget.

“Mereka kok ngikutin kita sih? Apa kita terlalu cantik ya?” kata gadis berkepang.

“Itu sudah pasti, hahaha, pesona kita memang luar biasa ^^,” jawab gadis bermata biru.

Kedua yeoja itu pun kembali berjalan sambil memasang indera penciuman mereka. Tiba-tiba sesuatu yang mereka tunggu-tunggu datang. Bau daging bakar.  Mereka pun langsung berlari menuju sebuah kedai yang terlihat sangat menarik hati. Ya iyalah secara dari luar mereka bisa melihat sang penjual yang sedang membakar daging sapi dari jendela toko.

“Permisi, kami pesan daging duaaaa *ala Ayu Tingting*,” kata gadis berkepang setelah keduanya memasuki kedai.

Kakek pemilik kedai itu menatap mereka beberapa detik, membuat kedua gadis itu merasa jengah dan aneh.

“Baik, tunggu sebentar agassi,” jawab kakek itu dengan ramah.

Kedua gadis itu saling pandang.

“Apakah kita benar-benar secantik itu Rin?”

“Aku tidak yakin Eonnie mengingat kita masih jomblo seperti ini, tetapi hal itu mungkin saja karena kita ada di Bumi. Sepertinya atmosfer Bumi menjadikan kita terlihat lebih cantik,” balas Aerin.

“Heh, apa-apaan kau ini? Jadi maksudmu kita jelek gitu kalau di EXOplanet? Aku itu masih jomblo karena masih mementingkan karirku tau.”

“Bukan begitu MinSeo eonnie yang cantik. Tapi aku merasa semenjak di Bumi, kulitku makin halus mulus serta bersinar laksana mutiara diterpa cahaya,” jelas Aerin.

MinSeo pun meraba kulitnya sendiri lalu melihati dirinya di cermin yang tak jauh dari meja mereka.

“Sepertinya kau benar. Ah, aku makin betah di sini,” katanya menyetujui.

Kemudian dua daging besar pun datang.

“Silahkan menikmati, semoga kalian suka,” kata kakek itu yang terlampau ramah.

“Terima kasih Kek.”

“Mari makan semuanya,” kata mereka lagi kepada para penguntit yang ternyata ikutan masuk ke kedai. Gila, belum-belum mereka sudah punya banyak penggemar.

“Eh, maaf, bisa tidak kalian tidak melihat kami selagi makan?”

Para stalker itu mengangguk dan pura-pura bubar.

Mereka menghembuskan nafas lega lalu makan dengan begitu lahapnya, bahkan baru tiga menit sudah habis. Dimana sisi feminimnya???

“Wah, apa kalian selapar itu?” tanya kakek itu lagi yang ternyata dari tadi melihati mereka melihat dari meja tempatnya bekerja.

“Begitulah Kek, kami baru saja melakukan perjalanan jauh.”

“Ditambah lagi, daging ini sangat enak, mashita~~~~”

“Benarkah? Apa kalian berdua mau lagi?” tawar paman itu.

Aerin ingin mengangguk tetapi ditahan MinSeo. “Heh, kita lupa kalau uang bumi berbeda dengan uang EXOplanet. Kau tidak mau malu kan?”

Aerin menepuk jidatnya.

“Lalu bagaimana kita membayar daging ini? Jangan katakan kita akan merayu kakek-kakek ini, ogah seorang Aerin merayu kakek-kakek??? Mau ditaruh mana mukaku kalau member EXY lain pada tahu???”

“Siapa juga yang mau ngelakuin itu. Kamu sih negative thinkin’mulu. Kebanyakan elektron.”

“Eh Eon, Eonnie enggak bakalan bilang jujurkan kalau kita gak punya uang? Gengsi laaaahh,”

“Cerewet, lalu bagaimana?”

Tiba-tiba empat orang namja memasuki kedai itu.

“Kau beneran mau nraktirkan hyung???” kata salah satu namja yang terlihat paling imut.

“Tentu saja, kalian di sini, biar aku yang pesan.”

“Siph, jangan lupa pesananku.”

“Tentu hyung, aku selalu hafal apa yang mau kau pesan.”

Namja itu menuju ke arah kakek itu yang ternyata masih melihati kedua yeoja yang sedang sibuk berdiskusi.

“Kek, pesan 3 daging 1 ayam ya,” katanya.

Kakek itu sedikit terkaget karena tersadar dari alam lamunannya.

“Rin, kamu kok bengong???” seru Minseo sambil menggoncang-goncangkan tubuh gadis di sebelahnya.

“Eon, lihat namja di depan itu ganteng banget,” katanya masih tetap menatap punggung namja yang sedang memesan pesanan.

“Mana?” tanya MinSeo.

“It-“

Tiba-tiba namja itu berbalik badan. Aerin langsung menundukkan kepalanya sedang MinSeo malah ketauan basah.

“Mampus, namja itu memandangi kita terus,” kata MinSeo.

Jinjja???”

Bbenar saja namja itu terlihat melihati keduanya. Dia benar-benar tampan dengan mata kucing andalannya *nah loh pasti tahu siapa* MinSeo dan AeRin menahan nafas. Tiba-tiba jantung mereka berdegup lebih cepat.

“Hei,” teriak namja itu cukup keras. Secara jarak lumayan jauh.

“Hei,” jawab keduanya.

Tetapi ada yang aneh, sepertinya namja itu bukan menyapa mereka tetapi menyapa seseorang di belakang mereka.

“Jongie, kirain loe gak dateng,” serunya lagi.

“Masa temen mau nraktir makan, gue gak dateng, bukan gue banget,” jawabnya sambil terbahak.

Ketiga teman yang satu meja dengannya ikutan nyengir begitu juga dengan namja mata kucing itu.

Deng!!!

Kedua yeoja yang super-PD itu langsung menutup muka mereka.

“Aku maluuu eonnie,” kata gadis bermata indah.

“Kau pikir aku enggak???”

“Kirain dia terpesona akan kecantikan kita.”

“Begitu pula denganku, aish, padahal tadi aku sudah seneng banget,” ujar MinSeo kecewa. “Hebat deh itu cowok, baru kali ini jantungku bisa berdetak sekencang ini. Pokoknya dia targetku.”

“Apa??? Tidak bisa, aku yang melihat dia duluan.”

“Aku yang lebih tua, jadi yang muda wajib mengalah.”

“Apa-apaan itu, yang ada yang tua yang ngalah.”

“ih udah diganti tau, yang kuatlah yang menang.”

“Memang situ kira, situ lebih kuat?”

“Loh, ya iya dong.”

“Ayo kita buktiin.”

“Ayo!”

“Eh, permisi nona-nona,” sapa seseorang.

Kedua yeoja itu menoleh. Mereka baru sadar bahwa di sekeliling mereka bertaburan cowok-cowok cakep, bahkan ada yang tidak kalah cakep dari si namja mata kucing.

“I-iya,” jawab MinSeo terbata. Matanya silau karena terpaan pesona keempat namja itu.

“Kalian lahir abad berapa sih? Penampilan kok jadul banget, hahahaha,” kata namja dengan muka dinosaurus. “Anak kampung ya, pasti baru urbanisasi, hahaha.”

Dia terbahak, dua temannya ikut terkekeh sedang yang satu hanya menggeleng-gelengkan kepala.

“Jadi, penampilan kita norak???” tanya Aerin pada MinSeo.

“Ini penghinaan Rin.”

“Lantas?”

“Kau tahulah.”

“Tidak Eon, tahan dirimu,” kata Aerin menenangkan.

“Lihatlah mereka, ndeso gitu hahahahahahaha.” Seruan dari namja yang tadi kembali terdengar. Hal itu benar-benar menyelut api amarah.

“Heh, Hyung, kau tidak boleh seperti itu,” kata namja yang terlihat paling muda.

“Wae? Itukan kenyataan.”

“Jangan tanggapi noona, dia memang sedang stress akhir-akhir ini, soalnya baru diputusin yeojachingunya, jadinya rada anti sama cewek cantik.”

Nyesss!

Hati keduanya terasa tersiram air es, sangat menyegarkan karena omongan si namja imut itu. Perlahan mereka pun tidak sebal lagi, habis dibilang cantik gituh.

“Yang kecil itu juga imut,” bisik Aerin. “Tidak kalah good lookingsama yang tadi.”

“Kau benar, dia juga gentle,” balas MinSeo.

“Mananya yang cantik, hahahaha, bodoh, pasang matamu,” seru namja dino lagi. RinSeo kembali murka.

“Jongie cukup!!!” bentak namja bermata kucing dan namja bermata sipit yang tidak sengaja barengan.

“Kenapa??? Ah, mata kalian sipit sih, coba dibeloin sedikit lagi, habis itu kalian pasti liat, iyakan Minho.”

Kesabaran MinSeo sudah tidak terbendung lagi, aliran cakra sudah menyelingkupi tubuhnya. Kali ini Aerin tidak mencegahnya karena dia juga cukup emosi.

“Bersiaplah namja sialan,” katanya lirih.

“Annyeong kakek,” tiba-tiba dua namja memasuki kedai.

“Hoh, mimpi apa aku hingga para artis singgah di sini hari ini.”

“Memang siapa saja kek?”

“Kelima member SHINee. Lihatlah!”

Kedua namja itu melihat ke ke arah yang ditunjukkan kakek pemilik kedai. Mereka bisa melihat member SHINee yang sepertinya sedang ada sedikit masalah.

“Sepertinya kita datang tepat waktu, ayo kita temui mereka,” kata namja berbadan tinggi *hayoh tebak siapa?*

Mereka berdua pun mendekati area itu.

Annyeong semua,” sapa namja itu tadi.

“Hai, kalian juga datang, kemari ayo makan-makan, hari ini Key mau neraktir kita.”

“Benarkah?” tanya namja satunya lagi. “Wuih, tumben.”

Tiba-tiba kedua namja itu melihat ke arah kedua yeoja yang tidak jauh dari mereka. Menatap mereka dengan intens.

“Hei ladies, apa kalian juga bergabung dengan mereka?”

MinSeo memandang tajam kedua namja itu sedang Aerin harap-harap cemas karena khawatir eonnienya akan menghancurkan kedai ini dalam sekali sapu.

“Kedua yeoja itu tidak ikut dengan kami,” jawab Onew. “Jonghyun mencari masalah dengan mereka, itulah sebabnya mereka terlihat marah.”

Namja itu terkekeh, geli tentu saja. “Benarkah? Jonghyun kau terlalu berani. Yeoja itu bisa saja membunuhmu.” Namja itu mendekatkan kepalanya ke telinga Jonghyun. “Aku tidak main-main.”

“Hei, kau membuatnya ketakutan,” kata Minho terkekeh.

Jonghyun mendengus.

“Hyung, ayo! Mereka sudah menunggu.”

“Heh, kalian tidak mau gabung?” tanya Key.

“Maafkan kami, kami harus segera pergi, lain kali kami tagih traktiran hari ini.”

“Enak aja, traktiran hanya berlaku hari ini. Next time kamu yang traktir.”

“Next time?”

“Tentu saja, hahaha.”

“Eh, Kai mana?” tanya Taemin.

“Dia ada di sekitar sini,” jawab Sehun penuh arti.

“Kami pergi dulu ya, akan kukatakan pada Kai jika kau menanyakannya. Aku yakin dia langsung menemuimu,” timpal Kris.

Taemin terkekeh.

Kris memandang kedua yeoja itu. Seperti saling mengerti, keduanya ikut meninggalkan kedai. Tentu saja sebelumnya mereka mencuri lihat si namja kucing dan si imut. Lalu benar-benar keluar meninggalkan kakek yang terlampau ramah dan piring kotor. Kini mereka tidak perlu bersedih hati mengenai pembayaran karena Sehun telah mengurusnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Mereka kini ada di atap sebuah gedung yang tidak jauh dari restauran tadi. Kim Mi, Luhan, Nan Chin, DaeWon, Yeona, Tao dan Kai telah menunggu mereka di sana.

“Kalian hampir saja membuat masalah,” seru Kris dingin.

“Mereka yang cari masalah, tapi toh terserah kalau mau nyalahin kami. Kami tidak butuh kepercayaan dari kalian.”

“Kalian cukup membahayakan posisi kami. Aku minta kalian untuk pergi dari bumi,” ucap Kris tegas.

Semua menahan nafas terutama Kim Mi, Nan Chin, Daewon dan YeoNa.

“Kalian pikir bisa mengusir kami semudah itu???” kata mereka sambil melihat keempat tamu lainnya.

“Yang penting kami peringatkan bahwa bumi adalah daerah kami. Jika kalian ingin merusak bumi maka kalian benar-benar menantang kami.”

“Siapa yang mau merusak bumi? Kami juga pelindung bukan perusak.”

“Gege, sudahlah,” kata Nan Chin. “Aku jamin mereka kita ada maksud merusak bumi.”

“Apa kau bisa menjamin? Bagaimana jika polisi galaksi kemari?”

“Tidak akan, aku sendiri yang akan menjaminnya,” jawab Kim Mi.

“Kau?” ulang Sehun.

“Ya, Kim Mi, aku, Yeona dan Daewon yang akan menjaminnya.”

Sehun, Tao, Kai, Kris dan Luhan saling pandang meminta pendapat yang lain.

“Kita bicarakan ini di dorm,” kata Luhan pada akhirnya yang disetujui member yang lain.

“Kalau begitu ayo kita kembali, aku sudah ingin mandi,” kata si kecil Yeona.

Kris menyetujuinya. Semua tampak lega, termasuk kedua member EXY itu.

“Kalian kalau mau pergi, jangan berpenampilan seperti itu. Selera fashion kalian itu rendah sekali, memalukan EXOplanet saja.”

Sehun kembali menyulut permusuhan.

“Ya! Kau bilang apa? Yang penting cantikkan?”

“Apanya yang cantik? Kalian tidak dengar tanggapan Jonghyun? Norak benget tau,” sambung Kai yang ternyata mendengarnya.

“Dia kan lagi patah hati, please deh.”

“Kalian percaya dengan alasan Taemin hyung? Dia itu hanya mau menenangkan kalian saja.”

“Eh, gini-gini eommaku kembang desa loh ya,”

“Lah kok bawa-bawa eommamu? Tapi situnya bukan kembang desa kan?”

“Em, em, ya bukan, habis di EXOplanet udah gak ada desa, kalau ada pasti udah jadi kembang desa deh.”

Kai, Tao dan Sehun langsung mencibir.

“Kalian jangan buat kami marah ya.”

“Emang kalau marah kalian mau apa? Melawan kami? Ayo maju!!!” tantang Kai.

Perlahan mata Aerin berubah merah nyala –bukan beleken loh ya-. Aliran cakra juga mengalir di tubuh MinSeo membuat langit kembali gelap.

Nan Chin menepuk jidatnya sedang Yeona menggigil ngeri. Kim Mi melihat jenuh sedang Daewon terlihat santai –beda banget sama yang tadi-.

Kris, Sehun, Luhan, Kai dan Tao merasa bahwa mereka memang akan bertempur. Tetapi sialnya, mereka tidak tahu kekuatan macam apa yang dimiliki kedua gadis itu.

“Bersiaplah merasakan sakit,” kata Aerin.

“Dan jangan pernah menyesal karena kalian yang menantang kami,” lanjut MinSeo.

Sebuah petir mulai menyambar tetapi berwarna merah. Terlalu aneh dan bisa sangat berbahaya kalau manusia curiga.

Tiba-tiba sesuatu yang dingin dan menyesakkan menyentuh indera peraba mereka. Kini terasa sebuah dinding setengah bola menyelingkupi mereka dan jelas hal itu bukan berasal dari kedua gadis yang entah mengapa sangat tidak disukai kedatangannya oleh member EXO.

Sepertinya lapisan itu bukan sesuatu yang menakutkan atau membahayakan untuk member EXO dan keenam tamunya karena perlahan langit kembali benderang, menampakkan mentari yang bersinar terik, teramat terik malah. Kelihatannya sang matahari sangat marah karena merasa dipermainkan.

Dasar awan PHP!!!’ Umpatnya, secara dia mau istirahat dulu nerangin isi bumi. Eh, baru beberapa detik udah disuruh kerja lagi -_- kasian. Lupakan tentang matahari dan segala kekesalannya, sekarang kita menuju ke member EXO, EXY dan keempat tamunya lagi.

“Argh, Sial!!!” umpat Minseo, aliran cakranya sudah terhenti.

Gadis di sebelahnya juga mendengus kesal. Matanya yang tadi sempat merah kembali menjadi biru laut yang indah.

Member EXO menghembuskan nafas lega, tetapi hanya sebentar karena setelah itu kebingungan menguasai pikiran mereka.

Apa yang terjadi?

Kemudian semua mata langsung tertuju ke member EXY, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Tapi kelihatannya mereka baik-baik saja. Mereka kelihatan waras, walau sedang pasang wajah marah, tidak ada tanda-tanda jika mereka kesakitan. Lalu apa yang menyebabkan kedua yeoja itu tidak jadi pamer kekuatan???

“Apa sih liat-liat? Kaget? Bingung? Terkejut??? Iya???” seru Aerin sadis.

“Bukan Rin, mereka itu kesemsem sama kita,” bisik MinSeo sambil ngikik. Mau tidak mau Aerin ikut nyengir sambil menata rambutnya.

“Oppa, oppa!!!” teriak si yeoja paling pendek. “Masa Seon-Rin eonniedeul bilang kalau Oppadeul terpesona sama mereka,” adunya.

Blush!

Kedua yeoja itu langsung memerah, apanya? Tentu saja pipinya, hahaha. Ketauan basah.

“Itu tidak benar!!!” teriak mereka bersamaan sambil dadah-dadah.

‘Sialan tuh anak, ngapain dia punya telinga yang tajem gitu,’ batin Aerin.

‘Pabbo, kenapa bisa gue lupa kalau ada makhluk mengerikan kayak dia,’ rutuk MinSeo.

Untungnya para member EXO tidak terlalu menanggapi. Kalau iya, mungkin beberapa dari mereka udah muntah-muntah mendengar kepedean kedua member EXY itu. #dijitak Rin-Seo *antinoda*.

“Jangan-jangan ada makhluk sebangsa mereka lagi,” seru Tao merinding. Semenyeramkan itukah EXY?

“Bukan, aku tidak merasakannya,” kata Sehun lewat bisikan angin yang masuk dari telinga kanannya lalu keluar melalui telinga kiri -_-

“Ne, itu benar, hanya kami yang datang kalian bisa bernafas lega,” seru Minseo.

“Lalu???” seru Kai. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu. “Jangan-jangan kekuatan kalian ilang ya, hahaha,” seru Kai mengejek. Lalu ia menunjukkan pantatnya dan menepuk-nepukkan di depan kedua yeoja itu.

“Ih, kurang ajar, mati kau,” seru MinSeo sambil melempar tusuk kondenya *?*

Sreeet!!!

Cripatan darah Kai menetes di mana-mana. Tusuk konde itu berhasil menghujam dada kiri Kai.

“Huwa Kaiiiiiiiiii!!!!” teriak semuanya panik.

“Eon, apa yang kau lakukan?” ujar Aerin tak percaya.

“““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““

Part B

“Cepat tahan dia.”

“Bersihkan semua darah yang ada.”

“Jantungnya sudah tidak berdetak.”

“Kesepuluh member yang lain? Kesembilan maksudnya?”

“Jadi ada satu lagi?”

“Ini semua gara-gara member EXY terakhir sehingga sistem menjadi berubah.”

Kyaa, lihat tasku.

-To Be Continued-

Click Here for Next Chapter

Credit : ^EXOfanfiction and Sujufanfiction^

8 thoughts on “Ketika Member EXO Kedatangan Tamu (Part 2A)

  1. First of all I would like to say awesome blog! I had a quick
    question that I’d like to ask if you do not mind. I was interested to find out how you center yourself and clear your head before writing. I have had trouble clearing my thoughts in getting my ideas out. I do enjoy writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes tend to be wasted simply just trying to figure out how to begin. Any suggestions or hints? Thank you!

  2. I just want to mention I am just newbie to weblog and truly enjoyed you’re web site. Almost certainly I’m want to bookmark your site . You amazingly come with remarkable stories. Regards for sharing with us your website.

  3. You really make it seem so easy with your presentation but I
    find this matter to be actually something which I think I would never understand.
    It seems too complicated and very broad for me. I am looking forward for your next post, I will try to get the hang of it!

  4. Fantastic site you have here but I was curious about if you knew of any user discussion forums that cover the same topics discussed in this article?
    I’d really like to be a part of online community where I can get opinions from other experienced individuals that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Thanks a lot!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s