Ketika Member EXO Kedatangan Tamu (Part 1)

Ketika Member EXO Kedatangan Tamu

Author             : R.Rains Bee (@kim_rrains)

Main Cast        : All member EXO and find yourself ^^

Genre               : Fantasy (gaje), Comedy (gak yakin), Brothership (???), Friendship ^^

Length              : Chapter

Annyeong, aku kembali *dadah-dadah*

Ini aku bawain ff baru, sedikit curhat sebenarnya mau nerusin KME Terusir 3, tapi jadinya malah ini. Yeah, mau bagaimana lagi, huhuhu. Maafkan, maafkan, hiks. *usap ingus*

Soal judul, aku bingung jadi asal ketik aja Kedatangan Tamu hehe.

Bagi yang penasaran, silahkan dibaca :D

Eh, tapi ingat, setelah dibaca, TOLONG NINGGALIN JEJAK^^ Gamsahamnida^^

And

Happy Reading!!! ;)

Hari itu member EXO-M sedang memasuki fase interfase, tahap peristirahatan, tetapi bukan dalam pembelahan diri, melainkan dalam tahap ekspansi menyebarkan semboyan 3 E ( EXO Pelindung Dunia, EXO Pemimpin Dunia, EXO Cahaya Dunia) #kok kayak Gerakan 3A-nya Jepang -_-#

Pokoknya selama beberapa hari ke depan mereka dibebas tugaskan dari dunia entertainment menuju dunia apartemen #ea, maksa#. Tentu saja semua menerima hal tersebut dengan suka cita. Sudah beberapa bulan ini mereka terus bekerja keras jadi merupakan hal ‘cethar membahana’ ketika mereka mendapatkan moment langka ini.

“Aish, karena biasanya sibuk aku jadi bingung mau ngapain,” kata Xiumin sambil latihan berbagai ekspresi baozi di depan kaca. Sepertinya hanya Xiu saja yang tidak merasakan sepercik pun kebahagiaan.

Namja imut itu  menghela nafas. Dia bolak-balik di depan kaca, membuat gambaran dirinya di cermin juga bingung dengan kelakuannya hingga tiba-tiba dia melihat Chen dari jendela kamar. Namja petir itu sedang jongkok di belakang gedung, dia terlihat sedang memasang wajah berbinar entah karena apa. Karena penasaran Xiumin pun mendatangi Chen, berharap Chen bisa berbagi kebahagiaan.

“Kau lagi ngapain,” tanya Xiumin begitu sampai.

“Gege, lihat ini!” seru Chen senang sambil memperlihatkan seekor kalajengkingnya.

“Huwaaaaa, singkirkan dariku, huwaa,,huwaaaaaaaa!!!!!” jerit Xiumin yang ternyata memang masih takut dengan hewan yang unik milik Chen itu.

“Halah, gini aja takut. Mereka nggak bakalan mau mendonorkan racun padamu, najis kata mereka,” kata Chen jengkel. “Lagian kalau kau terkena sengatan mereka, kan ada Lay gege,” lanjut Chen.

Shuuut!

Tiba-tiba sebuah benda seperti anak panah terlontar entah dari mana, membuat kalajengking yang ada di tangan Chen terjatuh ke tanah. Sadis dan tragis, kalajengking yang lucu itu kini terkapar mengenaskan dengan sebuah tanduk unicorn yang menancap tepat di jantung.

“YA!!!!! LAY GEGE!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA KALAJENGKING SPESIALKU!!!” teriak Chen yang menggelegar seperti guntur. Kemudian percikan listrik sudah mulai bermunculan dari tubuhnya.

“Chen, tenangkan dirimu! Sudah itukan hanya satu dari beribu kalajengking milikmu,” kata Ximun menenangkan.

Xiu jadi kaget, ternyata rasa sensi dari kekuatan Chen terletak pada hewan-hewan mengerikan itu sedang Kris pada kata-kata yang berhubungan dengan leader (read: Ketika Member EXO Sakit).

“Tapi A-King  adalah produk berhasil yang mampu menyatukan ras Kling-King dan Mleng-King,” jelas namja itu, lalu tiba-tiba, “Huhuhuhu,” keluarlah tangis penuh penghayatan lagu Baby Don’t Cry versi Mandarin *apadeh*

“Aish, jangan menangis,” pinta Xiumin.  Dia mendekati Chen bermaksud mengurangi kesedihan Chen tetapi,

DUERRR!

Tubuh Xiumin langsung terkapar di tanah, tubuhnya gosong karena lupa tubuh Chen masih mengeluarkan energi petir.

“Waaaa!!! Xiumin gege. Apa yang telah kau lakukan? Dasar pabo, udah tahu aku penuh listrik begini kau malah sentuh-sentuh!”

PLEETAK!!! Sebuah tanduk unicorn kembali terlontar dan kini mengenai kepala Chen.

“Apa yang kau katakan, hah! Kau tidak lihat gegemu yang terkapar mengenaskan karena dirimu. Kau malah seperti itu! Aish-” teriak Lay garang.

Kemudian dia mendekati Xiumin yang sesekali menggelepar diikuti aliran listrik yang masih membelenggunya. Lay menutup mata dan mulailah dia pada tahap menyembuhkan. Sedikit demi sedikit tubuh Xiumin mulai membaik.

Cuittttt!!! Cuittttttt!!! #Bunyi siulan dari mulut Lay#

Beberapa detik kemudian beberapa ekor unicorn yang diklasifikasikan oleh Lay bergenus Hiya bermunculan.

“Oke, adek-adek kecilku yang unyu-unyu. Kalian antarkan paman yang juga unyu ini ke kamar yang ada guguran bunga anggrek ya,” jelas Lay tetapi sepertinya hewan peliharaannya belum mengerti. “Ituloh, kamar namja yang suka bikin aku nangis. Yang punya pedang dan mata yang sama-sama tajam. Tau kagak?”

Unicorn itu seperti menganggukkan kepala lalu mulai bahu membahu menaikkan tubuh Xiumin ke punggung salah satu dari mereka.

“Ingat! Jangan sekali-kali membuat kotor lantai. Kesetan dulu sebelum masuk dorm lalu jangan menyenggol dan menyentuh apapun. Mengertikan adek-adek???”

“Hiiiiyaa,” jawab mereka kompak. Nah, itulah penyebab mengapa mereka bergenus Hiya, soalnya mereka bisanya ngomong Hiya -_-. Kemudian mereka segera pergi.

Lay menatap tajam Chen, Chen hanya menunduk sambil memainkan kaki kanannya di tanah, mengebor sebuah lubang. Lay terlihat geli, mau ketawa tetapi segera ia urungkan. Merasa urusannya sudah selesai, namja berdimple itu pun beranjak pergi. Tetapi tiba-tiba tangannya ditahan Chen.

“Woi, apa yang kau lakukan?!! Mau membuat ChenLay moment?” teriak Lay sambil menghempaskan tangan Chen, entah mengapa pipinya kini bersemu merah, haha.

“Gege bukan begitu??” jelas Chen dengan wajah muram. “Kau melupakan satu makhluk yang harus kau selamatkan. Aku mohon,” pinta Chen sambil menunjuk pada kalajengking jenis nasiA-Kingnya.

Lay menyipitkan matanya tajam, lagi, tetapi tiba-tiba langsung terbelalak oleh aksi Chen yang diluar dugaannya. “Bbuing-Bbuing, aku mohon.”

Lay sedikit cengo tetapi langsung kembali sadar ketika Chen dadah-dadah di depannya seperti peserta uji nyali yang sudah tidak kuat.

“Ba-Baiklah, tetapi jika kalajengkingnya masih hidup. Kalau sudah mati, hanya Tuhanlah yang bisa menghidupkannya.”

Chen menghela nafas berat lalu mengangguk lemah.

Lay mendekati A-King yang sangat menyedihkan. Jari telunjuknya yang lentik itu dia tempelkan di hidung A-King *ini mau apasih*

Well, sepertinya dia masih bernafas,” katanya membuat Chen terlonjak senang. Astaga, hebat benar, sudah kegencet tanduk unicorn masih bisa hidup.

Lay mencabut tanduk unicorn dari dada A-King kemudian dia mulai mengeluarkan kekuatannya, menyembuhkan A-King. Beberapa saat kemudian, si A-King sudah membuka lagi kedua matanya, mengerjap-ejap, berusaha meniru apa yang biasanya dia lihat ketika ada orang siuman. Padahal dia tidak punya kelopak mata -_- *author ngaco*

“Kau senang?” tanya Lay sinis. Chen mengangguk.

“Xie xie gege,” ujar Chen tulus. “Aku janji akan memakan apa yang kau masak. Bahkan jika harus memanggilmu emak pun enggak apa. Bertukar tempat tidur juga aku mau. Gege mau sekamar dengan Kris gege, kan? Oke, mulai nanti malam gege boleh tidur dengan Kris gege.”

Lay membelalakkan matanya.

“Kau kira aku homo apa gimana? Siapa yang mau sekamar sama namja menyebalkan macam dia? Dengar baik-baik, aku dan Kris itu masih musuhan!!!”

Lalu Lay pergi dari situ.

“““““““““““““““““““““““““““““““““““““““

Xiumin mengejap-ejapkan mata ketika dirasa tangannya sedang dijilat sesuatu.

“Wa!!!” pekiknya kaget ketika menyadari jika beberapa unicorn sedang mengerubungi dirinya. “Ya! Apa yang kalian lakukan? Oh, kamarku yang bersih dan rapi menjadi……..” kalimat Xiumin terhenti sesaat melihat kamarnya yang ternyata masih bersih dan rapi. Ternyata unicorn itu memang mematuhi perintah pak guru Lay.

“Kau kenapa gege?” tanya seorang namja yang juga penghuni kamar itu. Dia terlihat terkejut mendapati beberapa unicorn di sana. Apalagi unicorn itu menatap matanya sangat tajam.

Mereka punya mata setajam aku ternyata, batin Tao. Aish, mentang-mentang aku sering menjahili tuannya, mereka jadi ikutan sebel gini  sama aku. Aku suruh pandaku cium  mereka satu-satu baru tahu rasa mereka *Panda Tao ngerii*.

“Aku tidak apa-apa. Sepertinya tadi aku kesetrum dan mereka menolongku,” jawab Xiumin sambil mengingat-ingat.

Tao hanya mengangguk, lalu berjalan ke arah lemari dan mengambil pedang.

“Hiiyaa” Para unicorn langsung berteriak, membuat kedua empu kamar terkaget-kaget.

“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Xiumin.

“Aku mau membantu Kris gege mencukur ramput naga-naganya. Katanya model rambut mereka sudah jadul dan akan mengganti dengan model baru yang lebih macho.”

Semua melongo. Sejak kapan naga punya rambut???

“Aku pergi dulu ya, kalau gege sudah baikan. Gege bisa ke kandang jika mau melihat.” Lalu Tao pun berlalu.

Mereka, Xiumin dan para unicorn langsung saling pandang. “Apa loe lihat-lihat!” seru Xiumin.

“Gege, lihat!!!” teriak Chen yang masuk ke kamar tidur Xiumin. Dia memperlihatkan sebuah kotak dengan sesuatu di dalamnya.

Xiumin bingung. Kemudian Chen menutup semua korden sehingga ruangan itu jadi gelap. Lalu dari kotak itu terlihat cahaya mejikuhibiniu, aish, pelangi gitu aja.

“Aku berhasil menyilangakan para kalajengkingku sehingga warna cahaya mereka bisa warna-warni. Keren, kan???” jelas Chen. “Yang hijau itu A-King lalu Kling-King yang warna kuning dan Mleng-King yang warna biru. Gimana-gimana???”

Xiumin hanya terdiam.

PletaKKKK!!!! Lagi-lagi kepala Chen harus jadi sasaran tanduk unicorn. Untung kepala Chen keras, tapi bukan keras kepala loh ya.

“Apa kau tidak juga sadar jika gege takut kalajengkingmu???” seru Lay.

Kemudian Lay menghadap pada hewan peliharaannya. “Hai adek-adek, kalian emang pintar semua. Besok aku kasih sambal terasi+jengkol,” katanya pada unicorn-unicorn itu. Semua unicorn pun memperlihatkan eyesmile mereka, kyaaa unyu.

“Maaf gege, aku tidak bermaksud membuatmu takut. Makanya aku memasukkan mereka dalam kotak,” ujar Chen lirih pada Xiu, tentu saja.

Xiumin menggeleng. “Kau memang baik Chen. Aku diam bukan karena takut, tetapi karena kagum. Mereka sangat fantastik.”

Chen pun girang. Lay yang melihatnya juga ikut senang, dia menepuk-nepuk kepala salah satu unicorn terdekat.

“Kalian tahu, melihat kalian yang begitu asik dengan hewan peliharaan kalian. Aku jadi iri dan juga ingin punya hewan peliharaan.”

Semua langsung saling menatap, mereka jadi sedih juga. Xiumin pernah mencoba memelihara banyak hewan, mulai dari kecoa, kura-kura sampai buaya. Tetapi mereka tidak bisa bertahan sampai 3 bulan karena kedinginan jika dekat-dekat dengan Xiumin yang punya Frost power.

Di dorm ini, memang Xiumin saja yang paling kasihan. Dia sendirian, kesepian dan kedinginan. Tak ada satu makhluk pun yang mau menemaninya mengarungi kehidupan yang kejam ini *halah*. Coba tengok leader mereka yang punya selusin Naga, Luhan yang punya se-RT rusa, Tao yang tentu saja punya setumpuk Panda sedang ChenLay pasti sudah pada tahu, jelas saja Xiumin iri.

“Hai semuanya!” sapa Luhan yang kini tengah menenteng tas ranselnya. “Aku mau ke Korea. Ada yang mau ikut?”

“Aku ikut, aku ikut,” teriak Xiumin kembali semangat.

“Aku harus memberi makan kalajengkingku dulu.”

“Aku harus menyirami bunga anggrekku, iya kan adek-adek.”

“Hiiyaa”

“Baiklah, Lay dan Chen kalian bisa nyusul. Ayo gege, kita berangkat!” seru Luhan.

Xiumin mengangguk dan bangkit mengemasi beberapa barang lalu pergi mengikuti Luhan.

“““““““““““““““““““““““““““““““““““““`

“Gimana gege?” tanya Tao yang baru saja melanjutkan waktu dunia setelah beberapa saat menghentikan waktu agar acara cukur mencukur rambut naga bisa berjalan lancar. Secara naga itu paling enggak suka jika harus dicukur, mandi daaaannn keramaaaaaas. Jadi mereka perlu dibatukan dengan menghentikan waktu.

“Wao, kau memang yang terbaik,” jawab Kris puas melihat naganya kini tampan-tampan dan cantik-cantik dengan ramput mereka yang baru.

Tao menepuk dadanya bangga.

“LOHALO cemuanyaaaaaa, kami datanggggggg,” teriak Luhan. “Wao, kau cuantik sekali Thavila. Dan kau Krue, ckck, aku sampai gak bisa berkedip. Heeeei siapa di sana?  Waooo Bota, kau kah itu, kece abis,” seru Luhan menggombali para naga cewek satu per satu. “Btw, maukah kalian mengantarkan aku dan Xiumin gege ke Korea???”

“Ehem,” terdengar suara yang berat serak ngerock.

“Eh, Kris jangan pelit-pelit. Ini demi kedua gegemu yang unyu-unyu ini.”

Kris rolling eyes. Dia langsung memberi isyarat pada naga-naganya untuk mendekatinya. *Ha! Gimana itu?*

Mereka mulai berunding. Terdengar bisik-bisik dari mereka sesekali jeritan dari salah satu naga.

Kris :#$$$&^%^%#*)%$%$**

Joy: @#%&^())_$#@@$*()$%#@@%^

Thavila : @#$#$*((**%^%#$@%^^

Krue: %$^%$^%&&*&% ……………………………………………………………..blablabla

“Mereka lagi ngomongin apa sih?” tanya Luhan pada Tao. Xiumin hanya terdiam, dia jadi makin iri melihat Kris dan naga-naganya.

“Em, kira-kira begini. Kris tanya gimana pendapat mereka jika harus terbang ke Korea. Joy bilang nggak apa-apa asal mereka nanti bebas mandi selama setahun. Thavila menjawab mau, asalkan dia membawa si unyu Xiumin gege, Krue merasa badannya belum kuat jadi nggak bisa, Church mau-mau aja asal Kris juga ikut dan Bota serta Violpo terserah Kris gege aja.”

“Oh, gitu.”

“Oke, mereka setuju. Luhan gege akan ikut Violpo, Xiumin gege ikut Bota aja karena Thavila elergi dingin, Tao ikut Joy. Chen dan Lay enggak ikut?”

“Mereka nanti nyusul.”

“Kalau begitu kalian berangkatlah dulu. Aku akan menunggu mereka.” Semua mengangguk. “Oke, Violpo, Joy dan Bota bersiaplah.”

Beberapa menit kemudian mereka sudah mengudara *Enaknya*

“““““““““““““““““““““““““““““““““““

Di dorm EXO-K

Ternyata hal yang sama juga tengah terjadi di dorm EXO-K. Mereka sedang dilanda musim liburan.

“Hyung, aku nemu ini, lucu enggak?” tanya Kai yang tiba-tiba muncul membuat semuanya terkejut dan mengelus dada.

“Kai!!!! Mau membuat semua jantungan huh? Lain kali kalau datang lewat pintu, jangan lupa ketok dulu, baru boleh masuk, ngerti?” bentak Baekhyun yang disambut cibiran dari Kai.

Tiba-tiba seseorang menggebrak pintu dorm EXO-K.

“Kai!!! kembalikan ayamkuuuuuu!!!” Jerit Onew marah sedang Key dan Jonghyun memegangi kedua tangan leader mereka, takut jika dia diapa-apain sama member EXO soalnya mereka hanya manusia biasa tanpa kekuatan dari EXOplanet. *ini gak ada maksud apapun loh ya*

PletaKKK!!! Taemin menjitak kepala Kai.

“Appo-lah hyung. Aku enggak tahu jika ayam ini ada majikannya.”

“Makanya jangan langsung ambil!!! Lihat dulu wajahnya, noh mirip Onew hyung kan?”

“Ya! Minnie, apa maksudmu?” seru Onew gak terima, walau dia suka ayam tapi wajahnya berjuta-juta kali lebih tampan.

Taemin hanya terkekeh. MinHo maju mengambil ayam dari tangan Kai kemudian memberikan ayam itu pada Onew. Onew senang bukan main lalu mereka semua beranjak pergi. Tidak lupa Taemin melet-meletin lidahnya dulu ke Kai sebelum menutup pintu.

“Loe tu cari masalah aje,” kata D.O.

Kai hanya manyun-manyun aja.

“Aku kan harus move on,” jawab Kai pada akhirnya.

Sehun, Baekhyun dan Chanyeol pun tertawa melihat betapa kasihannya Kai dicampakkan Monggu beberapa hari yang lalu. Hewan peliharaan itu memutus kontrak  dengan Kai dan memilih Amber sebagai tuan barunya.

“Arrrggghh, silahkan ketawa sepuasnya. Kalian sama sekali enggak pernah mengerti aku. Seperti itu dibilang keluarga.”

Kai menghilang lagi.

Suho menghela nafas berat.

“Jadi bagaimana? Mengapa harus begini? Mau sampai kapan? Ada saran?”

“Hyung, ngomong apa sih?” tanya Yeol.

“Arrrrgghhh, APA GAK TAHU AKU SEBAGAI LEADER SUDAH CAPEK DENGAN TINGKAH KALIAN YANG KEKANAK-KANAKAN, GILA AKU JADINYA!!!!”

Suho pun ikutan pergi. Tidak dengan teleport tentunya, tetapi melangkahkan kakinya yang pendek dengan sabar.

“Noh, ngeri noh, kalau sampai wajah angelnya luntur gegara kalian gimana tuh?” kata D.O nakut-nakutin.

SeBaekYeol saling tatap.

Tiba-tiba Sehun bangkit. Dia menghampiri pintu balkon dan membukanya.

“Ada apa Hun?” tanya D.O

“Angin memberitahuku kalau mereka akan datang.”

“Siapa?”

“Siapa lagi jika bukan belahan jiwanya,” tebak Baekhyun.

“Memang siapa belahan jiwanya?” tanya D.O polos.

“Tentu saja Luhan hyung,” jawab Chanyeol kesal.

D.o hanya ber-oh ria.

“Bukan,” kata Sehun membuat semuanya menengok ke arahnya.

“Bukan mereka yang datang. Tapi. . . “ Sehun menggantungkan kalimatnya. “Entahlah.”

Chanyeol menghampiri Sehun, sepertinya Sehun mendapat firasat yang buruk. Tetapi tunggu.

“Hei, bukannya itu memang EXO-M?”

Benar saja, dari ujung horizon itu, terlihat beberapa titik gelap yang semakin lama semakin besar memenuhi langit.

“Gilaaaa, mereka bawa naga kemari, apa gak papa?” tanya Baekhyun.

“Dodol, naga yang bawa mereka bukan mereka yang bawa naga. Apa gak bisa liat? Ah, pantes, mata sipit gitu, mana liat, kasihan.”

Baekhyun pun beralih mendekati Sehun, melingkarkan tangannya pada lengan Sehun dan menyendenkan kepala di bahu namja itu.

Chanyeol hanya bisa manyun melihat kelakuan roomatenya yang sensi abis. Tapi siapa yang gak sensi kalau diledek gitu??? #ketauan kalau author juga bermata sipit#

“Annyeong,” kata Xiumin, Luhan dan Tao yang sekarang sudah menginjakkan kakinya di balkon.

“Han ge, akhirnya kau datang,” seru SeHun senang, mencampakkan Baekhyun begitu saja.

“Aish, aku gak disambut nih?” seru Xiu.

“Loh, ngapain kalian bawa Baozi kemari? Ih bisa bicara lagi? Unyu banget, apa ada knop pemutar ya di belakangnya?” ujar Chanyeol sambil membalikkan tubuh Xiumin.

“Ya! Aku Xiumin, makhluk paling imut di muka bumi. Masa kau gak kenal aku? Hiks tegaaa!” Xiu bersedih dan Baekhyun mendekati Xiu yang jadi korban keisengan Yeol.

“Baek, dia jahat,” adu Xiumin.

“Aku tahu ge, aku tahu,” kata Baekhyun sambil mem-pukpuk bahu Xiumin di pelukannya.

Chanyeol menggeram. “Tao, ayo bawa barang-barangmu ke kamarku, kamu tidur di kamarku malam ini ;) ”

Tao terdiam sebentar, tetapi setelah itu mengangguk ragu. Chanyeol melirik ke Baekhyun, tetapi Baekhyun sama sekali tidak peduli.

“Loh, Lay, Chen, Kris hyungdeul gak ikut?” tanya D.O sambil meletakkan minuman yang telah dia buat.

“Nanti nyusul,” jawab Luhan.

“Loh, Kai sama SuHo dimana?” tanya Xiumin.

“Suho hyung sepertinya ada di kamarnya sedang Kai, sebut saja namanya tiga kali, nanti dia juga datang,” jawab D.O #Emang Kai apa sih?#

Tiba-tiba sebuah teriakan terdengar dari kamar KaiD.O. Semua pun beranjak menuju kamar itu.

OMOOO!!! O.O

Semua terbelalak.

Mereka mendapati Kai sedang mengikat ‘sesuatu’ di kursi.

“Ya! Kai, kau sedang ngapain?” jerit D.O dengan mata O.O

“Aish, aku sudah bilang mau move on, jadi aku cari hewan peliharaan kemana-mana. Terus karena kasihan, Kyuhyun hyung memberiku monyet ini. Tapi, monyet ini menyebalkan, dia mencakariku dan berani menjitakku,” jelas Kai masih berusaha mengikat kencang monyet yang mulutnya dilakban itu.

Mereka semakin membelalakkan mata. Tidak percaya dengan penjelasan Kai.

Tiba-tiba Suho datang.

“Kai, tadi aku ditelpon Donghae hyung katanya kau menculik Eunhyuknya, jelaskan pa—- Ya! Kai apa yang kau lakukan pada Eunhyuk hyung??!”

Kai mengernyitkan alisnya.

“Ini hewan peliharaanku yang baru hyung.”

“ITU EUNHYUK HYUNG!!!” teriak Suho sudah benar-benar kesal. Dia melepas ikatan itu membuat Eunhyuk terlepas.

“Ta-tapi kata Kyu hyung bilang dia monyet langka dari planet Suju.”

Pletakkk!!! Eunhyuk menjitak kepala Kai keras.

“Aku ganti gaya rambut saja kau sudah tidak kenal. Hoobaemacam apa kau hah? Kau juga percaya saja aku monyet dari luar angkasa. Emang aku mirip monyet hah?” tanya Eunhyuk.

“Ne eh, ani, ani,” balas Kai sambil dadah-dadah. “Maaf hyung, aku tidak tahu, aku belum pernah lihat monyet soalnya, hehe,” jelas Kai membuat Eunhyuk pingsan.

Semua menepuk jidat mereka melihat Kai yang akhir-akhir ini lagi error.

“Sekarang kau kembalikan Eunhyuk hyung lagi Kai, setelah itu temui akuuuu!”

Kai mengangguk lemah, lalu dia mengangkat tubuh Eunhyuk pergi. Menghilang dalam ruang.

“Dia kenapa sih?” tanya Xiu memecah kesunyian.

“Monggu mencampakkannya dan dia ingin cari penggantinya,” jelas Kyungsoo.

Oooh. ‘Kesepian ya, 11-12lah sama aku,’ kata Xiu.

Tiba-tiba suara kepakan sayap naga kembali terdengar. Oke, EXO kembali bersatu.

Chanyeol membuka kandang Phoenixnya di bawah tanah, tentu saja untuk tempat keenam naga Kris.

“““““““““““““““““““““““““““““““““““““

Beberapa hari kemudian *apa ini?*

Matahari berada di ufuk timur, tanda hari telah pagi. Dorm EXO-K sudah mulai ramai dengan kegiatan member masing-masing. Eh iya,  catatan bahwa EXO-M ke Korea atau EXO-K ke China bukan hal yang wow karena mereka bisa lakukannya kapan saja –jika memungkinkan-, jadi rasa rindu dan semacamnya tidak terlalu menumpuk di dada.

Mari kita lihat apa yang sedang dilakukan member satu per satu. Dari bagian belakang dorm dulu saja.

Ternyata di balkon Lay sedang merawat anggrek yang kini mulai bermekaran karena kekuatan healingnya.

“Syukurlah, kalian semua selamat. Tolong jaga diri kalian mulai sekarang, demi aku dan juga diri kalian sendiri,” kata Lay pada anggek-anggrek itu.

Chen yang berada tidak jauh dari situ hanya geleng-geleng kepala.

“Kalian hati-hati ya sama om yang mirip unicorn itu. Jangan sampai kalian ketularan sifat gak warasnya,” kata Chen pada bayi kalajengking yang baru lahir ke dunia.

Kau juga tidak waras ahjussi,’ kata salah satu bayi kalajengking, untung Chen tidak mendengar karena nantinya petir 1000 gigavolt sudah melanda bumi. Bahaya!!!

Mari kita lanjutkan ke dapur, tentu kalian sudah menduga siapa yang sedang berada di dapur.

D.O sedikit cemberut karena kegiatan memasaknya diganggu oleh aliens yang katanya mau membantu ternyata malah merecoki.

“D.O-ah, apa yang harus aku lakukan setelah ini?” kata Suho setelah mengiris wortel.

D.O yang melihat irisan hasil leader EXO-K itu langsung mengeluarkan mata mbelo andalannya [O_O].

“D.O hyung, apa lagi yang bisa aku ambilkan?” tawar Kai yang tiba-tiba datang dengan kekuatan teleportnya.

“Lihat, aku sudah membawakan ikan untukmu, ikan terganteng yang pernah ada,” kata Kai bangga sambil menunjukkan apa yang dia bawa. D.O dan bahkan Suho sama-sama melongo melihat apa yang Kai bawa. “Aku kan menyuruhmu memancing ikan yang besar,” kata D.O

Kai meringis, “Ini adalah hasil ikan tangkapanku, besar bukan?”

“Eh, ada Donghae hyung?” tanya Xiumin yang duduk di meja makan.

“ Aish, jinjja, Kaiiiiiiiii,” teriak D.O menggelegar sampai dorm bergetar.

“Hyung, tenang. Aku hanya bercanda hyung. Ini ikan yang kau minta. Sedang Donghae hyung hanya ingin numpang ke toilet,” kata Kai menjelaskan.

Donghae ternyata sama sekali tidak marah dibilang ikan, dirinya malah geli.

“Hyungnim, maafkan Kai yang error itu, dia memang lagi tidak beres akhir-akhir ini, maafkan aku. Dan kejadian kemarin-kemarin, tahulah yang Eunhyuk hyung itu, aku juga minta maaf akan hal itu,” kata Suho hyung.

“Tidak apa saengi, kejadian itu malah membuat dorm Suju jadi kembali ramai dengan ejekan dan tawa untuk Eunhyuk, aku malah berterima kasih, hehe,” jawab Donghae. “Btw, dimana toiletnya?”

Suho pun menunjukkan pintu toilet yang tidak jauh dari situ.

“Jadi bagaimana hyung? Aku lebih bergunakan?” kata Kai pada D.O

“Tidak, akulah yang lebih berguna,” sahut Suho.

“Tentu saja aku lah hyung,,,dari tadi aku yang bolak-balik beli bahan, kalau tidak ada aku mana bisa makanan ini kelar.”

“Aku,,,” kata Suho tak mau kalah.

D.O yang mendengarnya mulai jengah. “KALIAN BISA DIAM TIDAK, HAH?”

Mereka berdua yang ternyata sedang mencuri perhatian D.O langsung bungkam.

“Tidak biasanya kalian seperti anak kecil begini, mending sekarang kalian pergi saja, nanti kalau sudah matang akan kupanggil,” lanjut D.O.

“Tapi,,,,”

D.O pasang muka seram, jadi mau tidak mau HoKai pun meninggalkan dapur dengan perasaan sedih.

“Ini semua salahmu…..”

“Apa? Salah hyunglah…”

‘Aish, gara-gara Kai usahaku untuk merebut hati D.O gagal,’ batin Suho.

‘Argh, Dasar Suho hyung, udah tahu D.O couple-ku, mengapa dia mau merebut dia dariku, arrrrrgh,’ batin Kai.

Ckckckck, ternyata kisah cinta segitiga SuDoKai makin terang-terangan. Mari kita lihat apa yang sedang terjadi di ruang makan.

“ Aku tidak mau gege,” kata Tao sambil menutup mulutnya.

“ Argh, ayo lekas makanlah, biar nanti kekuatanmu tambah hebat,’ bujuk Xiumin.

Tao tetap menggeleng. Xiumin yang dari tadi berusaha menyuapkan sesendok nasi pada magnae EXO-M mulai menyerah.

“Kau sudah tidak makan sejak lusa, bagaimana kalau sakit?” kata Xiumin dengan sebal dan khawatir tentu saja.

“Kan ada Lay gege,” jawab Tao yang membuat Xiumin masang muka baozi yang sedang marah.

“Lagian kenapa harus diet sih?”

“Biar gak gendut kayak gege.”

“APA?!!!!” seru Xiumin hingga membuat ruangan menjadi dingin.

“Astaga, ada apa ini gege? Tao belum mau makan?” tanya Duizang yang tiba-tiba hinggap dari beranda *baru terbang* dan langsung menemui mereka berdua.

Xiumin hanya mengangguk dengan pipi yang dikembungkan dan tangan sedakep.

“Tao, kau jangan kekanakan begini. Cepat makanlah, kau tidak kasian pada gege-gegemu yang khawatir,” kata Kris sedikit tegas.

“Tapi ge…”

“Ayo buka, ha,,,” ujar Kris sambil menyuapkan sesendok nasi.

Tao pun akhirnya buka mulut dan menerima sesendok nasi itu.

“Argh, tau begitu sejak tadi kau saja yang memaksanya makan,” kata Xiumin. “ Kris, aku juga mau,” lanjutnya sambil menunjuk mulutnya.

Kris mengernyit. “ Kalau begitu, ha,” kata Kris lalu sesuap nasi sudah sampai di mulut Baozi. Nyam! Nyam! Nyam!

“Ya! Aku tidak mau makan,” kata Tao kesal lalu meninggalkan mereka.

“Dia kenapa?” tanya Kris heran.

“Ehmmm, maybe cemburu,” tebak Xiu.

Kris cengo.

“Eh, sepertinya ada satu lagi yang cemburu,” tambah Xiu sambil melihat ke arah balkon.

Lay terlihat sedang meremas anggrek-anggreknya yang tidak berdosa. Xiumin dan Chen yang melihatnya bergidik ngeri sedang Kris makin cengo.

Mari kita lanjut ke ruang lainnya saja.

Ruang TV

“Hyung, lihat itu,” seru Sehun ketika sang layar televisi mempertontonkan sebuah pemandangan yang indah. “Aku jadi kangen planet EXO.”

“Kau benar Hunnie, kapan terakhir kali kita ke sana?” sahut Luhan yang ternyata memang juga kangen berkunjung ke planet mereka.

“Hyung, aku merasa semenjak kita tinggal di bumi kita jadi tidak normal.”

“Maksudmu apa?”

“Entah karena atmosfer bumi yang sedikit berbeda atau karena lingkungan, kita makin ke sini makin tidak jelas. Lihatlah pasangan SuDoKai, TaoKrAy, BaekYeol, dan XiuChen. Mereka sama-sama lelaki tetapi malah saling suka seperti itu. Aku takut hyung.”

“Memang HunHan tidak?” tanya Luhan menggoda.

“Tidaklah hyung, kita hanya kakak adik, eh tunggu jangan-jangan hyung mulai menyukaiku.”

Luhan malah tertawa mendengarnya.

“Sepertinya wanita bumi tidak cukup mempan menembus hati kita. Sehingga kita jadi seperti ini,” ujar Sehun lagi. *Ah masa sih???*

“Jadi kau ingin mereka datang?”

“Tentu saja tidak tapi entahlah hyung, bertepatan dengan kedatangan kalian beberapa hari yang lalu, aku merasa ada yang tidak beres, ada perasaan tidak enak.”

“Itu tiga hari yang lalu, eh, bukankah membicarakan mereka adalah hal yang tabu. Oh tidak! Jika benar mereka datang, mereka akan cepat menemukan kita.”

Tiba-tiba, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

“Uwaaaaaaa, mereka datang!!!!! Eottoke?????” seru Baekhyun dengan panik.

Semua langsung terkesiap. Sebenarnya siapa yang datang. Pasangan HunHan langsung saling pandang, sepertinya mereka tahu siapa yang akan datang dan langsung pasang muka ngeri.

“Siapa yang datang?” tanya Tao bersama Donghae yang ternyata belum pulang.

Baekhyun langsung membuka pintu lagi lalu melempar Donghae keluar *kejam.

“Reader Elfish tersayang, tolong maklumi karena saya sedang panik,” kata Baekhyun.

“Ya! Siapa yang datang????” tanya Xiumin.

“ Mereka,,,,,,,,,,mereka ,,,,,,,,,E—XY.”

Duar!!!!!!!!!!

Petir Chen mulai bermain di langit dan di hati masing-masing member.

“Tao cepat hentikan waktu selamanya,” titah Chanyeol yang tidak masuk akal.

“Kai, bawa kita ke Antartika,” seru Xiumin yang juga tidak masuk akal.

Mereka mulai panik dan mikir-mikir cara mereka menghindari klan itu.

“Berapa lama lagi mereka menemukan kita?” tanya duizang.

“Satu menit,” kata Baekhyun frustrasi.

Semua menahan nafas. Sudah tidak ada waktu lagi. Tao juga tidak punya kekuatan untuk menahan waktu untuk waktu yang lama karena program dietnya.

Mau tidak mau mereka pun keluar menuju atap gedung, menyambut kedatangan tamu mereka.

HunHan merasa bersalah sekarang. Akibat mereka, pasti tamu itu dengan mudah melacak keberadaan mereka.

________________________________________

Dalam 2 detik mereka telah sampai di atap, berkat kekuatan Kai tentu saja. Mereka menunggu dengan debaran jantung yang lebih cepat dari biasanya, debaran jantung yang lebih kencang dari saat mereka melakukan debut.

Langit mulai berubah gelap. Awan hitam bergulung-gulung menutupi sang mentari.

Tao menghitung waktu,,,,,,,,5,,,,,4,,,,,3,,,,,2,,,,,,,1

Blumsh!

Sebuah cahaya menembus gulungan awan dan jatuh menuju atap dorm. Benar saja setelah mendarat di gedung itu, kepulan debu bercampur angin dan api mengelilingi area itu. Sehun langsung menggunakan anginnya untuk menyingkirkan kepulan debu itu. Dari balik kepulan itu munculah 4 bayangan yang berjalan mendekati mereka.

Deg! Deg! Deg!

“Annyeonghaseyo themuanya,” kata salah satu dari mereka.

Semua terbelalak ketika mendapati empat anak remaja, 3 cewek 1 cowok.

“Hah, jadi kalian yang datang,” seru Suho lega. Member yang lain ikutan lega, tapi tidak semua.

“Astaga, bagaimana kalian bisa menemukan kami di sini?” tanya Kris.

“Tuh, ada detectornya,” jawab gadis bermata kucing sambil menunjuk ke yeoja paling belakang. Dalam hati Luhan bersyukur, ternyata bukan ‘mereka’ yang datang, selain itu, percakapannya dengan Sehun tidak membawa bencana karena yang datang bukanlah ‘mereka’.

Kris membelalakan matanya ketika melihat gadis yang ditunjuk si gadis mata kucing. Seorang gadis dengan rambut panjang bergelombang menyita perhatiannya.

“Ya! Nan Chin, kau juga ikut?”

“Kami yang memaksanya gege, jika tidak, mana mau dia kemali,” ujar gadis paling pendek tapi manis tapi juga cedal.

“Dengar kan kakakku tersayang. Aku dipaksa. Jika tidak, mana mau aku menemuimu,” jawab gadis itu yang ternyata adik dari Kris.

Kris mendengus.

“Tunggu sebentar,” seru Xiumin mengagetkan. “ Jangan bilang jika namja di depanku ini adalah DaeWon.”

Namja yang dimaksud Xiu nyengir dan lesung pipi segera terlihat di kedua pipinya.

“Ayolah hyung, masa sama adikmu sendiri kau bisa lupa,” jawab satu-satunya namja dari mereka.

“Omoooo, bagaimana kau bisa kurus dan tampan begini huh?” pekik Xiu kemudian memeluk adiknya yang sangat ia rindukan.

“Jadi apa alasan kalian kemari?” tanya Suho lagi.

“Sama seperti kalian, kami kabur dari planet EXO,” jawab gadis bermata kucing itu lagi.

Semua member EXO melotot.

“Wae???”

“Sudahlah, ayo kita masuk dulu, senang ternyata kalian yang datang,” kata Chanyeol riang, merasa bahaya kembali tertunda.

Baekhyun memandang Sehun, entah apa arti pandangannya tetapi cukup dimengerti Sehun. Namja berkulit susu itu hanya menggeleng, tetapi tubuhnya tegang.

“Kalian tahu, kirain yang bakal datang makhluk yang sok hebat itu,” celetuk Chen.

“EXY maksudnya?”

“Siapa lagi.”

“Well, sebenarnya ehem. . . .” tiba-tiba Nan Chin menggantungkan kalimatnya.

“Ada apa?” tanya Lay penasaran.

Tiba-tiba udara menjadi dingin.

“Ada dua dari mereka yang ikut,” lanjut gadis bermata kucing.

Jelas hal itu membuat member EXO terkejut, kecuali Baekhyun dan Sehun yang memang sedari tadi merasakan kehadiran mereka.

“Jangan bercanda,” kata Tao panik.

Splash!

“Annyeong,” kata seorang gadis dengan rambut panjang yang diikat dengan beberapa kepangan di rambutnya. Membuatnya terlihat sangat manis. Sedang di sampingnya, berdiri gadis berparas tak kalah cantiknya dan bermata biru.

“Maafkan kami yang membuat kalian terkejut. Seperti yang dikatakan dongsaeng kalian kami EXY, aku Min Seo dan ini Ae Rin.”

“Terserah, apa maksud kedatangan kalian?” teriak Kris garang.

“Gege, mereka teman, jadi stay calm,” kata Nan Chin.

“Itu benar, kami kemari bukan untuk mencari masalah atau membawa kalian kembali ke planet EXO jadi tenang saja. Kami akan menceritakan semuanya, tetapi, uhuk, kami lapar hehe.”

“Mwo??? Jadi kalian bisa lapar?” kata Chanyeol mengejek.

“Tentu saja, kami itu hidup, dan makhluk hidup butuh makan. Apa kalian sebodoh itu hingga tidak tahu?”

Chanyeol terbakar amarah, ia bersiap melemparkan apinya tetapi ditahan Baekhyun.

“Hai, apakah itu bisa dimakan?” tanya salah seorang dari mereka sambil melihat Luhan dengan nafsu (?).

“Ya! Aku member EXO, bukan hewan buruan.”

“Aish, jinjja? Tapi kau mirip rusa. Kalau itu?” tunjuk gadis itu kepada Xiumin.

“Ya! Yang bodoh itu kami apa kalian? Masa bedain sesama makhluk EXO sama hewan buruan tidak bisa,” ejek Chen.

Kedua gadis itu mempoutkan bibir mereka.

“Kami hanya bercanda. Mana makanannya?”

“Tidak ada, tidak ada makanan untuk kalian,” jawab Chanyeol tegas. “Kalian merepotkan saja, jadi pergilah. Kami tidak sudi berteman dengan kalian.”

Duer!!!

Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap kembali dan petir mulai mewarnai langit.

“Jadi kalian mengusir kami?” kata salah seorang dari mereka dingin dengan iris mata yang berubah merah.

Semua member EXO menelan ludah.

“Kim Mi,” seru Daewon.

-To Be Continued-

Click Here for Next Chapter

Credit : ^EXOfanfiction and Sujufanfiction^

2 thoughts on “Ketika Member EXO Kedatangan Tamu (Part 1)

  1. You need targeted traffic to your website so why not try some for free? There is a VERY POWERFUL and POPULAR company out there who now lets you try their traffic for 7 days free of charge. I am so glad they opened their traffic system back up to the public! Check it out here: http://voxseo.com/traffic/

  2. I came to your “Ketika Member EXO Kedatangan Tamu (Part 1) | 한성린” page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get traffic from and they let you try it for free. I managed to get over 300 targetted visitors to day to my website. Visit them today: http://voxseo.com/traffic/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s