Ketika Member EXO Dalam Bahaya

Click to visit the original post

Author              : R.Rains (Kim Ah Ra)

Main Cast         : EXO K and M

Other Cast        : SHINee SuJu, TVXQ, and “Cari Sendiri” (?)

Genre               : Temukan sendiri, habisnya gimana ya? Awalan comedy makin belakang makin fantasy???? (Gaje abis)

Length              : Oneshot

Disclaimer        : Cerita milik author, walau EXO milik Tuhan dan ortunya masing-masing.

 

———————————

Hari ini EXO-K lagi liburan setelah beberapa minggu kerja rodi demi fans tercinta. Hari yang menurut mereka penuh kedamaian ini ternyata . . . .

“Suho hyuuuung. Gawaaaatttt!!!!” teriak BaekYeol bersamaan sambil menggedor kamar sang  leader.

Pintu pun terbuka dan memperlihatkan sesosok tubuh yang tidak diharapkan.

“Emang ada apa, hyungdeul?” tanya D.O rada kesal karena si couple berisik itu lagi kumat.

“Lah, kok kamu yang muncul? Inikan kamar Suho hyung,” ujar Chanyeol heran. “Jangan-jangan kamu ada apa-apa sama Suho hyung ya. Wah berarti DoSuho is real. Aku bilangin ke Kai, ah,” lanjut Chanyeol kesenangan.

“Kau itu gimana, Yeollie. Mereka, kan appa dan eomma EXO-K, jadi pantas jika sekamar,” jelas Baekkie.

Pletak!!!!

“Ya! Apa yang hyungdeul bicarakan, huh? Aku kesini untuk membangunkan Suho hyung yang dari tadi nggak pulang-pulang dari alam mimpinya. Dan lagi, aku bukan eomma. Aku ini namja, kalian tidak lihat?”

BaekYeol langsung menggeleng bersamaan.

“Enggak penting ah, sekarang kita butuh Suho-hyung,” ujar Chanyeol.

“Betul, minggir!!! Biar kami aja yang membangunkannya, syuh, syuh,” lanjut Baekkie sambil mengusir D.O kayak ngusir ayamnya Onew yang biasanya berkunjung ke dorm mereka kalau mau numpang buang air.

D.O keki setengah mati dengan kelakuan Hyungdeulnya yang semena-mena. “KALIAN TIDAK AKAN DAPAT JATAH MAKAN SIANG!!!”

BaekYeol langsung membeku dan saling pandang, beberapa detik kemudian. . .

Sruut!!! #eh, suara apa itu?

“Ampun, eomma. Kami memang anak durhaka, jangan lakukan itu. Jika kami kurus bagaimana? Nanti bisa-bisa appa menceraikanmu,” rengek BaekYeol sambil memeluk kaki D.O.

“Heh, heh, apa yang hyungdeul lakukan? Aku bukan eomma kalian. Aku dongsaeng kalian. Seharusnya kalian malu dengan sikap kalian yang kekanakan ini. Contohlah Sehun dan Kai yang manly itu.”

“Huwaaaaaa!!!…………… Kita tidak diakui Yeollie…………. Mengapa Eomma tidak mengakui kami sebagai anakmu? Padahal kami manis bin imut begini,” seru Baekhyun unyu (?)

“Benar mengapa kau tega kepada kami eomma?………. Mengapa kau hanya mengakui HunKai saja………… Atau jangan-jangan kami anak haram………… Eottoke Baekkie? Kita akan jadi anak yang terbuang…………. Huwwwwwaaaaaa.”

D.O mengelus dada. Sebenarnya ada apa gerangan dengan dua cecurut ini.

Hiks, hiks”….. Srooooottt!

Pemirsa ternyata BaekYeol nangis beneran dan sekarang celana D.O yang mahal dan bermerek penuh dengan ingus mereka.

Aish, lama-lama aku jadi gila,’ batin D.O hampir menangis.

“Ne, cup, cup. Kalian memang anakku #ngeek#” kata D.O terpaksa, benar-benar terpaksa, sekali lagi sangat-sangat TERPAKSA. “Sekarang berhenti menangis dan berdirilah, arra?” ujar D.O berusaha selembut dan sesabar mungkin.

Baekhyun dan Chanyeol langsung memplester senyum selebar mungkin.

“Gamsahamnida eomma, kau tidak boleh memanggil kami hyung. Eomma mengerti?” ujar Chanyeol. D.O ber-rolling eyes kemudian segera mengangguk.

“Kajja, Yeollie! Kita bangunkan Appa,” ajak Baekhyun dengan senyum kemenangannya #aduh kayak apa ya senyumnya? *Mimisan*#

Mereka pun menghampiri sebuah kasur yang sedang ditiduri seorang namja yang tengah tidur. Wajahnya bak malaikat yang turun dari surga walaupun air terjun tak pernah susut dari ujung mulutnya #Hoekkk#.

“Appa, Appa, iroena!!!” bujuk BaekYeol bersaudara sambil menggoyang-goyangkan tubuh Suho. Tetapi namja itu tidak meresponnya SAMA SEKALI.

“SUHO HYUNG TULI, BANGOOOOOOON”

Suho tetap terkulai di tempat tidur.

Banyak menit pun berlalu. . .

“Yang benar saja, masa sudah setengah jam kita mencoba, appa belum bangun juga,” gerutu Chanyeol.

“Betul, betul, betul.”

Tiba-tiba sebuah kepala muncul dari balik pintu. “Bagaimana? Apakah kalian berhasil?”.

Jeng! Jeng! Ternyata D.O eomma yang datang dengan celana barunya yang lebih mahal dan bermerek.

Baekhyun menggeleng. “Eomma tadi kau sudah melakukan apa saja?”

“Apa ya? Em . . . mencubit, menendang, mengguyur bahkan sampai me. . .”

“Me . . . apa?” tanya mereka penasaran.

“Me – me – me. . .?”

“Me – me – me. . . apa?”

“Me – me – me – me …?

“Me – me – me – me. . .APA!!!??” bentak mereka tidak sengaja.

D.O manyun karena pagi-pagi sudah dibentak gitu. “Me-membisik dengan mesra pun tidak bisa.”

“Omoooo, jinjja?” seru mereka bersamaan. “DoSuho is real.” Lalu mereka terkekeh geli.

D.O tambah memanyunkan bibir tebalnya.

“Mungkin kita harus membawa Appa ke rumah sakit,” ujar Chanyeol yang merasa ada yang tidak beres dengan leader mereka.

Semua nampak berpikir.

“Aku tahu, kemarin sebelum tidur, aku mendengar Appa membacakan cerita Putri tidur untuk Thehun. Mungkin dia terlalu menghayati dan sekarang jadi Pangeran Tidur,” jelas Baekie berhipotesis.

“Ah, kau daebak Baekkie. Jika memang benar begitu berarti satu-satunya cara adalah…….menemukan putri yang bersedia menciumnya, hihihi,” kekeh Chanyeol.

“Dan sang putri itu adalah . . .” Semua langsung menatap D.O

“Hei, hei yang benar saja. Suho hyung hanya kecapekan. Sebentar lagi juga bangun sendiri.”

“Huwaaaaaaa…………..Baekkie…………………bagaimana ini? Orang tua kita tidak akur dan sama sekali tidak mesra…………..hiks………………..Oh, keluarga kita tidak harmonis,” tangis Chanyeol sambil memeluk si Baekhyun.

“Kau benar…………….huwaaaaa……………….bahkan eomma memanggil appa dengan namanya saja, bukankah seharusnya yeobo atau appa……………………………….. Aku tidak mau jadi korban Broken Home…………………………………. huwaaaa…………………”

D.O cengo melihat tingkah hyungdeulnya yang sudah sangat keterlaluan.

Mereka makan apa sih sampai kayak gini,’ batinnya.

“Aish, CUKUP!!!…………..Kalian ingin aku menciumnya huh?……….. KALIAN KETERLALUAN. AKU INI NAMJA NORMAL!!!!!!” teriak D.O tidak tanggung-tanggung. Dan anehnya Suho sama sekali tidak terganggu.

BaekYeol saling menatap, lalu “UWWWAAAAAA……………..Eomma jahatTTTTTTTT……….hiks……..sroootttt….!!!!”

Sekarang giliran D.O yang tutup telinga dan mulut *mau muntah*.

“BAIKLAH!!!” kata D.O terpaksa lalu mendekati Suho. BaekYeol langsung mingkem (diem).

Glekk!!! D.O menelan ludahnya.

Apakah memang ini yang harus aku lakukan?…. Aish, Suho-hyung pasti hanya mau ngerjai diriku,’ pikir namja malang itu.

“SUHO HYUNG KEBO……BANGOOOOOON!!!” teriak D.O tepat di telinga Suho. BaekYeol mencolot ke sofa karena kaget bukan main.

“Woi, eomma, apa yang kau lakukan, huh! Kau hanya tinggal mencium appa, tidak usah pamer suara. Benarkan Baekkie?”

“Betul, betul, betul. Kalau kayak gitu aja aku juga bisa. Mau aku buktikan?”

Chanyeol langsung menggeleng. “Tidak usah, simpan buat besok saja ya?” Baekkie mengangguk. Akur banget ini kakak beradik, tapi nggak jelas siapa yang kakak, siapa yang adik [T.T].

D.O lemas, ternyata usaha terakhirnya gagal. ‘Awas kau Suho hyung, ini semua gara-gara kau!

“Ayo cepaaat!!!!” rengek BaekYeol bersaudara.

Dan . . .

Chu~ ~ ~

Pipi D.O sekarang sudah nempel di bibir Suho.

“Ya!!! Apa yang eomma lakukan? Kalau ingin mencium ya pake bibirmu donk, bukan pipimu. Aish, eomma babo!”

“MWO? DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI. YANG BABO ITU KALIAN. DI MANA-MANA PANGERANNYA YANG MENCIUM SANG PUTRI!!!”

“O. . .benar juga. Jadi ini ceritanya Appa selaku pangeran cium pipinya Eomma walau dia yang tertidur. Wah, Eomma kita pintar Yeollie,” ujar Baekhyun.

“Iya, kita yang babo,” sahut Chanyeol.

“Kyaaaaa! Apa yang sedang kalian lakukan di sini?” pekik Suho yang ternyata sudah siuman dari kutukan nenek sihir *ngelirik author*.

“Yippi, appa sudah hidup kembali,” jerit BaekYeol senang sambil memeluk Appa gadungan mereka.

“Apa yang kalian katakan? Aku itu hyung kalian. Appa kalian ada di rumah kalian masing-masing.”

“Kami tahu, tapi kau juga appa kami. Othee?”

“Ta . . . .”

“Ada kabar buruk, appa,” kata Baekhyun memutus perkataan Suho dengan menempelkan ujung telunjuknya ke bibir Suho.

“Eh, kabar apa?” tanya Suho salting digituin sama Baekhyun.

“Ini mengenai dedek bungsu.”

“Mwo? Memangnya ada apa dengan Sehun?” tanya D.O khawatir.

“Appa dan eomma ikutlah dengan kami,” ajak BaekYeol.

“Eomma?” ulang Suho.

“Aish, sudahlah nanti aku jelaskan hyung. Sekarang kita ikuti mereka. Firasatku berkata ini akan buruk.” Firasat seorang eomma.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Di sebuah ruangan penuh dengan aura kematian, bercanda ding, ralat. Di sebuah ruangan yang dihiasi kaca besar di salah satu sisi, sedang di sisi bersebrangan tergambar awan biru. Ruang latihan SMEnt tepatnya.

“Kalian harus pasang senyum seperti ini,” kata seorang namja sambil mempraktekan senyumannya yang khas.

Dua namja yang lain langsung ikut mempraktekan.

“Aish, ekspresinya harus garang dicampur sinis dan jangan lupa manly juga,” ujar Kyuhyun frustasi.

“Aish, ini susahlah hyung,” gerutu Taemin.

“Bagaimana denganku?”

“Daebak, loe ada kemajuan Hunnie, selamat! Eh, tadi harusnya loe tanyanya, ‘bagaimana dengan gue’, Gitu donk bro.”

“Oh iya, Thehun, eh gue lupa,” jawab Sehun sambil garuk-garuk kepala yang memang gatel.

“Aku udah nggak sabar bakalan dapat julukan EvilHun,” cerocos Sehun lagi.

“Ya! Kau tidak mungkin dapat panggilan itu, Hunnie,” seru the darkskin. “Kyu-hyung, jangan pengaruhi hyung dan dongsaeng tersayangku.”

“Sapa loe, ganggu aja,” kata Kyu pura-pura tidak kenal.

“He em, kamu eh, loe pergi aja.”

“Sehun, sadar donk, tanpa kayak gitu kamu udah keren kok,” ujar Kai yang memang tulus.

“Shireo hyung. Banyak orang mengatakan bahwa gue tu imut, gue nggak suka hyung, gue pengen orang ngatain bahwa gue itu keren.”

“He em, gue juga. Mereka bilang kalau gue imut bin cantik padahal gue ini manly,” curhat Taemin.

“Astaga, emang dengan ngelakuin ini, kesan imut bakalan ilang dari image kalian?”

“Bisa aja kan, lihat evilkyu-hyung, nggak ada yang manggil dia imut? Semua bilang dia tu tampan dan berkharisma. Loe takutkan posisi member berkharisma jatuh ke tangan gue, enggak usah muna loe?” Ini benar-benar Sehun yang ngomong??? Omoo, author enggak nyangka, Kyuhyun songsaengnim hebat ngajarinnya. Keprok, keprok!!!!

“Member yang lain pasti bakalan marah terutama Suho-D.O hyungdeul sama Onew-Key hyungnim, Lagian imutkan nggak buruk-buruk amat, *bener nggak reader?*”

“Udah deh, nggak usah dengerin bacotannya dia. Nggak penting banget,” kata Sehun lagi.

Kai pun merasa tertohok. Sakit hati stadium empat. Dia pengen banget nonjok muka dongsaengnya itu tetapi dia urungkan.

Sabar Kai, tunjukkan bahwa kau punya pantat lebar sisi yang lebih dewasa,’ batin Kai

“Ini Kyu, akhirnya gue nemuin juga,” kata seorang namja super tinggi yang tiba-tiba datang dengan kecepatan kilat.

“Wuih, ini ni yang terpenting, iya nggak Max?”

“yo’i” balas Changmin sambil mengeluarkan senyum evilnya.

“Entu apaan sih mas bro?” tanya Taemin.

“Ini adalah buku pedoman untuk para magnae menuju ke-evil-an, jangan pernah beri tahu siapa-siapa, ngerti kagak loe?” jelas Kyuhyun.

“Eh, tunggu deh, gue nyium ada makhluk lain nie,” kata Changmin sambil mengendus, “Baunya gosong lagi.”

“Ha, bau gosong?” Mereka pun ikut-ikutan ngendus.

“Eh, Kai hyung, kita lupa kalau masih ada Kai hyung,” teriak Sehun menyadari apa yang dimaksud Evilmax.

Semua langsung memandang ke sudut ruangan di mana sumber bau gosong yang dicium Changmin berada. *author kok jahat banget ya sama Kai*

“Ka-kalau kalian macam-macam, aku bisa membocorkan rahasia kalian,” kata Kai rada ngeri dengan tatapan mereka.

Lalu. . .

“TANGKAP DIA!!!” teriak Changmin tentu saja dengan suara petirnya.

“Uwaaaaaaaaaaa,” jerit Kai sambil berlari untuk menyelamatkan dirinya sebagai mangsa para evil dan cavil (calon evil).

Ternyata Kai sangat gesit hingga dia tidak bisa tertangkap-tangkap juga. Sudah setengah jam mereka berlarian tetapi Kai tetap tak terjamah satu benang pun (?).

“Hap hap, hap hap, tangkap, tangkap.”

Dan eng ing eng.

Ternyata Kai berhasil ditangkap juga, ayo tebak siapa yang menangkapnya????

“Tao hyung, kau daebakkkk!!!” teriak Sehun girang lalu mempraktekan senyum evilnya sambil melihat ke arah Kai.

Kai kelihatan muak sekali.

“Maaf, gue telat. Gue harus nyikatin gigi naga Kris appa baru dibolehin main,” ujar Tao.

Alasan keterlambatan Tao yang sama sekali nggak logis itu ternyata diterima begitu saja oleh evil and the cavils.

“Okelah bro, karna loe udah nangkapin si item itu, loe kita maafin,” ujar Changmin.

“Xie xie, bro……….btw, ini makhluk mau kita apain?”

“em, apa ya?”

“Aku tahu,” jerit Sehun dengan seringai penuh kelicikan.

Mampus gue’ batin Kai sambil gemeteran.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

“Aish, Kalian mau membawa kami ke mana sebenarnya?” tanya Suho pada Baekyeol bersaudara.

“Tadi mereka di sini, aku sudah memerintahkan Kai untuk menjaga Sehun dan menghubungi kami jika ada apa-apa,” kata Chanyeol yang kini sudah berada di dalam ruang latihan dan so pasti sudah tidak ada siapa-siapa.

“Biar aku hubungi HunKai dulu.”

“Jangan pakai HP-ku. Beda operator, mahal gitu loh,” seru Chanyeol sambil merebut HP-nya yang tadi emang dititipkan ke Baekkie.

Tiba-tiba seseorang masuk sambil ngos-ngosan.

“Tadi disini, beneran aku tidak bohong, aku sudah titip Kai buat jaga si Taetem,” ujar Minho penuh dengan keringat di dahinya.

“Jinjja, mengapa sekarang tidak ada? Astaga, cepat, Onew hyung! Taemin dalam bahaya,” seru Key sambil menarik tangan leader SHINee tentu saja dengan paha ayam di tangan kanannya.

“Eh, kok kalian juga ada di sini? Jangan-jangan Sehun ikutan ya?” kata Onew ketika mendapati para member EXO K juga berada di tempat.

“Ne, memang apa yang terjadi? Mengapa wajah kalian khawatir begitu,” tanya Suho yang sama sekali tak mengerti.

BaekYeol menepuk dahi mereka. Mereka lupa menyampaikan apa yang tengah terjadi di ruangan ini.

“Begini hyung. Kami bertiga, Aku, Chanyeol dan Kai memergoki Sehun kita masuk dalam organisasi The Evilmagnae.”

“Benar, aku juga tidak sengaja melihat Taemin juga ikut-ikutan. Itu adalah organisasi terkutuk yang berkembang bukan hanya di SMEnt saja tetapi di management lain, tetapi tentu saja masih satu induk. Kita harus segera menyelidiki siapa bos besar organisasi ini. Kabarnya Kyuhyun dan Changmin adalah anak buah mereka,” jelas Minho.

“Astaga, bagaimana ini? Sehun kita bagaimana?” ujar D.O panik.

“Yang harus lebih kalian cemaskan bukan Sehun, tetapi Kai. Jika memang dia dari tadi di sini ada kemungkinan dia tidak akan selamat,” tambah Minho membuat semua ngeri. “Aish, harusnya aku tidak meninggalkan dia sendiri, Minho babo.”

“Jangan salahkan dirimu hyung, kami juga salah hiks. . . . .huwaaaaaaaaaaaaaaaa.” BaekYeol pun menangis kembali. Ckckckck. Dan sekarang mereka bertiga –MinBaekYeol- saling berpelukan. Kasian Baekhyun jadi terlihat bantet banget di antara dua tiang listrik.

“Sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Key yang juga cemas.

“Em, kita tanya Henry saja, mungkin saja dia tahu, diakan magnae SUJU M,” kata Jonghyun yang tiba-tiba muncul.

“Astaga, akhirnya kau kembali juga. Bagaimana kau tahu kalau kami ada di sini?” tanya Onew.

“Itu tidak penting hyung. Ngerti kagak loe?” seru Jonghyun langsung membuat Onew mewek.

“Cup, cup, cup nanti aku beliin ayam rasa ice cream,” kata Baekhyun sambil nepuk-nepuk pantatpunggung Onew. Onew jadi senang seketika. “Tapi boong, hahahaha.”

BaekYeol langsung tertawa, sedang Onew langsung melongos pergi. “Uwaaaaaaaa” serunya.

“Aish, kalian nambah masalah saja, cepat minta maaf sama hyung kalian dan belikan ayam rasa ice cream,” titah Suho galak.

“Hahahahahahha, kita disuruh beli ayam rasa ice cream hahahahahhahaha mana ada hahahahah” tapi mereka langsung bungkam ketika Key berubah menjadi diva almighty.

“Hehehe, ayo Yeollie, kita beli ayam rasa ice cream, bila perlu yang rasa ayam durian sekalian, es krim ayam goreng durian,” kata Baekkie. Lalu mereka langsung lari tunggang langgang.

“Aku sudah menghubungi Henry, katanya dia memang pernah diajak oleh organisasi itu, tetapi sekarang memorinya tentang organisasi itu telah dicuci hingga dia tidak ingat lagi,” jelas Jonghyun.

Semua langsung menunduk sedih. D.O benar-benar mencemaskan mereka berdua, tetapi entah mengapa ada rasa tidak enak ketika dia mengingat Kai. Dia sangat takut jika Kai kenapa-napa, ini perasaan seorang ibu atau apa ya???

“Tetapi katanya jika dia ingat organisasi itu, dia selalu ingat Katak merah yang berkilauan,” tambah Jonghyun.

“Eh? Katak berkilauan,” ulang mereka bersamaan. Jonghyun mengangguk, lalu mereka semua mulai berpikir. Ayo reader juga berpikir, kasian bias kita yang kesusahan.

Tiba-tiba. . . . .

“Sepertinya aku tahu tempat apa yang dimaksud,” seru Minho senang.

“Jinjja? Kalau begitu ayo kita berangkat. . . . . . . . . .”

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Di sebuah ruangan yang gelap dan penuh dengan kemistisan terduduk seseorang berjubah di kursi seperti sebuah singgasana, sedang seorang lagi berdiri di sampingnya seperti seorang asisten juga dengan tudung yang menutupi kepalanya #Bayangin MV MAMA bedanya mereka pake topeng sehingga tidak diketahui siapa sebenarnya mereka#

“Kami menghadap ketua dengan segala penghormatan,” kata Kyuhyun sambil bersimpuh diikuti Changmin.

“Tidak biasanya kalian datang mendadak, aku harap kalian membawa sesuatu yang istimewa,” kata seseorang yang duduk itu.

“Ampunilah kami karena membuat anda kesal, tetapi kami pastikan anda akan senang setelah mengetahui siapa yang kami ajak,” ujar Changmin dengan senyum iblisnya.

Lalu Sehun, Tao dan Taemin pun diperbolehkan masuk setelah dibukakan pintunya oleh dua orang penjaga bertopeng.

“ Annyeonghaseyo. Saya Tao magnae EXO-M,”

“ Saya Sehun magnae EXO-K,,,,”

“ Saya Taemin magnae SHINee,,,”

“ Terimalah hormat kami…”

“Hahahahahhahaha, jadi kalian membawa tiga cavils sekaligus, apa kalian benar-benar ingin masuk organisasi ini? Aku tidak ingin kalian seperti Henry dan Jino yang harus kami cuci otak.”

Ketiga Cavils langsung saling tatap, meminta pendapat yang lain. Changkyu langsung memberi deathglare pada mereka.

“Ne, kami yakin,” kata mereka kompak.

“Bagus, buktikan padaku kalian memang pantas untuk masuk organisasi ini. Contohlah dua hyung kalian itu.”

Kyuhyun dan Changmin yang merasa ditunjuk langsung membusungkan dada bangga. Sedang ketiga cavils langsung mengiyakan.

“Ketua, bagaimana jika langsung kita resmikan saja? Kami membawa tumbalnya,” seru Kyuhyun.

Ketua dan asistennya terlihat terkejut.

“Benarkah itu? hahahaha, bawa dia masuk,” perintah si ketua.

Dan pintu pun kembali terbuka, lalu Kai di dorong masuk dalam keadaan tangan terikat sehingga dia jatuh tersungkur dan rahang bawahnya terantuk lantai. Darah segar mengalir di bibirnya karena tergigit.

“Sekarang giliranmu,” kata Ketua pada orang di sampingnya.

Asisten itu kemudian maju mendekati Kai. Dia langsung mengangkat wajah Kai dan melihat ke seluruh sisi badannya (?) #ini mau ngapain ya?# Lalu dia beralih menuju tempat the Cavils, sepertinya dia bukan hanya sekedar asisten tetapi juga seperti pembaca aura.

“Bagaimana?” tanya Ketua.

“Anda bisa melaksanakan upacara hari ini juga,” kata orang itu.

Semua menghela nafas lega kecuali Kai tentunya. Keringatnya sudah melapisi seluruh tubuh. Dia benar-benar tidak menyangka jika dia bakalan dijadikan tumbal hanya demi upacara bodoh ini.

“Baiklah, mari kita menuju ruang eksekusi sekaligus tempat upacara peresmian.”

Glekkk! Kai menelan ludahnya. Dua pengawal kembali memegangi kedua lengannya secara paksa. “

Authoooor, tolongin akuuuuuuu……..Reader bantai author jika dia tidak menyelamatkan aku,” teriak Kai. #Tolong abaikan#

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

“Apa benar ini tempatnya?” tanya D.O ragu ketika mereka ternyata menuju tempat pembuangan air di bawah gedung SMEnt lama.

“Aku juga tidak menyangka jika organisasi ini berdiri di bawah gedung SMEnt, sebenarnya siapa mereka itu,” kata Minho. “ Tapi coba lihat lambang itu.”

Dan benar saja, di pintu sebuah lorong berdiri sebuah palang dengan katak merah yang berkilauandi atasnya.

“Sepertinya memang ini tempatnya,” kata Jonghyun. “ Jangan-jangan kau tahu tempat ini ketika kau kebelet dan tidak menemukan WC kosong.”

Minho hanya terkekeh sambil garuk-garuk kepalanya yang udah nggak karamas 1 minggu.

Mereka pun mulai menyusuri lorong itu di mana dindingnya penuh relief lambang-lambang mengerikan. Hingga akhirnya mereka terhenti karena sebuah pintu besar yang tertutup.

“Bagaimana kita masuk?” tanya Suho pada yang lain.

“Careless, careless, bla bla bla. . . . . “ Tiba-tiba BaekYeol bersaudara menyanyi dan pintu pun terbuka.

Wao~~~~~ Kok bisa ya???

“Bagaimana kalian bisa kemari?” tanya D.O

“Feeling aja ya hyung,” jawab Yeollie dan Baekhyun pun mengangguk. Jika kita lihat di belakang, ada Onew yang sedang asik menikmati ayam yang diolesi ice cream rasa durian.

Tanpa ba bi bu mereka pun masuk.

Menegangkan, suasana menjadi sangat mencekamkan. Tiba-tiba suara-suara seperti sebuah upacara pemujaan terdengar. Dengan tekad bulat mereka mulai mengikuti arah dari suara itu.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

“Ya Tuhan, jika aku memang tak dikasih kesempatan untuk menghirup udara bumi ini. Maka aku ingin kau kembalikan aku ke tempat asalku, yaitu EXOplanet,” ujar Kai, ck doa macam apa itu???

Sebuah aliran air terjun (?) eh, limbah pembuangan gedung SMEnt pun mengucur di depan, sangat menakutkan, dingin dan bau. Kai ditidurkan di sebuah tempat yang terbuat dari kayu yang berada di tepi, berbatasan langsung dengan jurang penuh dengan air dan juga katak beracun.

“Baiklah, upacara akan dimulai. Semua peserta harap menunduk dan jangan melihat eksekusi. Sedang para cavils silahkan tutup mata dan telinga kalian,” seru Ketua membuat yang lain benar-benar ketakutan.

“Dengan kegelapan yang membutakan, upacara ini dimulai.”

Dan tiba-tiba ruangan menjadi gelap.

“UWAAAAAAAAAA” jerit Kai membuat semuanya terkejut.

*hening sejenak*

“HENTIKAN!!!!!!!!”

Akhirnya para penyelamat itu pun datang. Baekhyun menyalakan obor yang sejak tadi dia bawa hingga terlihatlah sesuatu yang mengerikan.

Kai telanjang dada dengan guratan darah yang merembes ke permukaan.

“KAI-ah” teriak D.O

“Hyung, kalian datang? Hyung selamatkan Sehun, Tao, dan Taemin, mereka dalam bahaya,” kata Kai lirih, ternyata dia sudah pasrah dengan takdirnya dan lebih mementingkan ketiga orang yang ia sayangi.

“Cepat selamatkan mereka semua,” perintah Onew, ck, mereka malah jadi bingung.

Perintah Onew kurang terperinci hingga mereka akhirnya tertangkap oleh para penjaga.

“Hahahaha, mungkin mereka ingin jadi tumbal juga. Kalau begitu upacara kita lanjutkan.”

Dan ruangan kembali gelap.

“UWAAAA” jerit itu kembali terdengar membuat semuanya menahan nafas karena ketakutan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tetapi teriakan itu bukan dari getaran pita suara Kai, ditambah lagi suara teriakan itu seperti bersahutan dari segala penjuru ruangan, menambah kemistisan.

“Kai-ah, kau harus selamat. Aku tidak mau kau tinggalkan,” kata D.O lirih sambil meneteskan air mata. Ini jelas bukan air mata seorang eomma. Di sampingnya Suho juga mendengar dan merasa ada rasa sakit di hatinya.

Tiba-tiba ruangan kembali terang.

“Kalian tidak apa-apakan?” seru sebuah suara ngerock.

Ayo tebak siapa????

“Kris hyung? Eh, member EXO-M datang!!!!” teriak BaekYeol gembira.

Chen memutuskan tali yang mengikat member EXO-K dan SHINee, sedang Luhan menghampiri Sehun, Lay menghampiri Tao, lalu Key menghampiri Taemin. Xiumin, ke mana dia? Ternyata lagi makan es bareng Onew *sempet-sempetnya -.-

Kyuhyun langsung dibekap Siwon dan Changmin diringkus Yunho.

“Bagaimana kalian bisa datang?” tanya Suho pada mereka.

“Tentu saja kami yang memberi tahu,” sorak BaekYeol. “Kami menemukan kalung Tao saat di lorong ruang latihan. Makanya kami tahu Tao juga ikut, lalu kami juga berinisiatif memanggil Siwon hyung dan Yunho hyung.”

“Kalian memang anak appa, benarkan eomma?” tanya Suho tetapi D.O malah sudah tak ada di sampingnya.

“Kai, bertahanlah, kau pasti selamat. Jangan tinggalkan aku.”

“Eomma,”

“Aku bukan eommamu, aku Kyungsoo hyungmu,”

“Kyungsoo hyung. Apa kau menangis, kau tidak boleh menangisi orang sepertiku. Kau akan baik-baik saja tanpa aku.”

D.O malah tambah kenceng nangisnya.

“Sehun, Tao dan Taemin hyung selamatkan? Mereka tidak apa-apakan?”

“Kau ini bisakah tidak mengkhawatirkan mereka. Mereka baik-baik saja. Bisakah kau khawatirkan aku?”

“Eh?”

“Kau harus bertahan, baru aku akan baik-baik saja.”

Kai tersenyum lalu kedua matanya terpejam.

“Kai, saranghae”

*krikkrikkrik*

????????????????????????????

Rumah Sakit

“WOOOOOOYYYYYYYY, Kai hyung, akhirnya kau sadar juga.”

Kai perlahan membuka matanya dan didapati Sehun yang tengah menatapnya cemas.

“Syukurlah kau selamat Sehun,” kata Kai tiba-tiba.

“Selamat apa? Harusnya aku yang bilang begitu. Untung kau selamat dan tidak mengalami gegar otak,” kata Sehun. “Maafkan aku, kau benar, image imut juga tidak apa-apa. Aku sudah tidak berniat untuk jadi evilHun begitu juga dengan Taemin hyung. Dia titip salam untukmu, dia tidak bisa hadir karena sedang diceramahi sama diva almighty.”

“Huft, untung member EXO M datang tepat waktu kalau tidak aku sudah tiada,”

“Kau ini ngomong apa sih? Apa memang otakmu terbentur terlalu keras? Member EXO M baru mau ke sini setelah tadi kami hubungi.”

“Mwo? Bukankah mereka menyelamatkanku sehingga aku tidak jadi tumbal?”

“Hah, yang benar saja, otakmu memang ada yang tidak beres. Kau itu jatuh dari tangga ketika kami sedang mengejarmu, ingat tidak? Begitu kau terjatuh kau langsung tak sadarkan diri, Kai-hyung.”

Kai langsung meraba dadanya dan memang benar, tidak ia temukan goresan pedang di dadanya. JADI ITU SEMUA TIDAK NYATA???

“Kai kau baik-baik saja kan?” tanya D.O

Kai terlihat kikuk diperlakukan seperti itu oleh D.O. Jika itu hanya bungatidur belaka, berarti perasaan D.O padanya juga tidak nyata.

“Eomma,”

“Aku bukan Eommamu,”

“Kyungsoo hyung, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku.”

“Ne, makanya kau jangan seperti ini lagi, arra?” kata D.O sambil mengusap kepala Kai.

Deg!

Jantung Kai terasa berhenti lalu berdetak lima kali lebih cepat. Sebenarnya apa yang terjadi.

“Tentu saja. . . em. . . saranghae. . . .”

“Eh?”

“Saranghae eomma,” ralat Kai. “Saranghae juga appa dan my brothers,” lanjutnya.

Lalu mereka pun berpelukan. Tetapi dada D.O bergemuruh seperti senang dan kaget secara bersamaan, tetapi lain D.O lain juga dengan Suho yang merasa sakit ketika Kai mengatakan itu. Seperti bukan anak dan ibu.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

“ Aish, kita kehilangan anggota lagi, ketua,” ujar sang asisten.

“ Sabarlah, kita akan mendapatkan mereka lagi,” kata si ketua sambil terus menempelkan stiker kodok di mana-mana.

“ Kyaaa!!! Ketua, jangan menempelkan kodok itu di topeng rusaku?”

“ Em, kalau begitu coba ambillah,” tantang sang Ketua sambil melemparkan topeng rusa itu ke atas hingga tersangkut ranting pohon.

Si asisten melompat dan akhirnya bisa mendapatkan topeng itu, membuat si Ketua melongo. “ Tidak usah kaget begitu, kau lupa aku pemenang lompat tinggi di Let’s Go Dream Team?”

“ Ah benar juga.”

“ Ketua, tidak biasanya kau lancar menggunakan bahasa informal, hahaha, kau tidak lihat Kyuhyun-shi tadi? Sepertinya dia mulai menyadari siapa dirimu.”

“ Tebak saja kalau bisa.”

“ Ya! Kita lupa, bukankah SoMan ahjussi memanggil kita?”

“ Ah, benar juga, memangnya ada apa ya? Apakah semua artis SMEnt?”

“ Sepertinya begitu.”

~~~~~The End (?)~~~~~~

Credit : ^EXOfanfiction and Sujufanfiction^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s