Ketika EXO-M Berkunjung

Click to visit the original post

Author             : R.Rains (Kim Ah Ra) |mampir ya J

Main Cast        : All Member EXO K & M

Genre               : Brothership ,Comedy gaje, Family gaje.

Length  : Long oneshoot.

Disclaimer        : Cerita milik author, walau EXO milik Tuhan dan ortunya masing-masing.

Happy Reading!!!

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Siang itu, EXO M baru saja tiba di negeri gingseng. Mereka langsung mengunjungi dorm kembaran mereka tetapi penghuninya malah sedang ada acara. Untung mereka bisa masuk dengan kunci cadangan yang berada di bawah karpet, kekekeke *jaman gini?*

“Waaa, aku lapar,” jerit Chen seperti anak kecil membuat Tao yang ada di sebelahnya ilfeel.

“Tuh, makan aja pipi Xiumin yang kaya bakpao,” saran Luhan membuat Xiumin langsung menautkan tatapan membunuh pada Luhan.

“Kita nyembelih rusa aja yook, walaupun krempeng gitu lumayan buat ganjal perut,” balas Xiumin sambil memegangi pisau buah untuk menggorok leher Luhan yang emang kelihatan kenyal itu. (Xi Luhan berarti Rusa di pagi hari).

“Situ ngajak berantem ya? Sini gue nggak takut,” tantang Luhan.

“Ayok, gue bakalan isap darah loe ampe habis,” jawab Xiumin *Emang Mimin vampire vegetarian*

Kedua tetua EXO itu pun langsung maju menyerang. Mereka saling jambak dan cekik.

Tao dan Chen yang melihat kedua hyungnya berkelahi ala perempuan itu saling tatap dan langsung mengangkat bahu.

“Biarin ajalah, nanti kalau Kris hyung datang, baru tau rasa mereka,” celoteh Chen.

Kris dan Lay sedang pergi cari makanan karena member EXO-M belum makan lima porsi per orang, jadi masih lapar.

“He em, entah apa yang akan Appa (Kris) dan Eomma (Lay) lakukan ketika mereka datang. Bisa dikunci di kamar mandi, nggak dapat jatah makan seharian, disuruh balik ke China atau yang paling parah, mareka bisa dijadikan mangsa naganya Appa dan mainan unicorn eomma,” tambah Tao.

Seketika itu pula, duo little grandpa itu berhenti saling gigit (?).

“Ckckckck, kalau mau saling serang jangan gitu caranya, pelosok banget, lihat leher kalian bengkak semua,” kata Tao santai.

Xiumin dan Luhan terhenyak ketika menyadari ternyata mereka terlalu asik menyerang hingga main gigit-gigit di leher kayak Edward Cullen dkk.

“Omo, kalian abis berantem atau apa? Ada kissmark dimana-mana,” seru Chen terkekeh. “Wah, wah, Sehun pasti sakit hati. There’s triangle love HunHanMin, hehe.”

“Waaaaaa!!!!! Eotteoke? Apa yang kau lakukan, Rusa kampung?!!!” jerit Xiumin setelah melihat bekas gigitan di lehernya, melalui cermin tentu saja.

“Heh, kau pikir aku tidak. Siapa yang mulai menggigit hah? Bakpao gosong.”

“Mwo??? Kau mau mati hah, sini rasakan jurusku,” teriak Xiumin.

“Jurus apa? Memang hyung bisa berkelahi?” tanya Tao meremehkan.

“Ya! Kau tega sekali padaku, mentang-mentang kau bisa wushu,” seru Xiumin.

“Dia berhak berkata begitu hyung, kan emang Tao bisa.” ‘Benar juga sih,’ batin Xiumin. “Sudahlah sebentar lagi Appa dan Eomma pasti datang. Sebaiknya kalian segera sembunyikan tanda cinta kalian itu,” saran Chen.

HanMin pun melotot tajam pada dongsaeng mereka yang bisa tergolong kurang ajar itu.

Ting!! Tong!!!

“Benarkan?” kata Chen.

Tao berdiri hendak membukakan pintu, sedang HanMin langsung kepanikan mencari sesuatu untuk menutupi gigitan itu.

“Lihat, Eomma dan Appa membawa banyak makanan,” seru Tao girang.

“Bagaimana keadaan kalian, eh?” tanya Lay sok perhatian padahal baru ditinggal satu jam.

“Hyung ngomong apa sih, tentu saja kami kelaparan. Kalian lama sekali sih?” kata Chen kesal *astaga Chen lebay beud*.

“Aduh, Chen sewot,” goda Lay sambil mencolek dagu Chen.

“Hiiiiiiii, atuuuuttttttt,” teriak Chen sambil berteriak tujuh oktaf.

Pletak!!!

“Jangan pamer gitu, aku tahu kamu punya suara yang tinggi tapi nggak sah pamer-pamer,” kata Lay lagi. “Iri tahu!!”

Kris hanya bisa geleng-geleng. “Xiumin hyung dan Luhan hyung kemana?”

“What’s up Kris? Don’t say you miss me,” jawab Xiumin sok inggris.

“Aku nggak harus jawabkan?” jawab Kris males. “Kau kenapa hyung? Sakit?” tanya Kris heran melihat Xiumin memakai jaket tebal sampai menutupi lehernya di hari yang terik ini.

“Em, uhuk, uhuk, sepertinya iya.”

“Jinjja? Ayo kita ke rumah sakit,” pekik Chen pura-pura panik. Xiumin langsung menatap tajam Chen. Chen nyengir.

“Kau perlu ke rumah sakit hyung?”tanya Kris.

“Anio, tidak usah. Istirahat sedikit nanti juga sembuh.”

“Lalu Luhan hyung dimana?” tanya Kris.

“Hello, aku baru saja mandi,” jawab Luhan dengan handuk yang melingkar di leher, tentu saja dengan motif yang sudah kita ketahui bersama. “Hari ini sangat panas ya,” kata Luhan sambil mengibas-ibaskan tangannya. Lalu dia melirik ke arah Xiumin yang malang itu.

`Kasian bener nie orang, panas-panas gini malah pake jaket musim dingin hahaha, otak masih pentium 2 sih,’ batin Luhan. *Mian Mimin-shi*

“Ayo, kalau begitu kita langsung makan, aku juga sudah lapar,” saran Lay yang langsung disetujui semua member.

“Eh, ini apa?” tanya Tao sambil menggenggam bambu muda beserta daunnya.

“Loh, bukannya itu makanan kesukaanmu,” jawab Lay enteng.

“Uwaaaa, emang aku panda,” pekik Tao.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

“Annyeong, kami pulang,” kata Suho beserta kloni-kloninya.

~~~Krik krik~~~

“Kok nggak ada yang jawab hyung,” kata Chanyeol ngeri.

“HELLO KAMI PULANG!!!!!!” jerit Baekkie.

Pletakkk! Sebuah sandal mendarat mulus di wajah Baekkie.

“Uwaaaaa, ada hantu sandal bolong di dorm kita, eotteoke, EOTTEOKE?” jerit Baekhyun lagi. #Sandalnya Xiumin#

Pletakkk! Sekarang sebuah jitakan langsung menghujam kepala Baekkie.

“KAU BISA DIAM TIDAK, HUH? Ini sudah malam, mungkin mereka sedang tidur,” kata Suho marah.

Baekhyun langsung memasang muka pengen nangis, bibirnya melengkung ke bawah L dengan kaca yang sudah bermata-mata, eh mata yang sudah berkaca-kaca.

“Sudahlah hyung. Tidak apa-apa, sini Thehun peluk.”

Alhasil, terjadilah adegan peluk-pelukan antara Baekhyun-SeHun.

“Jika kalian tidak saling lepas, aku akan membakar kalian hidup-hidup,” bisik Chanyeol pada mereka berdua.

“Kau cemburu?” goda Baekkie senang.

Chanyeol mendekatkan wajahnya ke Baekkie, “Ne, aku cemburu,” jawab Chanyeol membuat Baekkie berdebar. “Sehun itu milikku dan Luhan hyung, Arra! Sini Sehun,” kata Chanyeol sambil menarik tangan Sehun.

Duar!!! Bagai kesamber petir, hati Baekkie sakit sekali. Baekkie kembali memasang wajah malang dengan mata yang hampir menangis. Ternyata dia kege-eran. Dia sama sekali tidak mengira Chanyeol malah cemburu pada dirinya, huhu. #Author juga nggak nyangka, hiks#

“Appa, aku patah hati,” seru Baekkie sambil memeluk Suho dan lupa dengan amukan sang leader tadi.

“Maaf, Hyung. Appa harus segera istirahat,” kata D.O sambil melepaskan pelukan BaekSuho lalu mengajak Suho pergi dengannya. Pasangan Eomma dan Appa EXO-K.

Baekhyun melongo sebentar lalu melirik ke arah Kai yang masih berdiri tak jauh darinya. “Maaf, hyung. Jika kau ingin memelukku pikirkan dua kali. Aku belum mandi,” katanya sambil memperlihatkan lapisan keringat menggoda hasil latihan dance.

“Uwaaaaaaaaaaa!!!” #Cup Baekkie! Diliatin exo-tic lho#

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Pagi pun datang dan mereka mulai berkumpul untuk mengobati rindu di ruang makan sambil menunggu makanan dari Lay dan D.O

“Wah, Sehun tambah gedhe sekarang,” kata Xiumin.

“Iya donk, D.O eomma-kan thelalu membuatkan makanan bergizi dan thegelas thuthu thetlobelli thetiap hali,” jawab Sehun riang.

“Tao kok kamu makin ceking aja,” ceplos Chanyeol.

“Iyalah hyung, Lay eomma cuma ngasih aku bambu muda sama air keran,” jawab Tao sewot.

Wwuiiing!!!

Sebuah panci terbang dari dapur menuju ke kepala Tao. Untung Tao sigap jadi langsung menghindar. Tetapi naas, panci itu malah mendarat ke mukanya Kai yang duduk di depan Tao.

“Waaa, kau tidak apa?” tanya Chen yang duduk di sebelah Kai.

Kai mengusap wajahnya yang coreng moreng akibat pantat panci. Lalu dengan kalem dia berkata, “Gwenchana, kan nggak disengaja.”

Semua langsung berdecak kagum dengan sikap Kai yang sangat dewasa.

Keren sekali anak ini, sungguh sabar luar biasa. Tck, aku kalah dewasa,’ batin Kris.

“Maafkan aku Kai. Aku tidak sengaja,” kata Lay yang buru-buru mendekati Kai setelah tahu dia salah sasaran. Kai mengangguk.

“Hehe, lihat wajahmu, jadi makin gelap. Sini aku bersihkan.” Lay pun mulai mengelap wajah Kai dengan serbet dapur. “Gini kan jadi imut,” katanya.

Dueengg!!!

“Ya!!! Kai, apa yang kau lakukan pada Lay?” jerit Luhan melihat Lay terkapar setelah menerima pukulan dengan panci yang tadi.

“Aku tidak suka dibilang imut.”

Gubrakkkk!!! Semua terjengkang. Kesan dewasa langsung sirna begitu saja.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Setelah sarapan, mereka melanjutkan acara melepas kangen di ruang yang berbeda. Mereka juga saling mencar membentuk kelompok obrolan masing-masing. Kris, Suho, D.O dan Lay berada di beranda dorm, ingin menikmati suasana di luar katanya. Baekhyun, Chanyeol, Xiumin dan Chen berada di kamar sedang pamer aksesoris dan hadiah fans. Sedang 4 sisanya di ruang keluarga, Kai dan Luhan adu PSP, sedangkan duo magnae sedang berbagi foto.

“Lihat ini ketika aku diajak main ke dorm SHINee, di sana juga ada member F(x) lho, jadi aku makan masakan Vic noona, emmm yummy,” pamer  Sehun.

“Aigo, padahal aku yang satu daerah saja belum pernah makan masakan Victoria noona. Enak mana sama masakan Lay eomma?” tanya Tao ingin tahu.

“Emmm, mian hyung, aku lupa, hehe,” jawab Sehun enteng. Tao hanya melongos.

“Em, Btw, Kris hyung-kan appamu, Lay  hyung eommamu, lalu Luhan hyung, Xiumin hyung dan Chen hyung siapamu?” tanya Sehun merubah topik.

“He em, aku siapamu?” tanya Luhan yang juga penasaran.

Tao terdiam sebentar, dia tampak berpikir ingin menemukan jawaban atas pertanyaan Sehun yang belum pernah ia pikirkan.

“Kris is appa, Lay is eomma, Xiumin and Luhan are duo grandpa, sedang Chen hyung pembantu rumah tangga.”

“KAU BILANG APA, ANAK SETAN?” pekik Chen yang tidak jauh dari tempat Tao dan Sehun berada. Dua magnae saling tatap, tersirat kata ‘memangnya ada yang salah?’ dari mata polos mereka.

“Kau menganggapku pembantu, hah?” bentak Chen. “Kau benar-benar EvilTao.”

“SIAPA YANG BERANI MENGATAI TAO ANAK SETAN, HUH?” Sekarang bentakan berasal dari mulut Lay. “Jika kau mangatainya begitu, secara tidak langsung kau mengatai Kris hyung dan aku setan.”

“Hah, emang Tao anak kalian beneran?”

“Ya, nggak lah.”

“Ya udah kenapa kau sewot.”

“Berarti kau mengatai orang tua Tao setan,” ceplos D.O.

“Eh, iya juga ya,” ucap Chen sambil berpikir. “Lupakan! Pokoknya aku nggak mau dianggap pembantu dalam rumah tangga EXO-M titik.”

“Enggak mau, kau sudah mengatai ortuku setan. Aku tidak terima.”

“Ayolah, Tao, aku khilaf, huhu.”

Tao masih marah tetapi Sehun membujuknya.

“Baiklah, Chen-hyung itu, emm……emm……anak pungut aja ya, soalnya aku ingin jadi anak tunggal.”

“Gimana sih, kalau dia anak pungut ya tetep aja kamu nggak bakalan jadi anak tunggal,” ceplos Kai.

“Kalau gitu, anak pungutnya Xiumin grandpa aja ya, jadi otomatis jadi paman angkatnya aku, gimana?”

“Uwaaaaaaaaa, nggak mau, kenapa harus pungut sih, kagak mauuuuuuuuu.”

“Udahlah, Chen hyung jadi kakak kamu aja napa sih?” kata Kai lagi.

Chen menatap Tao dengan pandangan memelas lalu, “Ayolah, bbuing-buing.”

Kelihatannya Tao terhipnotis oleh aegyo-nya Chen. “Ck. Baiklah, kalau appa sama eomma mau punya anak kayak hyung, aku terima.”

Chen langsung menghadap ke arah Lays Krispy. Alisnya ia naik-turunkan bareng-bareng.

“Kris, kita punya anak lagi,” lapor Lay polos pada Kris.

Astaghfirulloh, ini pada kenapa sih, kok pada ngedan (menggila) semua. Apa salah kami ya TuhanKenapa kami jadi pada kelainan gini,’ kata Kris dalam hati.

“Terserah.” Akhirnya Kris membuka mulut juga.

“Yippieeee,yeye” jerit Chen senang lalu memeluk member satu per satu.

“Tao, Aku tidak mau jadi kakek-kakek,” ujar Luhan sambil manyun.

“Aku juga.” Xiumin ikut manyun.

Aish, apalagi ini,’ batin Kris.

“Tidak apa-apa kalian kakek yang awet muda nan imut. Masak kalian juga ingin jadi kakakku, nggak mungkin lah. Nanti Lay eomma terlalu produktif, hehe.”

Kayak aku,’ batin D.O

Akhirnya Luhan dan Xiumin pun pasrah saja disebut kakek.

“Walaupun Luhan hyung kakeknya Tao hyung, jadikan Thehun cucu telfavorit ya kek,” kata Sehun sambil memeluk Luhan.

“Ne, tentu saja,” jawab Luhan miris.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Setelah acara makan siang, Chanyeol dan Baekhyun menghampiri Sehun dan Luhan yang sedang bercengkrama (?).

“Misi mau ganggu,” kata Chanyeol mengagetkan mereka dengan suara menawan kayak iklan permen hexos ‘mama’, keke.

“Ne, silahkan. Ada yang bisa kami bantu?” jawab Luhan.

“Kami ingin meminjam Sehun sebentar,” kata Baekkie.

“Wah, besok aja kalau gajah sudah bertelur #kapan tuh?#,” jawab Luhan lalu mengedipkan sebelah mata pada Sehun. Sehun terkekeh.

“Halah, sebentar aja kok, pelit amat, dia kan adik kami!!!” kata Chanyeol seraya menarik tangan Sehun.

“Aish, lepaskan!!!” kata Luhan juga sambil menarik tangan Sehun.

Terjadilah tarik tarikan antara HanYeol. Baekhyun yang melihat aksi mereka mulai menari ala cheerleader menyemangati Chanyeol tercinta.

Bruuk!!!

Ternyata Luhan berhasil mempertahankan Sehun dan membuat Chanyeol terlontar ke belakang.

“Omo, kau tidak apa Yeollie-ah.”

“Sa-sakit, Baek-baekkie-ah aduh, aduh,” jawab Chanyeol se-lebay mungkin.

“YA!!! LUHAN HYUNG, LIHAT PERBUATANMU. Coupleku jadi kayak gini.” Muka Baekhyun sudah memerah karena marah.

“Heh, emang cuma couplemu, coupleku juga sakit. Lihat pergelangan tangan Sehun!” kata Luhan sambil memperlihatkan kedua pergelangan tangan Sehun yang memerah.

“Aigo, Sehun yang malang, sini biar hyung obati,” ujar Baekhyun tidak terduga.

“Ya! Baekie, aku juga sakit,” seru Chanyeol tetapi Baekhyun labih peduli dengan Sehun.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Sejak kejadian sore itu, Chanyeol masih kesal dengan Baekkie yang telah menghianatinya hanya karena seorang Sehun *padahal dia juga gitu kemarin*.

“Yeolie-ah, kau masih marah?” tanya Baekhyun sambil berusaha mendapat tatapan dari Chanyeol.

Chanyeol melongos lalu meninggalkan Baekhyun duduk sendirian. Tapi begitu Chanyeol melewati namja imut itu, Baekhyun menahan tangan Chanyeol. “Jangan lama-lama ngambeknya, ya,” ujar Baekhyun sambil tersenyum tulus.

Chanyeol mengernyitkan dahi lalu entah dorongan darimana kepalanya mengangguk, hehe. Lalu Baekhyun melepaskan tangannya dan kembali nonton konser SNSD.

Chanyeol pergi ke beranda dan melihat dua onggok daging sedang sesenggukan.

“Eh, kalian kenapa?” tanya Chanyeol khawatir.

“Aku ingin tidur dengan Luhan hyung, tetapi tidak boleh sama Appa, hiks,hiks.” Aku yakin kalian tahu siapa yang barusan menjawab.

“Aku juga, aku ingin tidur dengan Kris Appa tetapi tidak boleh sama Lay eomma. Huwaaa.” Tentu saja kata si magnae satunya lagi.

“Cup,cup,cup, kembang kuncup. Sudahlah tidak apa, jangan menangis. Nanti malam aku bantuin kalian buat mindahin Lay ahjumma sama Suho appa. Oke?”

“Jinjja?”

Chanyeol angguk-angguk.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Malam pun datang. Sang bulan sudah berada di titik zenithnya.

“Baekkie, kau belum tidur, kan?” bisik Chanyeol.

“Hoahem, ne, belum sesuai janjiku padamu agar kau tidak ngambek lagi,” jawab Baekhyun dengan mata tambah sipit hingga tidak kelihatan.

Chanyeol tersenyum, “Thanks, kau memang sahabat terbaik dan orang terimut sedunia.”

“Ne, arraso, kau orang sejuta yang mengatakannya.”

“Kajja, kita lakukan demi dua cecurut itu.”

Lalu BaekYeol pun menuju ke kamar Sehun dan Tao untuk membangunkan mereka.

Ternyata mereka sudah berada di ruang tengah, juga dengan muka kantuk.

“Ayo hyung, aku sudah sangat ngantuk,” kata Sehun kemudian menguap.

“Kalau begitu mari kita ke kamar Kris hyung dulu.”

“Andwee, ke kamar Luhan hyung dulu,” rengek Sehun.

“Aigo baiklah, kita ke kamar Luhan grandpa dulu,” ujar Tao ngalah.

Mereka pun bergegas ke kamar Luhan dan Xiumin (di ff ini Luhan dan Xiumin  satu kamar). Terlihat dua sosok yang kini tengah mendengkur sahut-sahutan. Sehun lega melihat mereka, kirain dia bakalan melihat HanMin peluk-pelukan.

“Kita pindahkan Xiumin hyung ke kamar Suho Appa. Ayo cepat angkat.”

Semua mulai berada pada posisi masing-masing.

“Hana, deul, set!”

Mereka pun mulai menggotong tubuh Xiumin ke kamar leader EXO-K, mulus tanpa hambatan.

“Alhamdulillah, misi pertama berhasil.”

Segera saja tanpa basa-basi lagi, mereka beranjak menuju kamar Kris dan Lay.

“Kok, mendadak jantungku berdebar nggak karuan kayak gini ya?” ujar Baekhyun. Chanyeol mengangguk disusul dengan Sehun.

“Jangan bilang kalian enggak jadi bantuin aku,” rengek Tao.

Sehun, Baekhyun dan Chanyeol saling tatap.

“Oke kalau begitu loe gue e…”

Plup!!!

Tiba-tiba sebuah topi panda sudah berada di kepala Tao.

“Dasar anak nakal. Cepat masuk ke kamarku, aku sudah memindahkan Lay ke kamar Chen,” ujar suara ngerock sang leader yang kini berada di belakang Tao.

“Kris hyung,” seru mereka electrick shock.

“Ssttt…….bukankah itu yang akan kalian lakukan?” Mereka masih melongo tidak percaya. “Sudahlah, ini sudah malam. Kalian tidurlah. Jangan lupa besok harus bangun pagi soalnya kami harus balik ke China.”

Semua mengangguk masih dengan rasa tidak percaya.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

“Hyung, terima kasih. Aku tidak menyangka kau tahu apa yang aku inginkan,” kata Tao setelah mereka sudah ada di dalam kamar Kris.

“Tentu saja, perasaan seorang appa sangat peka,” jawab Kris sambil mengacak rambut Tao.

“Apa aku salah dengar? Kau baru saja mengakuiku sebagai anakmu?” ujar Tao tidak percaya karena selama ini, Kris tidak benar-benar menerima adanya rumah tangga dalam EXO-M, maksudnya dia appa dan Lay eomma. Ck, itu nggak mutu banget.

“Hahahaha, benarkah? Kalau begitu anggap saja iya.”

“Appa”

“Hem?”

“Appa”

“Aigo, ada apa?”

“Siapa yang lebih appa sayang, aku, Chen hyung atau eomma?”

“Emmmmm……”

“Appa jawabbbbb,,,”

“Hoahem, aku ngantuk. Kajja kita tidur.”

“Appa jawab dulu, siapa yang paling kau sayangi.”

Tao sangat kesal karena Kris benar-benar mengacuhkan dia dan memilih untuk tidur.

“Hahahahahha, geli, hahahha, hentikan.”

“Aku tidak akan berhenti menggelitikimu jika appa belum menjawab pertanyaanku.”

“Hahahahah, Baiklah, baiklah, sekarang hentikan dulu.”

Tao pun menghentikan aksinya dan menatap tajam pada Kris. Kris mengambil nafas sejenak.

“Jangan melihatku begitu, kau seakan mau menghajarku dengan jurus wushumu.”

Tao pun mengubah mimik mukanya jadi makin kayak panda. Ingin rasanya Kris ketawa seketika itu juga.

“Ehemehem, biar aku pikirkan dulu. Chen itu anak baik, dia dewasa, jantan, baik, manis, dan penurut. Eomma pintar masak, perhatian, pekerja keras dan baik hati. Kalau kau? Kau manja, kekanakan, anak nakal dan apalagi ya, oh, menyebalkan. Jadi menurutmu siapa yang paling aku sayangi?”

Tao mendengus.

“Ne, Appa benar, aku manja, menyebalkan dan menyusahkan,” kata Tao ngambek lalu mulai berbaring tidur membelakangi Kris.

Kris terkejut dengan respon Tao lalu menghampiri namja panda itu. “Ya, Tao-ah, kau marah?” Tao tidak merespon.

“Aigo, apa yang appa lakukan pada anak bungsu appa yang cakep ini. Gimana kalau appa mati muda karena kena kutukan oleh anak yang appa duhakai huh?”

Tao tetap tidak merespon.

“Aish, jinjja, apa yang harus appa lakukan agar kau tidak ngambek lagi?” ucap Kris memelas.

Kris mengendap menghadap ke arah Tao yang kini tengah memejamkan mata.

“Tao lihat dan dengar. Aku hanya akan melakukannya sekali. Ehem, ehem. Tao, kau adalah member yang paling aku sayangi, maka dari itu maafkan aku, bbuing-bbuing.”

Tao langsung membuka mata dan terduduk.

“Lakukan lagi, appa, lakukan lagi. Ayolah, aku ingin lihat kau bbuing-bbuing.”

“Ogah, ogah, dah bobok sono.”

Tao benar-benar menyesal sekarang, tetapi juga senang J.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

Paginya terjadi KDRT, Keributan dalam Rumah Tangga EXO M. Lay jelas marah karena merasa terkhianati.

“Aku tidak mau mengakui Tao jadi anakku lagi,” seru Lay membuat Tao menunduk.

“Aish, ayolah, masak cuma gara-gara aku tidur sama anak bungsuku sendiri. Lagian kenapa kamu musti cemburu sama Tao sih?” ujar Kris panjang lebar.

Sebenarnya Kris udah pusing saja permainan appa-eomma ini, terlalu rumit.

“Sepertinya kita sudah tidak ada kecocokan lagi Kris. Lebih baik sampai di sini saja daripada kita saling menyakiti,” ucap Lay lebay bukan main.

Tao mulai nangis sesenggukan melihat pertengkaran kedua orangtua gadungannya. Chen dan Xiumin memeluknya juga sambil menangis.

“Lay, sudahlah inikan cuma masalah sepele, pikirkan baik-baik kasian anak-anak kalian,” kata Suho.

“Baiklah, tapi mulai sekarang aku sudah nggak mau jadi eomma EXO-M lagi. Mending pasangan Kris sama Tao aja, aku lebih baik jadi pembantu rumah tangganya EXO.”

Semua menatap Lay tidak percaya.

“Andwee eomma, kau tetap eomma kami, huwaaaaa,” pinta Tao sambil nangis.

“Jeng, jangan gitu jeng. Tao masih terlalu kecil untuk mengalami semua ini,” kata D.O iba.

“Hiks, hiks,” tangis Chen, Baekhyun, Chanyeol, Sehun dan Kai. Kai???? Unpredictable.

“Lay, aku mohon jangan seperti ini. Aku janji akan jadi suami yang baik,” ucap Kris bersimpuh di depan Lay sambil memegang tangannya.

Luhan dan Xiumin ikut-ikutan bersimpuh. “Benar, mana mungkin kami menjadikanmu pembantu. Kau taulah kami tidak kuat membayar gajimu.”

“Benar, kau pasti pasang tarif tinggi, so jadilah eomma lagi di dorm EXO-M ya, ini titah tetua langsung lho, iyakan Luhan?”

“Ne,” jawab Luhan terpaksa, secara harus mengakui kalau dia tetua padahal cuman beda beberapa bulan aja.

Semua pun ikut bersimpuh lalu ikut memohon.

“Jadilah eomma EXO-M” seru mereka berbarengan sambil duduk membungkuk (?).

Karena Lay manusia yang mempunyai hati, mau tidak mau dia tersentuh juga dan menitikkan air mata.

“Eomma, jangan menangis,” seru Chen sambil menangis.

“Hiks,hiks. Kalian yang membuatku menangis,” ujar Lay sambil mengelap air matanya. “Ne, aku mau jadi eomma EXO-M lagi, hiks.”

“Jinjjaaaaa????” koor mereka bersamaan hingga terdengar sampai ke dorm lain.

Key              : Ada apa itu? kayak ada yang teriak.

Taemin         : Mungkin bunyi perut Appa yang sudah kelaparan

Onew           : Sepertinya begitu, mana ayamku???

Sunny          : Sica, kau jangan teriak gitu donk.

Jessica        : Eh, bukan aku.

Sunny          : Lalu siapa lagi yang suka teriak kayak gitu?

Dll.

Lay mengangguk. Lalu mereka mulai saling berpelukan.

““““““““““““““““““““`R.R““““““““““““““““““`

“Ya, Sehunnie sayang, jangan nangis mulu. Nanti kakek Luhan bakalan berkunjung lagi kok,” ujar D.O pada anak bungsunya, Kai angguk-angguk menyetujui.

“Benar, nanti kakek eh hyung pasti bakalan ke Korea untuk nemuin Sehun tercinta. Udah cup,” bujuk Luhan yang juga ingin nangis karena harus berpisah sama couplenya.

“Benar ya, janji.”

“Ne”

Sehun pun tersenyum lalu Kai mencubit pipi Sehun, gemas sama kelakuan adiknya itu.

Di sisi lain, Baekhyun dan Chanyeol meluk Kris sambil pura-pura nangis. “Kris hyung jangan pergi, kami kan masih kangen.”

“Aish, kalau gitu kapan-kapan kalian yang main ke China.”

BaekYeol langsung menatap Kris dengan mata berbinar-binar.

“Wah, ide bagus,”ujar Baekhyun.

“Ayo semuanya, kita harus pergi. Dadah semua,” seru Xiumin dan Chen.

Tao terlihat membantu Lay membawa tasnya.

~~~~~~~~T_T~~~~~~~~

Dan akhirnya, mereka pun harus berpisah lagi.

“Huft, Ayo pergi, kapan-kapan kita yang main kesana,” kata Suho kepada anggota keluarganya.

“Suho hyung,” kata Kai tetapi langsung mendapat tatapan tajam D.O eomma. “Eh, ralat maksudku, Appa.” D.O kembali tersenyum.

Ternyata Kai juga sama-sama nggak suka sama permainan appa-eomma ini. Terlalu kekanakan dan bukan dia banget, tapi mau bagaimana lagi.

“Anak kalian si bungsu itu kok nggak ada ya?” katanya lagi.

Semua langsung mencari Sehun yang ternyata memang tidak ada di dekat mereka.

“Eh, Baekkie juga tidak ada,” seru Chanyeol panik. Tiba-tiba ia merasa mendapat pesan.

From ByunBaek

Aku dan Sehun mau liburan ke China dulu ya, sampaikan pada yang lain. Dah ^^

 

“Omoooooo” jerit mereka bersamaan dengan bunyi pesawat yang lepas landas.

END

Credit : EXO Fanfiction

2 thoughts on “Ketika EXO-M Berkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s