Ketika Member EXO Sakit

Author             : R.Rains (Kim Ah Ra)

Main Cast        : All member EXO-K and EXO-M

Genre               : Fantasy, Brothership, Comedy gaje.

Length              : Oneshoot

Annyeong, salam kenal semuanya.

Maaf, jika ff ini gaje + g’ mutu. Tapi ya tolong dihargai, hehe. Ini ff terinspirasi dari MV Mama, jadi jika ada yang belum lihat MV-nya, aku rekomendasikan buat lihat dulu.

Oh, iya. Kesan dan pesan sangat aku nantikan. Em, g’ usah basa-basi lagi deh,

Happy Reading!!!

—————————————–

Hari itu si magnae EXO sedang sakit. Penyebabnya adalah karena dia salah mengeksperimen jurus pengendalian anginnya sehingga angin-angin malah pada masuk ke tubuhnya alias masuk angin. Semua member EXO-K pada kerepotan karena efek yang ditimbulkan penyakit itu. Habisnya, setiap Sehun batuk atau bersin, udara yang dikeluarkan tidak main-main besarnya hingga membuat dorm EXO jadi ruang tak berbenda karena semua perabotan terbang entah kemana dan mendarat entah dimana. Namun, jika dilihat lebih seksama, ternyata di sudut ruangan masih tersisa satu benda, apalagi jika bukan tempat tidur Sehun sendiri. Keberuntungan lain adalah atap untuk berteduh mereka masih utuh tak terjamah.

“Hyung, dingin sekali di sini,” kata Sehun sambil menggigil kedinginan.

“Chanyeol, peluk dia,” perintah si leader.

“Ogah, nanti kekuatanku berkurang karena apiku selalu dipadamkan oleh anginnya.”

“Bukankah api jika bertemu angin akan bertambah besar?” celetuk Kai yang tiba-tiba muncul entah darimana.

“Ah benar juga, sini Sehun sayang, umma peluk.” Chanyeol beranjak mendekati tempat tidur Sehun.

Andweeeee,” teriak Baekhyun. Semua mata langsung tertuju padanya.

“Kenapa hyung? Jangan bilang kau cemburu Chanyeol hyung peluk-pelukkan dengan Sehun,” kata D.O sinis, sedangkan Chanyeol menyentuh pipinya ala Cherrybelle karena malu, hehe.

“Ya! Tentu saja bukan itu,” jelas Baekhyun yang membuat Chanyeol kecewa seketika.

“Lantas kenapa?” tanya Chanyeol sambil menundukkan kepalanya tanda sedih.

“Karena,,,,,,karena,,,,,,”

“Karena apa?” bentak D.O hingga membuat dia lepas kendali dan membuat lubang besar di lantai. Untung dorm EXO ada di lantai 1 bayangin aja jika di atas dorm Super Junior (?).

“Ya! Kau berani sekali membentakku saeng, imut-imut gini aku tetap hyungmu. Ne, aku mengakui aku memang tidak mau Chayeol berpelukan dengan Sehun.” Chanyeol riang seketika dan berasa ingin terbang. “Selain itu, karena aku tidak mau terjadi kebakaran karena ulah mereka. Bagaimana jika Sehun tiba-tiba kentut, akan jadi apa tempat ini.” (maksudnya lau kentut ketemu api akan terjadi ledakan maha dasyat).

“Oh, begitu,” jawab mereka sambil angguk-angguk.

“Kau benar Baekhyun dan kau Kai, kau hampir meledakkan gedung ini karena ucapanmu barusan,” kata Suho sambil menatap tajam pada Kai, padahal awalnya yang punya ide agar Chanyeol memeluk Sehun adalah Suho sendiri, dia lupa kali ya.

“Hehe, jika itu terjadikan ada Suho hyung. Jadi hyung ada gunanyalah punya kekuatan air,”

Suho benar-benar keki dan byurrrrr, tubuh Kai langsung basah oleh air.

“Ya! Hyung, kau pemarah sekali, bagaimana jika aku ikutan sakit,” teriak Kai sambil menangis.

Sehun yang melihat Kai menangis ikut-ikutan menangis, Chanyeol juga tidak ingin ketinggalan disusul Baekhyun dengan suara menawannya hingga tercipta simphoni tangisan yang merdu. Tapi tidak untuk telinga Suho.

“Ya! Apa yang kalian lakukan, sudah diam. Malu didengar tetangga.” Suho pun menyerap semua air yang ada di baju Kai hingga kering kembali. Dia berpikir Kailah pangkal dari simphoni itu dan benar saja setelah Kai berhenti menangis, semua kembali sepi.

Tiba- tiba D.o yang baru sadar dari menghayati simphoni tangisan itu berkata, “Bagaimana jika kita minta bantuan Luhan hyung dan member yang lain. Mungkin mereka bisa membantu menyembuhkan Sehun.”

Sehun langsung bersemangat, “Yaaaaaa itu ide bagus,” dan tiba- tiba Hatsyiiiiiiiiiiii!!!!!!!

Semua member pun kembali terpental ke dinding, entah sudah untuk keberapa kalinya.

“Mian” kata Sehun sambil mengucek hidungnya.

“Aduh, sakit sekali. Ya! Baekhyun, menyingkir dari tubuhku,” seru Chanyeol yang sedang dipeluk Baekhyun.

“Tidak mau, kau hangat sekali.”

“Ya! Apa-apaan kau, kau sangat menjijikkan dan….” belum selesai Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun sudah berdiri.

“Oke, fine. Loe gue end.” Setelah berkata begitu, Baekhyun langsung menyerap cahaya lampu, aih maksudnya memadamkan lampu dengan kekuatannya hingga ruanganan itu gelap gurita(?), maklum settingnya sedang malam hari.

“Ya, Baekhyun kembali, aku belum selesai ngomongnya,” pinta Chanyeol.

Tapi sayangnya Baekhyun sudah terlanjur marah dan pergi entah kemana.

“Oke sekarang bagaimana?” seru Kai yang entah ada dimana karena ruangan itu gelap ditambah kulit Kai yang juga gelap jadi makin gelap *halah* yang pasti masih ada di dorm.

“Kai, kekuatanmu sekarang diperlukan. Kau menyebranglah ke China. Panggil member EXO-M untuk datang.” Terdengar teriakan Suho.

“Yeyeyeye, dengan senang hati bos.”

Hening.

“Ya, apa yang bergerak-gerak di bawahku,” teriak Suho.

“Kau menindih badanku Hyung,” rintih D.O

“Oh, jinjja, mian and gumawo, karena tubuhmu aku sama sekali tidak merasa sakit karena terbentur dinding J.”

“Hyung, kalian dimana? Aku buta hyung, aku tidak bisa melihat apa-apa, eotteoke???” seru Sehun panik.

“Ya! Ini memang mati lampu, kau tidak buta Sehunnie.” Teriak seseorang entah siapa.

““““““““““““““““““`

Di dataran China

“Ya! Tao hentikan kau membuatku mual,” teriak Lay disebabkan ulah Tao yang tiba-tiba muncul disana sini karena kekuatan time controllernya. Dan yang paling membuat jengkel Lay adalah Tao hampir membuat semua bunga anggreknya terbang berhamburan ke sana kemari padahal dia sudah susah payah menghidupkan mereka  kembali (sekitar 100 pot).

“Mual, memang aku menghamilimu, hyung.” Canda Tao yang sama sekali tidak membuat Lay tertawa namun semakin naik pitam.

Tao hampir menyambar bunga terakhir itu dengan pedangnya namun berhasil digagalkan Lay yang langsung mengambilnya. Namun sayang, Lay lupa dengan kekuatan yang dimiliki magnae EXO-M itu, “Time controller”, Pengendali waktu.

Tao menghentikan waktu sejenak dan mengambil anggrek itu dari pelukan Lay lalu menebasnya bersamaan dengan pemutaran waktu kembali.

Lay terkapar melihat bunga anggreknya berguguran. Sebenarnya indah, apalagi dia sudah merindukan musim gugur. Tapi rasa kesalnya tak bisa tergantikan oleh keindahan guguran bunga itu, ditambah lagi senyum kemenangan Tao membuatnya tambah mual.

“Kris gege, Tao nakaaaalll,” lapor Lay pada Kris yang sedang menonton Shaun The Sheep.

“Ya! Lay Gege kau membuatku ilfeel” teriak Tao pada Lay yang terlihat kekanak-kanakan.

“Biarin, apa pedulimu, kau tidak berperikemanusiaan dan berperikeanggrekan.”

“Gege, kau ini seperti anak kecil, peri itu cuma ada di dunia dongeng,” kata Tao polos.

“Ya! Kau benar-benar evil magnae. Kris Gege!!!”

Mau tidak mau, Kris segera bangkit dan tidak lupa menon-aktifkan televisi, hemat energi pikirnya.

“Lay, sudahlah. Tao itu memang sedang masa labil. Sebagai orang yang lebih dewasa kita harus bisa memahami,” jawab Kris sebijaksana mungkin dan  Tao pun  kembali mengeluarkan senyum kemenangannya.

“Gege, kau ini leader macam apa? Kau sama sekali tidak adil dan pilih kasih, aku membencimu.”

Setelah mendengar perkataan Lay yang bisa dibilang kalimat tersensitif untuk sang leader *author ngaco*. Serta merta dari arah belakang Kris, muncullah sebuah eh, seekor bayangan naga api, dan berhasil membuat semuanya terkesiap termasuk Tao dan author.

“Xiumin gege, tolong aku,” teriak Lay yang langsung berlari ke kamar Xiumin yang ternyata doi sedang tidur.

“Bangun, gege, bangun, aku mohon.” Lay menggoyang-goyangkan tubuh Xiumin dengan panik.

“Lay, kau dimana? Kemarilah!” Terdengar suara Kris yang mampu membuat semua manusia merinding.

Suara langkah Kris semakin nyata di telinga Lay.

“Oih, ada apa? Kau mau apakan aku?” Kata Xiumin setengah sadar.

“Tolong aku!” Kata Lay hampir menangis. Namun Xiumin tak menggubrisnya dan tepar lagi.

“Kau disini Lay, akhirnya aku menemukanmu,” ucap Kris yang sudah berada di depan pintu Xiumin. Lay benar-benar ketakutan sekarang. “Tidak baik kau mengganggu Minnie, Kemarilah!”

Tao benar-benar tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong Lay. Dia pun menghentikan waktu dan segera mencari Chen. Mungkin dia bisa membantu. Entah dengan cara apa.

Ternyata Chen sedang memberi makan pada kalajengking-kalajengkingnya. Tao menatap tubuh Chen yang sedang membatu karena efek terhentinya waktu. Dia jadi bingung sendiri bagaimana memindahkan tubuh Chen ke dorm mereka.

“Aish, sudah tidak punya waktu lagi.” Alhasil Tao pun membopong tubuh kaku nan berat itu. Tao meletakkan tubuh Chen diantara Kris dan Lay kemudian dia menjauh dan segera menjalankan waktu kembali.

Shock? Jelas! Inilah yang sedang dilanda Kris, Lay dan Chen sendiri.

“Sejak kapan kau bisa berteleportase seperti Kai?” teriak Lays Krispy berbarengan.

“Aku…aku tidak tahu, mana kalajengking-kalajengkingku?”

Seketika itu juga Xiumin terbangun.

“Haaa! ada kalajengking, wa tolong-tolong!!!”

Ternyata suasana menjadi tambah kacau balau.

“Lay urusan kita belum selesai,” kata Kris dingin.

“Xiumin hyung, Chen bantu aku.” Namun sayang mereka pada sibuk sama urusan mereka masing-masing. Chen yang sedang kebingungan mencari kalajengkingnya sedangkan Xiumin sedang lonjak-lonjak sambil teriak-teriak dikirain ada kalajengking di kamarnya.

“Oke, jadi ini waktunya untuk..” gertak Kris.

“Tidak, jangan!” jerit Lay yang segera lari tetapi sayang dia terpeleset selimut Xiumin dan menabrak Chen. Chen teramat sangat terkejut sekali sehingga reflek mengeluarkan kekuatan petirnya. Dampak dari kekuatan itu adalah terbentuklah sebuah lubang pada atap dorm mereka karena diterjang tubuh Lay yang terlontar entah kemana karena tegangan listrik petir Chen, beruntung dorm mereka ada di lantai teratas. Bayangin kalau di bawah dorm SNSD (?).

“Ya! Apa yang kau lakukan pada mangsaku?” teriak Kris pada Chen yang masih belum sadar dengan apa yang dia lakukan.

“Memang apa yang aku lakukan. Aku tidak ingat.”

GUBRAKKK!!!

Tao yang sedari tadi ngumpet jadi galau. Apa yang telah dia lakukan pada gegenya itu. Apakah dia masih hidup setelah menerima tengangan listrik sebesar itu? Apakah dia bisa menyembuhkan lukanya sendiri dengan kekuatannya? Tao benar-benar bingung.

“““““““““““““““““““““““““““““““““““““`

Sementara itu, Kai baru saja sampai ke China. Dia langsung berada di kamar atau tempat mediasi Luhan. Kai mengusap keringatnya yang gedhe-gedhe sebesar biji jagung setelah melakukan perjalanan yang amat panjang.

“Selamat malam Gege.”

Luhan yang sudah merasakan adanya makhluk yang akan menemuinya langsung berhenti bermediasi.

“Selamat malam juga. Ada apa Kai? Tumben mampir, bawa oleh-oleh apa hari ini?” tanya Luhan penuh harap.

“Aduh, bagaimana ya, emmm, sebenarnya hari ini aku datang sebagai penyampai berita.”

“Oh, benarkah. Baguslah untuk pertama kalinya kekuatanmu digunakan untuk hal yang berguna. Ada berita apa gerangan?”

Kai sudah mengkerucutkan bibirnya tapi kemudian dia menyampaikan perihal sakitnya dongsaeng Luhan tercinta.

“Apa? Benarkah itu,” tanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kai secara tidak langsung karena menggunakan kekuatan telepathynya. Kai merasa aneh dengan keadaannya. Dia tergoncang ke depan dan ke belakang padahal tidak ada yang memegangnya.

“Hentikan Gege! Aku tidak bohong.”

Luhan pun percaya, dia langsung berdiri dan beranjak keluar dari kamarnya. Kai yang sedikit demi sedikit kehilangan rasa pusing akibat telepathy itu langsung mengikuti Luhan.

“Ya!  Apa yang terjadi?” teriak Luhan dan Kai hampir bersamaan ketika melihat atap dorm EXO-M yang bolong dengan bentuk seperti tubuh manusia (yaelah tubuh Lay gitu).

“Gege, bagaimana ini. Lay gege terpental entah kemana. Ayo kita mencarinya,” kata Tao sambil menangis sesenggukan tanpa menyadari adanya Kai.

“Hahahaha, Tao gege nangis, Tao gege nangis.”

“Ha, Kai ada apa kau kemari?” tanya Kris.

“Aku disuruh Suho hyung menyampaikan bahwa Sehun masuk angin. Kami berharap kalian bisa membantu kami. Terutama Luhan dan Lay gege.”

Semua menelan ludah kecuali Luhan dan Kai yang belum menyadari situasi yang baru saja terjadi. Mereka (Tao, Kris, Xiumin dan Chen) tidak tahu harus bagaimana, secara Lay baru aja mental menerobos atap. Entah masih hidup atau tidak.

“Kris, apa yang harus kita lakukan?” tanya Xiumin.

“Baiklah, Luhan, Chen dan Xiumin kalian ke Korea. Sedang aku, Tao dan Kai akan mencari Lay.”
Semua mengangguk setuju, Kai dan Luhan ikut-ikutan setuju, padahal dalam hati mereka bingung.

Luhan, Chen dan Xiumin langsung ke bandara, maklumlah mereka nggak bisa berteleportase kayak Kai atau terbang kayak Kris.

““““““““““““““““““““““““““““““

Di dorm EXO-K                                                                                                               

“Hyung, aku takut kegelapan. Kenapa lampunya tidak menyala-nyala?” kata Sehun pada hyungdeulnya.

“Ini semua gara-gara Chanyeol hyung. Kenapa kau bicara seperti itu pada Baekhyun? Dia pasti sakit hati,” kata D.o

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Sudahlah cukup. Kenapa mereka lama sekali,” kata Suho.

“Yaiyalah, secara mereka harus naik pesawat gituloh.”

“Oh, iya, ya. D.o apakah kau punya ide agar ruangan ini menjadi terang kembali.”

“Entahlah Hyung, yang pasti kita tidak akan menggunakan kekuatan Chanyeol hyung.”

Chanyeol mendengus.

“Kalau begitu kita tidur saja, gelap-gelap gini enaknya tidur,” saran Chanyeol.

Hening, ternyata yang lain memang sudah tertidur.

“““““““““““““““““`

“Bagaimana Kai, sudah tahukah kau ada dimana dia sekarang?” tanya Kris.

“Tidak, Lay gege pasti sedang tidak sadarkan diri sehingga aku tidak bisa melacak keberadaan dia.”

“Tao tidak bisakah kau memutar waktu ke masa lampau.”

“Maaf gege, kekuatanku masih sambai sabuk Hijau jadi belum tahu yang begituan.”

Kai dan Kris berdecak kesal, Tao hanya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal soalnya dia rajiiiiin keramas.

“Kalau begitu kita berpencar.”

“““““““““““““““““““““““““““““““`

“Annyoung kami datang. Wah, kok gelap. Adakah makhluk penghuni tempat ini?”

Hening.

“Gege, kayaknya kita salah alamat. Ngeri ah, yuk kita pulang aja,” ucap Chen sambil sembunyi di punggung Xiumin.

“Ngaco kamu. Chen keluarkan cahaya petirmu untuk menerangi tempat ini. Ingat dalam level 1,2per4, jangan besar-besar.”

Chen meneguk ludahnya. Diapun maju dan menuruti apa yang diperintahkan Xiumin walaupun sebenarnya dia teramat sangat takut sekali.

Ketika ruangan itu terang terlihatlah empat sosok yang sedang pulas tertidur. Dua di ranjang dan dua di kolong tempat tidur eh maksudnya di lantai. Mereka sudah lega melihat keempat namja itu, tiba-tiba salah satu namja yang ada di ranjang bergerak dan…………..Hatshyyyyyiiiii.

“Ahhhhh….Appo,” semuanya terpental.

“““““““““““““““““““““““““““““““““““`

Setelah berjam-jam menghentikan waktu dunia. Akhirnya Tao bisa menemukan Lay dalam sekejap mata bagi author dan yang lain.  Tubuh Lay benar-benar gosong, untungnya bajunya tidak habis terbakar. Sekarang Tao galau bagaimana memberitahu Kai dan Kris karena dia tidak tahu daerah mana yang dia datangi ini. Dia hanya memperkirakan arah jatuhnya dan seberapa jauh jarak pental Lay jika tegangan itu segitu. Gini-gini dia pinter fisika. *Author sok tahu*

Langsung aja, akhirnya Kai dan Kris datang.

“Bagaimana ini, apakah dia masih hidup?” tanya Kai

“Mollaseo. Lay gege, bangun!” kata Tao sembari mulai menitikkan air mata dan segera menetes di wajah Lay. Segera saja mata Lay bergerak-gerak dalam keterpejaman.

“Ye, dia masih hidup. Tao gege menangislah lebih banyak,” seru Kai girang.

Tahu-tahu Kai sudah menerima jitakan dari Tao.

“Em, bagaimana jika menggunakan ini,” kata Kris sambil menggenggam sebuah bunga anggrek. “Aku pikir jika dia merasakan adanya anggrek, rasa berperikeanggrekannya akan membuatnya tersadar.”

Semua melihat Kris dengan mata berbinar-binar.*termasuk author*

“Kau benar gege, kau memang pantas menjadi leader karena begitu perhatian,” kata Tao masih dengan mata berbinar lalu menggenggam tangan Kris, eits jangan salah, maksudnya untuk mengambil anggrek yang ditemukan Kris.

“Baik, rolling action,” seru Kai yang mengerti apa yang akan dilakukan Tao.

“Gege, lihatlah, anggrek ini akan mati. Kau harus menyelamatkan bunga yang menyedihkan ini sebelum terlambat,” acting Tao sedramatis mungkin.

Dan berhasil, Lay merespon dengan menggerakkan jemarinya, tapi hanya sampai seperti itu saja.

“Aku sudah tidak tahan lagi. Sepertinya kalian harus menyetujui ideku,” seru Kai lalu merebut bunga itu.

“Kau lihat hyung, jika kau tidak juga bangun aku akan menghancurkan bunga ini, oke aku hitung, satu, dua, ti…”

“Sudahlah, dia tahu kau hanya menggertaknya. Kai aku saja yang melakukannya. Biarkan anggrek itu terbakar bersama dia. Letakkan bunga itu di dada Lay sekarang!” titah Kris yang langsung saja dipatuhi Kai.

Lalu Kris bersiap menyemburkan apinya,

“Jangannnnnnn,” teriak Tao dan Lay. Lay? Ya Lay karena dia sudah tersadar. Mwo?

“Ya! Jadi kau sudah tersadar dari tadi!” teriak Tao sambil mencekik leher Lay. Kai nggak mau ketinggalan. Jarang ada kesempatan seperti ini pikirnya.

““““““““““““““““““““““““““`

Dorm Exo-K akhirnya sudah kembali terang *walau nggak benderang* karena kekuatan Chen. Walaupun caranya tergolong berbahaya. Dia memanggil hewan peliharaannya, si kalajengking bercahaya. Ya begitulah, cahaya itu berasal dari kalajengking-kalajengking itu.

Luhan sedang memeluk Sehun yang kedinginan, sambil mengelus-elus kepalanya dengan lembut seperti ibu dengan anak. Xiumin sedang ketakutan karena Chen selalu menggodanya dengan hewan peliharaannya itu. D.o sedang menyiapkan makanan dibantu Suho. Sedangkan Chanyeol hanya terduduk sendirian bin kesepian.

“Ya! Baekhyun dimana kau? Aku belum selesai ngomong kau sudah pergi meninggalkan daku sendiri, jahatnya dirimu,” teriak Chanyeol, semua memandangnya, namun sedetik kemudian kembali sibuk dengan aktivitas mereka.

“Kau memang menjijikan dan memuakkan tetapi aku suka, Baekhyunnie. Kumohon kembalilah. Aku merindukanmu,” rintih Chanyeol.

Tiba-tiba sebuah benda terjatuh dari langit-langit, ya bisa ditebak ternyata Baekhyun. Chanyeol langsung memeluknya.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Aku kepanasan dan tidak bisa bernafas,” bentak Baekhyun sambil berusaha melepas pelukan Chanyeol.

“Oh, jadi gegedeul sudah datang. Maaf tadi aku ketiduran di atas,” sapanya pada gege-gegenya.

“Heh, Baekhyun. Nyalakan kembali lampunya. Aku sudah tidak tahan lagi diterangi hewan itu,” pinta Xiumin.

Baekhyun melihat ke sekeliling tempat itu yang memang penuh dengan kalajengking di sana-sini dannnnnn……..dia menyukainya serta ingin memeliharanya juga. Chen senang mendengarnya sedang Xiumin langsung tidak sadarkan diri.

Tuuuutttttttrutttoet!!! Uhuk-uhuk, hoek, appo!

Ternyata Sehun kentut dan bisa dibayangkan dampak apa yang terjadi? Suho dan D.o pingsan seketika, Chen dan Chanyeol langsung terbatuk-batuk tanpa bisa berhenti. Baekhyun muntah-muntah, dan yang paling parah Luhan yang terpental karena paling dekat dengan pusat sembur. Dorm menjadi gelap kembali karena kalajengking pada mati sedangkan Xiumin yang tadi pingsan jadi tersadar dari pingsannya karena bau kentut itu.

“Kami datang, uhuk,uhuk,uhuk.”

“Bau apa ini, aku ingin muntah,” teriak Tao.

“Wa, aku tidak bisa melihat apa-apa. Tolong! aku buta,” teriak Xiumin yang baru saja terbangun.

“Tidak gege, ini memang mati lampu,” kata Sehun yang pernah merasakan apa yang Xiumin rasakan.

“Kau kentut Sehun,” teriak Kai sambil masuk dengan menutup hidungnya.

“Maaf aku tidak sengaja, hehe”

Baekhyun yang sudah puas memuntahkan isi perutnya kembali keluar dari kamar mandi dan dia menghidupkan kembali lampunya, sehingga terlihatlah betapa mengerikan dampak yang dibuat magnae itu.

“Ya! Ada hantu,” teriak Baekhyun ketika melihat Lay yang gosong.

Kris mau tidak mau tertawa yang disambut tatapan maut Lay.

“Sudahlah tolonglah mereka,” kata Baekhyun.

Lay mengerti dia mengeluarkan kekuatannya. Suho dan D.o kembali tersadar, Chen dan Chanyeol berhenti dari batuk-batuknya dan Luhan berhasil selamat dari ancaman kifosis atau lumpuh total. Lalu berlagak seperti dokter, Lay memeriksa Sehun. Sehun terlihat ketakutan karena melihat Lay yang memang author jadikan semenyeramkan mungkin.

Tiba-tiba Sehun merasa hidungnya gatal dan Hats………..semuanya sudah berlari menyelamatkan diri. Setelah ditunggu beberapa saat ternyata Sehun tidak juga bersin.

“Sehun, kau sudah sembuh?” tanya Luhan penuh kasih.

Sehun mengecek kondisinya dan tersenyum selebar mungkin.

“Iya Luhan gege. Terima kasih Lay gege.”

Semuanya menghembuskan nafas lega. Mereka pun keluar dari tempat bersembunyian masing-masing dan saling berpelukan.

“Sehun sembuh, sehun sembuh,” teriak mereka.

“Terima kasih kalian sudah mau datang dan membantu menyembuhkan Sehun,” kata Suho.

“Sudah kewajiban kami, karena Sehun juga adik kami,” kata Kris.

Lay melihat ke arah Sehun yang sedang disuapi D.O dibantu Luhan, sedang Kai, Baekhyun dan Chanyeol terus menggodanya. Dia merasa iri sekali dengan kebersamaan mereka.

“Suho, maukah kau menampungku? Aku ingin tinggal disini. Sepertinya disini lebih menyenangkan,” celetuk Lay.

Semua mata tertuju padanya.

Hening.

“Aku, aku merasa member EXO-M tidak menyayangiku. Aku hanya diperlakukan seperti pembantu. Aku harus memasak untuk mereka, bersih-bersih rumah, menyetrika, bahkan si magnae bisa bebas mengerjaiku. Harkat dan martabatku sudah diinjak-injak disana.” Lay mulai menangis.

“Itu tidak benar gege, aku mengerjaimu sebagai bentuk perhatianku padamu,” kata Tao ngeles.

“Iya, kami bahkan memakan apa yang gege masak, walaupun terkadang rasanya aneh,” seru Chen.

“Bohong, kalian membuangnya, aku tahu,” teriak Lay yang membuat semua tertunduk. “Dan kau Kris, kau ketua macam apa, lihatlah Suho yang bisa mengayomi anggotanya dengan baik.”

Glekk! Semua menelan ludah mereka. Kris hanya tersenyum tapi bayangan naga api itu muncul lagi.

“Oh, tidak! Kris gege bisa membakar dorm ini,” jerit Tao.

Tanpa aba-aba Suho langsung mengeluarkan kekuatan airnya dan menyemburkannya ke tubuh Kris, lalu Xiumin membekukannya. Hasilnya ruangan itu berubah seperti lemari pendingin dengan patung menawan Kris yang membeku di tengahnya.

“Ya! Apa yang kalian lakukan,” bentak Chanyeol lalu dia berusaha mencairkan patung es yang terlihat berkarisma itu.

“Jangannnnnn,” teriak Lay.

“Lay gege, kau ini kenapa? Mengapa kau begitu membenci Kris gege. Bukankah dia yang paling baik padamu? Tidak ingatkah kau ketika kau kedinginan siapa yang menghangatkanmu, siapa yang menemanimu ketika kau berburu anggrek layu? Siapa yang menyelimutimu ketika kau tertidur di rumah kaca? Siapa yang mau menghabiskan makanan yang kau masak? Dia gege,” bela Tao. “Lagian yang menyuruh kau memasak siapa? Yang menyuruh bersih-bersih dan menyetrika siapa? Kau sendiri tau.”

Lay tersentak, Tao benar, dia pun menangis. Chanyeol sudah berhasil mencairkan es yang menyelimuti Kris.

“Maafkan aku gege,” kata Lay sambil menundukkan kepalanya.

Kris hanya tersenyum dan menepuk pundak Lay.

“Tidak apa, kau jangan lakukan itu lagi. Itu membuat emosiku tidak terkendali.”

Semua pun tersenyum lega. Mereka pun kembali berpeluk-pelukkan.

Tiba-tiba,

Hatsyyyyyyiiiiiiiiii!!!

Semua terpental menabrak dinding. Mereka merasakan panas yang teramat sangat menyakitkan. *halah lebay made on*. Ruangan yang tadi seperti ruang pendingin berubah menjadi ruang pemanas.

Kris mengucek hidungnya, lalu terbatuk-batuk. Api keluar dari mulutnya, persis seperti naga yang batuk pilek.

Semua yang melihat apa yang melanda Kris malah tertawa.

“Ya! Apa yang kalian tertawakan. Lay bantu aku,” teriak Kris.

“Tidak bisa, hehe. Cakraku sudah habis kugunakan,hehe,” jawab Lay. Lalu Kris kembali batuk-batuk ala naga yang baru kecebur kolam. Semua kembali tertawa.

“Ya! Kalian akan aku bakar hidup-hidup,” seru Kris.

“Wa kaburrrrrrrrr,” teriak mereka lalu meninggalkan dorm EXO-K.

“““““““““““““““`

END

Credit : SM Town Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s