Back To My First Love

2min7

Author          : Ojin

Title             : Back To My First Love

Main Cast     : Hyeona, Chen, Luhan

Genre          : Romance somplak, banyak komedi dan masih banyak adegan yang tidak terduga yang menanti😄

Lenght         : Oneshot

Note            : Kekekekeke…. Sebenarnya ini FF lanjutan dari “addict your voice”. Ojin maunya tokoh utama itu

sama Chen nantinya. Eh tapi kemarin subuh malah ide somplak menyinggahi otak Ojin :D Ojin remake FF nya jadi begini😄 Ahahahahahaha… FF-nya sedikit ngawur karena memang waktu itu soalnya Ojin ngantuk banget. tapi bagaimana pun FF ini harus selese pada saat itu juga, klo gak bisa minggat tuh ide😄 Oke.. Awalnya emang sama, tapi akhirnya yang beda :D Judulnya pun OJin ganti😄

 

———————————–

“Chagi~ Itu namanya apa?”

“Baju”

“Kalau itu?”

“Yak! Kau tidak bisa menggunakan matamu dengan benar ‘o’? Apakah sewaktu tinggal di USA dulu, kau tidak tau mana yang namanya baju, mana yang namanya celana, mana yang namanya topi. Terus yang kau pakai ini apa namanya????” Hyeona mencengkeram kerah namja dihadapannya dengan brutal. Tidak menghiraukan tatapan-tatapan aneh yang tertuju padanya. Hyeona akui, ia malu berteriak-teriak seperti orang gila di muka umum. Aish~ namja yang ada dihadapannya ini, walapun Hyeona sudah memberikan tatapan kematiannya pada namja tampan ini, tapi tetaaaappppp saja namja ini seperti kekurangan obat warasnya. Senyam-senyum-senyam-senyum.

“Aih~ anak zaman sekarang. Pacaran saja sudah bertengkar hebat seperti itu. Apalagi kalau nanti sudah menjadi suami istri. Ckckckck”

 

Hyeona bukannya tuli atau sejenisnya. Hyeona menyadari gumanan dua orang ajumma yang tepat lewat disampingnya itu, tengah tertuju pada dirinya dan namja tampan ini. Dengan cepat dua ajumma itu berlalu dari hadapan Hyeona. Siapa yang tidak takut kalau kalian mendapat tatapan yang sangat tajam seperti harimau yang siap menerkam mangsanya? Kurasa kalian juga akan memilih kabur. Bukan begitu?

“Chagi.. Kekekeke.. kau sangat lucu”

Chup

Mata Hyeona membulat hebat. Kesadarannya bagai terbang melayang entah kemana. Kedua tangannya tetap terpatri kuat mencengkram kerah namja tampan ini.

“Kurang ajaaaarrrr!!!!!!!!!” Spontan, Hyeona mendorong tubuh namja ini kebelakang sampai terjerembab ke tanah. Bukannya membentak atau setidaknya mengomel marah, namja tampan ini malah memamerkan serentetan gigi putihnya ke hadapan Hyeona. Tersenyum lebar, merasa menang karena lagi-lagi bisa membuat emosi Hyeona meledak-ledak.

“Ikan Louhan, jangan membuatku marah kalau kau tetap ingin pulang bersamaku hari ini” Gara-gara eommanya dia harus mengantar namja ini jalan-jalan ke myeongdong T_T Padahal Hyeona sungguh sangat malas. Entah apa yang ingin Luhan lakukan dia tidak peduli. Tapi begitu eommanya mengancam tidak akan memberikan uang saku selama seminggu, dengan sangat terpaksa dia harus menuruti kemauan eommanya dan Luhan hanya bisa tertawa senang.

Luhan –namja tampan itu- bangkit dari jatuhnya. Menepuk permukaan celananya yang tampak kecoklatan ternoda oleh tanah berdebu. Mengais poninya pelan, kemudian tersenyum manis pada Hyeona. Padahal yeoja itu kini tengah menggerutu hebat. Segala umpatan terlontar dari bibir tipisnya.

Hyeona memandang sebal ke Luhan karena ternyata namja itu kembali terkekeh tanpa sebab yang jelas. Demi apapun, Hyeona ingin sekali menginjak-injak namja ini sampai gepeng. Tapi sayangnya, itu tidak mungkin =.=

“Kajja!” Luhan dengan sepihak menggenggam tangan kiri Hyeona erat. Tentu saja Hyeona protes. Menarik-narik genggaman tangan Luhan agar terlepas. Luhan terus berjalan santai tidak menghiraukan usaha gadis yang dieretnya yang ternyata masih tetap gigih melepas genggaman tangan mereka. Dari memukul-mukul lengan Luhan, mencubit punggung tangan Luhan berharap Luhan melepas genggamannya. alih-alih terlepas, genggaman tangan Luhan semakin erat saja mengeksploitasi tangannya.

“Baobei~ temani aku belanja ne?”

“Shireo! Babi? Aku bukan babimu! Dasar nasi kuning!”

“Huwa babe! Aku mau nasi kuning. Kedengarannya itu nama makanan yang sangat yummy bukan begitu babe?” tanya Luhan dengan ekspresi anak kecil yang sarat akan keingintahuan yang besar. Luhan terus saja mengkeret tubuh Hyeona dengan paksa. Sehingga mau tidak mau, Hyeona pun jadi ikut terbawa. Entah kemana tujuan mereka. Luhan hanya mengikuti naluri peta yang ada di kepalanya. Padahal dia sudah lama tidak ke Korea. Dia tidak menanggung resiko kesasar. Toh jika dia kesasar, masih ada peta cantik –menurut Luhan- yang akan bersedia membantunya kapan saja. Tentu saja dibumbui dnegan paksaan atau sedikit ancaman?😄

“Nasi kuning itu merk sepatu! -_-“

“ Kau bohong :P Aku tau jika kau berbohong baby, kau akan selalu berekspresi seperti ini ‘-_-‘ jika kau berbohong😄 ahahahahaha.. Pahalamu dikurang satu, dosamu akan bertambah satu”

Pahalamu dikurang satu, dosamu akan bertambah satu

 

Tunggu dulu.. kupingnya seakan tak asing dengan kalimat itu. Dimana? Atau kapan tepatnya? Ehm.. Hyeona rasa itu sudah lama? Siapa namja ini? Apakah Luhan itu bagian dari masa lalunya? Masa kecilnya? Hei~ tapi sampai sekarang, dia masih ingat semua teman masa kecilnya. Dan tidak ada teman kecilnya yang bernama Luhan. Hyeona sangat ingat betul.

“Argh~” Hyeona memegang jidatnya pelan. Entah kenapa kepalanya seperti terbentur sesuatu. Sekelilingnya terasa berputar. Hyeona menggeleng pelan. Berharap rasa sakit itu segera pergi. Tapi nihil… sakit kepalanya semakin menjadi-jadi.

“Hyeona~ gwaenchana?” Luhan mengetahui kondisi aneh Hyeona langsung menggiring yeoja itu untuk duduk di kursi depan etalase toko baju yang kebetulan mereka lewati.

“Kepalaku pusing” Dahi Hyeona berdenyit. Mencoba melawan sakit kepalanya yang semakin menjadi-jadi. Rasanya kepalanya hampir pecah. Secara tidak sadar, kepalanya bertumpu di pundak Luhan. Jujur saja itu membuat Hyeona nyaman. Disaat begini rasa gengsinya dia buang jauh-jauh. Keselamatan dan kenyamanannya jauh lebih penting sekarang.

“Luhan oppa aku mual”

“N-nde?” Siapa yang tidak kaget dengan perubahan drastis sikap yeoja yang tadi sangat anti kepadamu tapi sekarang malah terkesan manja padamu? Oke~ Luhan kewalahan. Baru pertama kali Hyeona bersikap manis padanya. Walaupun dengan kondisi seperti ini, tapi dia sangat senang.

“Apa kau ingin muntah? biar oppa antar ke toilet ne”

“Shireo. Aku ingin pulang oppa. Cebal. Kepalaku sakit sekali”

“Arra arra kita pulang”

“Gendong” Hyeona memohon. Demi apapun baru pertama ini Luhan melihat aegyo Hyeona. Semenjak kedatangannya kemari, Hyeona seolah-olah mengikrarkan kalau mereka ini musuh. Lucu.. Ingin rasanya Luhan memasukkan Hyeona ke tas kemudian dia peluk layaknya boneka Pikachu yang selalu menemaninya tidur. Kekekeke…

“Gendong?”

“Aku tidak berat Luhan oppa”

“Chinjja?

“Oh~ Walaupun aku berat, aku tau oppa akan tetap menggendongku. Benar kan Luney oppa” Hyeona mengedip nakal ke Luhan.Omo! Bagaimana mungkin anak ini jadi agresif sekali. Mencurigakan!

“Hyeona, kau… kau panggil aku apa? Bi-bisakah kau ulangi?” Luhan memelas. Menggenggam kedua tangan Hyeona refleks. Dia benar-benar bahagia jika Hyeona mengingat semuanya. Mengingat dirinya lagi.

“Aku? Apa yang aku katakan? Tidak ada” Hyeona menarik kasar  keduatangannya dari genggaman tangan Luhan. Sikap kasar yeoja ini kembali. Apakah hanya sebentar itu?

Luhan tersenyum miris. Mengalihkan pandangannya dari Hyeona dan memilih melihat orang-orang yang sibuk berlalu-lalang dihadapan mereka. Ekspresi Luhan sudah tidak seceria tadi. Hyeona dapat merasakan perubahan sikap Luhan. Tadi namja ini sungguh sangat senang sekali. Dan beberapa kali menjahilinya. Menciumnya sembarangan dan masih banyak lagi hal-hal gila yang dilakukannya.

“Kau kenapa?” Hyeona mulai khawatir. Sikapnya berubah sekali. Hei~ bukannya tadi yeoja ini juga begitu? Beraegyo dihadapan namja yang sudah dianggapnya sebagai musuh? Imposible! Luhan musuh bebuyutan Hyeona, semenjak Luhan menjadi tamu yang sangat tidak diharapkan keberadaannya oleh Hyeona. Dia sudah merebut perhatian eommanya. Tidak bisa dibiarkan bukan?

“Aku pikir  jika umurmu sudah 18 tahun, kau akan mengingatku lagi. Ternyata… tidak ne?” Luhan menoleh, melihat Hyeona yang memasang raut muka bingung. Luhan tersenyum manis. Tapi dibalik senyum itu, tersimpan beribu pedih yang sudah belasan tahun dia simpan.

“Kau tidak ingat aku? Jeongmal?” Luhan mengusap-ngusap kepala Hyeona. Hyeona pun hanya bisa bungkam.

“Sakit kepalamu sudah hilang? Kita pulang saja ne?” Luhan beranjak dari duduknya, dan sebelum Luhan melangkah pergi terlalu jauh dari jangkauannya, Hyeona menarik sebelah tangan Luhan membuatnya kembali duduk.

“Siapa bilang sakit kepalaku sudah hilang? Masih sakit tau! Dan ini semua gara-gara kau Luney oppa! Kau memaksa otakku untuk bekerja terlalu over! Lihat akibatnya sekarang kau—ehmmmmpphh”

Tidak peduli. Tidak peduli sebanyak apapun orang yang memperhatikan kegiatan yang mereka lakukan sekarang, Luhan masih tetap mencium bibir manis Hyeona lembut. Menghiraukan reaksi Hyeona yang tampak sangat tidak siap dengan serangan tiba-tiba yang Luhan lancarkan padanya. Jadi, Hyeona hanya bisa membulatkan matanya lebar-lebar. Sedangkan orang-orang disekitar mereka mulai bertepuk tangan riuh. Menikmati adegan drama roman gratis, siapa pun tidak ingin ketinggalan bukan?

***

Wajah Hyeona masih saja terasa panas akibat kejadian memalukan tadi. Bagaimana bisa Luhan dengan beraninya menciumnya di depan umum? -_- Dan akhirnya mereka kabur dari tempat itu, lebih memilih pulang dengan berjalan kaki. Sambil bermesraan mungkin😄

“Kau menciumku tanpa Izin” ujar Hyeona sewot

“Kau suka kan?” Luhan mengedip nakal. Menggenggam erat tangan Hyeona, kemudian mengecupnya pelan. Sungguh.. setelah Hyeona mengingatnya kembali, dia tidak akan pernah lagi membiarkan Hyeona melupakannya untuk kedua kalinya. Itu sangat menyakitkan… kalian tau? Dilupakan oleh orang yang kalian sayangi sejak dari kecil. Dan itu pun gara-gara Hyeona jatuh dari pohon mangga saat dirinya mencuri mangga di tetangga sebelah. Itu adalah karma.. Bukan begitu?

“Tidak..” jawab Hyeona tegas.

“Bohong.. sudah aku katakan kan? Berbohong, pahalamu dikurang satu dosamu bertambah satu. Dan juga dosamu akan bertambah berkali-kali lipat karena kau sudah menipuku” Memincingkan matanya, pura-pura kesal. Yeoja ini hampir saja membuatnya patah hati lagi.

“Aku hanya balas dendam.. :P Oh yah, tadi.. kenapa kau menciumku???” Pertanyaan Hyeona sontak membuat langkah mereka terhenti. Sedikit malu memang, tapi dia harus mengetahuinya! Harus! Ini masalah harga diri dan itu.. FIRST KISSNYA!

“Itu First kiss ku Luney bodoh” Luhan tau, saat Hyeona menunduk dalam seperti sekarang ini, pertanda dia sedang menyembunyikan rona wajahnya.

“Bukan first kiss pabbo. Itu second kiss.. Karena… dulu, saat kau masih mengingatku, dan umurmu waktu itu masih 5 tahun, aku berjanji akan menikah denganmu jika umurmu sudah menginjak 18 tahun, aku mengecup bibirmu pelan sebagai bukti perjanjian kita. Dan kau dengan bodohnya malah meminta lagi XD”

“YAK!! ITU TIDAK BENAR! BAGAIMANA MUNGKIN AKU SEMESUM ITU?”

“Kau yeoja mesum yang mengatakan rasa bibirku seperti permen. Hei~ apa tadi rasanya masih seperti permen? Ayo jawab. Apa kau mau lagi”

“Tidak -_-“

“Ayolah~ jujur saja.. Mau lagi kan?

“TIDAKKK!!! DASAR LUNEY PABBO!!!” Hyeona dengan angkuhnya meninggalkan Luhan yang masih sibuk terkekeh

dengan kejailan yang dia buat.

Luney… Luhan Honey

 

Betapa Luhan sangat menyukai panggilan itu…

“Yeobo~ tunggu aku” Luhan berlari menghampiri Hyeona yang masih tetap saja cemberut. Merangkul pundak Hyeona, kemudian sedikit mencuri kecupan dari bibir Hyeona.

“Siapa yang mesum sekarang -_-“

“Ehehehehe… Sedikit tidak apa-apa kan babe :D Toh, kau sudah menjadi milikku”

“Milikmu? Sejak kapan? Maaf maaf saja tuan Luney yang menggemaskan, aku dalam masa puber dan aku sangat sedang senang-senangnya melihat namja-namja tampan di sekolahku :P ”

“Ya! Memang ada yang lebih tampan dari aku?”

“Tentu! Namanya Chen!” Tiba-tiba saja satu nama itu terlintas diotak Hyeona. Hyeona ingin tau bagaimana reaksi Luhan jika dirinya menyebut nama namja lain terang-terangan.

“Besok, akan aku buktikan kalau aku lebih baik dari namja yang kau sebut tadi. Kau tidak akan bisa bermain api dariku baobei, mulai besok aku guru bahasa inggris di sekolahmu. Ahahahahahaha. Sambut songsaengnim paling tampan di sekolahmu…. Horee.. (prok prok prok)” Luhan bertepuk tangan heboh.

“MWO??? O_O YA!! ITU TIDAK ADIL!! AKU TIDAK MAU!!!” Luhan tidak memperdulikan omelan yang terlontar dari mulut yeojanya. Dirinya malah asik bersender dipundak Hyeona sambil tetap memeluk Hyeona erat. Memejamkan matanya damai. Tidak terganggu sama sekali eoh? Beruntung jalanan sepi, jadi mereka tidak perlu malu ditatap orang-orang yang melihat kemesraan mereka secara free. Sebenarnya hanya Hyeona yang malu, justru Luhan sangat menikmatinya -_-

‘Hyeona~ Jangan melupakanku lagi arra? Saranghae~~~’

END

Click here for Chapter 1

Credit : EXO Fanfiction World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s