Baby XO New Member?! (Part I)

Baby XO New Member

Tittle  : Baby XO New Member?!

Author : Hikari Kim

Cast :

  • Lay (EXO M)
  • Suho (EXO K)
  • Chanyeol (EXO K)
  • Kris (EXO M)
  • Another EXO’s Member dan satu gadis misterius haha!

Genre : Comedy, Romance, Drama

Length : Chaptered / Series

Disclaimer : Mereka milik SM Entertainment dan diri mereka masing-masing hahahaha dan mungkin sedikit terinspirasi dari drama You’re Beautiful hahaha~ oh iya dan lagi ini FF remake dengan cast semua member TRAX sebelumnya dan bisa dilihat di kimchihee.wordpress.com authornya pun tetap saya juga, tapi karena ada satu dua hal, FF ini diremake ulang >.<

Sinopsis : Lay, Suho, Chanyeol, dan Kris merupakan empat personil band terkenal di Korea Selatan bernama Baby XO, tapi kelangsungan band mereka terancam karena Lay sang gitaris tersangkut masalah, lalu tercetuslah ide dari manajer mereka bahwa akan ada penambahan personil baru bagi Baby XO. Siapakah member itu?

================================================================

“Dengan ini, kami sebagai pihak manajemen Baby XO akan mengumumkan sesuatu. Kami akan menambahkan satu personil lagi.”

Desas-desus serta jepretan blitz-blitz kamera tergambar jelas di sebuah konfrensi pers yang diadakan mendadak oleh pihak manajemen sebuah band yang kini tengah naik daun. Bukan tak beralasan mereka melakukan hal penting itu saat ini. Semua terjadi begitu saja saat sang gitaris mereka, Lay, terkena gosip miring.

Lay, gitaris yang sudah diakui oleh musisi manapun memiliki bakat luar biasa dalam bermusik kini tersandung kasus. Ia dikabarkan tengah memiliki sebuah hubungan spesial dengan salah satu personil girl grup yang juga tengah naik daun.

Semua pihak tahu, jika sekalinya kalian sudah terjun langsung ke dunia hiburan Korea, maka seluruh kehidupan pribadimu akan terekspos luar biasa. Sulit untuk menutupi hal sekecil apapun, bahkan dalam hal hubungan khusus antara wanita dan pria.

Tak ada yang bisa menyembunyikan hubungan mereka. Karena cepat atau lambat fans akan mengetahuinya.

Dalam konfrensi kali ini, selain pernyataan Lay yang menyangkal hubungan spesial dirinya dengan anggota girl grup tersebut, manajemennya juga secara mengejutkan mengatakan bahwa band yang digawangi oleh empat personel itu kini akan menambah satu personil lagi.

Awalnya keempat personil Baby XO menolak secara terang-terangan dengan adanya keputusan sepihak oleh pihak manajemen. Namun mereka mengatakan kalau membuat sebuah berita baru akan cepat melenyapkan berita lama. Jadi intinya penambahan personil hanya akan jadi alibi sebagai penutupnya kasus cinta Lay itu sendiri.

Jatuhnya pamor Baby XO, itulah masalah yang mungkin akan terjadi bila pihak manajemen terus berkilah dan menyangkal hubungan Lay yang nyatanya jelas ada. Lebih baik menciptakan rumor baru untuk menutupi rumor lama, sangat klise tapi terbukti ampuh untuk dunia entertainment.

Lay dan juga ketiga personil lain memandang serius kearah barisan wartawan dan juga IXO—sebutan untuk penggemar mereka. Menunggu reaksi yang lebih ketimbang hanya desas-desus seperti ini.

“Dan kami, sudah punya calon personil baru Baby XO.” Suho, vokalis Baby XO terdiam sebentar. Tapi, belum sempat ia berucap kembali Lay buru-buru memotongnya.

“Kami akan merahasiakan dirinya sampai single kami yang baru keluar bulan depan.” Ucap Lay dengan pandangan serius.

Kembali lagi desas-desus terdengar, namun kali ini dibarengi dengan jerit-jeritan histeris para IXO  yang penasaran dengan personil baru idola mereka. Begitu banyak asumsi yang berkelebat di pikiran mereka. Apakah personil baru itu akan setampan para anggota lama dan berbagai pendapat lainnya.

Akhirnya setelah dua jam sesi pertanyaan ditambah bonus sesi tanda tangan dan konser akustik kecil-kecilan, konfrensi hari itu usai juga meninggalkan satu masalah baru yang harus segera dicarikan solusi secepatnya. Jika tidak, kelangsungan hidup band mereka akan terancam.

Masalah yang sangat pelik dan benar-benar membingungkan, dan mungkin sulit untuk dicarikan jalan keluar.

“Kenapa kita bisa begitu bodoh?” Chanyeol meletakan kepalanya lesu diatas meja.

“Kita bahkan belum punya calon personil barunya. Kau…. Idiot, Lay!” Kris menuding gitarisnya yang kini tengah terduduk gelisah.

Lay sendiri sepertinya tidak begitu memperdulikan makian serta dampratan yang keluar dari mulut teman-temannya. Pasalnya ia kini tengah fokus dengan berita-berita di situs portalonline yang pasti saat ini ramai membicarakan tentang nasib band mereka.

‘PERSONIL BARU AKAN DIUMUMKAN BULAN DEPAN.’

‘SIAPA PERSONIL BARU ITU?’

‘BABY XO AKAN MENAMBAH SATU LAGI ANGGOTANYA’

Sungguh! Lay hampir membanting gadget yang ada di tangannya saat ia membaca semua judul artikel yang sedang hangat diperbincangkan. Memang, kasusnya tempo hari perlahan menghilang dan tergantikan.

Tapi masalahnya adalah, MEREKA SAMA SEKALI BELUM MEMILIKI CALON PERSONIL BARU!

Salahkan manajer mereka yang mempunyai pikiran konyol, sebab satu jam sebelum konfrensi pers ide itu tercetus begitu saja dari kepalanya. Entah, Lay sendiri pusing saat memikirkan jalan keluarnya.

“Masalah itu, konfrensi itu, semua terjadi begitu cepat. Sial!” Lay nyaris membenturkan kepalanya ke dinding, untung saja Kris langsung menyambitnya dengan sebuah botol air mineral hingga ia tidak perlu susah-susah untuk membuat bengkak kepalanya.

“Kita harus bagaimana? Kau!” Suho berdiri dari duduknya, “Kau harus cari jalan keluarnya.” Dengan satu penekanan di akhir kalimatnya Suho melangkahkan kakinya keluar ruangan diikuti kedua anggota lainnya meninggalkan Lay sendiri yang tengah duduk tepekur nelangsa.

“Ya Tuhan! Masalah apa lagi ini?” Lay mengacak rambutnya frustasi.

Bagaimana tidak? Akibat kasus ini, pihak manajemen kekasihnya—sebut saja Luna—benar-benar melarang mereka untuk berkomunikasi secara langsung. Itu merupakan pilihan terbaik daripada harus putus hubungan.

“Sial!” Lay melemparkan bantalan sofa sembarangan.

Lay menutup matanya perlahan sambil sesekali memijat pangkal hidungnya, berusaha meredakan ketegangan di kepalanya yang berdenyut-denyut. Tapi, baru saja ia mulai merasa rileks, sebuah pesan singkat membuatnya harus membuka matanya paksa.

Ia membaca isi pesan itu dengan malas.

‘Kami tahu masalahmu. Maka dari itu datang ke tempat biasa dan kita bersenang-senang.’

setelah membaca pesan itu, ia pun tersenyum sekilas. Ia masih bersyukur memiliki teman-teman artisnya—di luar grup Baby XO tentunya—yang begitu perhatian dengannya, walaupun ia juga sering dapat masalah dan musibah akibat kelakuan mereka yang abnormal.

Tanpa perlu pikir panjang akhirnya Lay memutuskan untuk pergi ke tempat biasa yang sering mereka gunakan untuk menghabiskan waktu bersama.

Tak memerlukan waktu lama ia kini telah berada di tempat yang dimaksud. Sebuah cafe di pusat kota. Tempat nongkrong eksklusif yang biasanya berisi kalangan borjuis dan juga artis.

Lay melongokan kepalanya, mencari keberadaan teman-temannya. Biarpun tempat itu biasa mereka kunjungi tapi tetap saja ia selalu kesusahan mencari keberadaan mereka. Sebab, mereka selalu berpindah tempat duduk dari satu meja ke meja lain tiap kali ke sana.

Mata Lay melebar seketika saat melihat seseorang melambaikan tangan. Itu dia! Itu mereka! Tanpa buang waktu ia pun langsung berlari menuju meja yang sudah dipesan oleh teman-temannya.

“Yow! Lay my friend!” Luhan meninju pelan bahu Lay saat ia memilih untuk duduk disebelahnya.

“Hyung, kau benar-benar tidak apa-apa?” D.O bertanya dengan wajah penuh kekhawatiran.

“It’s oke. I’m fine.” Lay menyambar sekaleng soda yang tergeletak begitu saja di atas meja dan langsung meneguknya sampai tak bersisa.

“Tanyakan dulu siapa yang punya sebelum kau habiskan idiot!” sembur Xiumin saat tahu sodanya lah yang telah ditenggak habis oleh Lay. Tak lupa juga tadi ia sempat mendaratkan sebuah jitakan kasar di kepalanya.

Lay nyengir sambil meringis, “Maaf, butuh kesegaran.”

“Malam ini, ada pertunjukan spesial.” Luhan berbisik di telinga Lay.

“Spesial?” Lay mengangkat sebelah alisnya. Tapi, detik berikutnya, wajahnya berubah pucat pasi.

“Ja-jangan bilang kalian ingin memainkan permainan itu lagi?!” seru Lay siaga satu.

“Haha! Tak usah grogi begitu hyung.” Chen melemparkan tusuk giginya ke dalam asbak.

Lay melengos, ia masih ingat benar kejadian dua bulan lalu saat ia kalah memainkan permainan konyol ini. Yang kalah hukumannya harus berdandan ala waria, dan sialnya dialah pihak yang kalah! Dan dengan rasa malu yang sengaja dibabat habis Lay berjalan sekitar pertokoan di tengah malam buta sebagai waria.

Untungnya saat itu Luhan yang lihai memakaikan make-up dapat dengan mudah menutupi identitas Lay sehingga para stalker dan IXO tidak ada yang curiga dan mengenalinya.

Jika tidak? Entah bagaimana jadinya seorang Lay, gitaris band terkenal menjadi topik utama di setiap berita. Baik dunia maya ataupun media elektronik yang menyatakan bahwa…

LAY, GITARIS TERKENAL TERNYATA SEORANG WARIA!

Mungkin Lay akan bunuh diri saat itu juga. Bagaimanapun caranya.

“Haha! Kalian mau main itu? Tidak. Aku lihat saja. Mendadak kepalaku sakit. Aku ingin ke toilet—” Lay buru-buru bangkit dari duduknya. Tapi dengan cepat Xiumin menarik tangannya hingga ia terduduk kembali.

“Haha! Tidak secepat itu tuan Lay.” Xiumin nyengir mesum.

“Hyung tidak mau kalah lagi ya?” tawa D.O meledak saat ia mengingat kejadian itu.

“Kalian kan belum pernah merasakannya.” Lay lagi-lagi melengos.

Luhan mau tak mau ikut tertawa saat melihat D.O yang tengah terbahak macam orang kesurupan. Dengan penuh tenaga ia memukul-mukul pundak Lay. Niat awal memang ia ingin memberikan semangat, tapi entah mengapa hal itu berubah menjadi pukulan keras hingga mampu membuatnya meringis sakit.

“Hyu-hyung! Kau mau mengajak berkelahi?” tanya Lay sambil berusaha menyingkirkan lengan Luhan dari pundaknya.

“Oke deal! Lay ikut main! Yeay!” Luhan memutuskan sepihak.

“Hyung! Jangan mengambil keputusan sepihak!” protes Lay yang berhasil mendapatkan lemparan uang koin tepat di dahinya. Entah oleh siapa.

“Huahahaha! Hyung! Tenang saja, siapa tahu saja diantara kami yang kalah. Kau tak perlu secemas itu.” D.O mengibas-ngibaskan tangannya tanpa beban.

“Okeh mulai!” Luhan, sebagai orang yang paling tua di sana mengambil sebuah botol kosong dan lalu meletakannya di tengah meja.

Luhan menyeringai, “Bersiap dan berdoalah semoga bukan kalian yang ditunjuk oleh moncong botol ini. Kekekeke….” tawa cekikikan pun meluncur dari mulutnya.

Perlahan, Luhan pun mulai memutar botol itu dua kali, tapi saat putaran ketiga ia mengerahkan tenaganya agar botol itu berputar makin cepat di tengah-tengah meja. Semua laki-laki disana menahan napas, bersiap untuk menjadi bahan olok-olok dan bully-an sebentar lagi.

Kecepatan botol itu makin berkurang, dan hal ini, berhasil membuat keringat dingin mengucur dari pelipis mereka. Dan entah mengapa kini semua terlihat menahan nafas saat perlahan pergerakan botol itu mulai terlihat saaangat pelan hingga akhirnya berhenti begitu saja dengan moncong tepat di depan….

Lay.

“Sial!” desis Lay nelangsa.

Sekali lagi, LAY! Lay-lah yang menjadi bahan percobaan ‘waria satu malam’ oleh teman-temannya.

“Bunuh aku sekarang juga, ayo cepat!!!!” seru Lay frustasi saat ia melihat cengiran mesum yang ditunjukan mereka semua.

“***”

Dan disinilah Lay, dengan muka merah padam sampai ke telinga, ia menutupinya dengan salah satu tangannya. Berjalan dengan malas menuju toilet setelah hampir dua jam dikerjai habis-habisan oleh teman-temannya.

Bayangkan saja, dia harus menyanyi sambil menari-nari dengan gerakan norak setengah jamnon-stop di sebuah cafe yang sengaja dipesan oleh teman-temannya. Tentunya cafe berbeda dari tempat mereka bertemu sebelumnya.

Belum lagi dengan pakaian wanita yang ia kenakan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Wig blonde panjang hinga pinggang, tank top serta hot pants yang membalut tubuhnya, stoking merah jaring-jaring yang menutup tungkainya, dan jangan lupakan high heels berwarna mencolok yang menghiasi kakinya. Fix! Dia terlihat sangat norak dan benar-benar mirip WARIA!!!

Lay mendengus sambil membanting pintu toilet wanita. Bahkan dia harus masuk ke toilet yang bukan dikhususkan untuk gender aslinya karena ini merupakan satu persyaratan juga.

“Sialan!” umpatnya.

Satu persatu Lay melepas atribut melelahkan dari tubuhnya. Pertama-tama dimulai dari mencopot high heels yang membuat betis serta pergelangan kakinya hampir patah.

“Kenapa wanita senang memakai benda mematikan ini?” Lay mengeluh sambil melemparkanhigh heels-nya sembarangan.

Lay bersumpah serapah, mengumpat sejadi-jadinya. Bertingkah seperti orang gila dengan melompat-lompat, menari-nari norak, melakukan hal sinting lainnya di daalm toilet itu. Berusaha sedikit mengurangi beban mental dari semua masalah yang terjadi hari ini.

Untuk perannya sebagai waria malam ini sepertinya dihitung sebagai masalah juga.

Tidak tahukah ia kalau di dalam toilet itu ia tidak sendirian?

Seorang gadis berambut hitam panjang yang mengisi bilik paling ujung mengurungkan niatnya untuk keluar saat ia melihat laki-laki atau mungkin wanita yang sedang bertingkah abnormal.

Ia mengintip sedikit dari pintu bilik yang terbuka. Memperhatikan Lay yang makin menjadi dengan tingkah absurdnya. Bahkan kini ia tengah mengupil ganas mengorek-ngorek hidungnya dengan penuh hasrat.

Gadis itu terus memperhatikan Lay dari sana. Jujur! Dia takut.

Matanya membesar kaget saat Lay berbalik menghadapnya, tentu saja dengan keadaan Lay tidak menyadari situasi.

Ia mulai membuka wig blonde yang dikenakannya dan lalu membuangnya sembarangan, “Sial! Panas juga ternyata.” Lay mengumpat.

Mata gadis itu makin membesar kaget, “I-itu L-Lay?!” gumamnya kaget. Ia buru-buru menutup mulutnya saat sebuah teriakan hampir meluncur dari mulutnya.

Dengan cepat ia mengambil ponselnya. Berkali-kali ia mengambil gambar dari gitaris kesukaan sepupunya. Ya! Dia sebenarnya tidak terlalu peduli dengan artis manapun, bahkan awalnya ia tidak tahu siapa itu Lay, namun berkat sepupunya yang merupakan fans berat band Baby XO membuat gadis itu tahu sedikit tentang mereka.

Walaupun hanya tahu wajah serta nama. Itu sudah cukup sepertinya.

Sekali, dua kali, hingga berkali-kali gadis itu mengambil gambar. Mulai dari Lay membuka stokingnya sampai membuka bra yang membungkus dadanya. Ia juga sempat merekam vidio tingkah konyol yang dilakukan Lay tadi.

Tapi malang bagi gadis itu, saat sedang fokusnya ia mengambil gambar, pegangannya pada daun pintu bilik tiba-tiba saja mengendur hingga ia jatuh terdorong keluar.

BRAKK!!

Pintu bilik itu menghantam dinding, dan gadis itu terjatuh  terjerembab tepat di depan pintu. Kejadian itu sontak membuat Lay yag tengah memakai celana jeansnya melompat kaget.

Mata Lay mendelik saat melihat adanya orang lain selain dirinya yang menghuni toilet saat itu, “Si-siapa kau?” tanyanya panik.

Gadis itu buru-buru bangkit dari jatuhnya. Ia berkali-kali membungkukan badannya untuk minta maaf.

“Maaf, maafkan aku. Maafkan aku.” Ucapnya berulang-ulang.

“Ah sial!” Lay mendengus kesal. Ia sudah ketahuan!

Lay pun buru-buru memakai jeans dan kemudian kausnya yang dipakai sebelum ia dirubah menjadi waria norak tadi.

Gadis itu perlahan berjalan mendekati Lay, sialnya pintu keluar toilet tepat berada di dekat laki-laki itu hingga mu tak mau gadis itu berjalan mendekatinya dengan perasaan ketar-ketir.

“Aku tidak lihat. Sungguh! Sungguh! Aku tak lihat.” Gadis itu tersenyum kecut dan berniat untuk melarikan diri secepatnya.

Gadis itu berhasil sampai pintu toilet. Tapi, saat tangannya baru menyentuh gagang pintu, sebelah tangannya yang lain sudah digenggam erat oleh Lay.

“Mau kemana kau nona?” cegah Lay sambil menatap bengis.

“Sungguh! Aku tidak lihat apapun,” gadis itu berbohong, “aku ada job beberapa menit lagi. Ini sudah waktunya aku tampil.”

Lay menyipitkan matanya curiga, “Bohong!”

Gadis itu mengangguk cepat, “Aku tidak bohong,” ia mencoba meyakinkan Lay. Sungguh! Ia sangat takut sekarang, apalagi genggaman tangan Lay mengencang, membuatnya sedikit meringis sakit.

Lay makin curiga saat melihat aura kegugupan yang terpancar dari raut wajah gadis itu, apalagi saat ini tangannya menggenggam sebuah ponsel yang masih menyala kameranya.

Baru saja Lay ingin mengambil ponselnya, sebuah deringan yang keluar dari sana mengurungkan niatnya. Ia akhirnya melepaskan cengkeraman tangannya, mempersilakan gadis itu untuk mengangkat telponnya.

Dengan cepat gadis itu menekan tombol hijau dan dengan insting yang ada ia me-loud-speaker-kan telponnya,

“Halo Mina, kau diamana?” seru suara dari sebrang.

“A-aku ada di toilet tuan Jang;” jawab gadis itu takut-takut.

“Ayo cepat! Ini saatnya kau tampil.”

“Baik.” Gadis itu mengangguk sambil memutuskan sambungan telponnya.

Lay yang entah sejak kapan telah memunguti pakaian nistanya tak sadar dengan kepergian gadis itu yang sangat cepat. Begitu dia berbalik, ternyata gadis itu sudah melarikan diri dari sana.

“SIAL!” Lay menggeram. Ia pun memutuskan untuk keluar dari sana sambil membanting pintu dengan sangat kasar.

“***”

Lay melemparkan baju-baju itu langsung ke muka D.O dan Chen—Ia tak berani jika harus melemparkan ke yang lebih tua, “Sial! Aku ketahuan!”

“Hah? Siapa hyung?” tanya D.O sembari menurunkan hot pants yang tadi menyangkut di kepalanya.

“Gadis.” Jawab Lay singkat.

Belum sempat Chen bertanya, suara tepuk tangan meriah membuat mereka mendadak terdiam. Dengan rasa penasaran yang tinggi mereka semua menoleh ke arah panggung.

Tampaklah seorang gadis dengan rambut dikuncir ekor kuda tengah duduk di tengah panggung dengan sebuah gitar yang di pangkunya. Stand mic yang berada di depannya sengaja diatur ketinggiannya agar sejajar dengan mulutnya.

Wajahnya terus dihiasi senyuman yang cukup cantik dan hal itu berhasil membuat Lay tertegun sesaat. Ingat! Hanya sesaat, sebab detik berikutnya wajahnya berubah bengis saat menatap gadis itu.

“Itu dia! Dia yang sudah melihat semuanya! Bahkan aku yakin dia mengambil beberapa gambarku saat melucuti baju-baju sial itu.” Tunjuk Lay pada gadis yang kini menjadi pusat perhatian itu.

“Hah?!” semua teman-teman Lay melongo saat mendengar kesaksiannya.

“KAU YAKIN?!” tanya mereka bersamaan.

Lay mendengus, “Sangat yakin.”

TO BE CONTINUED

Click Here for Next Chapter

Credit: EXO Fanfiction Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s