Addict Your Voice

tumblr_mb4vl6DCnf1rurrado1_1348959240_cover

Author : Park SojinKey

Cast : Chen Chen (EXO-M), Kim Hyeona, Luhan (EXO-M)

Genre : Romance sambel

Lenght : Oneshot? Chapter? Ojin bingung, Liat nanti aje ye? ^_^

Note : Yihaaaaaaaaaaaaaaaa…. Ojin bawa FF dua suami Ojin.. kekeke.. Yap yap yap.. Chen and Luhan.. Yipi~~~ Mian klo banyak typos.. Kata-katanya kagak baku dan sebagainya.. ehehehehe.. Ditunggu RC-nya, SR(SETAN READERS) Semoga gak bergentayangan ne? hargain Ojin yang bikin FF.. FF bakal dilanjut kalau memang ada respon yang positif dari GR(GOOD READERS).. Abisnya ojin bingung mau lanjut kayak gimana ._.#ketahuan males><# uahahahahaha… anggep yeoja di cast ini itu kalian ne? atau siapapun terserah kalian deh.. HAPPPPYYYY READIIIIINGGGGG

*

*

*

Aigo~ setiap hari, aku tidak pernah bosan melihat wajah seriusnya yang sedang membaca buku. Dimana pun dia berada, tangannya selalu tak pernah lepas dari yang namanya benda kotak persegi panjang itu. Buku. Ok. Tidak apa kalau kalian mengecap namja ini sebagai kutu buku. Tapi, jangan sekali-kali mengira kalau namja ini cupu. Memakai kacamata kebo, rambut poni lurus sedahi, cupu, oh… itu sama sekali bukan ciri-cirinya. Kalau aku katakan dia tampan, pasti kalian tidak percaya kan? Ya sudah. Itu terserah kalian. Yang terpenting adalah, aku sudah memberi tau kalau namja yang aku sukai itu tidak cupu. Malahan dia namja terpopuler satu sekolahan. Mungkin juga sampai luar sekolah. Namanya Chen. Tapi karena terkesan kurang sreg dihati, dan juga terkesan singkat dengan seenak udel aku panggil dia dengan Chen2. Pengucapannya bukan Chen kuadrat. Chen kuadrat? Yang benar saja.. ckckckck. Yang benar itu adalah Chen Chen.

Kami ini satu angkatan. Senangnya >.<.. tapi sayangnya, kami tinggal di kelas yang berbeda. Jelas saja aku yang bodoh ini, hanya sanggup di kelas XII C. kalau Chen Chen sendiri, dia tinggal di kelas XII A. bagaimana? Apa itu sudah cukup membuktikan bahwa dia pintar? Berkat kepintarannya juga, dia menjadi murid yang paling disegani oleh kepala sekolah. Anak berandalan sekolahku pun takluk akan karismanya. Kepala sekolah tak segan-segan mengangkatnya menjadi pengurus kedisiplinan sekolah ini. Karena itu juga aku mendapat masalah setiap harinya. Wae? Ck. Tentu saja karena aku melanggar tata tertib. Tapi.. taukah kalian? Aku melakukan itu sengaja. Hahaha…

Entah kenapa, atau karena memang otakku yang setengah gila atau mungkin sudah benar-benar gila, aku sangat suka mendengar suaranya itu. Terlebih saat dia menegurku. Bukan menyapa. Melainkan menegur karena aku memakai asesoris yang berlebihan ke sekolah. Alhasil dicopotlah semua anting dan kalung yang kupakai. Sebetulnya aku menyadari penampilanku sangat menor dan norak sekali. Hahaha.. walaupun sudah sadar, tapi aku tetap tidak kapok melakukannya. Sudah kubilang kan aku sengaja?

“Hyeona-ssi, ini sudah yang ke 25 kalinya kau melanggar peraturan sekolah dalam sebulan.” Dia bergumam, sambil melihat buku catatan pelanggaranku. Tidak sadar, aku malah tersenyum mendengar suaranya. Kenapa aku sangat suka suaranya ya??

“Apa ada sesuatu yang aneh? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?? BERSIHKAN SELURUH TOILET SEKOLAH INI, SEKARANG JUGA!!!!!” sontak tadinya bibirku yang menyunging senyum oase dari padang pasir, lenyap seketika terkubur badai pasir dasyat. Aku lupa memberitau kalian, kalau dia sudah membentak keras seperti itu, mukanya seperti tokoh salah satu film Pororo. Si Krong Krong. Imut kan?? Hahaha.. kalian pikir aku takut dia menggertak keras seperti itu?? Baiklah mungkin benar kalau aku kaget mendengar teriakannya, tapi jangan kira aku takut mendengar teriakannya. Suaranya yang menggertak keras seperti itu sangat unyu sekali >.< Ada yang diantara kalian yang menebak aku aneh? Ya benar. Diriku sendiri saja tidak mengerti dengan situasi yang sangat membingungkan dan membuat lumpuh kinerja otakku ini.

Otakku selalu menerima sinyal-sinyal positif setiap mendengar suaranya. Yah.. walaupun dia membentakku keras, tetap saja aku suka. Intinya, aku sudah sangat kecanduan ingin mendengar suaranya setiap hari. Ampun deh! Ini penyakit langka! Uisa~ uisa~ tolong sembuhkan aku T.T Aku tidak mau cepat-cepat mati, jika aku tidak mendengar suaranya satu hari saja. Hahaha… mian, aku menyebar virus KamSeUPay,, Wkwkwkwkwkwkwk….

Beginilah diriku sekarang, menjalankan hukuman dari gebetan manisku dengan hati riang dan gembira. Sesekali aku menyanyi ‘The Boys’ nya SNSD versi dangdut. Aduh mantap, enak tenan… Murid lain, yang juga sama dihukum sepertiku membersihkan toilet, memandangku dengan alis bertaut sempurna. Biarlah konser dadakan di kamar mandi, itung-itung buat bekal nanti jadi artis. Wkwkwkwk…

***

Teet teet teet…

Bel pulang sekolah Chungdam High School, berbunyi. Saru persatu murid keluar dari tempat menuntut ilmu ini dengan tergesa, yang tentunya ingin cepat-cepat pulang. Tapi lain halnya denganku. Pulang sekolah bukannya pulang, eh ini malah menguntit. Jeng jeng…. Siapakah aku kuntit, ck jelek amat bahasanya.. hehehe,, kalian pasti tau kan. Yap! Benar sekali!!! My only Chen Chen ^_^

Kemana dia? Biasanya tepat pukul 13.30 dia sudah lewat koridor ini. Atau jangan-jangan, dia ngeh kalau selama ini ada orang yang menguntitnya, lalu dia malah lebih menghindar??? Aku menunggu dengan gelisah di koridor sekolah kelas tiga. Menunggu sosok namja yang kusuka. Dan seperti biasa melakukan tugas harianku, ok mungkin tidak dihari minggu. Cuma dari hari senin sampai sabtu. Apa lagi kalau bukan menguntit? Ck, mungkin lebih keren dikatakan stalker saja.. wkwkwkwk.

Tap.. tap..tap..

Aku mendengar suara langkah kaki. Karena situasi sekolah cukup sepi, jadi aku dapat mendengar jelas langkah kaki seseorang yang semakin dekat rasanya dengan posisi ku saat ini. Dengan cepat aku bersembunyi dibalik tembok beton koridor.

Benar saja. Itu dia. Tumben. Dia sudah terlambat lima menit. biasanya dia tidak pernah terlambat. Dengan gaya mengintip ala pencuri yang ingin nyolong mangga tetangga sebelah, aku melihatnya yang sedang serius membaca buku tebal dengan bertumpu di kedua telapak tangannya. Sangat serius sekali. Aigo, bagaimana dia bisa melihat kedepan kalau matanya tidak dia fungsikan dengan benar? Ckckck.. Chen-Chen Chen-Chen..

Uh? Kenapa dia berhenti? Eits, sekarang dia malah menutup buku yang dia baca. Ditentengnya buku itu dengan tangan kanannya. Dan sebelah tangannya lagi, mengambil sesuatu di saku celananya. Oh? Hp? Ada yang menelfonnya kah??

“Yeoboseyo? Wae chagi?”

APA?? APA TADI DIA BILANG?? DIA MEMANGGIL ORANG YANG DI TELFON ITU APA? CHAGI??? CHAGI????? Uwaaaaaaaaaa…. Pacar? Kenapa aku tidak tau kalau selama ini dia sudah punya yeojachingu.

Dadaku sesak, mataku perih.. kenapa sebegini sakitnya begitu mengetahui kalau dia sudah mempunyai yeojachingu? Sebeginikah rasanya patah hati? Kenapa sangat sakit, perih, dan miris sekali? Padahal selama ini aku yakin, dia tidak mempunyai seorang yeoja. Aku menstalkernya hampir tiap hari. Sudah aku bilang kan? Tapi sekarang kenapa dia mendadak mempunyai seorang yeojachingu?? Dan malah, dengan entengnya dia memanggil chagi?? Chen Chen tipe orang yang paling tidak suka menggombal, ataupun merayu. Aku tau itu. Hiks hiks… wae??? Wae??!!! Kenyataan yang sangat menyakitkan.

**

Esok harinya, aku malas untuk melakukan aktifitas pagiku seperti biasanya. Bangun pagi-pagi, sarapan dengan semangat, ingin tiba di sekolah cepat-cepat. Tapi… itu dulu… Aku ingin cepat tiba di sekolah karena ada seseorang yang ingin aku temui. Ingin melihat wajahnya. Ani.. mungkin lebih tepat kalau di katakan aku ingin mendengar suaranya.

Bahkan aku terjaga semalaman. Memikirkan flasbackku yang menyedihkan. Saat dia memanggil seseorang itu dengan kata ‘chagi’. Harapanku sirna sudah. Hiks.. hiks.. Huwaaaaa.. air mataku keluar lagi. Ck. Mataku… mata sipit kebanggaanku.. SEKARANG BERTAMBAH SIPIT!! Entah kenapa aku tidak menyukai mata sipitku sekarang.

“YA!!!! NONA TUKANG TIDUR!! ABANGMU YANG GANTENG INI DATANGGGG!!! CEPAT BUKA PINTU!! APA KAU TIDAK PERGI KE SEKOLAH HUH???”

Dug

Dug

Dug

Dug

Seseorang menggedor pintu kamarku brutal. Aish!! Menggangu kemelankolisanku saja. Nuguya?? Abang ganteng? Narsis sekali mengatakan dirinya sendiri ganteng -.- Bagiku CHEN CHEN TETAP YANG TERGANTENG!!! TIDAK ADA TITIK, TIDAK ADA KOMA, TIDAK ADA ENTER, TIDAK ADA APAPUN!!

“Siapapun dibalik pintu, TOLONG JANGAN GANGGU AKU!!! SAMPAIKAN PADA EOMMA, AKU TIDAK PERGI KE SEKOLAH HARI INI!!!”

“TIDAK BISA!!”

Huh? Apa apaan itu? Mencoba mengaturku huh? Aku turun dari ranjang empukku. Mengusap air mata yang meleleh dipipi. Bahkan hidungku sekarang mampet seperti saluran pipa tersumbat sampah. Aih! Sungguh menyiksa. Omo~ kenapa terasa pusing begini?

Cklek

“Siapa?” tanyaku parau. Aku tidak bisa melihat dengan jelas, siapa sebenarnya yang tengah berdiri dihadapanku ini.. Lampu kamar lupa kuhidupkan. Mataku terasa perih karena terlalu lama menangis. Penglihatanku terasa kabur. Tapi dapat aku pastikan kalau dia namja. Mengingat dia berteriak tadi, mengatakan dirinya sendiri ‘abang ganteng’.. auh~ sungguh menggelikan.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”

Omona! Kenapa aku malah ikut berteriak saat mendengarnya berteriak?? Kenapa berteriak?

“AJUMMA!!!!! DI KAMAR HYEONA ADA KUNTILANAK KESASAR!!!”

Drap.. drap..drap

Dia menuruni tangga tergesa. Ajumma? Apa yang dia maksud eommaku? Tunggu dulu. Tadi dia panggil aku apa? Kuntilanak kesasar? Aih chinjja! Kurasa orang ini harus mendapat pelajaran. LAKBAN!! MANA LAKBAN?? BIAR KUTAMBAL MULUTNYA. DASAR KURANG AJAR!!

“EOMMA!!!!” panggilku sambil menuruni anak tangga. Pemandanga apa ini? Namja itu bersembunyi dibelakang pungung eommaku. Aish~ aku sudah menduga eomma ada di dapur. Kenapa eomma malah membiarkan orang asing masuk ke dalam rumah? Dasar eomma! Bahkan tadi dia hampir masuk ke dalam kamarku!! Kubunuh dia, kalau sampai macam-macam.

“Ajumma!! Itu dia!! Itu dia!! Kuntilanak kesasar mendekam di kamar Hyeona”

“YAK!!! SIAPA YANG KAU PANGGIL KUNTILANAK??? KURANG AJAR!!” Aku merebut sendok sayur yang ada ditangan eomma. Memukul telak kepala namja bermulut kurang ajar ini.

Puk

Puk

Puk

“Ouch..ouch..ouch.. Ya!! Hentikan yeoja gila!! Appo!!” rintihnya. Rasakan! Rasakan kemurkaan Hyeona istri Chen Chen. Dia melindungi kepala dengan kedua tangannya. Berlari panik. Mencoba kabur huh? Ahahaha!! Tidak akan aku biarkan. Eomma beberapa kali berteriak memanggil namaku. Menyuruhku untuk menghentikan semua tindakan kekanakanku, tapi tidak kugubris sama sekali.

Lutut namja itu terantuk meja ruang tamu, sampai pada akhirnya dia jatuh mengenaskan diatas sofa. Ahahahaha.. mau lari kemana kau kucing manis?  Aih~ dilihat lebih dekat, ternyata namja ini ganteng juga. Kulempar sendok sayur, senjata kebanggaanku yang kupakai tadi untuk melawannya. Mendekat.. dan semakin mendekat ke arahnya. Ahahaha.. mungkin aku sangat berbakat menjadi cucu Adolf Hitler.

Wajahnya sudah bersimbah keringat. Semakin meringsutkan tubuhnya ke pojok sofa.. wkwkwk.. tidak akan bisa lari kemana-mana kucing manis. Dan… hap! Aku meraih lehernya dengan kedua tanganku. Mencekiknya. Menggerakkan tanganku, sehingga kepalanya tampak bergerak kedepan kebelakang.

“Uhuk! Uhuk! Hentikan yeoja gila, aku tidak bisa bernafas” rintihnya di tengah batuk.

“TIDAK AKAN! DASAR KURANG AJAR MENYEBUTKU KUNTILANAK! RASAKAN INI, RASAKAN!”

“Ajumma~” panggilnya parau.

“Ouch.. ouch.. ouch.. eomma.. appo” Eomma menjewer kuping kiriku kencang, membuatku reflex melepaskan tautan tanganku yang mencekik leher namja ini.

“Ah! Ah! EOMMA LEPAS!” Aku melepas tangan eomma paksa. Mempautkan bibir kesal, sembari mengelus kuping kiriku yang sakit akibat ulah eommaku.

“Dasar anak ini. Bisa tidak kau bersikap manis sedikit? Kau yeoja ‘o’? Bukan namja! Mana ada yang mau menjadi suamimu nanti kalau begini” omel eomma. Aku masih sibuk mengelus kupingku sayang. Menganggap omelan eomma hanya sebatas angin lalu.

“Uhuk.. uhuk..” Namja itu kembali terbatuk. Memegang lehernya yang aku cekek tadi. Eomma membawa segelas air putih, yang baru saja diambilnya dari dapur tadi. Ish! Namja asing saja, eomma perhatiannya minta ampun. Lalu nasibku bagaimana? Aku anaknya kan? Kenapa aku tidak diberikan air juga??Eomma duduk disebelah namja itu. Menepuk pelan punggungnya, mengelus-ngelusnya pelan. Sedangkan namja ini, masih sibuk menghabiskan airnya.

“Eomma, siapa dia?” tanyaku pada akhirnya. Rasa penasaran sudah mendesakku sedari tadi. Eomma dan namja itu menatapku, tertegun. Hei.. hallooooo.. Apa pertanyaanku salah?

“Aish~ chinjja.. dasar anak ini. Begitu saja sudah lupa” Eomma bangkit dari duduknya. Meninggalkan kami berdua, menggeleng-gelengkan kepalanya. Lebih memilih melanjutkan memasak, daripada menjawab pertanyaanku huh? Dasar eomma -.-

“Ahahahaha….” Tunggu dulu, kenapa namja ini malah mengumbar tawa? Apa dia pikir dia manis? Mau pamer charm ‘o’? ckckck.. tunggu saja dan lihat. Charm Chen Chen lebih kuat darimu bodoh! Tidak ada yang bisa melawan charm seorang Chen Chen, nae yeobo. Oke, mungkin harus menunggu 100 tahun lagi sampai dia benar-benar boleh kupanggil ‘yeobo’.

“Kenapa kau tertawa? Mau mengejekku lagi huh?” Bersiap memberikan bogem mentah lagi padanya. Dia meraih tanganku, membuatku jatuh terjerembab ke sofa. Ingin rasanya ku mencekiknya lagi, tapi kenapa wajah manisnya menghalangiku melakukan itu? Wajahnya seperti.. seperti.. malaikat? Bukan bukan. Kalau itu yang kalian maksud. Wajahnya seperti puppy yang minta dipungut. Maaf, kalau kata-kataku keterlaluan. Tapi.. begitulah…

“Aigo~ sayang… Kau lupa pada oppamu sendiri huh?” Diusapnya kepalaku pelan.

“Mwo?? ‘Oppa’? Jangan coba-coba membohongiku bodoh! Aku anak tunggal! Aku tidak punya eonni, apalagi oppa!”

“Hiks.. hiks.. ajumma~ Hyeona sudah tidak menganggap aku oppanya lagi” Dia menengok ke arah eomma yang masih sibuk di dapur. Merengek manja, berpura-pura menangis. Aigo~ dia pikir tangisannya itu dapat meluluhkan hatiku?

“Sudah Luhan sayang~ buang saja dia ke laut” sahut eommaku, tanpa melihat kearah kami. Eomma masih sibuk dengan makanan yang sedang dibuatnya.

“Eomma!!” bentakku tidak terima. Aish~ dasar eomma kejam. Buang ke laut? Buang ke hatinya Chen Chen my sweat heart aj eomma, lebih enak dan pasti seronok.. wkwkwkwk.. wah.. sejak kapan aku pintar bahasa Malaysia.

“Hyeona” Memutar daguku pelan. Masih tetap tersenyum cengengesan. Senyum ini.. aku.. aku rasa pernah melihatnya. Tapi dimana?

“Sesuai janji oppa, oppa kembali ke Seoul tepat menginjak umurmu yang ke 18 tahun. Dan oppa akan…….” Namja ini mendadak menghentikan ucapannya. Melihat kedua bola mataku lekat. Kemudian kepalanya.. semakin maju.. maju.. maju ke depan. Hey! Kepalamu jangan dekat-dekat bodoh!

“Ya ya ya!! Neo mwohae??”

“Oppa akan… menikahimu”

“O___O!!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!” Ini pasti tidak mungkin. Siapapun TOLONG BANGUNKAN AKU DARI MIMPI BURUKKU INIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! SIAPA YANG MAU MENIKAH DENGAN NAMJA MICHO SEPERTI DIA.. Huhu~~ CHEN CHEEEEEEEEN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC? Atau END? #Nyengir Lebar# Kekekekeke….😄

LUHAN-CHEN

LUHAN-CHEN

Click here for Chapter 2

Credit : EXO Fanfiction World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s